
"Semoga pemikiranku tidak benar, suamiku. karena hal itu akan membuat kita bertarung lebih parah lagi dari yang dahulu." Syalila yang sudah merasa pusing karena permasalahan ini.
Di tempat lain Riu merasa bingung dengan sikap Azela yang mulai menjauhinya. entah apa kesalahan Riu yang membuat Azela marah padanya. kegundahan yang ada di hati Rio terasa bagaikan kobaran api yang sangat luar biasa kalau biasanya Azela akan marah ketika dia bersama seorang wanita namun sekarang wanita itu tidak mau menatapnya sama sekali.
"Sedang apa kau di sini, Azela? apa ada yang membuatmu bimbang?" tanya Riu kepada Azela yang sedang memikirkan sesuatu.
"Apakah dahulu saat kalian berperang dengan para dewa? lalu, apakah keadaannya sangat membahayakan?" tanya Azela kepada Riu.
"Kau benar, waktu itu kami bertarung dengan mati-matian untuk mengusir para dewa dari bumi dan mengambil hak kami untuk dipandang di kalangan para dewa." jawab Riu sambil memandang wajah Azela yang cantik.
"Pasti kalian berjuang mati-matian untuk mempertahankan hutan hijau dan kerajaan lain." Azela yang sudah mulai membayangkan keadaan itu.
terlihat Riu menatap wajah sendu Azela pemikiran yang begitu dalam itu membuat Riu sedikit tersenyum.
"Apakah kau marah padaku, Azela. hingga kau sekarang mengacuhkanku?" tanya Riu pada Azela.
"Kenapa aku harus marah padamu, kau bukanlah sesuatu yang harus membuatku marah. Apakah ada sesuatu yang membuatmu berfikir aku akan marah?" tanya Azela dengan menahan rasa sakit di hatinya. mengingat Rio bersama wanita lain dan dia tidak pernah menerima perasaannya terkadang Hal itu membuat Azela selalu merasakan kegundahan yang sangat luar biasa.
"Lalu mengapa kau tak mau berbicara denganku?" Riu yang terus mengejar Azela.
"Memangnya ada apa, apakah aku sudah melakukan sesuatu? Kenapa tiba-tiba saja kamu mengatakan hal itu, Riu?" tanya Azela.
"Entah mengapa rasanya kamu menjauhiku, Azela." jawab Riu.
Terasa angin berhembus
menerpa dua sejoli yang saling menatap
satu tatapan mata
yang bisa mengartikan 1000 bahasa
diam bisa mengartikan
berbicara pun bisa mengartikan
cinta adalah sebuah kata
__ADS_1
yang bisa membuat Diam seribu bahasa
"Apakah kau sedang marah padaku, Azela?" tanya Riu sembari memegang tangan Azela.
"Untuk apa aku harus marah, Memangnya kenapa aku harus marah?" tanya Azela.
"Apakah kamu marah karena aku bersama dengan putri kerajaan ini?" tanya Riu.
Azela nampak tersenyum, wanita itu menatap Riu dengan tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan. "Kenapa aku harus marah padamu, Memangnya Apa hubungan kita?" tanya Azela yang membuat Riu benar-benar tersentak luar biasa.
"Maksudmu?" tanya Riu.
"Aku capek dengan mu, Riu. kau tak pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan, mungkin lebih baik aku melupakanmu dari hati dan pikiranku." Azela yang mencoba melepaskan tangannya dari tangan Riu.
"Aku.." Riu yang tak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Dengan jelas aku mengatakan kalau aku menyukaimu, Riu. tapi kau selalu mengacuhkanku dan menganggap perasaanku ini sebuah mainan." Azela yang kemudian pergi dari Riu.
Seketika Riu langsung menarik Azela, pria itu menarik Azela di dekapannya dan mencium lembut bibirnya. seketika mata Azela terbelalak dengan apa yang dilakukan oleh Riu, tak pernah terpikir olehnya kalau Riu akan menciumnya seperti ini. rasa cinta itu malah semakin menggebu seketika Azela langsung membalas ciuman Riu dengan sangat agresif.
