
Berdiri tegak di tepi jurang
menyambut hari esok yang terang
berdiri tegak di antara pedang
menanti fajar dari kejauhan
menanti siang yang benderang
kala fajar di antara mata
menatap masa yang akan datang
seperti menanti sang kekasih di kejauhan
"Yaelah..puitis banget, wong jomblo aja sok ngebayangin kekasih," guman Syalila dalam hati.
Sementara si tampan Zarkha sedang menenangkan diri di suatu tempat agar kekuatannya kembali sempurna. pria itu sudah memikirkan semua kelanjutan hidupnya dia sudah berpikir untuk menguasai seluruh alam semesta dan menjadikan wanita cantik yang sudah membangunkannya itu menjadi istrinya.
"Adedehhhh.., masa baru ada cowok ganteng yang baik sama aku. Sekarang aku di tinggal lagi." ucap Syalila sambil bersandar di pohon di ruangan Zarkha. itu ruangan kok ada pepohonannya itu ruangan apa hutan ya?
Kalau bisa di gambarkan ruangan Zarkha itu seperti taman yang ada danaunya kecil. Lalu ad pepohonan dan ada bongkahan krista, tp karena sekarang di tempati Syalila, maka sekarang di beri tempat tidur dan meja kursi d bawah pohon. kwakwakwa bisa ngebayang tempat si Zarkha seperti kebun tp ada temboknya.
"Maaf Nona, Ratu Axiva sedang menunggu anda d ruangannya. kami sekarang di suruh menjemput anda." kata pelayan sambil membungkuk kepada Syalila.
"Oooo.., oke. tapi masa aku ketempat Ratu tidak ganti baju." ucap Syalila sambil menempelkan kedua jari jempolnya.
"Maaf Nona, kami juga membawa pakaian untuk Nona." jawab pelayan itu sambil mendekati Syalila dan memberikan bajunya.
Seketika kedua Mata Syalila yang terpesona dengan baju itu. "Oke, tunggu dulu. aku akan ganti baju!" seru Syalila sambil berlari dan Menganti bajunya.
Beberapa saat Kemudian, Syalila sudah selesai berganti baju dan menatap dirinya.
"Oke sudah siap!" seru Syalila. Memang Syalila bukan termasuk wanita yang sangat cantik. namun bisa d ibilang Syalila mempunyai aura pemikat yang besar pada semua orang.
"Nona sangat sempurna." ucap para pelayan sambil berlalu ke tempat Ratu Axiva.
Saat menuju kediaman Ratu Axiva, Syalila bertemu dengan Kaisar Xion dan jendral Zeus. Bukan namanya Syalila, kalau dia tidak berguman pada Kaisar Xion. "Dasar pria gak ada akhlak dan tak jantan sama sekali." guman Syalila dengan keras supaya terdengar di telinga Kaisar Xion.
Seketika langkah kaki Kaisar Xion terhenti karena ucapan Syalila.
"Hehhh. siapa yang kau maksud." tegas Kaisar Xion.
"Eeee..., Yang Mulia kaisar." jawab Syalila yang berpura-pura terkejut.
"Mau ke mana, Yang Mulia?" tanya Syalila sambil tersenyum. soal senyuman itu penuh godaan yang sangat luar biasa.
"Dasar gadis Penyegel, sok cantik." gerutu Kaisar Xion yang langsung pergi dari tempat Syalila berdiri.
__ADS_1
"Idihh, dasar laki- laki tak ada akhlak sama sekali." ucap Syalila sambil berlalu pergi. namun saat dia tersadar wanita itu benar-benar sangat terkejut.
"Pelayan, kemana arah Kaisar tadi berjalan?" tanya Syalila.
"Sama dengan Nona." jawab pelayan itu.
"Arah ke mana?" tanya Syalila kembali.
"Ke arah kediaman, Ratu Axiva." jawab pelayan itu.
"Apa!! ke arah kediaman Ratu Axiva?! ah May may good. nanti bakal ketemu dong." gerutu Syalila sambil berjingkrak.
Sesaat kemudian akhirnya wanita itu melanjutkan perjalanannya ke kediaman Ratu Axiva.
"Hormat saya, Ratu!!" seru Syalila.
"Masuk, nona Sya!" seru Ratu Axiva sambil menghampiri Syalila.
"Apa saya mengganggu, Ratu?" tanya Syalila sambil tersenyum dan melirik Kaisar Xion dan Jendral Zeus.
"Menganggu sekali!" seru Kaisar Xion sambil mengejek Syalila.
"Hey orang-orangan Sawah, tak berakhlak!" seru Syalila sambil menunjuk muka Kaisar Xion.
"Brakkk, kau!!" seru Kaisar Xion yang sudah emosi. memang bisa di bilang kaisar Xion akan gampang emosi jika bertemu dengan Syalila.
"Yeh, marah!" seru Syalila sambil menunjuk wajah sang kaisar.
"Siapa yang meledek, siapa yang marah," cibir Syalila yang kemudian menghentikan perkataannya.
"Kau!" seru Kaisar Xion.
"Kenapa?" tanya Syalila.
"Kau menantangku ya!" seru Kaisar Xion.
"Kalau iya, kenapa?!" jawab Syalila.
"Akan kubawa kau ke penjara!" seru Kaisar Xion yang terhasut emosi.
"Akan ku tonjok mukamu jika kamu mencoba melakukan sesuatu padaku." jawab Syalila.
"Kau!" seru Kaisar Xion yang sudah emosi. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan benar-benar membuat sang Kaisar merasakan emosi yang sangat luar biasa.
"Mau maju, ayo kita berkelahi." ucap Syalila yang menunjukkan kepalan tangannya.
"Gadis ini memangnya lahir di mana, dan siapa orang tuanya? mengapa terang-terangan dia menantang Kaisar Xion," guman Jenderal Zeus dalam hati saat melihat Syalila menantang Kaisar dihadapan Ratu Axiva.
"Jaga tata kramamu, Yang Mulia." kata Ratu Axiva.
__ADS_1
Wanita itu mencoba melerai pertengkaran yang terjadi antara Syalila dan Kaisar Xion. Terlihat Ratu Axiva sangat menyukai sifat-sifat yang dimiliki oleh Syalila. seorang wanita yang mempunyai kepribadian yang begitu kuat.
"Dia." ucap kaisar Xion yang menghentikan ucapannya.
"Hallahhh...," jawab Syalila yang kemudian pergi.
"Duduklah, Nona Sya." perintah Ratu Axiva.
"Baik, Ratu." jawab Syalila.
Terlihat Syalila dan Ratu Axiva bercanda gurau dan tertawa, Syalila memang berkelakuan konyol sehingga Ratu Axiva sangat senang dengan tingkah laku Syalila.
"Apakah, Nona Sya sudah mempunyai kekasih?" tanya Ratu Axiva yang tersenyum menggoda.
"Kekasih, emm.., bagaimana ya, Ratu." jawab Syalila.
"Kenapa, Nona?" tanya Ratu Axiva.
"Emmm, punya sih Ratu. tapi gara-gara ada orang yang tiba-tiba muncul dan menculik ku jadi aku gak bisa ketemu deh." jawab Syalila sambil berakting sedih dan melirik Kaisar Xion dan Jendral Zeus.
"Maaf kan kami semua, Nona Sya." ucap Ratu Axiva sambil memeluk tubuh Syalila.
"Sudahlah Ratu, lagi pula mungkin nasibku sudah tertulis seperti ini." jawab Syalila sambil tersenyum lebar dan tertawa.
"Lagian aku juga tidak terlalu setres sih, soalnya di sini banyak pria-pria yang tampan dan gagah." jawab Syalila yang terlihat tertawa geli sendiri dengan kata-katanya.
Tampa sadar Kaisar Xion selalu melihat wajah Syalila yang sedang bercanda gurau dengan Ratu Axiva, entah kenapa ada perasaan aneh yang berdesir di dadanya. serasa setruman atau kelitikan yang membuat bulu kudu merinding.( merinding bulu romanku bang)
"Oya, Nona Sya. jika leluhur sudah kembali kemari apa yang akan kau lakukan?" tanya Ratu Axiva yang begitu penasaran.
"Entahlah Ratu, udah berapa kali aku di akui kepemilikan. Diakui sebagai gadis tumbal,
Di Kerajaan petir di akui sebagai calon istri.
Di kerajaan awan di cap jadi pemuas ranjang oleh anak pejabat. lalu diakui Kaisar Awan istrinya, sekarang setelah si iblis tampan hidup hidup malah diakui sebagai kekasih yang akan di nikahi" ucap Syalila yang panjang kali lebar di bagi tinggi.
"Wajahmu saja tak terlalu cantik. namun kau terlalu percaya diri, menganggap dirimu sebagai rebutan." ucap Kaisar Xion yang masih bisa di dengar oleh Syalila.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan