TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Bertahan


__ADS_3

Disisi lain, Syalila menyerang pasukan iblis dengan ilmu pengendali api dan angin tornado. sayatan yang dihasilkan oleh api yang bercampur angin tornado sangat hebat, hingga tubuh pasukan iblis tak mampu untuk kembali sempurna. ditambah mantra penghancur arwah bangsa peri yang membuat pasukan iblis hancur sedikit demi sedikit.


"Seandainya kita bersama, pasti kita akan menjadi pasangan yang hebat!" seru Zarkha dengan lantang nya.


"Bermimpi lah wahai kau orang tua!!" jawab Syalila sambil tersenyum menatap Zarkha.


"Hahahaha..sya..Li..la.., gadis yang telah membangunkan tidur panjangku. gadis yang bisa membuatku merana karena cinta. namun dia gadis yang sama yang menolak ku!!" seru Zarkha yang menangkis serangan dari Syalila.


"Sudah kukatakan aku tak butuh janji, yang aku butuhkan adalah sebuah tindakan." jawab Syalila yang sudah mulai menyerang Zarkha.


"Aku begitu tulus mencintai dirimu!!" seru Zarka sambil melempar bola api besar mengarah pada Syalila.


"Cihhh..., apa kau tau arti dari kata cinta. kau saja tak bisa menepati janjimu pada istrimu Clara, malah kau dengan santainya mengatakan cinta kepada ku!!" seru syalila.


BUMMM...,


DUARRR...,


Syalila yang menangkis serangan dari Zarkha dengan begitu mudahnya.


"Aku harus benar-benar melenyapkan dirimu, Sya!!" seru Zarkha yang mengeluarkan segel pembeku. "Segel darah beku!" seru Zarkha


yang mulutnya masih komat Kamit.


"Elemen air, segel jiwa.., netral!!" Syalila yang dengan mudah mematahkan segel dari Zarkha.


"Segel iblis, segel kegelapan!!" seru Zarkha yang membuat awan berubah menjadi gelap dan berselimut petir yang mengelegar.


Dengan segera Ley bergegas ketempat pertarungan isterinya. Ley dapat melihat ada sesuatu yang akan terjadi, terlihat awan begitu hitam kelam seperti ada lubang yang siap-siap menelan semuanya.


"Isteriku, apa yang terjadi?!" seru Ley yang sudah datang.


"Kelihatannya, dia ingin meluluh lantahkan hutan hijau dan beberapa kerajaan." jawab Syalila yang sudah memegang pergelangan tangan suaminya.


"Apa!!" seru Ley.


"Aku yakin, dia ingin membuatku terjebak di dunia iblis. maka dari itu kita harus bertahan dan berjuang kita bersama!!" seru Syalila sambil tersenyum menatap wajah suaminya.


"Kita hadapi bersama!!" seru Ley.


Angin sudah berhembus kencang hingga tak terkendali, bahkan pasukan kerajaan bintang juga ikut terhisap dilingkarkan hitam itu.


lingkaran kematian itu telah menghisap semua yang berada di dekatnya.


bahkan kaum siluman awewe juga ikut terhisap masuk.


WUSSS...

__ADS_1


WUSSS...


"Nona, bagaimana sekarang!!" seru Zhen dan Riu.


"Kita harus menyatukan kekuatan, kita harus menutup segel ini!" seru Syalila.


"Dengan cara apa, nona?" tanya Phay yang bertahan dari kekutan Zarkha.


"Segel terlarang dari kaum siluman." jawab Syalila.


"Apa!!" seru Ley dan yang lain.


"Segel terlarang!!" seru mereka semua.


"Benar, tak mungkin kan kalian tidak tau." jawab Syalila sambil melotot.


"Tapi segel itu sangat berbahaya." jawab Ley.


"Dengar suamiku, itu adalah jalan satu-satunya untuk menyerang Zarkha. pertarungan ini tak mungkin bisa kita menangkan." jawab Syalila yang tertunduk.


"Tapi, itu sangat berbahaya." seru Ley yang cemas.


"Kalau gerbang itu melebar, kemudian dimensi kalian dan dimensi ku terbuka maka..," ucap Syalila yang tak bisa melanjutkan ucapannya.


