
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...…………………………………………………………………………...
Sesampai nya di mension…
mereka pun telah sampai tepat di depan gerbang mension Elit, mewah, dan Asri. mension itu terlihat begitu Luas dengan di keliling Taman yang begitu banyak macam tanaman hias dan pepohonan. mension yang mewah membuat mension itu terlihat layak nya kerajaan di dunia dongeng.
Alea dan willo terbelalak melihat betapa Cantik nya mension itu, tidak dengan Gabriel karena gabriel sudah sering datang kesana. gerbang mension itu otomatis terbuka, mobil berjalan memasuki mension dengan disambut oleh beberapa pelayan dan bodyguard.
Mama Tara bergandengan dengan Gabriel berjalan dengan Gaya Centil, papa Mazundar sudah masuk terlebih dahulu. tidak dengan Alea dan willo yang merasa gelisah.
"Willo, aku merasa gelisah. a-aku takut mereka menganggap ku mau menikahi Gio hanya untuk mendapatkan Kekayaan. walaupun aku bukan pertama kali nya aku bertemu dengan mereka" kata Alea sambil mengeggam erat tangan willo.
"Kapam kau bertemu keluarga Kenanzo dan Gio sendiri? aku kira kau Baru pertama kali menemui mereka" Tanya Willo sembari menatap Wajah Alea dengan penuh tanya.
"Gio adalah pasien ku di rumah sakit, sejak pertama dia mengalami kecelakaan aku lah yang menjadi perawat nya" ucap Alea dengan ragu-ragu.
"Owh...jadi kau udah pernah bertemu dengan Gio" kata willo dengan menganguk-anguk kan kepala nya.
"Hay gadis-gadis desa!, kalian tidak boleh masuk sebelum aku panggil. mengerti!" ketus Gabriel yang tiba-tiba saja datang.
'Dasar gadis B**ingan, berani sekali dia meangangap ku dan sahabat ku sebagai gadis desa. lihat saja suatu saat nanti aku akan membuat mu menangis tersedu-sedu' gumam Willo mematap sinis Gabriel.
"Baiklah kami akan menunggu di luar" ucap singkat Alea.
Gabriel pun masuk ke dalam dan duduk di sofa mewah sebelah Mama tara. ia duduk dengan gaya ala-ala ibu-ibu sosialita.
"Maaf menunggu lama Tuan mazundar dan nyonya Tara" ucap Papa Erland yang menuruni Tangga bersama istri nya Vio. mama Vio menatap malas mama tara dan Gabriel.
__ADS_1
Mama tara masih sakit hati dengan ucapan mama tara dan Gabriel di rumah sakit waktu itu. "Apa kabar Nyonya Tara, Gabriel!" ketus Mama Vio duduk di sebelah Sang suami tercinta.
"Kabar ku baik Nyonya!" ucap Mama tara tersenyum sinis kepada mama Vio.
"Tuan! Putri anda tidak ingin menikah dengan putra semata wayang kami!, Jadi kau berinisiatif menikahkan putri kedua anda Alea dengan putra kami Gio" ucap Papa Erland pada intinya tanpa ber basa-basi.
"Iya!, Putri kedua ku Alea berada di sini untuk menemui kalian. tapi…kalian ingat janji kalian bahwa kalian akan mengembalikan Akses kekayaan dan perusahaan kepada kami!" kata Papa mazundar dengan raut wajah datar dan bertingkah sombong di hadapan keluarga kenanzo.
"Gabriel!, panggil adik mu Alea itu" ujar Papa mazundar kepada Gabriel. Gabriel hanya bisa mendengkus kesal dan menerut apa mau Papa dan mama nya.
Gabriel mu menuju menghampiri Alea dan Willo yang berada di Taman Mension. "Hay gadis-gadis murahan!" Teriak Gabriel kepada Alea dan Willo
Alea dan willo pun memalingkan pandangan nya ke Arah Gabriel. "Baiklah…" ucap singkat Alea dan Willo lalu pergi membelakangi Gabriel memasuki mension.
Mata Mama Tara terbelalak melihat seorang Gadis berparas Cantik. "Bukan kah kau perawat yang merawat putra ku Gio?" Tanya mama Tara Menatap Alea.
"I-iya tante" ucap Alea yang terbata-bata. ia merasa gugup sedangkan Willo menahan tawa melihat ekspresi sahabat nya yang terlihat lucu saat Gugup.
sebenarnya keluarga Kenanzo tidak di beritahu bahwa Alea Adalah Anak kedua dari istri kedua Papa mazundar.
bukan hanya mama Vio saja yang memikirkan perbedaan itu papa Erland juga merasakan apa yang di pikirkan istrinya. Akan tetapi di benak Mama Vio merasa senang bahwa wanita yang akan di jodohkan dengan sang putra adalah Seorang Gadis cantik dengan sifat yang sopan dn berhati lembut tidak seperti Gabriel.
