TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN

TERLEMPAR KE DIMENSI KERAJAAN
Kaisar Xander


__ADS_3

Hidup sengan, matipun enggan


berjalan tak bisa cepat


berlari pun tak mampu berhenti


Waktu kembali pada masa yang lalu


"Kau mau kemana, Nona Sya!" teriak Ratu Axiva sambil menarik tangan Syalila.


"Lebih baik aku mati terhormat, Ratu. dari pada harus menderita menjadi budak." jawab Syalila sambil meninggalkan Ratu Axiva.


Sang ratu tidak mampu menghentikan Syalila, wanita itu hanya bisa menatap kepergian wanita itu dengan semua keberanian yang dia miliki. Sementara di luar Kerajaan Langit, Kaisar Xion dan para pengawalnya telah bertarung dengan Kerajaan Bumi.


"Kau akan mati Xion." seru Kaisar Xander.


TRANGG....


TRANGG...


Bunyi suara pedang yang saling bersahutan,


"Jangan harap!" seru Kaisar Xion yang menangkis pedang Kaisar Xander.


TRANGG..


BUKK..


Tendangan Kaisar Xander yang mampu membuat Kaisar Xion tersungkur.


"Uhuhuk." Kaisar Xion yang memuntahkan darah. jangan lupakan juga kalau Kaisar Xander adalah separuh nyawa iblis Zarkha.


"Setelah kamu mati akan ku binasakan kerajaanmu dan juga leluhurku itu.hahahaha....," tawa kaisar Xander yang menggema dan membuat pasukan kerajaan langit nyalinya menciut.


Saat Kaisar Xander hendak menghunuskan pedang kearah kaisar Xion yang sudah tak berdaya. tiba.tiba...


"Mati kau Xion, haaaa..," gerakan kaisar Xander yang terhenti karena lehernya telah bersarang pedang cantik nan menawan.


"Kalau maju lagi leher kokoh dan sexy ini bakal terpisah dari tubuhmu." bisik Syalila yang tiba-tiba sudah berada d belakang tubuh Kaisar Xander.


Sedangkan Kaisar Xander yang tiba-tiba mendapatkan serangan dadakan seperti itu tentu saja dia tidak akan menyangka sama sekali. "Siapa Kau!" seru Kaisar Xander yang langkahnya sudah terhenti.


"Singkirkan pedangmu." perintah Syalila di telinga Kaisar Xander. wanita itu bukan hanya mengancam tapi seketika syarila menekan pedangnya ke leher Kaisar Xander hingga membuat pria itu tersentak.


"Mau mati kau, berani mengancam ku!" bentak Kaisar Xander yang terlihat begitu murka ketika dirinya mendapatkan ancaman dari seseorang yang tidak dia ketahui Bagaimana wujudnya. Karena Wanita itu berdiri di belakang tubuh Sang Kaisar.


"Ya beranilah, lha kan sudah ada di belakang tubuhmu." jawab enteng Syalila sambil cekikikan. wanita itu benar-benar Wanita luar biasa dengan semua keberanian dan juga tingkahnya yang tidak memprediksi Apa yang akan terjadi kedepannya.


Sedangkan Kaisar Xion nampak menatap orang yang berada di balik punggung kaisar Xander. seseorang yang telah menolongnya, seorang wanita yang benar-benar mempunyai kelakuan di luar nalar manusia seorang wanita yang benar-benar tidak bisa dikatakan sebagai wanita super duper luar biasa bahkan seorang wanita yang begitu berpikir sangat sederhana.


"Segel jiwa." Syalila yg sudah memasang mantra segel pada Kaisar Xander. Entah bagaimana wanita itu tiba-tiba menggunakan sebuah mantra yang tidak pernah dia ketahui, namun secara mengejutkan dia mengucapkan kata-kata itu dengan begitu mudahnya.


"Kau!" seru Kaisar Xander.

__ADS_1


Dari kejauhan jendral Zeus sudah berlari menghampiri kaisar Xion.


"Hai, bujang tua. cepat tolong kaisarmu, kamu ini jadi pengawal kok membiarkan kaisarnya hampir mati!" seru Syalila yang keluar dari punggung kaisar Xander.


"Kau, uhukhu...," kaget Kaisar Xion yang terbatuk darah karena lukanya.


"La, aku kenapa?" tanya Syalila yang sudah menghampiri Kaisar Xion dan jendral Zeus


"Kaget ya?" tanya Syalila sambil mencolek dagu Kaisar Xion dan mengedipkan sebelah matanya.


TRINGGGGG...


"Siapa dia?" guman Kaisar Xander yang menatap lekat wajah Syalila.


"Mengapa nona di sini?" tanya jenderal Zeus.


"Ya ngebantu lah, dari pada mati di dalam mending mati di Medan perang. lebih luar biasa." jawab asal Syalila padahal dalam hati Syalila lebih memilih mati di sini dari pada jadi budak.


"Si..siapa kau!!" seru kaisar Xander yang mencoba membuka mantra segel.


"Aku? aku adalah penghuni kerajaan langit." jawab Syalila sambil tersenyum. dari arah belakang kaisar Xander komandan kerajaan bumi Jang Geongzhi menyerah kaisar Xion.


"Awas, Yang Mulia!" seru Jendral Zeus.


Sedangkan Syalila secara spontan melindungi Kaisar Xion dengan mendekapnya. Kaisar Xion menatap lekat wajah Syalila yang terkena pentalan batu karena serangan komandan Jang.


"Ishhh..., sakit juga kena pentalan batu." gerutu Syalila.


"Larilah, aku dan Jendral Zeus akan menghadang mereka." ucap Kaisar Xion sambil mencoba berdiri.


"Hallah, sok banget sih padahal sudah mau ngekk..., ngok..," ucap Syalila yang menunjukkan ekspresi benar-benar lucu luar biasa kepada orang-orang yang ada di dekatnya.


"Serang mereka, Jang." perintah kaisar Xander pada komandan Jang.


Komandan Jang langsung mengeluarkan jurusnya, aliran tenaga yang besar membuat bebatuan terlempar dan membuat pengawal kerajaan langit banyak yang terlempar.


secara spontan Syalila berdiri dan menghentakkan kakinya di tanah. wanita itu mengepalkan tangannya dan membaca mantra. yang membuat tanah mulai terangkat.


DRETT..


tanah yang mulia bergerak dan bergetar


Tanah di sekitaran kerajaan langit sudah bergetar, seolah akan terbang.


"Yang Mulia, minta pasukanmu untuk mundur!!" seru Syalila.


"Mau apa kau!" jawab Kaisar Xion yang masih memegang dadanya.


"Cepatlah. kalau kau tak mau kehilangan seluruh pasukan mu!" seru Syalila sambil tersenyum menatap wajah Kaisar Xion.


lalu kaisar Xion menatap Jendral Zeus sambil menganggukkan kepalanya.


"Pasukan, mundur!!!" seru jendral Zeus pada pasukannya

__ADS_1


Sesaat kemudian aura yang tak bersahabat telah memenuhi kerajaan langit. kaisar Xander tetap menatap lekat wajah Syalila.


"Siapa kau, cantik." seru Kaisar Xander berusaha membuka segel di tubuhnya.


Sedangkan Komandan Jang melindungi Kaisarnya yang tak lain adalah kakaknya.


Syalila mengangkat tangannya, otomatis tanah di sekitanya terangkat dan membentuk bola besar di langi. sesaat kemudian Syalila mengayunkan tangannya kembali kebawah, yang otomatis bola besar itu menghantam tanah.


DAMM...(tanah bergetar)


AAAA!!!!!


Guncangan lumayan dahsyat membuat sekitaran Kerajaan Langit bergetar dan teriakan para pasukan kerajaan bumi mengema. entah berapa ratus pasukan yang binasa.


"Hemmm." senyum Syalila pada Kaisar Xander sambil menunjuk. wanita itu terlihat tersenyum-senyumnya benar-benar menunjukkan senyum yang begitu menggoda pada setiap orang yang melihatnya.


"Kita pergi dulu, Jang." perintah Kaisar Xander. lalu Komandan Jang mengucap mantra.


"Wei..wei mau pergi kalian!!" seketika Syalila hendak mengejar dan...


CUP...


Kaisar Xander yang tiba-tiba mendaratkan kecupan di pipi Syalila. hingga membuat syaila langsung terhenti wanita itu menatap ke arah pria yang tiba-tiba memberikannya ciuman.


"Apa, dasar brengsek!!" seru Syalila yang terdiam dan memegang pipinya. "Hei dasar pria kurang ajar, buaya darat yang tanpa kepala!!!" seru Syalila sambil marah-marah dan menunjuk orang yang telah lenyap di depan mata.


"Nona, mereka sudah pergi!" seru Jendral Zeus sambil tersenyum melihat tingkah Syalila.


"Mau kemana kau?!" seru Kaisar Xion.


"Aku?" tanya Syalila yang menunjuk wajahnya sendiri.


"Ya kau!" jawab Kaisar Xion.


"Mau kembali kedalam lah." jawab Syalila yang masuk kembali ke dalam kerajaannya.


"Nona, apakah kau tak mau membantu saya!" seru Jendral Zeus.


"Ngapain?" tanya Syalila yang tak mengerti.


"Tolonglah bantu saya membawa Kaisar Xion karena saya juga terluka" ucap jendral Zeus.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2