
Akhirnya Kaisar Xion menemukan titik terang dimana keberadaan gadis penyegel. terlihat pria itu senang dengan semua kabar yang sudah dia dapatkan dengan begitu dia akan segera mendapatkan wanita yang akan membangunkan sosok kegelapan yang dianggap sebagai pemimpin tertinggi.
"Apa mungkin dia, Zeus." ucap lirih Kaisar Xion.
"Saya kurang tau, tuan." jawab jendral Zeus.
"Maaf tuan, di mana tempat gadis itu." tanya Kaisar Langit pada para pria itu.
"Percuma tuan, kalaupun kau penasaran dengan gadis itu...dia tak akan bisa kau miliki." jawab para pria itu sembari menghela nafas panjang.
"Memang kenapa?" tanya Kaisar Xion.
"Karena Kaisar Fhelip sudah mengatakan gadis itu sebagai calon istrinya." jawab seorang pria dengan lesu.
"Iya, kalau Kaisar sudah bilang begitu, berarti dia akan menjadikan gadis itu istrinya yang selanjutnya." jawab pria C yang terlihat mulai membayangkan wajah wanita cantik yang tadi dia lihat namun sayangnya mereka harus menggigit jari karena mereka tidak akan mungkin memiliki wanita itu.
Kaisar Xion dan Jendral Zeus saling memandang, sesaat kemudian Kaisar Xion bertanya lagi pada pria itu. "Memang Kaisar Petir punya berapa istri?" tanya Kaisar Xion yang sedikit penasaran dengan perkataan para penduduk kerajaan tersebut.
"Yaaa cuma satu, tapi permaisuri sudah meninggal dunia karena sakit. Jadi otomatis kalau gadis itu di jadikan istri selanjutnya. apalagi pria itu sudah lama tidak mempunyai istri pasti dia akan langsung menikahinya." gerutu pria B.
Setelah mereka menunjukkan lokasi tempat tinggal Syalila. Kaisar Xion dan Jendral Zeus melanjutkan perjalanan dan sesampainya mereka di sana, mereka hanya melihat dua pasangan tua itu.
saat mereka sudah sampai di tempat itu tak berselang lama keluarlah seorang gadis cantik yang sedang tersenyum dengan begitu cantiknya bahkan kelihatannya Gadis itu benar-benar begitu bahagia saat berada di kerajaan yang tidak dia ketahui itu. dengan segera kaisar Xion turun dari kudanya dan menghampiri gadis yang tak lain adalah Syalila. seorang gadis penyegel yang harus segera dia bawa kembali ke kerajaannya untuk segera melakukan ritual pembukaan segel.
Syalila yang sedang membantu nenek berada di luar kediaman sederhana itu nampak wanita itu tidak sengaja menoleh dia menatap seorang pria yang begitu familiar di pandangannya. "Kau!" seru Syalila yang terkejut dengan kedatangan Kaisar Xion.
"Akhirnya, aku bisa menemukan dirimu." ucap kaisar Xion yang kemudian turun dari kudanya dan langsung mencekal lengan Syalila.
"Siapa kamu?" tanya Kakek dan Nenek pada Kaisar Xion.
"Maaf Nek, kami hanya mau membawa mempelai wanita ini yang telah kabur." jawab jendral Zeus dari belakang Kaisar Xion.
Kakek dan Nenek saling menatap dengan tatapan yang tak terkata. pasangan tua itu sedikit kebingungan saat mereka mengatakan kalau Syalila adalah pengantin yang kabur.
"Kalau kau tak ikut denganku, jangan salah kan Aku Jika akan membunuh mereka." bisik Kaisar Xion di telinga Syalila.
"Kau!!" seru Syalila sambil melotot. demi apapun jika ada gentong besar lagi, pasti Syalila akan memukul mereka berdua sampai mereka pingsan atau kalau tidak mereka akan puyeng dan tidak bisa bangun kembali.
"Pilih ikut atau mati." bisik Kaisar pada Syalila.
__ADS_1
Hal itu membuat badan Syalila panas dingin, baru kemarin lepas dari Kaisar Negeri Awan. lhaaaaa..sekarang kena pawang segel.
