
musim seperti akan berganti
menanti kicauan burung di pagi hari
menatap langit yang mulai cerah
berharap tak ada awan gelap menghampiri
"TRASSS....," sambaran petir yang menggelegar di hutan hijau. suara kehancuran bagaikan sebuah melodi yang begitu menyedihkan.
"TRANGGG!!" suara pedang yang terlempar dari tangan Zhen.
"Air, cahaya biru!" serangan yang keluarkan oleh klan rubah. para clan juga berusaha sekeras mungkin untuk mempertahankan tempat mereka.
"AAAAAA!!!" teriakan yang menghasilkan hempasan kuat dari klan serigala. beberapa kaum iblis langsung lenyap karena serangan yang dikeluarkan oleh klan rubah secara bersamaan.
"Kita harus melenyapkan kaum ular dan kerajaan bumi terlebih dahulu." perintah Syalila.
"Lalu iblis itu?" tunjuk Ley dan Riu pada Zarka.
"Tenanglah, dia akan konsentrasi pada segel kegelapan. sementara itu kita hancurkan klan ular dan pasukan kerajaan bintang!" seru Syalila.
"Tolong sisakan tuan mosi-mosi dan awewe gombal padaku. Aku yang akan menghabisi mereka!" seru Syalila.
"Baik!!" seru mereka semua. seluruh clan yang ada di kerajaan hutan hijau menyatukan kekuatan untuk menyerang iblis penghancur.
Pertarungan kembali terjadi, Ley dan Riu sudah menghadapi pasukan iblis, sayatan demi sayatan di layangkan oleh Ley dan Riu. hingga bangsa iblis yang tersisa bisa dihitung dengan jari. sedangkan Rey, zhen, menghadapi pasukan kerajaan bintang, Cros dan Angg menghadapi klan siluman ular.
Hembusan nafas yang tak teratur keluar dari Ley dan Riu. sedangkan Syalila telah berjalan cantik menuju pemimpin siluman ular Kamoshy dan Yuyu. wanita berpenampilan cantik tersebut akan memberikan pelajaran kepada para siluman ular.
"Bagaimana rasanya menjadi pengkhianatan?" tanya Syalila pada Kamoshy dan Yuyu.
"Kau, bagaimana bisa kau menjelma menjadi bangsa peri?" seru Kamoshy yang kaget dengan wujud Syalila.
"Habisi dia, ayah!" seru Yuyu pada ayahnya sembari menunjuk ke arah Syalila.
"Cobalah." ucap Syalila Sambil duduk diantara ranting pohon yang telah hangus.
"ZESSSS.." Kamoshy yang sudah berubah menjadi ular dan menyerang syalila.
"CTAKK." suara hentikan jari syalila yang menghasilkan bongkahan es di atas langit.
"AAAA!!! BUMMM." suara bongkahan es yang jatuh di tubuh ular Kamoshy.
"Segel beku!" seketika tubuh Kamoshy membeku dan masuk di bongkahan es.
"Ayahhh!!!" seru Yuyu dan saudaranya, mereka sangat terkejut saat melihat tubuh ayahnya membeku di dalam bongkahan es.
"Kalian selanjutnya." ucap Syalila sambil menjentikkan jari nya. "Segel kematian!" seru Syalila tanpa ampun kepada Yuyu dan saudaranya. Bagi Syalila pelakor adalah musuh abadinya dan penghianatan adalah berbuah pada kematian, sekali berkhianat..suatu saat kembali menjadi penghianat. Kamoshy yang tersegel di dalam es sudah tak bisa melihat semua putrinya.
"Nona, kerajaan bintang telah musnah!" seru Rey dan Zhen.
__ADS_1
"Nona. klan ular telah binasa!" seru Ang dan Cross.
"Sepertinya suamiku dan Riu juga berhasil menghabisi para iblis itu." jawab Syalila.
"Kita harus menyegel iblis Zarka, nona!!" seru mereka.
"Iya." ucap Syalila,
akhirnya mereka semua berjalan menuju tempat Ley dan Riu.
"Mereka sudah binasa." ucap Ley yang mengatur nafas nya.
"Kita lakukan segel itu." ucap Syalila.
"Hem!!" jawab mereka semua.
Akhirnya Syalila, Ley berserta kaum siluman melakukan segel terlarang itu. segel yang hanya digunakan saat benar- benar bahaya.
