TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Syalila menyerang


__ADS_3

"Yaaa..., hasil karyaku!" seru Syalila yang muncul dan membuat yang lain kaget.


"Nona Sya." seru Pangeran Zavier.


"Hai." jawab Syalila sambil melambaikan tangannya.


Terlihat kalau para pengawal mulai panik. karena baru dua hari yang lalu mereka bisa bernafas lega, namun sekarang terlihat ketegangan di wajah mereka.


"Tak mungkin kalau mereka sendiri." ucap Komandan Fheng.


"Pasti ada bantuan dari kerajaan lain, jika mereka melakukan sesuatu mereka harus mencari bantuan." jawab Jendral Zeus.


BRUKKKK...


BRUMM....


Suara reruntuhan tembok raksasa yang di buat oleh Syalila.


"Serang!!!!" seru sang pemimpin yang telah memasuki gerbang perbatasan kerajaan Langit.


TRANG...


TRANG...


BUKK...


BUKK..


HYAAAA...


Seru dari peperangan yang terjadi dari rakyat, prajurit, sampai penguasa Kerajaan telah bertarung.


"Pertahankan Kerajaan kita!!" seru para rakyat.


Memang Kerajaan Bumi terkenal sangat kejam saat berperang, tak ada rasa kasihan dan memaafkan, sedangkan Syalila masih menatap tak percaya, sudah dua kali dia dalam situasi berperang. seolah tubuhnya sudah faham apa yang harus di lakukan.


bertahan atau menjadi budak itu adalah slogan Syalila.


Nafas Syalila terasa tercekat saat melihat tumpahan darah rakyat Kerajaan Langit, tangisan, teriakan. Seolah itu yang menyadarkan Syalila dari lamunannya.


DEG...


"Petir!!!" seru Zarkha yang tiba-tiba datang membantu.


TRAZZZ....


DRERTTTT...


DUARRR..


Suara yang dihasilkan dari pengendali petir milik Zarkha, hal itu membuat pasukan Kerajaan Bintang sedikit kocar-kacir. Sedangkan pasukan kerajaan langit senang karena ada leluhurnya yang membantu.


* Dari arah kerajaan bintang. *


"Angin!" seru Kaisar Bumi yang muncul dari kerumunan pasukan Kerajaan Bintang.


"Kau!" seru Kaisar Xion dan Zarkha.


"Hallo, Kaisar Xion dan separuh jiwaku!" seru Kaisar Xander pada Kaisar Xion dan Zarkha.

__ADS_1


"Cih, jangan panggil aku separuh jiwamu, kamu tidak pantas mengatakan hal itu!" seru Zarkha pada Kaisar Xander.


"Aku kemari cuma mau mampir, mau mengambil milikku." seru Kaisar Xander sambil merasakan keberadaan Syalila.


"Apa yang kau cari di tempatku?!" seru Zarkha sambil mengepalkan tangannya.


"Gadis milikku yang pernah melukaiku saat berperang denganmu, Kaisar Xion." jawab Kaisar Xander sambil tersenyum. pria itu sudah mengutarakan mengenai keinginannya di kerajaan itu. sebuah keinginan yang mungkin akan menjadi titik bersejarah dari kehancuran orang-orang yang menginginkan sesuatu yang tidak mungkin mereka dapatkan.


"Siapa maksudmu?" tanya Zarkha yang sudah mengeluarkan tenaga petirnya.


"Nona Sya, leluhur." jawab kaisar Xion.


Kaisar Xion juga mulai marah, marah karena Kaisar Xander mengakui Syalila sebagai miliknya.


"Jangan harap kau mengambilnya, Karena Wanita Yang Kau akui sebagai milikmu itu adalah milikku dia adalah belahan jiwaku!!." seru Zarkha dan Xion bersamaan, mereka langsung mengeluarkan tenaganya masing-masing dan saling bertarung.


Sedangkan tanpa ada yang mengetahui, Kaisar Bumi Ramos sudah menyelinap masuk ke perbatasan Kerajaan Langit. untuk menangkap Syalila, walaupun Kaisar Ramos tak tau seperti apa wajah Syalila.


"Aku akan menangkap wanita itu setelah itu akan kubunuh wanita itu." ucap Kaisar Ramos.


"Seperti apa wajah gadis itu." ucap Kaisar Ramos yang telah berdiri di dinding raksasa Kerajaan Langi. pria itu harus mencari seorang wanita yang tidak diketahui bagian Bagaimana wajahnya seperti apa tampangnya rupanya atau lain sebagainya. bodoh saja Kaisar Ramos mau menerima permintaan dari Kaisar Xander dia diminta untuk menangkap Syalila, sedangkan dia sendiri tidak tahu seperti apa wanita itu.


