
Pejabat Tung pun berfikir, bagaimana bisa ada seorang wanita yang bisa menghajar anaknya dan keponakan kaisar. padahal mereka juga bisa beladiri yang mumpuni tapi kenapa juga mereka masih bisa dikalahkan oleh seorang wanita.
"Siapkan pengawal dan ajak putramu untuk menunjukkan tempat perempuan itu!!" seru Kaisar Fhelip sambil berdiri berlalu ke keluar ruang kerjanya.
Di sisi lain, Kaisar Xion dan Jendral Zeus masih menyisir Kerajaan Petir. Kaisar Xion mencoba merasakan aroma tubuh Syalila. Agar tau keberadaan gadis itu, namun nyatanya belum kunjung ad hasilnya, aroma tubuh itu serasa menghilang.
Di tempat keberadaan Syalila Kegaduhan nampak di gubuk yang di tempati Syalila.
Rupanya Kaisar Fhelip telah sampai d tempat tinggal Syalila.
"Tangkap semua yang ad di rumah ini, jika melawan langsung bunuh!" seru Kaisar Fhelip.
Dan tak berselang lama terlihat salah satu pengawal langsung menyeret Kakek dan Nenek yang telah menampung Syalila.
"Ampun Yang Mulia, apa salah kami?!" seru Kakek dan Nenek sambil memohon ampunan.
"Di mana perempuan yang telah melukai keponakanku!" bentak Kaisar Fhelip sambil menarik tubuh Kakek.
Kakek dan Nenek tak mau bicara, karena mereka tak mau Syalila akan di tangkap,
Kaisar Fhelip dan Pejabat Tung menatap Reon.
"Cari gadis itu di dalam dan disekitaran tempat ini." seru Pejabat Tung. pria itu memerintahkan pengawal untuk mencari Syalila ke segala tempat, sekitar beberapa menit atau dalam waktu dunia itu namun Syalila tak di temukan juga. Banyak warga yang berkerumun di dekat rumah Nenek. semenjak kedatangan anggota Kerajaan, para warga berbisik dan mengikuti Kaisar dan anggota nya.
Dari kejauhan, Syalila nampak bingung. karena tak biasanya tempatnya banyak orang, berkerumun seolah mau melihat konser saja.
"Ada apasih?" guman Syalila sambil memecah kerumunan orang-orang yang menonton kejadian itu.
Terlihat matanya terus menatap ke orang-orang yang berada di pondok tempat sepasang orang tua yang telah mengambilnya sebagai anak angkat. tatapan mata shahlila menatap orang-orang yang sedang berada di sana terlihat mereka terus berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi di tempatnya. setelah Syalila memecah kerumunan orang-orang yang berada di kediaman pondok tempat dia bernaung selama ini. tatapan mata salinlah menangkap beberapa orang yang sudah berada di tempatnya sembari menyeret tubuh 2 orang tua tersebut.
"Apa yang kalian lakukan dengan kakek dan nenekku?" tanya Syalila yang langsung menanyakan Kenapa para pengawal itu menyeret tubuh kakek dan nenek.
Seketika Kaisar Fhelip menoleh menatap seorang wanita yang begitu cantik tiba-tiba saja jantungnya berdebar begitu kencang.
DEG..
DEG...
Kaisar Fhelip, Komandan Brandon dan juga yang lain mematung sambil menatap Syalila, bukan kecantikan yang ada namun suatu kata yang bisa terucap dari bibir mereka. karena kesunyian itu Syalila mencoba untuk turun. dia menetralkan suasana dan membuyarkan lamunan mereka.
__ADS_1
"Lagi ngapain kalian?" tanya Syalila kepada mereka dan itu membuat kesadaran mereka kembali.
"Kami tidak lagi apa-apa." jawab Kaisar Fhelip yang langsung kehilangan kata-kata.
"Lalu kenapa kakek dan nenekku ditarik-tarik seperti itu, kalian mau melakukan kejahatan ya?!" seru Syalila yang benar-benar tidak takut sama sekali.
"Baiklah, kita kembali." seru Kaisar Fhelip dan spontan itu membuat para anak buahnya menoleh pada Kaisar Fhelip. Padahal dalam rumor kalau Kaisar Fhelip sangat setia kepada mendiang istri pertamanya.
"Tapi yang mulia." seru Reon yang mencoba untuk berbicara.
"Mau membantahku." seru Kaisar Fhelip.
"Bukan begitu Yang Mulia." jawab Reon.
"Stop, kita kembali ke istana dan biarkan calon istriku beristirahat!" seru Kaisar Fhelip sembari menunjuk ke arah Syalila Hal itu membuat Syalila sedikit terkejut kemudian mencoba untuk merespon kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.
"Apa, siapa..siapa yang calon istrimu!" seru Syalila melotot pada kaisar Fhelip Sambil menunjuk wajah Kaisar Fhelip, hal itu lantas membuat Kaisar Fhelip tersenyu malu-malu kepada seorang wanita yang mungkin begitu dia inginkan.
"Kaulah calon istriku." jawab Kaisar Fhelip, tanpa merasa malu sudah mengakui seorang gadis yang baru di temuinya.
Hal itu membuat Syalila melotot tak percaya. Bagaimana mungkin sampai di tempat ini, malah dia sudah di akui oleh dua orang yang baru di kenalnya sebagai calon istri. Tapi untung juga di akui calon istri dari pada gadis penyegel yang tak tau apa tugasnya.
"Kau akan menjadi istriku yang selanjutnya." ucap Kaisar Fhelip sambil berlalu pergi meninggalkan tempat Syalila.
"Kau tak apa kek, nek?" tanya Syalila sambil memeluk Kakek dan Nenek.
"Kami tak apa-apa, nak." jawab Kakek sambil membalas pelukan Syalila. jujur kakek sangat senang saat ada Syalila, karena pasangan itu tak mempunyai anak dan mereka sangat kesepian.
Ditempat lain Kaisar Xion dan Jendral Zeus masih belum bisa menemukan Syalila. sesaat Kemudian dari kejauhan, Kaisar Xion mendengar bisik- bisik yang membicarakan seorang gadis.
"Ternyata di tempat kita ada juga seorang wanita yang cantik." guman pria A.
"Iya, ternyata gadis itu sangat mempesona." guman pria B.
"Iya." jawab pria C sambil membayangkan wajah Syalila.
"Tapi sayang, Kaisar sudah mengumumkan kalau gadis itu calon istrinya." seru pria A.
"Iya." jawab si pria C sambil mangut-mangut.
__ADS_1
"Tapi kan, wanita itu menolak." jawab semangat pria B.
"Tapi percuma, walaupun menolak tetap Kaisar akan menjadikan wanita itu istrinya." jawab lesu pria C.
Dari kejauhan Kaisar Xion menguping pembicaraan para pria Negeri Awan. lalu tanpa sadar kaisar Xion menghampiri para lelaki itu.
"Siapa gadis yang kalian bicarakan." tanya Kaisar Xion pada para pria itu.
"Siapa kalian?" tanya pria A yang kaget dengan kedatangan kaisar Xion.
"Jangan..," belum selesai berbicara Jendral Zeus sudah di hentikan oleh Kaisar Xion.
"Kami pendatang baru, tak sengaja aku mendengar pembicaraan kalian. Aku jadi penasaran dengan gadis yang kalian maksud." jawab Kaisar Xion.
"Ternyata di kerajaan kami ada wanita yang sangat-sangat cantik." jawab pria C.
"Iya, selain cantik dia juga pandai ilmu bela diri." sela pria C.
"Dia juga bisa melawan Kaisar dan Komandan yang tangguh." jawab pria A sambil membayangkan wajah Syalila.
Tak terasa, Kaisar Xion menemukan titik terang dimana keberadaan gadis penyegel.
"Ternyata Gadis itu sudah pergi terlalu jauh hingga sampai ke kerajaan ini," guman Kaisar Xion dalam hati.
Terlihat sang Kaisar tersenyum setelah mendapatkan kabar Kalau gadis penyegel yang sudah diambil dari dunia Lain tersebut sudah berada di tempat dia berada.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan