TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Hutan hijau


__ADS_3

Bahagia dalam hidup..


bahagia adalah sebuah keindahan


bertahan untuk sebuah tujuan


dan ingin berakhir pada kebahagiaan


** Hutan hijau **


"Nona, apa yang kau lakukan?" tanya Zhen yang sudah berada di tempat Syalila.


"Mau ngebuat jebakan, Zhen." jawab Syalila tanpa menatap yang mengajak berbicara.


"Buat menjebak siapa?" tanya Zhen lagi.


"Ya pokoknya buat menjebak, Zhen." jawab Syalila lagi.


"Lalu, jebakan itu untuk siapa sih?" tanya Zhen yang dari tadi memperhatikan Syalila yang begitu ribet membuat jebakan.


"Aduhhh, nih mahluk berekor tanya melulu, nggak bisa ya nggak terus bertanya seperti itu kalau kamu terus bertanya terus-menerus ekonomi itu akan ku pindahkan." kesal Syalila yang terus di tanya Zhen.


"Tapi, nona itu lagian membuat jebakan untuk siapa sih." tanya Zhen yang penasaran.


"Tuh awewe yang sukanya mencari perhatian ley." jawab Syalila sambil menunjuk ke arah yang tak jelas.


"Awewe? awewe itu siapa sih, lalu dia ada di mana nona, Sya?" tanya Zhen yang binggung. dari belakang tubuh Zhen datang Riu dan saudaranya Rey.


"Ada apa Zhen, kok kamu sudah ada di sini?" tanya Rey.


"Ini mau ngebantu nona memasang jebakan." jawab Zhen. padahal dari tadi dia hanya memperhatikan Syalila yang membuat jebakan.


" Buat siapa?" tanya Rey sambil menatap istri tuannya yang sangat serius.


"Kata nona, buat awewe..," jawab Zhen yang tak tau siapa yang dimaksudkan oleh Syalila.


"Siapa?" tanya Rey kembali.


"Awewe..," jawab Zhen kembali.


"Huahahaha...," seketika Riu langsung tertawa terbahak-bahak mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Zhen.


"Ada apa riu?" tanya Rey.


Sedangkan Syalila hanya menatap wajah bingung Zhen dan Rey yang tak mengerti.

__ADS_1


"Kau tau siapa yang dimaksudkan oleh nona sya?" tanya Riu yang menahan perutnya.


"Kenapa Riu?" tanya Syalila yang menatap dua makhluk berekor yang sudah ada di tempatnya tersebut.


"Ini nona..," Riu yang menahan sakit di perutnya.


"Apa?" tanya Syalila.


"Memang siapa awewe itu, nona Sya?" tanya Zhen dan Rey.


"Oooo.., tuh awewe gombal, anaknya tuan mosi-mosi." jawab ngawur Syalila yang dengan seenak jidatnya Menganti nama orang.


"Siapa lagi si mosi-mosi itu?" guman Zhen sambil menatap Rey dan Riu.


"Huahahaha.." Riu yang tak bisa menahan tawanya. "Nona, kalau memberi nama orang jangan terlalu aneh-aneh." ucap Riu yang menahan perutnya.


"Memang siapa awewe, awewe gombal dan Mosi-Mosi?" tanya Zhen yang menatap bingung dengan tawa Riu.


"Yang nona maksud tadi tuan Kamoshy dan putrinya Yuyu dan kaum ular." jawab Riu yang matanya sudah mengeluarkan air mata.


"Huahahaha...," tawa Zhen dan Rey langsung pecah karena jawaban Riu.


"Haiss.., kalian manusia berekor, kalau cuma mau numpang ketawa jangan di sini, berisik." seru syalila sambil melotot pada mereka bertiga.


"Nona, kalau kami bersama dengan mu, bisa-bisa kami mati mengenaskan." ucap Zhen sambil memegang perutnya dan mengusap matanya yang berair.