Sesaat kemudian
"Nona Sya, maafkan atas kelakuan saya, nona, saya tak bermaksud seperti ini." ucap Riu sambil meminta maaf kepada Syalila ratunya.
"Kita bahas besok pagi, karena hari sudah semakin larut. tak baik anak gadis berada di luar kamarnya dan kau Riu tolong besok temui aku dan suamiku." perintah Syalila kepada Riu yang membuat Riu takut akan dipisahkan dengan Azela.
"Kau masuklah dahulu, besok aku akan menemui tuan raja dan ratu." Riu yang membujuk Azela untuk masuk ke kamarnya.
entah apa yang akan terjadi besok pagi, Riu ingin berpikir positif karena dia tahu seperti apa nyonya ratunya.
Di lain tempat seorang dewi dan iblis yang telah dikurung oleh Syalila dahulu kini telah bangkit kembali, iblis itu ternyata adalah Zarkha dan Dewi penghianat itu adalah istri dari raja Han ratu Yan yusha.
"Pisahkan nona Sya dari keluarganya, biar dia merasakan apa yang aku rasakan." ucap ratu Yan yusha kepada Zarkha.
"Tenanglah, aku pasti akan mengambil kekasihku kembali dan membawanya pergi jauh dari mereka." jawab Zarkha dengan arogannya. ternyata Ratu Yan Yusha bekerjasama dengan Zara untuk memporak-porandakan hutan roh.
Setelah Raja Han dikurung karena kesalahannya dan ratu yang Yusa menaruh dendam teramat kepada Syalila karena dia tidak bisa berkumpul dengan suami tercinta.
__ADS_1
"Kau akan merasakan apa yang aku rasakan, berpisah dari suami dan anak-anakmu." bara api dendam telah menyelimuti jiwa ratu Yan yusha.
Setelah melihat kejadian malam itu akhirnya Syalila mengajak Riu untuk bertemu dengan suaminya. wanita itu harus mencari tahu bagaimana perasaan Riu kepada putrinya, dia tidak ingin ada pernikahan yang terjadi hanya karena keinginan satu orang saja.
"Baiklah Riu, kau harus menjawab semua pertanyaanku." pinta Syalila kepada Riu.
"Baiklah Yang mulia ratu Sya." jawab Riu dengan gunda.
"Apakah kau mencintai putri ku, Riu?" tanya Ley kepada Riu yang membuat Riu mendongakkan wajahnya kepada Ley.
"Mohon maafkan saya Yang tuan raja, hampa tidak berani!" jawab Riu dengan terbata.
"Lalu apa yang kau lakukan kemarin Riu?jangan bilang kau cuma mau mempermainkan putriku saja, awas kau Riu. bakal aku pepes kau menjadi rubah bakar atau rubah pepes." Syalila yang murka dengan jawaban Riu.
"Hampa tak pantas untuk menjadi pendamping Putri Azela, tuan raja." jawab Riu yang menahan gejolak di dadanya.
"Huh.., Yang aku tanya itu kau mencintai putri ku atau tidak!! jangan bertele-tele, jangan membuat aku menjadi murka!!" seru Syalila di depan wajah Riu. sontak itu membuat Riu sangat terkejut luar biasa Bagaimana tidak suara teriakan Syalila menggema begitu luar biasa, hingga membuat telinga Riu berdenging.
"Saya sangat mencintai Putri Azela, nona Sya, tapi aku takut kalau aku tak pantas untuknya." jawab Riu dengan menahan sesak di dadanya.
"Jadi orang itu jantan lah Riu. contohlah tuanmu kalau mencintai seseorang itu perjuangkan, jangan cuma di abaikan. kamu ini pria kok cemen banget sih." Syalila yang sudah memincingkan matanya dan melotot menatap Riu.
"Setelah masalah hutan roh selesai, segera kau nikahi Putriku. awas kalau kamu mempermainkan nya!" seru Ley yang kemudian berlalu pergi.
Azela yang mendengar perkataan kedua orang tuanya, dia merasa senang luar biasa karena cinta mereka telah direstui kedua orang tuanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan