
Putra Mahkota Ying Jun seperti seorang yang kebingungan saat dia diberitahu mengenai hilangnya Syalila dari kerajaan langit. Dia telah memerintahkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan wanita yang telah mencuri hatinya.
"Bagaimana mungkin, kalian tidak bisa menemukan Nona Syalila!" seru Sang putra mahkota.
"Maafkan kami, Yang Mulia. Tapi Nona Sya seperti menghilang tertelan bumi. Kami tidak bisa menemukannya, bahkan seluruh pasukan Kerajaan Langit telah dikerahkan." jawab pimpinan pasukan Kerajaan Langit.
"Tapi, bagaimana mungkin kalian tidak bisa menemukan keberadaannya! sedangkan dia hanyalah seorang wanita." seru Sang putra Mahkota Kerajaan Langit.
"Maafkan kami Yang Mulia, tapi kami sudah mencari ke seluruh pelosok Kerajaan ini." jawab para pasukan Kerajaan Langit, hal itu membuat Putra Mahkota Ying Jun seperti kehilangan setengah jiwanya. dia tiba-tiba kehilangan sosok dari wanita yang dia cintai Entahlah berada di mana wanita itu tiba-tiba dia menghilang.
"Nona Sya sangat hebat, kakak. tidak mungkin dia akan celaka ataupun ada yang mau mencelakai nya." ucap Putri Cantik yang berusaha untuk menenangkan saudaranya tersebut berita mengenai hilangnya salinlah membuat kerajaan itu benar-benar gempar luar biasa.
"Tapi, kau dengar sendiri kan apa kata para pengawal, kalau mereka telah mencari keberadaan Nona Sya di seluruh penjuru kerajaan ini. Namun Nona Sya belum juga ditemukan." jawab Putra Mahkota Ying Jun.
kita harus bersabar Kak mungkin non Asia ada urusan mungkin juga Sebentar lagi dia akan datang putri cantik yang berusaha untuk menenangkan dirinya juga tiba-tiba kehilangan sosok wanita yang dia percaya, bahkan sudah dianggap sebagai seorang kakak Hal itu membuat putri cantik sedikit kebingungan sekaligus takut jika wanita itu tiba-tiba tidak kembali.
"Tapi mengapa aku seperti tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi." guman Putra Mahkota Ying Jun dalam hati.
Sedangkan di tempat lain, Syalila, Ley dan keempat siluman itu mencari informasi tentang para makhluk bayangan.
"Suamiku, aku akan mengajakmu ke suatu tempat untuk bertemu dengan seorang gadis cantik yang seusia dengan Putri kita." ucap Syalila kepada sang suami, sedangkan Ley nampak mengerutkan keningnya.
"Apakah selama ini kau berada di suatu tempat, istriku?" tanya Ley kepada sang istri.
"Tentu, aku nyasar ke suatu tempat yang tidak kuketahui.. dan sialnya, Apakah kau tahu Suamiku di mana tempat itu?" Syalila yang bertanya kepada sang suami, sedangkan Ley nampak menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu istriku." jawab Ley.
"Untuk yang kedua kalinya, aku hilang dan terdampar di Kerajaan Langit." jawab Syalila yang terlihat menatap sang suami kemudian mulai menceritakan mengenai kerajaan itu.
"Di kerajaan langit? apa ke tempat Kaisar Xion?" tanya Ley dengan ekspresi wajah yang sangat lucu.
"Ya tidak mungkin lah di sana ada Kaisar Xion suamiku, La..ini aja masa lalu, apa mungkin Kaisar linglung itu sudah lahir." jawab Syalila sambil tersenyum kepada sang suami.
"Lalu, di sana siapa yang berkuasa?" tanya Ley kepada sang istri.
__ADS_1
"Namanya Kaisar Felix. Kemungkinan dia adalah kakek dari Kaisar Xion." jawab Syalila yang mulai mengatakan ciri-ciri dari para pejabat penguasa yang ada di kerajaan itu.
"Lalu, apakah kakek dari Kaisar Xion itu wajahnya sangat tampan?" tanya Ley yang menyelidik.