"Baiklah aku Terima perjodohan ini dan sebagai Gantinya akan ku kembalikan apa yang kau inginkan" ucap Papa Erland menerima perjodohan itu karena ia tau bahwa Alea adalah wanita yang sopan dan berhati lembut pantas untuk menjadi menantu semata wayang nya.
"Akan tetapi putra kami ingin menikah secara diam-diam dan tanpa ada yang mengetahui entah kerabat atau orang lain. dia tak ingin orang luar tahu tentang pernikahan ini" ucap Papa Erland menjelaskan pesan sang putra.
"Baiklah!" ucap singkat Papa Mazundar lalu mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan akan tetapi tangan itu tak di balas oleh Papa Erland.
'Perjodohan ini bagi ku hanya semata terpaksa tanpa ada ikatan cinta ataupun yang lain. Bagi ku yang terpenting adalah hasil kerja keras Bunda.' Gumam Alea dalam hati tanpa ia sadari dia menitihkan setetes air mata.'Maaf kan Alea bunda, lea hanya bisa melakukan hal ini untuk bunda' Gumam Alea lagi.
"Alea, kau baik-baik saja?" tanya Mama Vio mendapati Calon menantu nya menitihkan air mata.
__ADS_1
"Sa-saya baik-baik saja tante. hanya kemasukan debu saja" ucap bohong Alea sembari mengusap-usap tengkuk mata nya
Mama Vio tahu Alea sedang Berbohong. mana mungkin Mension yang mewah, bersih, bisa kemasukan debu. 'Kenapa aku merasa Ada yang mereka sembunyikan, akan tetapi aku melihat dari mata Alea gadis ini memang tepat untuk Gio' gumam Mama Vio dalam hati.
"Alea bisakah kau besok datang kesini? aku ingin mengenal Calon menantuku yang Baik hati ini" kata mama Vio. akan tetapi kata-kata itu di sebut sindiran bagi Gabriel.
Alea tahu benar bahwa Mama Vio sedang menyindir Gabriel ia hanya bisa melihat dan terdiam saja. "Maaf tante bukan nya Lea menolak, akan tetapi tante tau Alea adalah seorang perawat jadi Alea harus tetap melaksanakan Tugas ku. akan tetapi kalau ada waktu luang pasti saya akan datang" kata Alea dengan ramah.
"Iya nyonya, Sahabat ku ini sangat disiplin tidak seperti Gabriel tentunya. dan 'ya nyonya Sahabat saya ini sangat jago memasak lihat saja saat dia menjadi menantu rumah ini dia akan selalu memanjakan lidah kalian semua" ucap Willo yang ikut-ikutan menyindir Gabriel.
Gabriel ingin mencaci-maci Willo akan tetapi niat nya harus dia tahan setelah mama tara memebisikan sesuatu di telinga nya. 'Tenang lah putri ku, kita akan membalas sindiran mereka nanti sayang' bisik mama tara tepat di telinga Gabriel. Gabriel tersenyum licik kepada sang mama.
mereka semua pun pergi meninggalkan mension menuju Pulang. disisi lain Mama Vio merasa senang bahwa calon mantu nya adalah wanita yang tidak sombong.
"Pa, Alea sangat sopan buka? sejak aku pertama kali aku bertemu dengan nya di rumah sakit aku sudah tau bahwa dia adalah Gadis yang berhati lembut tidak seperti Gabriel" ucap Mama tara merangkul sang suami.
"Mama benar, maka dari itu aku menerima perjodohan ini karena yang aku lihat Alea adalah wanita yang Baik dan sopan" kata Papa Erland membenarkan perkataan sang istri.
"Akan tetapi kenapa Alea dan Gabriel memiliki perbedaan yang banyak. dari wajah, dan sifat" ucap Papa Erland yang bertanya-tanya.
"Papa benar bagaimana bisa begitu ya Pa," ucap Mama tara membenarkan perkataan sang suami.
"Sudahlah jangan bicarakan ini, papa harus mengurus kantor karena sejak kecelakaan putra kita Kantor menjadi Kalang kabut" ucap Papa Erland lalu mengecup kening Mama vio lalu pergi menuju perusahaan.
Bersambung………
maaf ya guys author kelamaan Up nya, Soalnya Author lagi ada ujian praktek di sekolah. tapi Author bakal sempet Up kok
jangan lupa like, komen, vote and follow y guys.
......MARHABAN-YARMADHAN......
__ADS_1