TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Seperti ini


__ADS_3

Perjalanan yang dialami oleh Syalila kali ini membuatnya menjadi sosok yang lebih dewasa, seorang wanita yang dijuluki wanita bermulut cabai itu benar-benar adalah sosok wanita yang sangat bijaksana. Saat Syalila berada kembali di Kerajaan Hutan Hijau. nampak dia begitu merindukan suasana yang ada di sana, sosok putrinya dan para siluman yang selalu membuatnya marah-marah tidak karuan.


Kebahagiaan kembali dilaksanakan oleh Syalila dan Ley, setelah perpisahan yang cukup lama.. akhirnya Kerajaan Hutan Hijau telah hidup kembali dengan kembalinya sosok Syalila yang selalu membuat keramaian di Kerajaan itu.


Ini adalah kisah perjalanan keluarga Syalila yang baru, Syalila yang sudah mempunyai anak kembar 3. satu perempuan dan dua laki-laki. keluarga Syalila nampak sangat bahagia setelah semua keluarga itu berkumpul apalagi dengan notabenenya keluarga Syalila telah bertambah satu orang anggota baru yaitu Riu yang menjadi menantu syalila.


"Apa yang sedang kau lakukan istriku?" tanya Ley kepada Syalila.


"Tidak ada." jawab Syalila.


"Lalu apa yang kau lakukan sambil berjongkok begitu?" tanya Ley lagi kepada Syalila.


"Aku membuat rumah undur-undur." jawab Syalila.


"Kenapa undur-undur harus diberikan rumah?" tanya Ley.


"Biar tidak kena hujan." jawab Syalila.


"Memang undur-undur tidak bisa membuat rumah sendiri?" tanya Ley.


"Nggak bisa, karena mereka tidak punya tangan." kemudian datanglah dua anak Syalila Rion dan Leon.


"Apa yang bunda lakukan di sana?" tanya Rion kepada Syalila.


"Membuat rumah undur-undur." jawab Syalila.


"Memang undur-undur hidupnya di sini bunda?" tanya Rion kepada Syalila.


"Tentu." jawab Syalila.


"Lalu ibunda buat apa menggali tanah itu?" tanya Rion.


"Buat mereka berteduh." jawab Syalila. kemudian datang lagi dua pengacau yang selalu membuat Syalila naik darah.


"Apa yang ratu lakukan di sana?" tanya Rey dan Phay kepada Syalila.


"Kenapa sih dari tadi kalian bertanya terus, apa tadi kalian lihat aku ini sedang menggali tanah. memangnya apa yang kulakukan? apa aku sedang memasak atau membuat minuman atau sedang mencuci, hah.. kalian lihat sendiri kalau aku sedang menggali tanah dan untuk menanam tumbuhan. kalian ini sekolahnya di mana sih? kok tidak ada yang pinter semuanya, dasar otaknya kecil. punya telinga di besarin, punya ekor dipanjangin. tapi otaknya cuma segede biji kacang." jawab Syalila kemudian berlalu dari mereka hingga membuat mereka terdiam.


"Ayah kita salah ya bertanya?" tanya Rion kepada Ley.


"Entahlah.. Ayah juga bingung sama ibumu." jawab Ley.


"Ayah dulu menemukan ibu di mana sih?" tanya Leon.


"Jangan keras-keras, kalau kau tidak ingin barang-barang dapur berlarian ke kepalamu." jawab Ley.


"Memang barang di dapur punya kaki, ayah?" tanya Leon lagi.

__ADS_1


"Ada, kalau kamu tidak percaya.. kamu bicara aja yang keras-keras seperti tadi. nanti barang di dapur berjalan semuanya." jawab Ley.


Karena penasaran dengan perkataan sang ayah, akhirnya Leon berbicara dengan keras yang membuat Rey dan phay menutup mulut mereka.


"Bunda kenapa ayah bilang, bunda itu seperti cacing kepanasan?" tanya Leon kepada ibunya.


"Memangnya kenapa?" tanya Syalila.


"Memang bunda ketemu ayah di mana sih! kok ayah mau sama bunda." seru Leon.


Seketika Syalila yang membawa alat penggorengan dan gentong serta yang lain di tangannya.. seketika peralatan dapur itu langsung berpindah di atas kepala Leon.


"Kan sudah Ayah bilang, kalau barang-barang di dapur bisa berjalan sendiri." ucap Ley kepada putranya.


Melihat hal itu membuat Rey dan phay langsung tertawa terbahak-bahak karena kepala Leon sudah ditutupi dengan gentong dan pengorengan.


"Kalau ini bukannya penggorengannya punya kaki ayah. tapi penggorengannya dilempar." gerutu Leon kepada ayahnya.


"Jangan pernah kau melawan manusia terkuat di wilayah ini, putraku." ucap Ley pada putranya.


hal itu membuat Rion nampak menahan tawanya, karena tidak ingin menyinggung saudaranya.


"Kenapa kau tidak membantuku malah diam saja." gerutu Leon pada Rion.


"Ayah sudah bilang jangan melawan manusia terkuat di wilayah ini dan aku tidak mau melawannya, karena aku mau memakai jurus menyelamatkan diri." bisik Rion kepada Leon.


"Salahmu sendiri, kenapa kau menantang ibunda," jawab Rion.


"Kau ini saudara yang tidak berperasaan," ucap Leon.


"Mengapa kau menyalahkan ku?" tanya Rion.


"Sudah-sudah, nanti bunda tambah marah." ucap Ley yang kemudian mengajak kedua putranya itu duduk bersama dengan yang lain.


"Dasar kalian para makhluk tua," seru Syalila.


Seorang wanita yang menjadi Ratu dari Kerajaan Tanah Hijau, namun tingkah lakunya sangat konyol hingga membuat penghuni Kerajaan Tanah Hijau terkadang dibuat menggelengkan kepala.


"Ya ampun, Ibunda," ucap Leon.


"Dasar anak cicak tidak tau diri!" seru Syalila.


Terlihat wanita itu sedang memarahi kepada kedua anak kembarnya, namun sesaat kemudian.. nampak Phay datang dengan muka yang sangat menjengkelkan.


"Apa yang kau lakukan kadal ompong! pagi-pagi begini kau sudah menampakan wujud mu dihadapan ku!" gerutu Syalila.


"Ya ampun Ratu, mengapa kau selalu memanggilku dengan sebutan kadal ompong. Apakah tidak ada sebutan yang lain selain itu, aku sudah jenuh mendengarnya selama puluhan tahun," canda Phay kepada Syalila.

__ADS_1


Saat Syalila mendengar hal itu, nampak wanita itu langsung tersenyum.


"Baiklah, aku tidak akan memanggilmu kadal ompong lagi mulai sekarang," Jawab Syalila sambil tersenyum.


Saat mendengarkan hal itu, nampak siluman bulus putih itu langsung tersenyum kepada istri dari junjungannya.


"Terima kasih, Ratu," ucap Phay kepada Syalila.


"Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan memanggilmu kadal ompong lagi. tapi mulai sekarang Aku akan memanggilmu kadal buntung saja," ucap Syalila kepada Phay.


Leon yang mendengarkan perkataan sang Ibu, nampak pria muda itu tertawa terbahak-bahak.


"Apa yang kau tertawa kan anak cicak, Apakah kau sudah mengerjakan tugas yang ibunda berikan!" seru Syalila sambil menunjuk Leon dengan ranting yang dari tadi dia bawa.


Sesaat kemudian, nampak Rion datang dengan wajah yang sumringah dan Syalila yang melihat putranya itu dengan sebelah mata yang memicing.


"Hai anak kutu, apa yang kau tertawa kan. baru masuk rumah malah bibirmu sudah cengengesan seperti itu," Syalila yang marah kepada Rion.


"Baru pulang sudah mendapatkan hadiah nama baru seperti ini," gerutu Rion saat baru pulang dan mendapatkan stempel nama baru dari sang ibunda.


"Ibunda Ini kenapa sih, selalu memanggil kami berdua dengan sebutan anak cicak, anak kutu, anak pria tua. ibunda ini sebenarnya hendak menamakan kami apa sih," gerutu Leon dan Rion.


"Kenapa kalian, memangnya tidak terima dengan sebutan ibunda, kalian ini tingkahnya seperti cicak yang merayap di dinding rumah," jawab Syalila. sambil melotot.


sesaat kemudian nampak Zhen yang sedang berjalan-jalan, pria itu ingin menyapa Ratu dari Kerajaan hutan Hijau.


"Selamat pagi Nona Syalila!" seru Zhen kepada Syalila.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


__ADS_2