Sedangkan Zarka masih memperbesar segel kegelapan.
"Segel jiwa! 4 unsur suci, roh, raga, kematian, kehidupan. bersatulah!! seru Syalila yang energinya seperti angin tornado.
"Segel raga, elemen kehidupan!!" seru Ley.
"Segel jiwa.., elemen angin!!" seru Riu.
"Segel jiwa..,elemen api!!" seru Zhen.
"Segel raga.., elemen angin!!" seru Rey.
"Segel jiwa..,elemen suci!!" seru Phay.
"Segel jiwa.., elemen air!!!" seru Ang dan cross
semua kekuatan itu menjadi satu dan di arahkan pada Zarka. setiap detik adalah doa bagi kaum siluman yang selamat dari pertempuran, seolah semua merasa terharu dan terketuk melihat perjuangan syalila dan yang lain. semua bangsa siluman mulai menyalurkan kekuatannya pada orang-orang yang berjuang di atas sana.
"Serang!!!!" seru Syalila dengan lantang. hingga ley dan kaum siluman menambah tenaga mereka untuk menyerang Zarka. sayatan demi sayatan terlukis di tubuh Zarka, karena kekuatan segel terlarang sangat hebat." segel raga..elemen kematian!!!" seru syalila yang menambah kekuatannya. dan membuat Zarka kewalahan.
"Pergilah kau bersama kawanan mu pria tua!!!" seru Syalila yang mengeluarkan kekuatan bangsa peri tingkat tinggi. hal itu tak terfikir oleh Zarka, kalau dia akan berakhir di tangan orang yang di cintai.
****
Perjuangan kan membuahkan hasil
kesabaran adalah senjata utama
bertahan adalah pondasi kokoh
saat raga mulai berdiri.
****
__ADS_1
"Kita harus berjuang bersama!" seru Syalila di tengah dorongan kekuatan dahsyat bangsa peri.
"Kita berjuang bersama istriku wahai rakyatku!!" seru Ley yang membuat kaum iblis terharu dan bersemangat untuk melawan Zarka.
"Aaaaa!!!! aku tak pergi sendiri!!!" seru Zarkha sembari mengeluarkan sisa kekuatannya dan tiba-tiba seutas aura kegelapan menyeretnya masuk kedalam segel penutup kegelapan.
Ley yang melihat istrinya ikut terseret masuk mencoba menjangkau isterinya. namun hal itu gagal, seketika Syalila lenyap di antara gelapnya lingkaran kegelapan, wanita itu terhisap masuk ke dalam kegelapan yang dibuat oleh sang iblis.
"Aaaaaaa!!!." Ley berteriak saat dia tak mampu menolong isterinya.
"Tuan.!!!!" seru Riu dan yang lain, saat melihat tuan nya langsung tak sadarkan diri.
"Tuan!!" seru Zhen yang mencoba menyadarkan Ley.
Syalila telah tertelan masuk ke dimensi segel penutup kegelapan. sedangkan Ley yang tak sadarkan diri karena syok kehilangan istrinya di depan matanya. sudah berhari- hari Syalila telah menghilang, bangsa siluman telah mencoba mencari keberadaan nona nya.
entah Syalila hidup atau mati. namun hal itu membuat kaum siluman kelimpungan karena rajanya tak kunjung sadarkan diri.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Riu yang kebingungan.
"Tuan kelihatannya sudah tak mempunyai hasrat hidup." ucap Zhen.
Kaum siluman telah berupaya menyalurkan tenaga agar tuannya sadar kembali.
namun, itu semua tetap sama.
"Kita harus mencari keberadaan nona!" seru Phay.
"Kemana?" tanya Riu yang seolah telah pasrah.
"Tempat ini terasa ada kehampaan." ucap Rey.
"Nona adalah penerang dan pembuat onar di sini." jawab Phay dan Bayzee, walaupun mereka tak terlalu mengenal Syalila, namun saat pertemuan pertama, mereka sudah sangat menyukai gadis itu.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Ang.
Sedangkan di tempat lain, ada seorang wanita yang terlempar ke suatu tempat. penampilannya yang cantik dan memukau membuat banyak mata melihat takjub padanya. seorang wanita yang memakai pakaian berwarna putih seputih awan yang membuat siapapun takjub melihatnya berparas cantik seperti sinar mentari yang menyejukkan setiap mata yang melihatnya bibir merah merona pegangan buah ceri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan