Terpaksa Menikah Denganmu

Terpaksa Menikah Denganmu
eps 2


__ADS_3

air mata amel tak dapat di bendung lagi akhirnya amel terisak sampai lelah hingga tertidur.


*pagi.


Lila sudah berada di depan rumah bude,bude yang bare selesai menyiapkan sarapan menyuruh Lila masuk sekalian ikut sarapan bersama Amel.


kini Lila sudah duduk di kursi bersiap untuk sarapan namun Lila masi menunggu Amel.


"bude,Amel uadah siap ?"


"iya,amel sudah siap,mungkin masi beres beres,Lila sarapan saja,bude panggilkan Amel sebentar!"


"ngga apa bude, Lila nunggu Amel saja sekalian sarapan bareng"


"oh iya"ucap bude yang beranjak pergi.


tak lama bude kembali di susul Amel dari belakang.


Amelpun duduk di samping Lila,sedang bude membuatkan kopi untuk suaminya.


"kamu rapih banget Lil"ucap Amel yang menatap Lila dari atas sampai bawah.


"biasa saja,kamu juga keliatan rapi,semangat banget pagi ini,ngga sabar ya..untuk kerja"


Amel tidak menjawab ucapan Lila,namun Amel mengalihkan pembicaraan.


"udah lama kamu nunggu disini?"


"hmm ngga"


"ooh..trus kita naik apa?"


"kita di jemput,astaga..sampai lupa,kita lagi dikit mau di jemput,kamu sudah siap dengan barang yang kamu bawa?"


"sudah siap semuanya"


"ooh..Yaudah kita sarapannya di percepat takut keburu di jemput"ucap Lila yang berusaha mempercepat sarapan,di ikuti Amel.


sarapan Amel dan Lila baru selesai,terlihat bude yang ter buru buru menghampiri mereka.


"Kalian sudah di jemput,ayo siap siap!"kata bude


merekpun sudah bersiap untuk berangkat,Lila menghapiri mobil dahulu tepat di depan rumah bude,sedang Amel ingin menengok lean di kamar.


Amel melihat lean masi tertidur,Amel mengelus rambut leon lalu mengeceup keninv leon"kaka pergi dulu...kaka sayang sama leon"bisik Amel,setes airmatanya jatuh dipipi hatinya merasa tidak tega untuk meninggalkan adikk kecilnya.


tiba tiba terdengar bunyi klakson dari luar,amel cepat cepat menghapus jejak air matanya lalu keluar menutup pintu dari luar.


sebelum masuk kedala mobil Amle tak lupa ber pamitan sama bude juga pa'de.


"bude Amel titip leon"


"iya,nude akan jagain leon,kamu baik baik di sana ya?


"iya"


tak lupa juga amel meminta doa.


berpamitan selesai.kini amel sudah berada di dalam mobil,kemudian mobil melaju menuju kota XX.


dalam perjalanan Amel hanya melongo memandang ke arah luar.Lila yang melihatnya merasa aneh,suasana menjadi hening karna Amel tidak berbicara semenjak awal keberangkatan.


"Mel,kamu kok jadi ngga semangat,kenap?"


"aku ngga apa apa,hanya saja...aku ngga tega ninggalin leon,apalagi leon adalah adikku satu satunya yang kupunya"

__ADS_1


"kamu doain saja,semoga leon baik baik di sana"


"iya"


setelah itu.amel merasa baik kini mereka menikmati perjalanan.


kini mobil berhenti tepat di depan gedung yang terlihat mewah dan elegan.Amel dan Lilapun turun.


mereke masi berdiri menatap tempat mereka bekerja.


"K A F E R E S T O M A H E N D R A"ucap Amel yang membaca tuliasan tepat di atasnya gedung.


Lila hanya menggeleng kepala tanda kagum.


kenudian seorang supir yang mengantarkan Amel Bersama Lila Menghampiri mereka.


"silahka kalian masuk"


Amel dan Lila saling tarik menarik untuk masuk terlebih dulu


"mel,kamu lebih dulu masuk"ucap Lila yang mendorong tubuh Amle pelan


"ngga ah,aku takut,kamu saja"kata Amel yang berpinda tepat di belakang Lila dan kembali mendorng Lila.


mereka tak menyadari bahwa banyak orang yang melihat tingkah mereka yang saling dorong mendorong akhirnya Lila mengalah.


Lila masuk lebih dulu lalu di ikuti Amel .ternyata di dalam gedung tersebut sangat ramai dengan pengujung yang mencicipi aneka ragam makanan.mereka mengikuti orang yang menyuruh masuk dan di persilahkan duduk di tempat yang disediakan khusus untuk mereka,lalu orang itu pergi.


"Mel aku kok jadi deg degkan gini!"ucap Lila


"aku juga Lil,apa ini suatu pertanda bahwa bos kita galak ya!"


"aku juga ngga tau,kita liat saja nanti"


Amel dan Lila hanya mengikuti saran dari orang memanggil mereka masuk sebelum pergi"kalian tunggu disini,saya panggilkan bos dulu"ucapnya.


Lila mengangap melihat sosok yang berada di depan matanya.sedang Amel menatap wajah sosok yang tengah menghampiri mereka dengan rasa takut karna fikirnya"wajahnya saja terlihat seram,ngga ada senyuman sesikit,apalagi mendapat karyawan seperti dirinya yang belum berpengalaman dalam bekerja,bisa bisa sehari kerja besoknya dipecat"batin Amel.


