Terpaksa Menikah Denganmu

Terpaksa Menikah Denganmu
Penuh Masalah!


__ADS_3

Saat Arash memaksa meniduri Helena, ada sedikit rasa bersalah dalam diri pria itu. Apalagi dia merasa tidak cukup lembut, kala pertama kali memasuki Helena. Tangis dan cakaran di punggung Arash menjadi bukti, kalau wanita itu menahan sakit yang teramat sangat. Arash pikir apa rasanya sesakit itu, mengingat dulu Cia, sang kekasih langsung menikmati sesi panas mereka, meski untuk pertama kalinya.


Saat ini, Arash memeluk tubuh Helena dari belakang. Wanita itu masih setengah terisak, meski kedua belah matanya telah terpejam.


"Helen...." bisik Arash lembut. Perlahan dikecupnya bahu polos milik sang istri. Tidak ada jawaban dari Helena. Arash hanya bisa menarik nafasnya pelan. Memindai kamarnya yang berantakan. Pakaian mereka berserakan di lantai. Gaun mahal Helena teronggok begitu saja setelah Arash merobeknya.


Menyesalkah Arash melakukan itu? Pria itu pikir tidak juga. Ini haknya, dan Helena wajib melayaninya. Yang Arash sesali adalah dirinya yang terlalu kasar saat menjamah tubuh Helena. Rasa marah bercampur gairah ditambah tubuh seksi dan mulus sang istri membuat Arash menggila. Hingga membuat pria itu tidak sabar untuk memuaskan dirinya sendiri.


"Maafkan aku Helen, aku tidak bermaksud menyakiti dirimu. Aku kehilangan kendali diri," lagi Arash berucap lirih. Merasa tidak akan mendapat jawaban dari Helena. Pria itu ikut memejamkan mata. Menyusul Helena tidur. Tanpa Arash tahu, wanita itu membuka mata begitu Arash mulai memejamkan matanya. Helena melihat tangan Arash yang memeluk tubuhnya posesif. Juga lengan kekar pria itu yang menjadi alas kepalanya.


****


Di sisi lain, saat Arash memaksa Helena untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Di waktu yang sama, Evan dan Brigitta juga melakukan hal yang tidak jauh beda.


Kembali, rasa kecewa yang Evan rasakan, membuat pria itu mencari pelampiasan. Dan pelarian Evan tak lain dan tak bukan adalah Brigitta. Wanita yang dengan bodohnya menuruti semua permintaan Evan. Brigitta sudah dibutakan oleh rasa cinta yang dia miliki pada Evan.


Begitu meninggalkan venue pernikahan Arash dan Helena. Keduanya langsung kembali ke apartemen Evan. Begitu masuk, pria itu langsung menarik tubuh Brigitta. Lantas mencium bibirnya dengan rakus. Rasa marah dan kecewa seolah tersalurkan melalui ciuman yang semakin lama, berubah menjadi ciuman penuh hasrat. Apalagi ketika Brigitta tanpa segan dan ragu langsung membalas ciuman Arash.


Dua orang itu saling melucuti pakaian masing-masing. Dengan Evan yang mulai membawa tubuh setengah polos Brigitta ke atas ranjangnya. Pria itu benar-benar kalap. Apalagi ketika mereka mulai menyatukan diri.


Wanita itu sangat menikmati apa yang Evan lakukan padanya. Pria itu mampu membuatnya mabuk kepayang, membawanya terbang ke awang-awang. Melintasi cakrawala. Hingga membawanya ke puncak surga dunia. Dua orang itu terus memacu diri hingga beberapa kali mencapai puncaknya.


****


Berbeda dengan Evan dan Brigitta yang memilih memadu cinta karena kecewa dengan pernikahan Arash dan Helena. Cia justru melampiaskan rasa sakitnya dengan menenggak bersloki-sloki minuman beralkohol di sebuah klub malam.


Mengabaikan kehamilannya. Wanita itu tidak peduli dampak alkohol pada kehamilannya yang terhitung masih rawan. Sejak tadi, berapa gelas yang sudah dia habiskan. Tapi tetap saja wanita itu belum mabuk juga.


Hal itu membuat Cia semakin kesal saja. Dia ingin mabuk agar bisa melupakan kejadian hari ini. Di tengah rasa jengkelnya, sebuah tepukan di bahu Cia membuat wanita itu mendongak.


"Aldo...." wajah kesal Cia berubah sumringah. Melihat seorang pria tampan yang kini duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Kenapa di sini? Sedang kesal?" tanya Aldo. Memberikan kode pada barterder agar memberinya sebuah gelas. Pria itu lantas menuangkan minuman dari botol yang Cia pesan.


"Aku kesal. Kau tahu Arash malah menikah dengan orang lain," Cia mulai curhat pada pria yang dia panggil Aldo itu.


"Kalian putus?" tanya Aldo prihatin.


"Kami belum putus. Aku bahkan sekarang mengandung anaknya. Tapi kata Arash, papanya memaksanya menikah dengan istrinya yang sekarang. Menyebalkan!" maki Cia.


"Kau hamil? Stop minum alkohol Cia. Itu bisa membahayakan anakmu," Aldo berusaha merebut gelas Cia. Tapi wanita itu menolak memberikannya.


"Biarkan saja anak ini mati. Ayahnya saja tidak peduli....jadi untuk apa aku mempertahankannya," bicara Cia mulai kacau. Sepertinya wanita itu mulai mabuk.


"Jangan begitu Cia. Bicarakan semua dengan Arash. Aku pikir dia pria yang bertanggungjawab," Aldo mencoba menasehati Cia. Mendengar perkataan Aldo, Cia tersenyum.


"Kau pria yang baik Al, andai saja hatiku tidak terlanjur jatuh pada Arash. Aku mungkin akan tergila-gila padamu," Cia berkata sambil membelai wajah Aldo yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Kau memang tergila-gila padaku. Kalau tidak, mana mungkin kau berikan kegadisanmu padaku," kekeh Aldo.


"Benar juga ya. Aku bahkan rela berselingkuh dari Arash hanya karena aku bertemu denganmu. Aku pasti sudah gila," oceh Cia. Keduanya lantas tertawa. Hingga tawa itu terhenti. Saat dua mata itu bertemu pandang. Aldo tidak memungkiri kalau dirinya memang mencintai Cia. Tapi pria itu lebih memilih mundur ketika Cia dengan tegas mengatakan kalau dirinya mencintai Arash.


"Kau bawa mobil?" tanya Aldo dan Cia menggeleng. "Bagus. Kita tidak usah pusing soal mengirim mobilmu," seloroh Aldo yang disambut tawa oleh Cia.


"Kau tetap pria menyenangkan seperti dulu, Al," Cia berkata sembari menatap wajah Aldo dalam. Detik berikutnya bibir Cia sudah bertaut sempurna di bibir Aldo. Pria itu berusaha menolak ciuman Cia. "Tolong Al, malam ini temani aku," mohon Cia tanpa melepaskan tautan bibirnya.


Kembali kegilaan karena rasa cinta mengalahkan logika. Hanya beberapa detik berselang, pria itu membalas ciuman Cia. Panas dan juga buas. Cia mengakui kalau Aldo adalah salah satu pria dengan ciuman yang mampu membuat kewarasannya menghilang.


Aksi mereka terus berlanjut. Dengan posisi Cia yang sudah naik ke pangkuan Aldo. "Kau semakin hot saja Al," puji Cia setelah wanita itu melepaskan ciumannya karena mulai kehabisan nafas.


"Dan kau semakin pintar memancingnya," Aldo berkata sambil melirik ke bagian bawah tubuhnya.


Cia tertawa senang mendengar ucapan Aldo. "Jadi tempatmu atau tempatku?" tawar Aldo.

__ADS_1


"Yang lebih dekat, aku tidak sabar lagi," Cia menjawab sambil menggigit bibir bawahnya.


"Segera meluncur, Sayang,"


*****


"Bagaimana? Apa Arash sudah membawanya pulang?" Lendra bertanya pada Shen melalui ponselnya. Sebuah jawaban membuat pria itu menarik nafasnya lega. Lendra berbàlik dan nampaklah Rafael dan Vi, sang Papa juga ada di sana.


"Mereka sudah pulang ke apartemennya. Shan memberitahu Shen," jawaban Lendra membuat dua pria itu ikut menarik nafasnya lega.


"Kalau begitu aku akan menemui mereka. Mereka pasti masih cemas," Rafael pamit diikuti oleh Vi. "Istirahatlah," Vi berkata sebelum menghilang di balik pintu.


Setelah kedua pria itu keluar dari kamarnya. Lendra kembali menarik nafasnya dalam. Menatap pemandangan malam kota dari jendela kamar hotelnya.


"Aku harap nasibmu lebih baik dariku Helen. Aku bisa lihat jika Arash mungkin punya rasa padamu. Sedangkan aku, rasa cintaku sudah pergi bersama penyesalan yang kupunya. Livia...dimana kamu sekarang?" Lendra tanpa sadar menitikkan air mata. Dia kembali teringat pada seorang wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta tanpa dia sadari.


Wanita yang pada akhirnya ia sakiti karena ego dan gengsi yang dia punya di waktu mudanya. Kini Lendra hanya berharap kalau dia masih diberi kesempatan untuk bisa menebus kesalahan yang pernah dia lakukan pada wanita itu.


"Andai kau kembali, aku rela melepaskan semua untuk mendapatkan maafmu, Livia. Bahkan aku akan menceraikan Nathalie," tekad Lendra.


Lendra memang sengaja menghadiri pernikahan Helena tanpa sang istri, Nathalie. Dia pikir ingin sejenak menenangkan diri dari berbagai masalah yang beberapa tahun ini menghantamnya dari berbagai sisi.


"Hidup kita tidak jauh berbeda Helen. Penuh masalah!" Gerutu Lendra pada akhirnya.


*****


Visual Brigitta,



Kredit Pinterest.com

__ADS_1


Hanya sekedar info, Lendra akan ada judul tersendiri. Setelah tiga novel ini ada yang end...jadi di sini ada sedikit spoilernya ya guys....


****


__ADS_2