Terpaksa Menikah Denganmu

Terpaksa Menikah Denganmu
eps 4


__ADS_3

sesampainya di kamar,Amel langsung menghempaskan tubunhya di atas kasur lalu tertidur karna matanya sudah terasa mengantuk.


*pagi


setelah bangun tidur,bersih bersih,Amel melangkah menuju dapur untuk mengambil minum,di dapatinya wanita yang kemarin mengantarkan dirinya ke kamar.


"eh,neng sudah bangun,ada yang bisa bibi bantu?"


"tidak, ngga ada,saya hanya mau ngambil minum!"


sambil berjalan mengambil gelas lalu menungakan segelas air


"bibi ngga tau nama neng siapa,kalau bibi panggil saja bi inun,dan yang membukakan pintu waktu itu panggil saja bi ina"


"ooh ya bi inun,saya Amel panggil saja Amel,truess bi inanya kemana,kok cuman bi inun disini!"


"bi ina ada di halaman"


"ooh..bi inun mau masak apa nih?"Amel yang melihat bi inun memotong sayuran


"mau masak nasi gorang kesukaan tuan Ren"


"ooh..Amel bisa bantu apa,bi?"


"tidak udah neng,nanti tuan liat bibi di marahin!"


"kok di marahin sih bi?,kan Amel disini cuman numpang,Amel ngga enak kalau ngga bantu bantu di rumah ini!"


"bibi tau kok neng,tapi tuan melarang para tamu membantu bekerja di rumah"


"ooh..ya sudah,Amel kekamar dulu mau mandi"


"iya neng!"


Anel pun beranjak,namun ber pas pasan bertemu Ren yang masi memakai baju tidur turun dari tangga,Amel sengaja tidak menggubrisnya namun Ren menyapanya langsung


"pagi mel!"


"pagi pak"ucap Amel yang memberhentikan langkahnya


Ren memang sudah berumur 35 namun wajahnya masi kelihatan muda dan tampan,tak heran bila banyak wanita yang mengincarnya namun Ren tidak tertarik sama sekali.


"maaf pak,saya kekamar dulu,mau bersih bersih,permisi"ucap Amel yang kemudian melangkah pergi"lagi lagi pak Ren menatapku aneh,maksudnya apa?"batin Amel


"cantik!"ucap Ren sambil tersenyum memandang kepergian Amel,terasa Amel sudah berlalu Ren kembali langkahnya.


*di kafe


Amel dan Lila sudah di perkenalkan saat mereka sampai ke kafe juga belum ada pelanggan,para pelayan wanita maupun pria senang berkenalan dengn mereka,apalagi para pelayan pria sebagian selalu menggoda Amel,karna kecantikannya,kebaikannya,juga kepolosan yang ada pada dirinya,membuat mereka merasa gemez terhadap Amel,Amel tidak mengambil serius namum hanya bercanda saja.


Amel di tugaskan menerima menu pesanan pelanggan dan untuk mempersiapkan makanan pesanan pelangga bersama 3 temannta termasuk Reny,


"Amel,kamu harus tau,pak Ren ngga pernah ngajak karyawannya masuk kedalam mobilnya,jangan kan karyawannya wanita manapun tak pernah,baru kali ini pak Ren mengajak karyawannya,yaitu kamu!"ucap Renny sedikit berbisik


"oh ya?"


"iya,dan satu lagi selama saya kerja di sini tak satupun dari kami di tawarkan ikut bersamanya,bahkan berbicara jarang kecuali ada yang penting"


"ooh.."


"aku heran sama pak Ren akhir akhir ini,semejak kamu kerja disini aku melihat pak Ren senyum senyum sendiri loh di ruangannya,saat aku membawa catatan menejemen keuangan bulan kemarin"


Reny bercerita namun tangannya tak berhenti menerima menu dan mempersiapkan pesanan,Begitupun amel melakukan hal yang sama


"menurut kamu gimana mel?"tanya Reny

__ADS_1


"gimana apanya?"


"tantang pak Ren!"


"jujur aja aku juga merasa aneh,pak Ren saat pertama aku bertemu,sikapnya dingin dan tatapannya biasa biasa aja,namun semalam pak Ren berbeda,aku merasa takut bila berdekatan dengannya!"


"kamu ngga usah takut para pelayan semua tahu kalau Pak Ren itu orang baik"


"iya"


Amel dan Reny menjadi akrab,sedang Lila yang mondar mandir antar pesanan pelanggan menjadi kewalahan lalu memutuskan untuk menghampiri Amel dan Renny


"mel,boleh mintatolong ambilim minum yang di belakang kamu!"


Lila menyuruh Amel untuk mengambilkan segelas air minum karna dirinya dan tempat air minum terbatas oleh meja kasir yang berukuran panjang


"makasih"ucap Lila yang meneguk segelas air.


waktu sudah pukul 12 :01 waktu untuk para pelayan berisistirahat,sementara kafe di tutup karna karyawan mengabiskan waktu dengan makan siang.


Amel dan Lila semeja saat makan,tak lama muncul ferry


"maaf bisa bergabung?"tanya Ferry yang menggenggam piring serta gelasnya


"boleh!"ucap Amel dan Lila hampir bersamaan


ferrypun duduk,Amel dan Lila melanjutkan makan


"mel semalam kamu ngga di jemput ya?"


"iya,kok tau?,pasti Renny yang memberitahu!"


Lila mendengar pertanyaan Ferry terkejut


"fer,maksud kamu semalam Amel ngga jadi pulang ke rumah Pak Ren?"tanya Lila yang tidak tahu apa apa twntang semalam


"Apa!!!"suara Lila seketiak menjadi keras,sehingga pelayan yang makan siang menoleh kearah mereke,Amel mengisaratkan agar Lila mengecilkan suaranya,akhirnya Lila menurut


"apa?semalam kamu pulang bersama pak Ren?"


"iya,maaf ya,aku ngga sempat bilang soal semalam"


"kenapa bisa,mel?"


Amel menceritakan samapai akhir,Ferry dan Lila hanya melongo mendengar Amel yang menjelaskan


"mel,jangan jangan..."kata Lila terputus dengan kedatangan Reny


"Amel,kamu di panggil sama pak Ren!"


Amel tiba tiba merasa gugup,namun berhasil di sembunyikan


"dimana?"tanya Amel yang melapmulutnya tak lupa minum seteguk air


"diruangannya!"


"memangnya buat apa Amel di panggil Ren?"tanya Lila yang penasaran


"saya juga ngga tau,kalau begitu saya mau melanjutkan makan"ucap Renny yang pergi.Amel sebelum masuk keruangan Ren,tak lupa merapikan pakaiannyajuga rambutnya,kemudian masuk.


"ada apa bapak panggil saya!"tanya Amel dengan lembut,namun hatinya merasa tidak senang


"Kamu sudah makan?"


"sudah pak,apa ada yang bisa di bantu pak?"

__ADS_1


"oh tidak,saya kira kamu belum makan saya hanya ingin kamu menemani saya makan!"


"pak Ren maunya apa sih,masa di temenin makan,dan kenapa harus aku,apa jangan jangan pak Ren orangnya genit ya?iiihh aku semakin takut!"batin Amel.


Amel hanya terdiam,melihat wajah Amel yang ketakutan Ren menenagkanya.