"Tampan sih, tapi lebih tampan dirimu dan putra-putra ku." jawab Syalila yang acuh.
"Apakah kau yakin?" Ley yang bertanya lagi dengan wajah yang menyelidik.
"Kalau cemburu jangan melebihi batas, suamiku. nanti aku bisa bisa kabur melarikan diri darimu." jawab Syalila yang berpura-pura marah, hal itu membuat Ley langsung melunak.
"Maafkan aku istriku, aku hanya takut kau akan terlena karena pria lain." ucap Ley sambil menundukkan kepalanya seperti anak kecil.
"Kau kira aku ini suka dengan daun muda apa! gini-gini umurku sudah tua tau tahu, aku itu masih sadar diri apalagi aku sudah mempunyai suami dan anak, menantu juga." jawab Syalila sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Nampak dari kejauhan, keempat Siluman itu tertawa geli saat melihat Ley yang dimarahi oleh wanita bermulut cabai itu.
"Ternyata.. calon penguasa keturunan kita itu takut dengan istrinya juga." ucap siluman Merak.
"Jangan seperti itu, kita juga takut dengan nya kan." sindir Siluman Rubah Putih yang membuat siluman Merak dan Siluman Serigala langsung tersentak.
"Kita ini kalau di depan wanita itu akan seperti belut yang dipatok kepalanya, tapi kalau di belakang memang kita berani berbicara seperti ini. Tapi kalau kita sudah ke tangkap.. mampuslah kita." jawab Siluman Rubah Merah.
"Kita terima saja, toh mereka adalah pimpinan kita yang selanjutnya." Jawab siluman Rubah Merah.
Tak lama kemudian, keempat siluman itu sudah datang menghampiri Syalila dan Ley. terlihat keempat siluman itu harus membicarakan mengenai para makhluk kegelapan yang mulai menampakkan wujud mereka.
"Kenapa kalian lama sekali! Apakah kalian tidak ingin makan." seru Syalila yang melihat kedatangan keempat siluman.
"Tentu saja kami lapar, Kau kira kami ini batu apa tidak merasakan lapar." jawab siluman Serigala.
"Entah kenapa aku ingin membuat moncong mu itu menjadi masakan dan akan kami makan berempat." ujar Syalila yang membuat siluman Merak langsung menoleh.
"Kenapa hanya berempat? lalu aku akan ditaruh di mana." tanya siluman Merak.
"Kau sama saja dengan serigala buntung itu, kalian sama-sama menyebalkan." jawab Syalila sambil menunjuk wajah siluman merak dengan sumpit.
__ADS_1
"Sudahlah, kita makan dulu. Setelah itu kita akan membicarakan mengenai para makhluk aneh kemarin." ucap Ley yang membuat Syalila langsung berhenti marah dan memakan masakannya.
Beberapa saat kemudian
Ke enam orang itu telah selesai makan dan membicarakan mengenai para makhluk aneh, yang telah menyerang mereka secara tiba-tiba .
"Apakah kau tahu Suamiku, aku merasakan sesuatu yang aneh saat mereka berada di tempat ini." ucap Syalila sambil menatap wajah sang suami.
"Apa maksudmu istriku?" tanya Ley.
"Entah mengapa.. aku bisa merasakan hawa iblis murni saat mereka mendekatiku." jawab salila.
"Apa maksudmu, istriku? hawa iblis murni?" tanya Ley yang sedikit terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya itu.
"Iya, suamiku. kemungkinan besar hawa iblis murni itu sama dengan iblis Zahra namun iblis yang berada di sini masih belum bercampur dengan darah kotor manusia. karena hal itu kemungkinan besar mereka adalah iblis sejati yang terbangun dari kegelapan yang sangat hebat. dia mempunyai kekuatan yang belum murni karena itu dia membutuhkan manusia untuk menjalankan rencananya." ucap Syalila.
"Apakah yang kamu katakan itu benar?" tanya siluman rubah putih.
"Tentu saja, jika tidak benar kenapa aku harus mengatakannya." jawab Syalila.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William