Amel sengaja menyenggol lengan Lila untuk menyadarkan Lila dari tatapan yang tiada hentinya,Lila kemudian tersadar.merekapun menebak bahwa lelaki yang kini berada di depan mereka adalah bos merek nanti.


"kalian yang ingin bekerja disini?"


"iya pak!"jawab Amel dan Lila serempak


"saya RENDY MAHENDRA pemilik kafe ini,saya harap kalian bekerja dengan profesional dalam melayani pelanggan,dan ikut bekerja sama dengan palayan pelayan lainnya,mematuhi aturan dari kafe dan dari ketua pelayan nanti,kalian mengerti?"


"mengerti pak!"jawab Amel dan Lila bersamaan lagi.


"siapa nama kalian"


"saya LAILA INDRIANI di panggil Lila,pak"


"saya CAMELIAPUTRI CANDRAGUPTA di panggil amel,pak"


"ya..ya..biasa pelayan memanggil saya Pak Ren,soal tempat tinggal kalian,tidak perlu tinggal di kafe ini,karna kamar yang tersedia disini sudah penuh jadi sementara kalian akan tinggal di rumah saya!"


Lila merasa senang di dalam hatinya.sedang Amel tidak menyetujui perkataan bosnya itu.namun apa daya dirinya hanyalah pekerja yang akan di atur atur.


"baik pak!"jawab Amel dan Lila


"baiklah,nanti malam kalian mulai bekerja,untuk siang ini kalian istrahat sekalian beres beres.kalian akan di antar pak amir kerumah saya"ucap Ren selaku bos kemudian meninggalkan Amel dan Lila.


merasa Ren sudah jauh Lila mengutarakan rasa bahagianya ke Amel.


"yaa ampun mel,kalau bos nya yang itu aku jadi betah nih kerja di sini"

__ADS_1


"hmm.."


amel hanya menganggukan kepala tanpa bicara.


"duuuh bosnya ganteng, idaman aku bengeet!"ucap Lila yang mulai melamun,tapi gagal karna orang di maksud Ren bernama amir menghampiri mereka.


"maaf bisa kita berangkat skarang?"tanya pak amir


"bisa pak"jawab Amel,membuat Lila Terperangah.


Pelayan di sekiling mondar madir mengantar pesanan tanpa memperdulikan mereka.Amel dan Lilapun Kembali ke mobil semula,lalu pak amir menjalankan mobil.


tidak jauh menempuh perjalanan menuju rumah Bos mereka,kini mereka telah sampai saat mobil berhenti di gerbang di lengkapi pagar besi.


Amel dan Lila langsung turun seblumnya pak amir menyuruh mereka tetap di dalam menunggu pintu gerbang di buka.


"Mel...rumahnya pasti mewah dan besar,lihat saja pagarnya aja udah mewah apalagi rumahnya"kata Lila yang memandangi sekeliling area rumah yang di depannya.Amel hanya tidak perduli,malah dirinya merasa tidak bebas jika serumah dengan bosnya.


akhirnya pintu gerbang terbuka di bukakan oleh seorang lelaki yang berumur 40 an ke atas,mobil dijalankan,Amel dan Lila memilih berjalan kaki ketimbang masuk lagi ke dalam mobil.


Sejetika mata Lila tak berkedip melihat rumah yang di hadapanya,Amel melangkah sambil menarik lengan Lila agar Lila ikut berjalan.


"ya ampun mel..ini rumah pak Ren?,udah bukan rumah lagi tapi sudah istana ,mel,aku ngga nyaka kita bakal tinggal disini"


"Lil aku kira kamu pendiam eh ternyata kamu cerewet banget,bisa diam ngga?ini bukan rumah kita,kita hanya numpang!"


"iya deh aku diam nih"


mereka di bukakan pintu seotang wanita berpakain sepeti bukan nyonya penghuni rumah pak Ren


"silahkan masuk neng!"


"iya terimakasih"mereka menebarkan senyuman ke sang wanita yang membuka pintu.kemudian masuk menuju kursi sofa dan langsung duduk.


lalu seorang wanita menghampiri mereke,namun berbeda lagi dengan wanita yang membukakan pintu


"silahkan saya tunjukan kamarnya,mari!"


mereka mengikuti langkah wanita yang hendak memberitahukan letak kamar mereka.


setelah selesai mengantar Amel dan Lila Wanita itu pamit melanjutkan pekernaannya.


kamar amel dan Lila terpisah,namun bersebelahan berbeda dengan kamar Pak Ren yang terletak di lantai atas dedang mereka di lantai bawah.


*di kamar Amel


setelah wanita itu pergi,amel langsung menutup pintu.lalu berbaring di atas kasur.ternyata kamarnya sudah bersih di bersikan oleh ATR di rumah itu.


"hhhaaaaffuuuff..."hempasan nafas Amel lewat mulutnya


"padahal aku ingin tinggal di kafe saja,kenapa harus disini?membuat aku tertekan lama lama"cetus Amel yang memandang langit langit kamarnya.


amel tiba tiba merasa mengantuk akhirnya Amel memilih tidur karna sehabis magrib dirinya akan mulai bekerja


amelpun tertidur palagi perjalanan yang cukup jauh membuat Amel kalehan


 


**BERSAMBUNG


MAAF🙏 JIKA CERITA INI


MEMBOSANKAN😊


SAYA 🧕HANYA DAPAT MENULIS✍ SEBATAS

__ADS_1


KEMAMPUAN SAYA🧕,JIKA YANG MENYUKAI👍 CERITA INI SAYA🧕 UCAPKAN TERIMAKASI🙏\*\*


 


__ADS_2