TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Empat siluman


__ADS_3

KERAJAAN HUTAN HIJAU


Terlihat empat siluman itu menetap seorang wanita yang benar-benar membuat mereka kesal luar biasa, wajahnya cantik namun mulutnya benar-benar seperti racun yang sangat berbahaya.


"Hai para pria tua, katakan kenapa kalian harus berada di tempat ini bersama suamiku? sekali-kali aku ingin hidup normal tanpa kumpulan para Manusia berekor seperti kalian." sindir Syalila yang membuat para siluman itu menghela nafasnya dengan berat.


"Kalau tenagaku lebih besar darimu pasti mulutmu akan ku sumpal." gerutu siluman serigala yang benar-benar merasakan kalau kehidupannya seperti berada di alam baka gara-gara wanita yang ada di depannya itu.


"Kenapa wajahmu seperti itu? kau kesel ya? atau kamu marah sama aku karena aku mengatakan perkataan seperti tadi ya?" tanya Syalila sambil menunjuk wajah siluman serigala.


Sedangkan siluman rubah putih, nampak menatap sahabatnya sedang berdebat dengan istri Raja masa depan para keturunannya. "Heh..., kok ada wanita seperti ini." guman siluman rubah putih dalam hati yang melihat sahabatnya itu berkelahi dengan istri dari Kaisar mereka yang akan datang.


"Kenapa wajahmu seperti cucian yang baru diperas?" tanya Syalila, sedangkan ketiga siluman itu yang mendengarkan perkataan Syalila, mereka nampak tersenyum.


"Oh ya, siapa nama kalian semua? Apakah aku harus memanggil kalian para pria tua berekor atau apa?" tanya Syalila.


Perkataan Syalila membuat ketiga Siluman itu menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah istriku, kamu jangan menggangu mereka." pinta Ley yang berada di belakang punggung sang istri.


"Aku tidak mengganggu mereka, Suamiku. Aku hanya bertanya kepada mereka, Memangnya kenapa kamu bilang aku mengganggu mereka memangnya aku ini tukang rusuh apa." Syalila yang kurang terima dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Aku.. Rubah Merah, Zhao Ling." seru Siluman Rubah Merah.


"Aku.. Rubah Putih, Rhy Amzhy." seru Siluman Rubah.


"Aku.. siluman Serigala putih, Yan Zhen feen." seru Siluman serigala.


"Aku siluman merak, Mao Banzhui." seru Siluman Merak.


"Bagus, begitu dong.. kalau kalian tidak mau menyebutkan nama kalian. maka akan aku panggil nama kalian dengan sebutan Manusia berekor." ucap Syalila sembari tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Untung di dunia ini wanita sepertimu hanya satu, coba kalau wanita sepertimu ada puluhan. bisa-bisa satu wilayah di kerajaan ini akan gila seketika." gerutu siluman serigala dalam hati tanpa menatap wajah Syalila. Karena kalau dia berbicara sambil menatapnya, maka wanita itu akan langsung menyiramnya dengan semburan berapi.


"Bukan saja satu wilayah yang akan menjadi gila, bisa-bisa satu kerajaan ini akan menjadi gila seketika. Gadis itu seharusnya berada di wilayah anta branta atau berada di wilayah para perompak. Pasti kalau mereka sedang berdebat sangat menyenangkan." bisik siluman Merak yang masih dapat didengar oleh Siluman Serigala, hal itu membuat siluman Serigala dan Siluman Merak nampak saling tersenyum.


"Hei kalian parah manusia bermoncong. Kalian sedang membicarakan ku ya?" tanya Syalila sambil melipat kedua tangannya di dada. Hal itu membuat kedua siluman itu langsung tersentak.


"Apa wanita ini bisa membaca pikiran kita?" bisik Siluman Merak kepada Siluman Serigala.


"Kalau kalian masih berbisik seperti itu, akan kubuat moncong kalian itu berpindah di pantat kalian. Aku mau tahu, bagaimana cara kalian berjalan dengan kondisi seperti itu!" seru Syalila yang membuat Siluman Rubah putih dan Siluman Rubah Merah tertawa seketika. Mereka berdua nampak membayangkan kedua sahabatnya itu dengan kondisi patat yang mempunyai moncong dan berjalan kesusahan.


Kedua siluman Merak dan siluman Serigala yang mendengar perkataan dari Syalila, nampak mereka juga ikut membayangkan. Bagaimana jika kondisi mereka seperti yang dikatakan oleh wanita yang ada didepan mereka, mereka membayangkan sambil tubuhnya bergidik ngeri.


"Bagaimana wanita secantik dia pikirannya sangat liar seperti itu." guman siluman Serigala yang tidak berani menatap wajah Syalila.


"Pasti wanita itu lahirnya di dalam perut buaya, cantik-cantik tapi mulutnya kalau sedang berbicara..bahkan lebih besar daripada buaya." ucap lirih siluman Merak yang mulutnya ditutup agar tidak terlihat saat dia berguman.


"Kalau kau mengumpamakan seperti itu, bisa-bisa kita kita mati dalam satu lahapan saja dong." jawab lirih siluman merak.


Sedangkan Syalila yang sudah menggunakan ilmu teleportasi nya, dia tiba-tiba sudah berada di belakang siluman Serigala dan siluman Merak.


"Apa maksud kalian menyamakan aku dengan siluman Buaya, Kau kira mukaku itu ceper seperti buaya apa, tak berbentuk!" seru Syalila, yang membuat Siluman Serigala dan Siluman Merak langsung meloncat kaget. Karena keberadaan Syalila yang tiba-tiba berada di belakang mereka.


"Aaaaa!"


dua siluman yang sangat terkejut luar biasa.


"Bagaimana kau tiba-tiba berada di belakang kami?" tanya siluman Merak.


"Ya terserah aku dong, mau di mana saja tubuh... tubuhku, kaki-kakiku.. kepala, kepalaku. mulut.. mulutku." jawab Syalila dengan seenaknya, hal itu membuat siluman Serigala dan siluman Merak nampak tidak bisa berkata.


"Ini wanita pasti adalah nenek moyang dari para siluman, Lihatlah dia tiba-tiba menghilang tiba-tiba datang tiba-tiba menghilang seperti setan yang benar-benar sangat menakutkan." gerutu Siluman Serigala.

__ADS_1


"Kau kira aku setua itu, apa?! bahkan umur kalian lebih tua dariku. Muka kalian saja lebih tua.. masa kalian membandingkan aku dengan Nenek Moyang kalian." ucap Syalila sambil melotot tidak karuan.


Hal itu membuat siluman Rubah Merah dan Rubah Putih nampak tertawa terpingkal-pingkal, dengan kekonyolan tiga makhluk yang ada dihadapan mereka.


Di kejauhan tempat itu. Terlihat para makhluk yang sedang beradu mulut. dua Siluman yang tidak mampu menandingi kata-kata yang keluar dari Ratu Kerajaan Hutan Hijau. Siapa lagi kalau bukan Syalila.


Syalila mendapatkan julukan wanita bermulut cabai, hal itu membuat Syalila geram dengan siluman Merak dan siluman Serigala. Ley yang melihat kelakuan Sang istri, dia hanya diam dan tidak ingin mencampuri Apa yang dilakukan sang istri. Kalau hal itu terjadi.. mungkin dia yang akan menjadi musuh bagi Syalila.


"Apakah kau tidak ingin melerai mereka bertiga?" tanya siluman Rubah Putih kepada Ley. siluman itu benar-benar sangat terkejut saat Ley tidak berusaha untuk melerai sang istri yang sedang berkelahi dengan para siluman.


"Kita diam saja sambil menonton, kalau tidak.. kita juga akan terkena imbasnya. kalau kamu mau melakukan hal itu terserah silakan." jawab Ley yang duduk dengan tenang, sambil menatap sang istri.


"Apakah kau tidak takut kalau siluman serigala akan murka dengan kata-kata istrimu, dan menyerangnya." tanya Siluman Rubah Merah kepada Ley.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


__ADS_2