
"Apakah kau makhluk yang datang dari masa sesudah kami?" tanya siluman rubah merah kepada Ley.
"Entahlah tapi aku pernah berada disini, tapi tidak seperti ini keadaannya." jawab Ley yang mencoba untuk mengingat memori masa lalunya sebelum dia tersegel selama ratusan tahun.
"Lalu kenapa kau mempunyai Aura yang berbeda dari kami, auramu berbeda dengan kami walaupun Kau mempunyai kekuatan dari tempat ini?" tanya rubah putih.
Siluman serigala dan siluman rubah putih nampak menatap pria yang tiba-tiba berada di sana. Entah kenapa mereka merasa kenal tapi mereka tidak yakin siapa pria yang berada bersama mereka itu.
"Mengapa tubuhmu ada bau siluman seperti ku?" tanya rubah putih kepada Ley. Bagaimana tidak ada bau siluman bahkan di kerajaan hutan hijau hanya ada lima manusia saja. Ley beserta istri dan tiga anaknya yang lain semuanya satu kerajaan itu adalah para siluman.
"Sebenarnya aku adalah Tuan dari kerajaan hutan hijau dan aku mempunyai menantu seekor siluman rubah putih, dan dia juga bawahanku." jawab Ley yang memperjelas kata-katanya 4 siluman itu sangat terkejut ketika melihat kekuatan yang dimiliki oleh lele adalah kekuatan terlarang yang ada di tempat mereka
"Lalu, mengapa kau memiliki aura tingkat atas seperti aura para bidadari ataupun peri?" tanya rubah putih kepada Ley.
"Karena aku dan istriku mempelajari ilmu itu untuk menyegel seorang iblis yang keluar dari jiwaku." jawab Ley sembari menceritakan masa lalunya bersama dengan keegoisannya di masa lalu Entah berapa ratus tahun disegel atau menyegel dirinya sendiri agar sang iblis tidak muncul ke permukaan. nyatanya iblis itu mampu mengelabuhi hati manusia dan membuat mereka menjunjungnya sebagai makhluk paling kuat.
Sesaat kemudian para makhluk itu memandang Ley dengan sangat intens. nampak mereka antara percaya dan tidak dengan kata-kata yang diucapkan oleh manusia itu.
"Apakah kau adalah orang yang datang dari masa sesudah kami, orang yang membuat keributan di tempat ini?" tanya rubah merah yang merasa dirinya mengenal pria yang ada di depannya.
"Sesungguhnya iya, tapi aku dan istriku telah menyegel iblis itu hingga kedamaian telah kembali Di masaku. tapi entah apa yang membuat dimensi di kerajaan ku menjadi terbuka kembali hingga membuat goncangan yang hebat di kerajaanku." Ley mengungkapkan kondisi kerajaannya yang mulai mengalami goncangan.
"Itu karena iblis yang telah mengguncang tempat ini dia adalah keturunan dari iblis yang merasukimu." jawab rubah merah.
"Berarti kau dan istrimu bisa menolong kerajaan ini." merak cantik yang terlihat menyukai keberadaan Ley.
"Aku tidak tahu." jawab Ley.
"Lalu, apa yang harus kamu lakukan sekarang? siluman rubah merah terus menatap Ley.
"Kamu tau di mana keberadaan istriku, aku harus mencarinya. aku takut terjadi sesuatu padanya karena dia bisa mendatangkan malapetaka yang sangat besar." Ley yang takut terjadi sesuatu kepada sang isteri.
"Memangnya apa yang akan dilakukan oleh isterimu hingga mendatangkan malapetaka?" tanya siluman rubah putih.
"Istriku mempunyai karakteristik dan aura pemikat yang sangat besar, hingga siapapun yang melihatnya akan jatuh hati padanya dan ingin memilikinya. hal itu akan membuatku menjadi tidak terkendali." jawab Ley.
__ADS_1
"Apakah kau begitu mencintai istrimu?" tanya siluman rubah merah yang menatap tajam kepada Ley.
"Tentu, aku sangat mencintai istriku."
