
*pagi
Lila menengik pintu kamar Amel yang masih tertutup dengan pakaian rapi hendak bekerja.
"Amel masi tidur ya? tumben jam begini belum bangun, apa dia sudah bangun namun belum keluar kamar?" ucap Lila yang masi memandang pintu kamar Amel, akhirnya dirinya berniat mengetik pintu
tok tok tok
"meeel,kamu udah bangun? Amel aku sudah siap nih, buruan berangkat " ucap Lila sambil mengetok.
perasaan Lila merasa Amel belum bangun. tiba tiba muncul Ren di belakang Lila.
"lagi apa Lila? "
"ini pak, saya mau cek Amel sudah bangun apa belum, soalnya ngga biasa Amel telat bangun kayak gini! "
"ya sudah kamu pergi saja di luan, nanti Amel akan berangkat bersama saya! "
"oh ya sudah, kalau begitu saya pegi duluan"
"sarapan dulu Lil"
"iya deh" ucap Lila yang melemparkan senyum ke Arah Ren dengan malu malu.
setelah Lila pergi, Ren masi menatap pintu kamar Amel
"Apa benar Amel masi tidur? " ucap Ren tak lama Ren beranjak naik ke lantai atas masuk ke kamarnya.
sesampainya di kamar Ren duduk di kursi menghadap jendela.
"aku harus meminta maaf atas semalam, perlu aku tanggung jawab apa yang aku perbuat,apapun yang Amel lakukan terhadap aku, aku Terima yang penting aku tanggung jawab, iya, " ucap Ren yang kemudian beranjak hendak mandi dengan penuh tekad semangat.
jam menunjukan 09:25 Ren sudah rapi hendak menuju ke kafe,tak lupa mampir di depan pintu Amel yang masi tertutup.
"Amel, yuk berangkat,Amel, kamu sudah siap kan? kamu sudah terlambat hampir satu jam stengah" teriak Ren sambil mengetok, merasa tidak ada jawaban Ren berniat membuka pintu, dan akhirnya Ren melihat Kamar Amel kosong,Ren terkejut,melangkah mengecek baju Amel di lemari
tapi kosong juga.
"Amel kemana? jangan bilang dia kabur! " kata Ren yang panik. langsung Ren berlari menuju mobil dan melaju menuju kafe.
sesampainya di kafe, Lila menggantikan posisi Amel. langsung Ren menghampiri.
"Lila, Amel disinikan?"
"ngga kok, bukannya bareng sana bapak? " ucap Lila yang mulai merasa ada yang aneh.
kebetulan Renny yang berada di sampingnya lLila mendengar pembicaraan mereka.
"memangnya apa yang terjadi pak, sama Amel? "tanya Renny
"Amel gga ada di rumah saya, dan pakaiannya pun sudah kosong di lemari"
"apa??? berarti Amel kabur pak? " ucap Lila yang terkejut
"apa? kok bisa pak? " tanya Renny
Ren kemudian terdiam mendengar kata Renny. Renny dan Lila mentap Ren dengan rasa curiga.
"apa Amel punya masalah sama bapak? " tanya Lila pelan dengan mata tajam menatap Ren.
Ren seakan kaget dengar pertanyaan Lila
"oh tidak, tidak, kami baik baik saja selayak atasan dan bawahan" ucap Ren
"ooh, mungkin Amel pulang kampung"ucap Lila
" semoga saja, tapi boleh saya minta alamatnya? "bisik Ren pelan
Lila dan Renny ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai sampai bos mereka meminta alamat Amel.
Lila pun mengasih alamat Amel, kemudian Ren pergi ke ruangannya.
" Lila, kok aku merasa ada yang aneh,coba deh fikirin pak Ren menyusul Amel,mungkin mereka ada masalah, aku yakin Lila, menurut kamu gimana? "kata Renny.
"aku juga berfikir kayak gitu, tapi jika mereka ada masalah, biarkan saja mereka menyelesaikan sendiri, Apalagi Amel sudah beberapa kali bilang ke aku kalau dia ngga punya perasaan sama pak Ren, aku percaya kata Amel, karna Amel orang yang jujur, mungkin pak Ren sudah nembak Amel, namun Amel menolak dengan cara kabur"kata Lila tersenyum
Renny yang mendengarnya dengan serius.
" semoga Amel balik lagi kerja disini"
"amiin"
__ADS_1
Ren kemudian melewati Lila dan Renny, hendak keluar dengan mobil yang dikendarai nya.
mobil berjalan dengan kecepatan normal, sehingga tidak terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
hati Ren tidak menetu, hanya memikirkan Amel.
"Amel kenapa dengan cara ini kamu menghindar,padahal aku ingin menyelesaikan malah semalam, aku mau minta maaf sana kamu,aku harus tanggung jawab sama kamu, karna aku takut jika terjadi sesuatu sama kamu suatu saat, aku benar benar hilap, karna aku benar benar mencintai lo,aku ngga bisa nahan gejolak di hati aku, maafin aku, tunggu aku Mel!! " ucap Ren dengan sungguh sungguh.
jam menunjukan pukul 12 lewat 15.perjalanan yang begituh jauh hingga sampai ke kampung di mana Amel berada, Ren tengah mencari Alamat yang tertulis di carik kertas tengah di tangannya. tak lama Ren menemukan tepat berada di hadapannya.
Rumah yang bersih halamnya,sederhana rumahnya namun indah di pandang. Ren masi belum berani masuk hanya memastikan ini rumah Amel atau bukan,namun dirinya bertekad untuk masuk.##
"Mel, Leon kemana? " tanya bude yang menata mekanan di atas meja di bantu Amel.
"Ad di kamar" jawab Amel
"panggil cepat, makan siang sudah siap,sepertinya ada tamu bude cek dulu, kamu panggil Leon ya"kata bude sebelum beranjak.
" iya"ucap Amel yang pergi.
bude pun ikut pergi kedepan terlihat seorang pria gagah tepat di depan pintu.
"tuan ini siapa? dan cari siapa? "tanya bude yang merasa penasaran.
" apakah ini tempat tinggal Camelia putri? atau biasa Amel? "tanya Ren dengan nada sopan.
" iya betul, tuan siapa? "
"oh saya boss di tempat Amel bekerja"
seketika bude terkejut dengan jawaban Ren langsung bude menyuruh Ren masuk dan duduk.
Ren pun duduk, begitupun bude.
"nyari Amel ya,tunggu bude panggilkan"
"iya, terimaksih"
bude pun pergi menemui Amel yang sudah berada di ruang makan bersama leon.
"siapa? pa'de ya? " tanya Amel yang melihat bude nya berjalan menuju ke arah mereka.
"bukan, tamunya nyari kamu, cepat kamu temui, biarkan Leon bude yang temani"
"Amel, ayo temui"
"i iya bude" ucap Amel yang kemudian beranjak.
sesampainya di ruang tamu mata Amel tidak berkedip dengan memasang mata kebencian kepada sosok yang di depannya.
"Amel,, aku... " ucapan Ren terputus karna di potong oleh Amel.
"cukup Ren,kenapa kamu kesini,aku sudah tidak mau bekerja lagi, jadi sekarang aku minta kamu pergi" ucap Amel yang tidak menatap wajah Ren, dirinya masi berdiri tak jauh dari tempat duduk Ren.
"aku kesini bukan untuk mengajak kamu balik bekerja, tapi aku hanya maminta maaf sama kamu soal semalam, aku hilaf,aku ingin bertanggung jawab atas semuanya"
"tanggung jawab??aku ngga butuh pertanggung jawaban kamu, aku hanya minta jangan pernah muncul di hadapanku,karna semua sudah terlambat,aku sudah merasa hancur,kehilangan masa depan aku,karna kamu, jadi percuma saja" ucap Amel dengan basah marah namun pelan takut Bude dan orang lain dengar.
bude yang berada di ruang makan mendengar suara yang marah marah namun tidak jelas didengar, lalu bude menghampiri.
"Leon makan sendiri dulu, ya bude ke depan sebentar"ucap bude yang kemudian beranjak. ##
"apa kamu ngga takut jika terjadi sesuatu sama kamu nanti? "
"maksud kamu apa?? ngomong seperti itu? " tanya Amel
"kamu,, ha ham... " ucapan Ren tidak di lanjutkan karna keberadaan bude yang sudah di lakang Amel, namun Amel tidak menyadari.
"kenapa pada ribut? " tanya bude yang melangkah selangkah tepar di samping Amel.
Amel sedikit cemas, berharap bude nya tidak tau masalah antara dirinya dan Ren.
mereka masi terdiam.
"Amel, kamu kok ngga duduk, ngga capek berdiri? " ucap bude.
"ngga, Amel hanya ingin berdiri saja" ucap Amel yang biasa biasa di depan bude.
"kenapa ngga di buatkan kopi atau teh? "
"ngga usah, ngga usah repot repot"sambung Ren
__ADS_1
" bude orang nya sendiri ngga mau di buatkan apa apa"kata Amel yang cuek.
"Amel sejak kapan kamu jadi berubah begini, sudah sana buatkan sesuatu"
"iya"
Amel pergi menuju dapur melihat Leon masi duduk namun selesai makan, Amel yang sudah tau selera Ren yang suka minum kopi lalu membuatkan.
"untuk siapa kak? "tanya Leon yang sudah berada di samping Amel
" untuk tamu yang tak di undang, Leon skarang tidur siang ya? "ucap Amel
" baik kak"kata Leon yang pergi meninggalkan Amel.
"sebenarnya kedatangan tuan mau menjemput Amel? " tanya bude
"panggil saja Ren, saya tidak enak di panggil tuan,sebenarnya saya kesini ingin me.. "lagi lagi kata Ren terputus karena seseorang tiba didepan pintu mengucapkan salam
" Assalamulaikum"
"wa'alaikumusalam, pa'de sudah pulang? "
"iya, eh ada tamu ya, siapa? " tanya pa'de yang langsung duduk di samping bude
"saya Ren selalu boss di mana tempat kerja Amel" ucap Ren yang tersenyum.
pa'de tersenyum setelah mendengar jawaban Ren
"terus kesini ingin menjemput Amel? " tanya pa'de lagi
"bukan tapi saya ingin.. ingin melamar Amel"
pa'de dan bude terperangah mendengar ucapan Ren, sedang Amel yang sudah berada di pintu antara ruang tamu dan ruang keluarga sempat kaget hingga hampir menjatuhkan napan yang di pegangnya sehingga gelas kopi dan piring teh bergetar yang menghasilkan bunyi menyebabkan semua orang menatap Amel yang berdiri di hadapan mereka.
"apa yang nak Ren ucapkan itu serius? " tanya Pa'de, bude menunggu jawaban dari Ren.
Amel pelan pelan melangkah dan meletakan segelas kopi di lapisi piring kecil di bawah gelas.
lalu Amel kembali kedapur dan ingin tidak menemui Ren. akhirnya Amel duduk di kursi yang ada di dekatnya.
"iya, saya serius, saya sangat mencintai Amel"ucap Ren yang meyakinkan kedua orang tue yang berada di depannya.
" kami setuju saja, namun kita serahkan keputusan sama Amel, loh Amel kemana ndo? "tanya pa'de sama bude.
" mungkin lagi di dapur, tunggu bude panggilkan"ucap bude kamudian pergi.
tak lama bude kembali dengan Amel. kemudian mereka duduk
"gimana Mel? apa kamu mau menerima lamaran nak Ren? " tanya pa'de
"Amel bukan bermaksud tidak Terima lamaran Ren tapi Amel tidak mencintai Ren sama skali! " ucap Amel spontan membuat Ren merasa kecewa di dalam hatinya, dirinya tidak menyangka bahwa ada cewek yang menolaknya mentah mentah.
pa'de dan bude merasa tidak enak dengan Ren. mereka mulai membuat suasana menjadi santai.
agar tidak ada rasa ketegangan.
"kamu yakin Mel, dengan perasaan kamu yang sebenarnya? " tanya bude, yang belum percaya kalau Amel tidak sama sekali tertarik sama Ren yang begitu tampan walaupun umur bedah kau dari Amel.
"iya bude,itu yang sebenarnya Amel rasakan" ucap Amel yang serius"itu ngga mungkin karna aku ngga mudah lupain orang yang sudah merusak kehormatan aku, merusak mesa depan aku,aku ngga akan pernah menyukainya"batin Amel yang menatap Ren.
"Amel, pa'de sama bude berharap kamu mau menerima lamaran Nak Ren dan kelihatan nak Ren anak baik baik, juga bertanggung jawab kalau soal mencintai atau tidak itu urusan belakangan, apalagi adik kamu Leon pasti butuh biaya, kamu sudah taukan skarang ini hidup kita sudah semakin susah, mana yang harus di bayar! " ucap pa'de ingin Amel mencerna ucapannya, karna fikir mereka jika Amel hidup dengan Ren dinya akn bahagia.
Amel juga tidak ingin banyak merepotkan pa'de juga bude nya namun disisi lain dirinya tidak menyukai Ren.
"aku tidak akan menjawab hari ini beri aku waktu untuk berfikir" ucap Amel yang merasa dilema.
terdapat ketenangan di raut wajah Ren sedari tadi menunggu Amel agar menerimanya.
"ya sudah kamu fikirkan baik baik masa depan kamu juga Leon karna tak selamanya pade dan bude bisa bersama membantu, nak Ren bisa menunggu kan? "
"iya, saya siap menunggu" ucap Ren tersenyum menatap Amel.
Amel tak menatapnya.
"yasudah, kita makan siang bersama, ayo nak Ren ikut makan, pasti laper kan? " kata bude.
Ren tersenyum malu malu.
"terikasih kebetulan saya dari tadi belum makan"
"ayo" kata pa'de.
__ADS_1
merekapun makan siang bersama. Ren mulai akrab dengan pa'de juga bude sedang Amel hanya diam tak menghiraukan pembicaraan mereka.
BERSAMBUNG