
Katakanlah...
jika memang ada rasa di hati
berucap lah dengan indah
jika memang sudah mencinta
***
"Tapi..," ucap Zarkha yang tidak terima karena Syalila tidak menerima perasaannya.
"Aku sudah bilang kan kalau aku tidak akan mau bersamamu, kamu saja datang bersama wanita lain, Lalu kenapa aku harus menunggumu. Aku harus menunggu cintaku sendiri dengan seorang pria yang mencintaiku bukan menghianatiku." ucap Syalila yang kemudian hendak pergi meninggalkan Zarkha. namun sesaat kemudian tiba-tiba pria itu melakukan sesuatu kepada Syalila hingga membuat orang-orang yang ada di sana langsung terkejut.
GREPP...
"Sya, kau adalah milikku!" bentak Zarkha sambil mencengkeram tangan Syalila.
tiba-tiba sang iblis langsung mencengkram leher Syalila hingga membuat wanita itu memberontak karena kesakitan. Kaisar Xion yang melihat hal itu pria itu hendak membantu Syalila, namun kekuatan mereka yang berbeda Apakah mampu sang Kaisar untuk membantu wanita itu.
"Leluhur."
Kaisar Xion yang mencoba untuk menolong Syalila dari cengkraman Zarkha.
"Diam kau Xion!"
Zarkha yang mulai emosi dan mengeluarkan tenaganya, hingga Kaisar Xion yang masih terluka terpental dan menambah dalam lukanya.
"UHUK-UHUK...,"
Kaisar Xion yang terbatuk darah, dan mencoba menstabilkan tenaganya. Agar lukanya tak semakin dalam.
"Kaisar!!" seru Syalila yang menghempaskan tangan Zarkha.
"Dasar monyet tua, awas kau." bentak Syalila sambil menatap tajam Zarkha.
"Kau mau apa, Sya!!"
Teriak Zarkha yang mau menarik Syalila.
** Sesaat Kemudian.....,
"Kau kira hanya kau yang bisa melakukan itu! kamu kira hanya kamulah yang mempunyai kekuatan luar biasa Baiklah Mari kita lihat Seperti apa kekuatan itu sebenarnya!!" seru Syalila sambil melambaikan tangannya dan seketika membuat Zarkha terpental agak jauh dari tempat Syalila.
"BUUGH."
Suara tubuh zarkha yang terpental ketanah.
"Sudah kubilang kan, kalau bukan hanya dirimu saja yang bisa melakukan hal seperti itu walaupun aku seorang wanita aku juga mempunyai kekuatan yang mungkin sebanding dengan dirimu." ucap Syalila sembari tersenyum sinis.
__ADS_1
"Sya.., kau hanya boleh bersamaku!!" teriak Zarkha sambil berdiri.
"Hahahaha." tawa Syalila yang tak biasa di tahan. "Milikmu, hemmm..., aku tak Sudi memiliki sesuatu yang sudah dimiliki orang. Dan aku bukan tipe wanita yang suka menanti janji, bagiku janji itu hanya sebatas kata saja yang akan dengan mudah untuk dilupakan." ucap Syalila sambil melilit rambutnya. bagaikan seorang wanita yang sedang menggoda seorang pria.
"Sya.., aku tak akan membohongimu!" seru Zarkha lagi. terlihat pria itu benar-benar kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Syalila. salahnya sendiri karena dirinya tiba-tiba kembali dengan seorang wanita yang mengaku sebagai istrinya. seorang wanita yang menemani iblis itu di sebuah tempat keabadian yang begitu menakutkan.
"Lalu? setelah kau pergi dan kembali membawa istri, apa yang mau katakan?" tanya Syalila dengan kata-kata yang begitu menusuk.
"Dia hanya..," ucap Zarkha yg tak bisa di lanjutkan.
"Dia apa? dia wanitamu yang selalu kau damba." jawab Syalila yang masih memainkan rambutnya.
"Jadilah milikku, Sya!" seru Zarkha yang emosi.
"Ogah amat, mending cari pria gak ada yang punya, Aku tidak suka mengambil resiko dikatakan sebagai wanita perusak hubungan orang lain." jawab Syalila sambil tersenyum dan memapah tubuh Kaisar Xion.
"Maksudmu, dia!" seru Zarkha yang menunjuk Kaisar Xion.
"Kau kira lelaki itu cuma dia, masih banyak para pria yang gak ada pasangan di dunia ini, di luaran Sana saja aku telah di akui oleh tiga Kaisar. Lalu kenapa aku harus repot-repot untuk mencari pria Aku tidak akan merusak kehidupanku hanya karena memikirkanmu jadi jangan pernah untuk membuatku marah." seru Syalila yang setengah emosi dan sangat percaya diri.