"Hehhh." suara hembusan nafas Syalila yg berat. "Biarkan aku berpamitan pada mereka, dan jangan main kasar pada mereka." ancam Syalila.
"Baiklah." jawab Kaisar Xion.
Kemudian Syalila menghampiri kedua orang tua itu. "Nek, Kek. maaf ya. aku harus kembali." ucap Syalila sambil menggenggam tangan mereka berdua.
"Tapi Nak." ucap Nenek dan Kakek, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Aku mau menyelesaikan urusan cucumu ini dulu, kalau sudah selesai maka aku akan kembali." jawab Syalila sambil memeluk mereka.
Tanpa bisa berkata lagi, kedua orang tua itu hanya bisa memandang sendu pada Syalila yang sudah mulai meninggalkan mereka.
"Cepat!" seru Kaisar Xion.
"Ya, kasar amat jadi cowok." cibir Syalila yang mulai kesal.
"Cepat jalan!" seru Kaisar Xion yang sudah naik kuda.
"lha..terus?" tanya Syalila yang sudah berkacak pinggang.
"Lha terus, kalian mau nangkring di kuda gitu, lalu aku di suruh jalan?" tanya gadis itu.
"Ya, kau mau apa?" tanya Kaisar Xion yang menatap Syalila dari atas kudanya.
"Dasar laki-laki tak berfaedah, tak ada otak, jalan fikiran buntu." gerutu Syalila sambil berkomat Kamit ria.
"Cepat jalan!!" seru Kaisar Xion.
"Ogah, males banget ikut kalau gitu. kalian enak di atas kuda sedangkan aku disuruh berjalan kalian itu sebagai lelaki otaknya di mana sih kok punya otak ceper banget kayak uang koin." jawab enteng Syalila.
"Hehhh..., Jendral, kau naik kuda dengannya." perintah Kaisar Xion.
Jendral Zeus hanya bisa menuruti perkataan kaisarnya, toh di lawan pun tak akan bisa.
"Heh.., aku hanya seorang bawahan menurut itu akan lebih baik dari pada Kaisar Xion akan murka tak karuan," guman jendral Zeus.
"Tuan tampan, cepat angkat aku naik kudamu. aku nggak pernah naik kuda jadi susah aku untuk naik kuda." ucap Syalila dengan perkataan yang sedikit manja sembari mengulurkan tangannya.
__ADS_1
DEG...,
Wajah Jenderal Zeus nampak memerah dan jantungnya berdebar tidak karuan setelah Syalila bersikap manja padanya.
"Gitu dong.., ku tampan dan baik deh..," ucap Syalila.
DEG..
DEG...
Jantung jendral Zeus nampak berdebar saat berada satu kuda dengan Syalila, apalagi Syalila selalu berbicara tidak karuan, bahkan wanita itu selalu menunjukkan jualan-jualan manis bergaya wanita penggoda.
"Rajamu, sungguh orang yang tidak mempunyai perasaan," gerutu Syalila kepada jendral Zeus.
Nampaak sang jenderal tidak menanggapi Perkataan wanita cantik yang ada bersamanya. pria itu harus menetralkan lebaran jantungnya karena dia tidak ingin terlihat seperti seorang pria yang sedang menggoda istri orang.
Sementara di kerajaan petir, Kaisar petir juga telah memasuki Kerajaan Awan, hatinya terus berbunga karena akan bertemu dengan pujaan hatinya.
"Kalau nanti kita sudah sampai di Kerajaan Awan, segera kau kabari istana untuk segera mempersiapkan acara pernikahanku. hahaha....," ucap Kaisar Zhu sambil tertawa riang.
"Baik yang mulia." jawab para pengawal.
"Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk segera mengambil calon istriku, setelah ini akan dibuat sebuah pengumuman yang luar biasa mengenai pernikahanku. tidak akan kubiarkan satu orang pun berusaha untuk menyentuh permaisuriku." ucap Kaisar petir yang terlihat sudah membayangkan mengenai masa depannya. Entah itu masa depan seperti apa yang dia khayalkan namun yang jelas pria itu sedang membayangkan kehidupan indah bersama seorang wanita yang tidak diketahui dari mana asalnya namun sudah membuat dia jatuh hati setengah mati.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1