
PRANGGG!!
syalila yang membanting ember di tangannya saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh salah satu siluman.
"Enak aja kalian bilang gara-gara aku." tunjuk Syalila pada mereka.
"Tuan, suruh nona jangan berbicara." pinta Zhen yang yakin kalau Syalila berbicara akan membuat mereka semakin terkapar.
Sesaat kemudian Ley menatap Syalila tanda ingin tau.
"Tuh kan, mereka tuh suamiku. aku berbicara, mereka tertawa tanpa sebab. tadi mereka bilang aku bisa membuat mereka mati mengenaskan, mereka kira aku adalah Medan perang apa, hingga mereka memperumpakan aku begitu, mereka tuh ya kumpulan manusia berekor dan kadal ompong, cicak bergoyang setan gentayangan ubur-ubur genit muka berekor ular bergoyang ular buntung kurang ajar!" seru Syalila yang membuat Ley ingin tertawa namun dia tahan karena dia tak ingin seperti yang lain sampai sakit perut.
"Khemm." Ley yang mencoba menahan tawanya dan mencoba menetralkan dirinya. lalu menghampiri para kaum siluman yang di buat Syalila terkapar.
"Tuan." ucap Zhen yang sudah lemas bukan karena bertarung tapi karena kelakuan Syalila.
"Apakah kalian ada perlu dengan ku?" tanya Ley pada mereka.
"Ya tuan, kami..," laporan Riu yang tertahan karena Syalila mencolek tubuh suaminya. entah apa yang dilihat oleh wanita itu hingga dia benar-benar penasaran dengan siluman yang bersama dengan suaminya.
"Suamiku." panggil Syalila.
"Ada apa, isteriku." jawab Ley yang di colek Syalila.
"Oh.. tidak." ucap Riu yang tau kemana arah tatapan mata Syalila.
"Suamiku, Siapa para kodok bunting itu?" tanya Syalila tanpa berfikir dan spontan membuat mereka semua melihat kearah pandangan Syalila.
"Khemmm." Ley yang mencoba bersikap bijak untuk tak tertawa.
"Tuh, para lelaki bunting itu, kok mereka seperti kodok bunting?" tunjuk Syalila yang membuat Ley, Zhen,Riu,Rey dan Phay tak bisa menahan tawanya.
"Huahahaha....," tawa serempak dari mereka dan Ley hingga membuat Syalila kaget.
BRAKKK!!
"Kalian ini kenapa sih, ditanya malah ketawa melulu!" seru Syalila yang telah murka dan meninggalkan mereka semua. "dasar kalian itu semuanya para makhluk tidak kasat mata!!" seru Syalila yang kemudian pergi meninggalkan mereka semuanya.
"Tuan, apakah anda tidak sering sakit perut. karena kata-kata nona?" tanya Phay yang terduduk memegang perutnya dan mengusap air matanya.
"Hehhhh, aku sering menahan diri, Phay. karena setiap dia menyebut nama orang atau sesuatu hal itu membuat aku kehilangan emosi." jawab Ley yang sudah bersikap normal.
"Pantas saja nona menjadi rebutan banyak kaisar, berbicara saja tak disaring." ucap Rey sambil menghela nafas.
Akhirnya mereka melanjutkan laporan mereka pada tuannya, karena hal penting itu harus segera di bahas.
"Lalu, apa kau sudah mencari keberadaan Zarkha?" tanya Ley pada Phay.
"Hamba sudah mencari informasi dan saya sudah mencari tau di klan siluman elang. kalau Zarkha ingin membangkitkan sekte iblis yang telah lama musna." lapor Phay.
__ADS_1
"Apa mungkin, Zarkha ingin merebut nona tuan?" tanya Riu yang khawatir.
"Mungkin." jawab Ley yang mulai khawatir.
"Lalu, tuan?" Zhen.
"Kalau klan iblis dari sekte iblis yang telah disegel terbangun lagi, maka semua kerajaan akan musnah." jawab Ley sambil memandang langit.
Disisi lain Ley takut akan kehilangan istrinya
dan disisi lain, kalau klan iblis terbebas dari segelnya maka bisa dibilang semua tetap akan musnah.
"Kerahkan semua mata-mata siluman, jangan sampai kita ketinggalan kabar mengenai Zarkha, kita harus mencegahnya membangun dunia iblis." perintah Ley.
"Baik tuan!" seru mereka semua kemudian mereka pergi meninggalkan tuannya.
"Dia tak boleh membangun dunia iblis, dia tidak boleh membuka dimensi kegelapan." ucap Ley dalam hati lalu beralih menatap Syalila yang menghampirinya.
Di tempat lain tanpa sengaja Syalila sudah mendengar semua pembicaraan mereka. tentang Zarkha dan klan iblis.
"Istriku." Ley yang melihat Syalila menghampiri nya.
"Hemmm." Syalila yang tersenyum pada Ley lalu duduk di paha suaminya.
"Aku mencintaimu." ucap Ley yang disambut kecupan di bibirnya.
"Aku juga." ucap Syalila lalu mencium kembali bibir suaminya dengan mesra dan bergelayut manja.
ciuman indah telah mendarat sempurna, kecupan-kecupan nakal telah mengarungi tubuh Syalila, ******* demi ******* yang memunculkan rasa kenikmatan.
hingga hujaman yang memberikan sebuah kesempurnaan yang maha dahsyat.
yang bernama kenikmatan surga.
** Dunia iblis **
Disisi lain, Zarkha sedang membangun kerajaan iblisnya dan mencari ritual untuk membuka segel dunia iblis agar terhubung ke dunianya. semua dia lakukan untuk membalas dendam kepada Ley. raga sempurnanya dahulu, namun alasan utamanya adalah untuk merebut kembali calon istrinya syalila dari Ley.
"Setelah aku merebut kembali calon istriku, maka kau akan mati mengenaskan!!" seru Zarkha sambil tertawa. dia membuka buku yang dulu dia curi dari Ley, buku mengenai ritual dunia iblis.
"Tuan, kita harus memulai ritual itu!" seru anak buah Zarkha.
"Apakah sudah kau temukan darah siluman?" tanya Zarkha.
"Sudah tuan, bahkan bangsa siluman itu sendiri yang membawa kemari." lapor pengawal klan iblis.
"Benarkah?" tanya Zarkha sambil tertawa.
"Benar, tuan. mereka kemari untuk bertemu tuanku." lapor pengawal itu.
__ADS_1
"Bawa mereka kemari!?" perintah Zarkha.
"Baik tuan." jawab pengawal itu sembari pergi menuju para siluman.
"Kau, akan segera berakhir Ley." guman Zarkha sambil tersenyum.
Sesaat kemudian datanglah dua siluman yang membantu Zarkha untuk membuka gerbang kegelapan.
"Hormat kami, tuan!" seru mereka bertiga.
"Ooo, ternyata kalian?" seru Zarkha sambil menatap wajah mereka.
"Kami siap membantumu, tuan. tapi dengan satu syarat." seru siluman wanita itu.
"Katakan." kata Zarkha.
"Aku ingin kau tak membunuh tuanku Ley. karena dia adalah calon suamiku." ucap Yuyu. terlihat wanita itu benar-benar begitu marah karena penolakan yang diberikan oleh karena Ley tidak mau menerima sebagai istri.
"Benar tuan." tuan Kamoshy yang menimpali kata-kata putrinya.
"Jadi, imbalan dari kalian membantuku karena pria itu?" tanya Zarkha sembari memutar tangan nya.
"Benar, aku mencintai tuan raja Ley dan anda bisa mengambil nona sya." jawab Yuyu tanpa merasa bersalah.
"Hahahaha." tawa Zarkha yang terdengarlah lantang.
"Bagaimana tuan?" tanya tuan Kamoshy.
"Oke, kita sepakat." jawab Zarkha. akhirnya Zarkha dan tuan Kamoshy bersepakat untuk berkerja sama.
Hari telah berlalu, Zarkha telah membangun kerajaan iblisnya dan membuka pintu segel dunia iblis. sedangkan Syalila, Ley bersama penghuni hutan hijau telah melatih diri mereka. dan akan bersiap saat serangan dunia iblis datang. Syalila tak pernah pantang menyerah, karena dia adalah tipe wanita yang pantang untuk berkata aku kalah.
"Kita harus mengatur strategi untuk melawan mereka dan membinasakan klan iblis. jika kita hanya menyegel kembali maka akan percuma, karena suatu saat nanti, mereka akan kembali." usul Syalila dengan yakin. hal itu membuat Ley merasa bahagia karena wanita yang menjadi istrinya adalah wanita yang tak pernah takut untuk berjuang.
"Benar nona." jawab Zhen.
"Lalu kita harus apa, nona?" tanya Riu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan