
Akhirnya Syalila bercanda gurau dengan pria muda yang ada di depannya. padahal di dalam hati syalila yang sebenarnya dia pusing memikirkan keberadaan sang suami.
"Oya, di mana sebenarnya dimana ini?" tanya Syalila sambil menatap kereta kuda yang berjalan.
Sedangkan di tempat lain nampak ley sedang meminta bantuan kepada empat hewan suci untuk mencari keberadaan sang istri.
"Kami akan membantumu, karena kami tau kau dan istrimu bisa membantu kami." ucap empat siluman suci itu.
"Aku harus segera mencari keberadaan istriku." jawab Ley.
Akhirnya Ley berangkat mencari keberadaan sang istri bersama empat hewan suci yang telah berubah menjadi manusia.
"Kita akan kemana?" tanya salah satu hewan suci.
"Kita harus mencari keberadaan istriku terlebih dahulu, karena aku takut dia terjadi apa-apa." jawab Ley kepada sang suami.
itu membuat ley nampak kebingungan mencari sang istri. "Aku akan mencari keberadaan istriku dengan ilmu penglihatan ku." sambung Ley yang sudah panik.
"Apakah kau mencintai istri mu?" tanya merak cantik kepada ley.
"Aku begitu mencintai istriku, karena istriku adalah segalanya bagiku. dialah jiwaku dia juga adalah nyawaku, kalau terjadi sesuatu dengannya, sama saja aku harus mati " ucap Ley yang membuat empat hewan suci itu terharu.
"Ternyata kau begitu mencintai istrimu." ucap rubah merah kepada ley.
"Siapa yang tidak akan mencintai istrinya. karena seorang istri adalah sebagian nyawa dari sang suami." jawab Ley yang membuat tempat hewan suci itu terdiam.
Akhirnya ke empat hewan suci itu mendampingi Ley yang mencari keberadaan sang istri, terlihat ke empat makhluk suci itu kagum dengan sikap yang selalu Ley mendahulukan isterinya.
"Apa yang akan kau lakukan jika kau tidak bisa menemukan istrimu?" tanya merak cantik kepada Ley.
"Jangan berkata seperti itu karena aku tidak ingin kehilangan istriku." jawab Ley yang kemudian duduk manis di depan keempat hewan cuci itu.
"Kita akan kemana?" tanya Ley.
Para hewan suci itu terlihat bagaikan kumpulan aktor aktor film yang begitu tampan dan menawan.
"Kita istirahat dulu, karena aku lapar." ucap siluman rubah merah kepada Ley.
"Sebaiknya kita istirahat dahulu karena aku tidak ingin berlama-lama mencari istriku, aku sudah merindukannya." jawab Ley yang membuat keempat hewan suci itu tampak berfikir.
"Bagaimana kalau istrimu sekarang bersama seorang pria?" tanya rubah merah kepada Ley.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu." jawab Ley.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya serigala putih.
__ADS_1
"Tentu saja kita harus mencarinya, tapi kita harus makan terlebih dahulu agar tubuh kita tidak lemas saat mencari istrimu. apalagi kami adalah sekarang kondisinya sedang tidak fit seperti biasanya karena ulah. anak buah ku." rajuk seseorang
Berdiri aku tanpamu
tersiksa aku tanpamu
terasa sesak nafas ini
saat ku bernafas tanpamu
berjalan ku tak tahu arah
berlabuh namun tidak ada tempatnya menatap langit sambil berpikir
menanti hari tidak kunjung berakhir
ku menantimu disini
berharap Kau kembali bersamaku lagi
"Istriku, apakah kau selalu memikirkan ku? lihatlah diriku yang selalu menatap langit dan membayangkan dirimu." guman Ley yang menatap langit sembari memikirkan keberadaan sang istri.
"Tenanglah, kita akan segera menemukan keberadaan istrimu." jawab rubah merah, karena nampak terlihat rubah merah begitu kasihan saat melihat Ley yang sangat merindukan istrinya.
sedangkan di tempat lain, Syalila juga bisa merasakan kegundahan hati suaminya.
"Apa yang sedang kau lamunkan nona sya?" tanya putra mahkota Ying Jun kepada Syalila.
"Aku sedang memikirkan seseorang yang sangat aku cintai." jawab salila hal itu membuat raut wajah putra mahkota ying jun langsung pias.
"Lalu apa yang kau lakukan disini?" tanya Syalila kepada Ying Jun.
"Aku tak sengaja melihatmu nampak seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu." guman putra mahkota Ying Jun sembari duduk di samping kursi Syalila.
"Apakah aku bisa menggantikan sosok pria yang kau cintai itu, hingga kau tidak melamun seperti ini?" tanya putra mahkota ying jun kepada Syalila.
"Aku tidak mau menggantikan pria yang kucintai dengan siapapun, bahkan Kaisar pun tidak akan bisa menggantikan dirinya." Jawab Syalila yang membuat hati putra mahkota Ying jun langsung retak.
Jujur saja kalau putra mahkota Ying jun sangat berharap syalila bisa menerima hatinya, karena sang putra mahkota yang telah jatuh hati saat pandangan pertama dengan syalila di hutan itu.
Sedangkan di tempat lain, nampak seorang pria yang gagah dengan tubuh yang berotot dan rahang yang sangat tegas, dia nampak selalu melihat Syalila semenjak dia baru sampai di kerajaan itu.
"Aku adalah Raja di Kerajaan Langit ini, aku pasti akan mendapatkan apapun yang aku inginkan." guman seorang pria yang berdiri di pojok taman yang menatap syalila.
Dia adalah Raja Alberd Raja di Kerajaan langit adik dari kaisar Fhelip ayah dari putra mahkota Ying Jun.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan disini putra mahkota?" tanya Kaisar Albert kepada putra mahkota Ying Jun.
"Aku sedang mengobrol dengan Nona Syalila Pangeran Albert." jawab putra mahkota ying Jun.
Nampak Pangeran Albert menatap wajah syalila dengan sangat intens, pandangan itu seolah pandangan seorang pria yang ingin mengambil sesuatu miliknya.
"Apa yang Pangeran lihat?" tanya Syalila kepada Pangeran Albert.
"Aku hanya memandang ciptaan tuhan yang begitu indah." jawab Pangeran Albert.
"Kau kira aku anak kecil yang mau digombalin." ucap Syalila yang kemudian berdiri ingin pergi dari tempat itu.
"Mau ke mana Nona?" tanya Pangeran Albert kepada Syalila.
"Mau jalan sana, mau jalan sini, mau jongkok.. mau ngesot.. mau apa-apa itu terserah aku." jawab Syalila yang langsung pergi meninggalkan pangeran Albert dan putra Mahkota Ying jun.
Nampak putra mahkota Ying jun langsung menyusul Syalila yang pergi meninggalkan mereka berdua. di sana Syalila mulai berkeliling di Kerajaan Langit.
"Kalau ini Kerajaan langit kenapa sangat berbeda dengan Kerajaan yang dimiliki oleh Kaisar Xion." guman Syalila dalam hati sambil menatap seluruh bangunan yang ada di sana.
"Sebenarnya ini tahun berapa sih." guman Syalila yang tetap melihat seluruh bangunan kerajaan langit.
Tak lama kemudian putra mahkota ying Jun yang mengikutinya, akhirnya telah sampai di dekat syalila.
"Nona sya!!!." seru putra mahkota yang memanggil syalila.
"Ada apa?" tanya syalila kepada putra mahkota.
"Apa yang saya lakukan di sini?" tanya Syalila kepada putra mahkota.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-One night stand with mister Adam
-Isteri pengganti tuan William