" huahahaha." tawa ketiga manusia berekor itu bertambah parah, hingga mereka berguling-guling di tanah.🤣🤣🤣🤣


" haiiss, bisa diam tidak, dasar tak ber akhlak. awas kalian, akan kukutuk muka kalian juga berekor." seru syalila yang membuat ketiga manusia berekor itu bertambah parah tertawanya dengan semua kata-kata nya.


"Nona, nona mohon jangan bicara lagi. aku mohon nona!!" seru Riu yang tak mampu untuk berdiri karena perutnya sakit.


"Aduh.., Saya sudah tak kuat lagi, nona." ucap Zhen yang terkapar di tanah.


"Saya tak mampu berjalan." ucap Rey


lalu datanglah seekor siluman yang memperparah kondisi Riu, Zhen dan Rey.


"Hey kadal ompong, ngapain kalian kemari?" tanya Syalila pada kumpulan manusia bulus putih.


Ketika Riu, Zhen dan Rei mendengar panggilan dari Syalila tentu saja mereka langsung tertawa karena tidak kuat mendengar perkataan Syalila. "Huahahaha...,"


tawa Riu, Zhen dan Rey yang semakin parah.


"Kalian kenapa sih?" tanya Syalila sambil menatap kumpulan manusia berekor itu.

__ADS_1


"Nona.., mohon ampun, sudah jangan berbicara nona..," pinta Zhen yang sudah tidak kuat menahan sakit di perutnya karena dari tadi tertawa.


"Mereka kenapa, nona?" tanya siluman bulus putih.


"Gak tau, mungkin kumpulan manusia berekor itu agak gila." jawab Syalila sambil memutar bola matanya dan menunjuk mereka bertiga.


"Manusia berekor? phuft..., hahaha...," suara tawa tertahan dari pemimpin siluman bulus putih.


"Dengar ya, kalau kalian gak mau berhenti tertawa. lihat aja, akan aku kutuk muka kalian berekor!!" seru Syalila sambil menunjuk wajah ketiga orang itu.


"Phuff. huahahaha....," para kelompok siluman bulus putih yang tak mampu menahan tawanya.


Akhirnya di kediaman Ley seperti kumpulan orang yang sudah gila, hanya karena ucapan Syalila yang tak karuan dan tanya alat penyaring itu.


"Dasar para mahluk sinting, tertawa di tempatku seperti itu." gerutu Syalila yang dari tadi melihat para siluman tertawa terbahak-bahak bahkan sampai mengeluarkan air mata, menahan sakit di perutnya dan yang lebih parah lagi sampai ada yang tersungkur di tanah karena sudah lemah.


Tak berselang lama seorang pria keluar dari luar pondoknya, Ley datang bersama beberapa siluman ke tempat itu. namun yang terlihat malah beberapa kumpulan siluman tersungkur di tanah namun tak terluka.


"Mereka sedang apa, isteriku?" tanya Ley pada Syalila yang tak merasa bersalah sama sekali.


"Aku tidak tau, suamiku. mereka ketawa terpingkal-pingkal seperti itu dari tadi ntar lah mereka benar-benar tidak jelas, entah apa yang mereka tertawa kan." ucap Syalila.


"Tuan, tuan tolong kami!" seru Riu dan yang lain. terlihat mereka benar-benar sangat kesakitan dengan semua yang terjadi.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Ley sembari menatap para siluman yang kelihatannya begitu tidak berdaya.


"Nona, nona tuan..," jawab siluman bulus putih yang bernama Phay longtia.


"Kenapa dengan istriku, Memangnya Apa yang dia lakukan kepada kalian?" tanya bingung Ley saat mendengar perkataan para siluman.


"Nona yang membuat kami seperti ini." jawab Rey yang memelas bahkan tubuhnya benar-benar sudah tidak bisa digerakkan sama sekali karena dari tadi tertawa sampai menangis hingga perut mereka merasakan kram luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2