"Cari siapa, tuan?" tanya Syalila dari belakang punggung Kaisar Xander. terlihat wanita itu menatap pria yang mengendap-endap di pagar raksasa yang sudah dia buat.


"Aku mencari gadis Kerajaan Langit yang kemarin telah mengalahkan Kaisar Xander." jawab Kaisar Ramos tanpa menoleh pada yang punya suara.


"OOO..," ucap Syalila.


SRING...


"Sial..sial." belum selesai berkata leher kaisar Ramos telah berhiaskan pisau. syarila tambang mengatakan apapun langsung memberikan hadiah di leher sang Kaisar hingga membuat pria itu langsung tersentak luar biasa.


"Siapa kau?!" seru Kaisar Ramos yang melawan hingga mengakibatkan lehernya terluka.


SRETT..


"Kan uda di bilang jangan banyak gerak. tuh lihat leher kokoh mu itu mengeluarkan darah berwarna merah yang ternyata baunya lumayan busuk." goda Syalila sambil melompat dan menangkis tendangan Kaisar Ramos.


"Siapa kau wanita?!" seru Kaisar Ramos dengan marah karena lehernya sudah terluka.


"Lhaaa, tadi cari siapa." jawab Syalila sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Itu bukan urusanmu."


Kaisar Ramos langsung pergi meninggalkan Syalila menuju kaisar Xander.


HYAAAA....


TRANG..


TRANGGG...


Suara pertempuran.


Memang bisa dikatakan kalau kaisar Xander bertarung melawan Zarkha dan Kaisar Xion. sesaat muncul kaisar Ramos datang membantu kaisar Xander.


"Bagaimana." tanya Kaisar Xander.


"Aku tak menemukan gadis itu, yang aku temukan malah wanita sinting." jawab Kaisar Ramos sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Mereka telah mundur, Nona Sya." seru Kaisar Xion pada Zarkha, hal itu membuat mereka senang.


"Gadisku memang hebat."


jawab Zarkha sambil tersenyum. namun hal itu membuat desiran panas dalam hati Kaisar Xion saat Zarkha mengatakan itu.


Pertarungan telah terjadi lama, Pangeran Zavier, Jendral Zeus dan Komandan Fheng telah bertarung mati-matian. Namun pasukan Kerajaan Bumi memang terkenal sangat hebat. Syalila yang melihat mereka dari kejauhan nampak sangat ibah, apalagi teriakan anak- anak kecil itu.


"Pangeran, jenderal. mundurkan pasukan kalian." seru Syalila.


Seketika hal itu bisa di tebak oleh jenderal Zeus apa yang akan dilakukan oleh Syalila.


wanita itu adalah wanita luar biasa dengan semua kecaprobohan dan tingkahnya hingga membuat orang-orang yang ada di sampingnya selalu takjub dan terpesona kepadanya.


"Mundur!" seru Jendral Zeus pada pasukannya.


"Ada apa, Jenderal?" tanya Pangeran dan Komandan Fheng.


"Nona Sya mau mengurangi jumlah kematian." jawab jenderal Zeus yang menirukan kata-kata Syalila.


"Sudah?" tanya Syalila yang di angguki oleh Jendral Zeus.


"MundurLah Pangeran, singa betina mau mengamuk!" seru jenderal Zeus dengan sangat lirih takut terdengar oleh Syalila.


KRETEKK..


KRETEKK ..


WUSS...


WUSS...


HOSSS...


Suara jari Syalila yang di rengangkan. Wanita itu sudah mulai melakukan persiapan untuk memberikan balasan kepada orang-orang yang tadi sudah merusak perbatasan hingga membuat karya bagusnya itu hancur.


"Angin, datanglah. air, tanah!!"


seru Syalila yang kemudian menggunakan kekuatannya hingga membentuk suatu karya yang begitu luar biasa.


Sesaat kemudian Syalila menghentakkan kakinya ketanah dan membuat tanah tertarik ke langit. seketika air yang muncul dari tanah disertai angin yang berhembus kencang. suasana mulai yang tak terkendali di sekitaran perbatasan kerajaan langit.


WUSS...


"Siapa yang dapat mengendalikan beberapa elemen sekaligus." ucap orang-orang yang ada di tempat itu secara serempak. Zarkha, Kaisar Xion, Kaisar Ramos dan Kaisar Xander. benar-benar tidak menyangka kalau ada seseorang yang bisa menggunakan kekuatan elemen bercampur menjadi satu bahkan langsung menggunakan kekuatan itu dengan kekuatan yang besar.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2