
akhirnya Amel tertidur apalagi habis menempuh perjalanan yang cukup jauh sehingga Amel merasa kelelahan.
*masuk waktu magri
Amel kini sudah bersiap untuk ke kafe,namun sebelum berangkat dirinya harus merapikan kamar yang di tempati.tak lama pintu di ketok
tok tok tok
amel membukakan pintu,terlihat Lila sudah cantik dan pastinya sudah siap bekerja
"masuk"
Lilapun masuk dan duduk di sisi tempat tidur
"kamu udah siap Mel?"
"sudah,ayo kita berangkat nanti kita terlambat,aku malu awal kerja kita terlambat!" ucap Amel yang keluar kamar di ikuti Lila dari belakang.
sempai di deoan pintu pak amir menghampiri mereka.
"mari saya antar!"ucap pak amir
"tidak usah,kita naik ojek saja,pak!"balas Amel
"tapi neng pangkalan ojek dari sini jauh,ini juga perintah pak Ren"
mendengar perkataan pak amir bahwa ren yang menyuruhnya menjemput mereka,Amel mengiyakan,sedang Lila tersenyum gembira.
merekapun berangkat ke kafe.
sesampainya di kafe,Amel dan Lila langsung menuju dapur kafe,untuk bertemu dengan ketua pelayan.
"maaf kalian pelayan baru?"tanya seorang wanita cantik yang menata makanan
"iya"jawab Amel dan Lila bersamaan.para pelayan yang lain ada yang memandang mereka ada juga yang cuek terhadap mereka.
"nama saya reny selaku ketua palayan,nama kalian siapa"
"nama saya cameliaputri candragupta,panggil saja amel"
"saya Laila indriani,panggil saja Lila"
"ooh..nanti kalaw ngga ada pelanggal kalian akan saya kenalkan sama karyawan yang lain,sekarang kalian bisa bekerja"
"iya bu renny!"ucap serempak Amel dan Lila kemudian pergi bergabung sama pelayan pelayan lainnya.Amel pergi ke selaku kasir untuk meminta menu makanan,sedang Lila menawarkan dirinya untuk mengantar pesanan.
mereka mulai bekerja dengan sangat hati hati.Amel kini memberanikandiri untuk bertanya sebelum melakukan sesuatu.
semakin malam pelanggan semakin ramai,membuat Amel kewalahan,namun dirinya berusaha kuat dan semangat.sang pelayan pria yang melihat Amel sedikit pucat langsung menghapirinya.
"kamu sakit ya?"
amel sedikit kaget dengan suara yang tiba tiba di dengarnya.
__ADS_1
"tidak,saya hanya sedkit capek"
"ooh..sebaiknya kamu istrahat sebentar jangan dipaksakan,kalau sudah membaik kamu bisa bekerja lagi"
Amel berfikir yang di ucapkanya itu benar,tapi dirinya tidak enak belum semalam bekerja sudah enak enakan.
"ngga perlu,aku hanya butuh minum saja sehabis itu sudah baikan"
"oh ya,aku fery.nama kamu siapa?"
"panggil saja Amel,dan temankun itu namanya Lila"
Amel dan Fery mulai bekerja namun saat bertemu, Fery selalu mengajak Amel ngobrol,tak sadar bos mereka sudah datang.
Ren yang melihat tingkah fery terhadap Amel merasa tidak suka,lalu Ren menghampiri.
"kalian ngomongin apa?kerja yang benar!!"bentak Ren ,para pelayan hanya dapat mendengar dengan melanjutkan pekerjaannya masing masing.
Amel seketika terperanjat melihat Ren yang langsung marah marah.
"fery!!kamu bisa fokuskan kalau kerja?"tanya Ren yang nada sudah turun namun matanya mengartikan sebuah amarah
"iya pak,maaf kan saya pak,saya tidak akan mengulanginya"ucap fery yang merunduk
"baik, saya maafkan,saya tidak mau karna ke cerobohan yang akan mengakibatkan hal yang tidak di inginkan,dan kamu Amel!,tolong bekerja dengan profesional,belajar dan bertanya pada senior senior kamu,faham??"
"iya pak,saya faham pak"ucap Amel yang terdapat rasa takut tersembunyi di hatinya.
setelah suasana kembali semula,Amel kini tidak berbicara kepada siapapun kecuali bertanya sama senior pelayan.
kini Amel masi membersikan meja,sedang Lila sudah pulang lebih dulu di antar pak amir,Amel memilih untuk membersihkan meja sambil menunggu pak amir menjemputnya,namun sudah setengah jam pak amir belum juga muncul.
kebetulan reny mengambil sebuah catatan keperluan untuk berbelanja besok ketinggalan di meja kasir,reny melihat Amel,lalu menghampirinya
"hai mel,kok belum pulang?"
"iya,lagi nungguin pak amir,tapi udah setengah jam belum juga dateng"
"ooh..trus kalau pak amir nggk dateng kamu pulangnya sama siapa?"
Amel belum sempat menjawab pertanyaan reny namun sudah ada yang menjawabnya
"bersama saya"
reny dan Amel,menoleh kearah suara"pak Ren"ucap reny dan Amel terperangah melihat bos mereka kini ada di belakang
"pak Ren belum pulang?hehehe saya fikir bapak sudah pulang lebih dulu"
"saya tadi hanya keluar sebentar,setelah selesai saya balik lagi kesini.ayo siap siap amel,kita pulang!"
"baik pak!"
Ren sudah beranjak pergi kemobil di luan.sedang Amel masi mengambil tasnya yang berukuran kecil
__ADS_1
"Kak reny,aku pulang dulu ya!"ucap amel sebelum pergi mendapati Reny yang ingin mengambil catatannya
"iya,hati hati!"ucap Reny yang tersenyum,setelah Amel hilang dari pandangannya"tumben pak Ren mau mengantar karyawannya,padahalkan pakRen ngga pernah memasukan wanita kedalam mobilnya apalagi di bolehin tinggal di rumahnya"cetus Reny,setelah catatan di raihnya Renypun kembali kekamar tak lupa mengunci pintu kafe.
di perjalanan,gugup yang tiba tiba menyerang dirinya,rasa takut mulai menghantuinya,Amel diam tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ren.sedang Ren mengemudi sedikit sesikit mantap wajah Amel yang polos tak berlapis bedak.
"eheemm,,"Ren berdehem berharap Amel memenapnya,namun sayang Amel sama skali tidak menatapnya
"kamu udah pernah kerja sebelumnya?"Ren membuka bicara
"belum!"jawab singkat Amel tanpa menoleh,wajahnya memandang ke arah luar jendela mobil
"ooh,pantes saya perhatikan kamu masi ragu ragu untuk menyentuh sesuatu"
Amel berfikir dalam diam"berarti pak Ren memperhatikan aku,aku jadi ngga nyaman"batin Amel
"iya pak"
mendengar jawaban Amel yang singkat singkat Ren menatap wajah Amel dalam dalam merasa aneh terhadap sikap Amel namun mempunyai perasaan yang berbeda tidak seperti biasanya terhadap karyawan lainnya
"pak Ren!!"panggil Amel berusaha menyadarkan Ren yang tengah mentapanya sehingga Amel merasa takut akan Ren tidak melihat jalan sehingga nanti menabrak sesuatu.Ren tersadar setelah mendengar suara Amel yang keras di telinganya,lalu kembali fokus mengemudi mobil.
"maaf,maaf saya kurang fokus!"
"bapak si liatin saya terus,untung saja bapak tidak menabrak sesuatu"
"iya saya minta maaf mungkin kamu merasa takut"
"ternyata perkiraan aku terhadap pak Ren salah,aku fikir dia adala bos yang galak ternyata biasa biasa saja,hanya saja awal ketemu wajahnya seram banget"batin Amel yang terdiam
Ren masi saja mencuri curi pandang dari Amel,sampai di depan derbang rumah Ren Amel hendak turun dan memilih berjalan kaki menuju rumah,namun Ren menahanyan
"ngga usah turun di sini saja,lagi dikit di buka tu gerbang"
mendengar ucapan Ren,Amel mengurungkan niatnya,Ren membunyikan klaksonnya tak lama pintu gerbang di buka,mobil memasuki pekarangan rumah dan sesudah Amel turun mobil di masukan kegarasi.
waktu menunjukan menghampiri jam 02 tiba dirumah ,Amel hendah menuju kekamarnya namun Ren menunda langkahnya
"oh ya,kamu harus istirahat,habis ini langsung tidur,karna besok kamu akan bekerja!"
"baik pak"
setelah mendengar jawaban Amel,Ren tersenyum lalu pergi ke lantai atas menuju kamar.
Amel masi terdiam tak jauh dari pintu kamarnya memifirkan sikap Ren yang tiba tiba aneh"pak Ren kok sikapnya perhatian sama aku,apa aku saja yang kege eran,aah..sudalah ada benarnya juga kata pak ren!"ucap Amel yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar.
sesampainya di kamar Amel langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur lalu tertidur karna matanya sudah terasa mengantuk.
**MAAF🙏JIKA CERITANYA
MEMBOSANKAN,BAGI YANG SUKA
MEMBACANYA SAYA🧕 UCAPKAN
__ADS_1
TERIMAKASI**