"Apakah keturunanku di duniamu baik-baik saja?" tanya serigala putih kepada Ley yang seolah bisa menebak apa yang ada di pikiran pria dari masa depan tersebut.
"Tentu, keturunanmu dan kalian semua baik-baik saja kecuali merak. di sana sudah tidak ada, Entahlah apa yang terjadi dengan keturunanmu Tapi yang aku dengar keturunanmu sudah menjadi keturunan hewan Suci milik para dewa." jawab Ley yang membuat merak suci menjadi sedih.
"Memangnya apa yang membuat keturunanku musna?" tanya merak.
"Aku tidak tahu, Tapi keturunanmu itu tidak musnah mereka menjadi teman para Dewi di tempat para dewa Tapi di hutan para siluman atau hutan Kerajaan hijau tidak ada satupun siluman merak." jawab Ley.
Sesaat kemudian para empat hewan suci itu menjadi wujud manusia, di sana terlihat empat pria tampan yang rupawan.
"Apakah kau bisa membantu kami untuk mencegah kehancuran ditempat ini?" tanya para hewan suci itu.
"Aku tidak tahu, aku harus mencari keberadaan istriku terlebih dahulu." jawab Ley.
Saat Ley sedang kebingungan mencari keberadaan sang istri, di tempat lain Syalila terdampar di sebuah Kerajaan yang sangat indah. Di kerajaan itu mempunyai tempat yang dikelilingi oleh banyak tumbuhan.
"Ini di mana? kok tempatnya agak asing ya?" guman Syalila sambil menatap sekelilingnya.
Dia benar-benar sangat kebingungan dengan keberadaan dirinya.
"Ini tidak seperti kerajaan petir, kerajaan bumi, ataupun kerajaan langit. kenapa tempatnya berbeda sebegini." ucap Syalila yang masih mengelilingi tempat itu. Tak berapa lama kemudian ada seorang pemuda tampan yang mendekati Syalila.
"Apakah kau pendatang baru di sini Nona?" tanya pria tampan itu kepada Syalila.
"Iya." jawab Syalila spontan.
"Lalu, kau akan kemana?" tanya pemuda tampan itu lagi. pria itu dari tadi menatap syalila dengan tatapan mata yang begitu takjub luar biasa.
"Aku sedang mencari seseorang." jawab Syalila.
Nampak wajah pria itu menatap Syalila dari atas sampai ke bawah yang membuat Syalila agak risih.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu menatapku seperti itu? apa kau ingin matamu yang jelek itu kucongkel." ujar syalila sambil melanjutkan perjalanannya.
Tak berapa lama kemudian, Syalila nampak melihat penjual makanan yang berada di tepi jalan. tiba-tiba perutnya berbunyi yang menandakan kalau si perut minta diisi.
"Aduh kenapa nih perut gak bisa diajak kompromi, apa tadi aku keluar membawa uang untuk membeli sesuatu." gerutu Syalila yang kemudian meraba kantong di bajunya.
untung disana Syalila membawa beberapa koin emas yang membuatnya tersenyum.
"La, ini aku bawa ternyata, untung aku tidak terlalu pelupa saat membawa uang." ucap Syalila, sambil menenteng bungkusan koin itu. tak lama kemudian Syalila mengeluarkan salah satu permata dan koin emas.
"Kasih aku makanan ini" pinta Syalila kepada penjual makanan. wanita itu menunjuk beberapa makanan.
Tak lama kemudian, datang beberapa anak yang hendak mengambil kantong uang yang dibawa oleh Syalila.
"Kita ambil uang nona itu." seru tiga bocah itu. lalu empat bocah itu berusaha merampas uang yg di bawa Syalila.
"Ya." jawab anak-anak kecil.
TAP..
"Siapa kalian, kecil-kecil sudah berani mencuri." Syalila yang masih memegang erat kantong permatanya. para anak kecil itu tidak bisa mengambil kantong yang dibawa oleh Syalila, karena dengan sangat cepat dia langsung meraih salah satu tangan bocah kecil pencuri itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
-Isteri simpanan bos kejam