"kamu ngga usah takut,saya ngga akan berbuat yang aneh aneh,saya hanua ingin kamu menemani saya makan,karna selama ini saya makan sendiri"


ucap Ren yang masi duduk di kursi kerjanya dirinya juga yakut jika menghampiri Amel pasti akan membuat Amel semakin takut


"makan sendiri??memangnya pak Ren belum menikah,tapi kalau udah,pasti dirumahnya ada istrinya,tapi ngga jejak istrinya,Aku jadi ngga ngerti,padahal kata Renny usia pak Ren idah 30 an ngga mungkin ngga punya istri ataupun pacar"batin Amel


"gimana?maukan?,ngga lama setelah habis makan kamu bisa keluar"


Amel juga merasa kasihan,jika dirinya menolak tidak enak sedang Ren adalah bosnya,apalagi sampai meminta 3 kali,Akhirnya Amel setuju,karna Ren sudah katakan hanya untuk menemaninya makan saja.##


Lila dan ferry selesai makan, menunggu jam 13:15 menit adalah waktu untuk buka kafe kembali.


Lila menjadi penasaran sama Amel yang masi berada di ruangan Ren.##


Amel hanya diam tanpa mentap Ren lagi makan di meja kerjanya sedangkankan Amel duduk di kursi sofa yang tak jauh dari meja kerja Ren.


"maaf pak,sebentar lagi kafe akan dibuka,bisakah saya keluar skarang?"


"sebentar lagi,kan ga apa apa terlambat sedikit"terdapat senyum di bibirnya sesaat


"pak Ren bukannya marah kepada karyawannya terlambat ini malah ngga apa apa,dasar aneh!"batin Amel merasa kesal,karna hampir sejam dirinya di dalam ruang Ren.amel merasa Ren sengaja memperlambat makannya sehingga dirinya lebih lama di ruangannya.


setelah Ren sehabis makan,Amel langsung keluar tak lupa pamit sama Ren tak perduli Ren mengiyakan atau tidak.


kafe di buka kembali setelah beberapa menit sebelum Amel keluar dari ruangan Ren.Amel langsung menuju tempatnya yaitu menerima menu pesanan dan menyiapkan pesanan,tepat di samping Renny,Lila yang melihat Amel sudah berada di tempat langsung menghampirinya,para pelayan yang lain bertanya tanya penasaran tentang Amel yang di panggil bos mereka.


"Mel,kamu di apain di dalem?"tanya Lila


"iya,kok lama banget di dalam,memangnya pak Ren nyuruh apa?"tanya Renny yang tak kalah sama Lila yang pengen tau.


"Renny kamu kan udah lama kerja disini,apa pak Ren punya istri? atau pacar ?"


"semenjak saya di sini pak Ren ngga punya istri ataupun pacar,memangnya kenapa?"tanya Renny


"pantesan manja!"ucap Amel memalas.


Lila dan Reny merasa bingung dengan ucapan Amel


"maksudnya?"tanya Lila dan Renny hampir bersaan


"pak Ren manggil aku hanya menyuru aku temanin pak Ren makan "


"haa??"cetus Renny


"apa?"kata Lila yang memelankan suaranya


"iya,aneh bukan??"ucap Amel dengan pasang wajah judes


tiba tiba seorang pelanggal memesan,Renny kembali fokus dan Lila juga kembali bekerja,saat itu suasana Kafe menjadi ramai.##


sekitar jam 16:30,kafe di tutup untuk mengistirahatkan karyawan sampai jam 18:15(6 lewat 15 menit,sehabis magrib)Amel memilih menetap sementara di kamar Reny ampai kafe di buka kembali,Namun Lila merengek untuk ikut pulang di rumah Ren,karna Lila tak membawa baju ganti,sedang Amel sudah membawa baju ganti sedari pagi,agar dirinya tidak bolak balik kerumah Ren,apalagi Amel melihat Ren rasa takut merasuki dirinya


akhirnya Amelpun menurut,merekapun pulang di jemput pak amir,sedang Ren sudah pergi lebih dulu karna masi ada urusan di luar.


**BERSAMBUNG**


MAAF🙏JIKA CERITANYA


MEMBOSANKAN,JIKA YANG SUKA

__ADS_1


DENGAN CERITANYA,SAYA MENGUCAPKAN


TERIMAKASIH


__ADS_2