"Uhu-huk."
Kaisar xion yang tersedak air liurnya sendiri setelah mendengar perkataan Syalila.
"Memang benar juga ucapannya." guman Kaisar Xion dalam hati.
"Kenapa kaisar?" tanya Syalila yang memeriksa tubuh Kaisar Xion tanpa rasa malu. Sedangkan Zarkha yang melihat itu, pria itu seperti orang yang sedang kebakaran jenggot.
"Pergi sana, menganggu saja." jawab Syalila enteng kemudian melanjutkan memeriksa tubuh kaisar Xion. sesaat kemudian datanglah Clara yang mencari Zarkha.
"Suamiku!" seru Clara pada Zarkha yang langsung menempel erat pada pria iblis.
"Kau, kenapa disini!" bentak Zarkha.
"Aku mencarimu, suamiku." jawab manja Clara. seketika wanita itu menempel erat kah hingga membuat Syalila hanya tersenyum.
"Nyonya, bawa suamimu pergi dari sini, dia di sini menganggu saja." sindir Syalila dan itu membuat Clara menyeret tubuh Zarkha.
Dari semak- semak yang agak rimbun dan Ampek, keluarlah Pangeran Zavier, Komandan Fheng dan Jendral Zeus dari semak-semak.
"Ngapain kalian di sana?" tanya Syalila pada mereka sambil mengangkat alisnya. wanita itu menatap aneh kepada beberapa pria yang ternyata bersembunyi di semak-semak untuk menghindari amukan si iblis.
"Sedang menonton drama pertengkaran, Nona." jawab Pangeran Zavier sambil tertawa.
"Bawa pamanmu masuk, sana." perintah Syalila pada Pangeran Zavier.
"Nona paling hebat!" seru Komandan Fheng sambil mengacungkan dua temponya.
"Ngapain?" tanya Syalila sambil mengerutkan dahinya. terlihat wanita itu kebingungan dengan orang-orang itu.
__ADS_1
"Karena bisa melempar Leluhur." jawab Komandan Fheng yang mengecilkan suaranya.
"Ooo itu." ucap Syalila sambil mengikuti Pangeran Zavier dan Jendral Zeus yang memapah tubuh Kaisar Xion masuk ke kamarnya.
"Akan saya panggil dokter atau tabib, Yang Mulia." seru Komandan Fheng lalu pergi.
"Yang Mulia..., gawat!" seru Komandan Fheng yang tiba-tiba kembali dengan tergesa-gesa.
"Ada apa komandan?" tanya Pangeran yang mengobati Kaisar Xion.
"Yang Mulia..., gawat!!" seru Komandan Fheng yang tiba-tiba kembali dengan tergesa-gesa. pria itu mendapatkan berita yang begitu menakutkan.
"Ada apa komandan?" tanya Pangeran yang mengobati Kaisar Xion.
"Perbatasan, perbatasan, dinding, dinding perbatasan hampir roboh Yang Mulia!" seru Komandan Fheng yang sudah panik.
Sontak hal itu membuat Pangeran Zavier dan Jendral Zeus langsung lari menuju gerbang perbatasan. mereka takut terjadi sesuatu kepada para penduduk yang ada di perbatasan.
"Bagaimana bisa." guman Kaisar Xion yang masih lemas. terlihat pria itu begitu ketakutan dengan semua yang terjadi.
"Tentu bisa, kan ada si kadal buntung Kaisar Bumi!" seru Syalila yang berdiri hendak menyusul Pangeran Zavier.
"Mau ke mana?" tanya Kaisar Xion.
"Mau lihat gerbang perbatasan." jawab Syalila yang sudah melangkah. wanita itu begitu terkejut karena dinding kokoh itu sudah bisa di rusak.
"Jang..," perkataan Kaisar Xion yang terpotong oleh Syalila.
"Tenang saja Kaisar, aku akan berhati-hati." jawab Syalila.
"Kita pergi bersama, aku sudah baikan."
Kaisar Xion yang berdiri setelah menetralkan tenaganya. pria itu mencoba untuk melakukan sesuatu dan menguatkan dirinya.
Akhirnya Syalila dan Kaisar Xion pergi ke perbatasan. Memang benar yang katakan Komandan Fheng, kalau gerbang dan dinding tinggi itu mulai bergetar dan perlahan mulai retak.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan