Terpaksa Menikah Denganmu

Terpaksa Menikah Denganmu
eps 5


__ADS_3

akhirnya amelpun menurut,merekapun pulang di jemput pak Amir.sedang Ren sudah pergi lebih dulu karna masi ada urusan di luar.


#di rumah Ren


saat Amel sudah rapi hanya menunggu pak Amir siap untuk mengantarnya ke kafe,saat berjalan hendak menemui Lila,ternyata Lila lagi makan bersama Ren.


"hai mel,sini makan"kata Lila yang melihat Amel


Amelpun melangkah,sebuah tatapan begitu dalam terhadapnya yaitu tatapan Ren.


Amelpun duduk,Amel memperhatikan Lila seperti gembira bahkan makannya di ukir seindah mungkin.


Amelpun ikut makan namun didalam dirinya merasa tidak enak,di karenakan Ren selalu meliriknya tanpa berkata.


"pak Ren terimakasih,sudah mengajak kami makan,padahal kami hanya karyawan di kafe dan menumpang di rumah pak Ren ini"ucap Lila yang selesai makan sambil menghapus jejak noda makanan di bibirnya menggunakan tisyu.


"iya,sama sama"jawab Ren tanpa senyum


"oyya Mel,maaf ya aku pergi duluan, kalau aku sudah sampai di kafe,aku akan menyuruh pak Amir cepat jemput kamu,soalnya aku mau beli yang di pesan Renny,karna kemarin Renny lupa jadi ngga sempat beli,malam ini juga Reny sibuk,jadi aku deh yang harus membelinya"


mendengar penjelasan Lila Amel tak menghabiskan makanannya karna baru 3 roll masuk kedalam mulutnya.


"aku ikut!"kata Amel cepat,Lagi lagi Ren menatapnya,membuat Amel merasa tidak nyaman jika kali ini dirinya harus berangkat bersama Ren lagi.


"aduuh Mel,habisin dulu makananya ngga enak tau kalau di buang kan mubadzir,kamu tunggu saja disini aku buru buru nih soalnya mau di pakai malam ini"


"tapi Lil,aku ngga mau menunggu lama lama "kata Amel sedikit berbisik kepada Lila,membuat Ren makin mentapnya dengan tajam


"ngga apa apa di sini juga ada pak Ren kok,yakan pak?"


"iya"jawab Ren datar


"yaudah pak saya kekafe diluan,bay Amel!"ucap Lila lalu pergi sambil berlari kecil


"iya"jawab Ren kepada Lila sebelum Lila pergi.


setelah Lila hilang dari pandangan,suasana hening hanyalah Amel dan Ren,sedang para ART sibuk di belakang.Ren yang selesai makan namun tidak beranjak dari tempat malainkan memandang Amel yang belum menyentu piring makannya yang masi banyak isinya.Amel tidak menatap Ren melainkan hanya menunduk.


"ayo dimakan!"ucap Ren,Amel masi belum menoleh,namun Amel mulai melanjutkan makannya


"kelihatannya kamu takut sama saya,kenapa?"

__ADS_1


"tidak pak!"jawab Amel yang masi menunduk


"kamu ngga usah takut,sama saya,saya hanya ingin lebih dekat sama kamu!"


Amel langsung degdekan mendengar kata"dekat"dari bibir Ren


"ma..maksud pak Ren apa?"


"saya liat kamu orang yang baik,juga bagus untuk di jadikan teman,apa kamu mau berteman dengan saya?"


"tapi pak,memangnya bapak ngga punya teman?"


"hahaha saya memang punya teman tapi semua tidak bisa di percaya,namun saat saya melihat kamu,saya ngin skali berteman dengan kamu!"


"tujuan pak Ren ingin berteman dengan saya apa?"


"saya hanya butuh orang bisa di ajak bicara,bisa menyimpan rahasia,juga orang yang jujur,ya saya melihatnya terdapat pada diri kamu"


"apakah itu tidak berlebihan jika saya menjadi teman pak?"


"tidak,sekalian saja jadi sahabat saya,maukan?"


"tapi pak, saya bisa menjadi teman bapak ataupun sahabat sekaligus tapi itu tidak melebihi karyawan dan bosnya,hanya itu yang dapat saya lakukan!"


"iya pak"


Ren tersenyum terlihat tampan di mata Amel,saat tak sengaja Amel melirik sekilas dengan cepat.


"itu artinya kamu ngga usah takut sama aku,dan satu lagi kamu jangan panggil pak jika di luar kafe atau saat tidak bekerja,panggil saja Ren,bisakan?"


"tapi pak,itu ngga mungkin saya tidak enak sama karyawan yang lain kalau mereka tau pasti mereka akan berfikir yang tidak tidak tentang saya!"


"kamu ngga usah kawatir,jika itu terjadi aku tidak akan tinggal diam,sudalah kamu habiskan makanannya kamu sudah terlambat 5 menit"


"baik pak!"ucap amel yang menghabiskan makanannya yang tersisa sesikit.


"itukan panggil pak lagi!


"maaf!"


*di kafe

__ADS_1


Ren langsung masuk keruangannya setelah sampai,sedang Amel menghampiri Renny dengan pelayan yang lain.


"duuh semakin akrab saja!"cetus Renny yang tersenyum sambil menyenggol lengan Amel


"maksudnya?"


"massa ngga tau,ituh yang barusn mengantar kamu"ucap Renny lagi


"ooh...pak Ren?itu hanya kebetulan,lagian Lilanya lama benget jadi pak amir ngga semper jemput aku!"


"maaf ya Mel,kayaknya Pak Ren suka sama kamu!"sambung Lila


"ngga mungkin,mana mungkin pak Ren menyukai aku,diluar sana masi banyak cewek yang lebih dari aku"


"benar tuh kata Lila,apalagi kamu sering bareng pak Ren,nah sedangkamu bukan siapa siapanya pak Ren,hanyalah karyawan saja,tapi sampai di antar dan pulang bareng"ucap Renny


"aku ngga tau,fikiran kalian aja yang berlebihan,aku juga ngga punya perasaan sama pak Ren,karna masi banyak yang ingin aku gapai!"Amel tersenyum


"terserah kalau kamu ngga percaya nanti kamu akan tau sendiri"kata Renny.


Lila pun pergi karna harus mengantar makanan.


Amel tiba tiba kefikiran dengan pertanyaannya kepada Renny beberapa hari lalu yang belum di jawannya.


"Reny,aku masi ingin tahu,kan pak Ren ngga punya pacar juga ngga punya istri,tapi udah pernah nikah?aku ngga percaya kalau sudah seumuran gitu belum pernah menikah apalagi pak Ren itu idola para wanita!"


"cieee yang ingin tahu tentang pak Ren,itu tandanya kamu suka kan sama pak Ren,ngga usah bohong,disini juga banyak kok pelayan cewek ngefens sama pak Ren,yaa tapi kayak giti sikap pak Ren,cuek!"


"iih kamu apa'an,aku hanya ingin tahu saja!,akukan udah bilang yang sebenarnya kalau aku ngga punya perasaan sama pak Ren!"Amel cemberut,namun melihat Renny yang tersenyum Amel ikut tersenyum


"jangan cemberut gitu mel,nanti pelanggannya pada kabur,hehehe,gini sebenarnya aku juga ngga tau sih,kan ngga mungkin aku nanya langsung ke pak Ren,bisa bisa aku langsung dipecat,kata om aku,pak Ren udah pernah nikah,namun pernikahannya hanya bertahan 3 bulan,istrinya meninggalkannya demi nikah sama lelaki lain,hanya itu yang aku tau,kalu nikahnya mungkin udah lama,puaskan ?"jelas Renny


"ooh..berarti pak Ren duda ?"


"ya begitulah,namun para pelayan yang lain nggk tau soal statusnya pak Ren,hanya aku yang tau,akupun takut membeberkannya,apalagi sampai pak Ren tau mungkin sudah bermacam macam tudingan yang di ucapkan untukku"


"ooh..aku akan merahasiakan itu semua"


"harus mel,yok kita fokus saja kerja,nanti tiba tiba pak Ren dateng kita dimarahin lagi!"


"iya,makasih atas infonya"ucap Amel yang tersenyum.

__ADS_1


merekapun bekerja sampai kafe ditutup.


__ADS_2