"Kenapa, isteriku?" tanya Ley yang bisa melihat kecemasan di wajah isterinya.


"Iya nona?" tanya para siluman.


"Tidak!!" seru Ley yang tak terima.


"Ais.., suamiku. jangan keras-keras!" seru syalila yang menutupi telinganya.


* kerajaan langit *


Saat hutan hijau sedang berperan, kerajaan langit dalam posisi yang sangat waspada, karena kerajaan itu telah dikepung oleh bangsa iblis.


"Xion!" seru ratu Axiva yang menghampiri adiknya.


"Ada apa, Ratu?" tanya kaisar Xion pada sang kakak.


"Adikku, bagaimana kira-kira keadaan, nona Sya?" tanya ratu Axiva sambil meremas tangannya.


"Entahlah kak, leluhur pasti akan mengambil paksa, nona Sya." jawab sendu kaisar Xion. terlihat pria itu juga mencemaskan kondisi Syalila.


"Pasti dia akan merebut nya, bahkan dengan cara kematian." jawab Clara yang sudah bingung.


"Nona Clara, kau harus melupakan leluhur. dia bukanlah pria yang bisa dijadikan suami." ucap kaisar Xion sembari memenangkan Clara.

__ADS_1


"Aku tau." jawab Clara yang sudah menahan air matanya. Clara tahu dia tidak akan bisa lagi mendapatkan Zarkha tapi rasa cintanya itu begitu besar kepada pria yang selalu bersamanya dahulu.


"Kalau dia lelaki yang baik, nona Sya tak mungkin menolak leluhur." jawab ratu Axiva yang merasa khawatir.


"Sekarang tiga kerajaan sudah tak mampu untuk melawan. kerajaan Langit, bumi dan petir. sekarang sudah seperti sapi ompong, bahkan bergerak saja kami tak mampu." ucap kaisar Xion sambil memijat dahinya.


"Bahkan, kerajaan awan sudah hancur karena melawan leluhur." ucap ratu Axiva yang mulai menitihkan air mata.


" ...." Clara yang tak mampu untuk berkata lagi.


"Mengapa iblis itu harus bersenyawa dengan kita." ucap kaisar Xion sembari menghela nafas berat.


"Apakah kita tidak bisa melawan leluhur?" tanya jenderal Zeus dari belakang tubuh kaisar Xion.


"Andai kita bisa." jawab kaisar Xion.


"Kita hanya bisa menanti keajaiban." ucap Clara yang tertunduk.


Berbeda di kerajaan bumi, bahkan aura hidup kaisar bumi Xander telah dihisap oleh Zarkha sampai habis. hingga meninggalkan aura hidup yang hampir padam, tubuh kaisar Xander seperti tengkorak yang di pajang. bahkan bola matanya seperti akan keluar.


"Kaisar." panggil komandan Jang adik kaisar Xander.


"Hehh." jawab kaisar Xander seakan hanya helaan nafas saja. tak ada kekuatan sama sekali tak ada aura hidup yang tertahan.


"Ku dengar, iblis itu menyerang hutan siluman ( hutan hijau)?" tanya komandan Jang sembari mengelus tangan kakaknya.


"Heh..," hanya jawaban seperti itu yang keluar dari mulut kaisar Xander.


Tubuh tegap perkasa dan keangkuhan yang berselimut rasa percaya diri yang tinggi dimiliki oleh kaisar Xander telah lenyap, sekarang yang tertinggal hanya seongok tulang hidup yang mengenaska. berbicara pun tak mampu, bergerak seakan tulang akan terpisah. hidup kaisar Xander baikan hidup segan mati tak mau. pepatah itu sangat pas untuknya.


"Heeehe..," helaan nafas kaisar Xander.


"Kak, bahkan kita adalah tawanan kaum iblis, kerajaan langit dan petir seperti kita. kerajaan petir bahkan di kutuk semua. kaisar Zhu dan semua masyarakat kerajaan petir telah jadikan patung batu. hingga kerajaan itu seperti pemakaman." lapor komandan Jang.


Akhir yang mengenaskan bagi kerajaan petir. karena semua orang di kerajaan petir telah diubah menjadi patung batu. bahkan kaisar Zhu seperti pajangan patung yang sedang memegang pedang dan menghalau sesuatu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2