
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...…………………………………………...
Gio dan Alea telah sampai di mension. Alea mendorong kursi roda Gio memasuki mension. Alea melihat Oma diana dan Arka sedang bersanda gurau di ruang keluarga.
"Cucu ku Gio, Alea kemarilah, bergabung lah bersama kami" Panggil Oma Diana yang duduk di sofa.
"maaf Omah, Gio harus pergi bersama Will untuk menemui Clien" Gio tak enak hati karena menolak Oma Diana.
"Kamu pasti sibuk akhir-akhir ini, hingga tak bisa menghabiskan waktu bersama Oma. Padahal baru kemarin Oma datang kesini untuk menghabiskan masa tua bersama cucu-cucu Oma. Tapi tidak apa-apa. Pergilah..." Oma Diana merasa kecewa.
"Oma Jangan marah, Gio janji akan meluangkan waktu bersama Oma, dan Arka" Gio mengenggam erat tangan keriput Oma diana.
"Tidak meluangkan waktu dengan istrimu?" Tanya Oma Diana.
"Ya! maksudku tadi aku akan menghabiskan waktu bersama kalian semua" Jawab Gio.
"Baiklah Gio pamit dulu" Setelah mendapat anggukan dari Oma Diana, Gio pun pergi bersama Will.
di ruang Keluarga itu hanya tersisa Alea, Oma Diana dan Arka. Alea mendudukan tubuh nya disebelah Oma Diana. lalu ia berkata...
"Oma, bolehkah Alea bertanya?" Alea ragu untuk bertanya kepada Oma Diana.
"Tentu Alea, Kenapa tidak? lagian aku sudah menganggap mu seperti cucu perempuanku sendiri. kebetulan aku tidak memiliki seorang Cucu perempuan" Oma Diana Mengelus tengkuk kepala Alea dengan lembut.
"Oma, Aku melihat dari artikel berita bahwa Kakek Gio, meninggal karena Operasi Gagal apakah itu benar?" Tanya Alea.
"Hmm... itu benar, suami ku tiada Karena operasi Jantung yang gagal" Oma Diana mengingat kejadian sebelum tiada nya sang suami.
"Alea. sebenarnya Cucu ku Gio adalah seorang pria yang baik, dan murah senyum kepada semua orang. Tapi semua itu menghilang dalam sekejap ketika melihat Kakek kesayangan nya tiada. Sejak kematian Suami ku, Gio menjadi pria arrogant dan kejam. mungkin diusia nya yang saat itu masih muda ia terpaksa berfikir dewasa untuk mewarisi tatah perusahaan" Oma diana menceritakan semua tentang Gio.
"Jujur Alea, aku sangat merindukan Gio ku yang dulu. sosok Gio yang bijaksana, Baik dan yang utama adalah sopan kepada seorang wanita" Oma Diana menatap Alea dengan lembut.
"Alea, aku tau kau bisa mengembalikan Gio ku yang dulu. ku juga percaya bahwa kau bisa merubah Gio dan memberikan Cinta kepada Gio" Oma Diana menyatukan kedua tangan nya lalu menatap Alea dengan tatapan memohon.
Alea menurunkan kedua tangan Oma diana secara perlahan lahan. lalu ia berkata... "Oma. Alea berjanji akan mencoba membuka hati ku untuk Gio. dan aku akan mencoba menerima Gio sebagai Suami ku" Alea berbicara dengan setulus hatinya.
__ADS_1
Oma Diana memeluk Alea, dan dibalas pelukan juga Oleh Alea. Disisi lain Arka merasa bahagia melihat kedekatan sang Oma dan kakak ipar nya.
"Jadi Arka dilupain nih?" Tanya Arka yang akhirnya membuka suara.
"Dasar Anak tengil" Oma Diana menatap Arka lalu menggelengkan kepala nya
"Oh 'ya kakak Ipar aku boleh bertanya?" Tnya Arka kepada Alea.
"Tentu tapi ada syarat nya. Syarat nya jangan panggil aku dengan sebutan kakak ipar, panggil aku dengan sebutan Kak Alea" Jawab Alea dengan senyuman.
"Baiklah kak Alea" Arka merasa bersyukur memiliki seorang Kakak ipar sebaik dan selembut Alea.
"Kak. apakak Kakak Gio tidak akan bisa Berjalan kembali seperti sedia kala?" Tanya Arka yang merasa antusias.
"Sebenarnya Bisa, dengan melakukan operasi besar-besaran. akan tetapi keselamatan operasi hanyalah 1 persen" Jawab Alea dengan jujur.
"Maksud kakak bila seseorang melakukan operasi itu. keselamatan nya hanya lah sedikit, dan bila operasi tidak berjalan dengan lancar maka orang itu akan tiada?" Tanya kembali Arka dengan polos.
"Ya benar, dan beberapa orang sudah melakukan operasi itu. tapi tidak ada satu orang pun yang selamat" Jawab Alea mengingat kejadian dimana ia membantu dokter hendra untuk melakukan operasi besar.
"Tidak ada cara lain lagi Oma, selain Operasi itu " Jawab Alea sembari menggelengkan kepala nya.
"Oma ini sudah Siang. lebih baik aku memasak untuk makan siang. kalau begitu aku permisi dulu" Kata Alea lalu beranjak bangkit dari duduk nya lalu melangkah menuju tempat favorit nya yakni Dapur.
"Oma. apa Oma mau Arka antar ke kamar?" Tanya Arka lalu di jawab anggukan kecil oleh Oma Diana.
Arka pun menuntun Oma diana masuk ke dalam kamar. Arka menuntun Oma diana dengan sangat teliti agar Oma tidak terjatuh atau tersandung.
Gedung Tua di tengah hutan...
Disisi lain di sebuah Gedung Tua di tengah hutan terlihat seorang Cowok berparas tampan berusia 17 tahun sedang memerintah bawahan nya untuk menyambut ketua Mafia nya.
"Woi! Kumpul Woi" Teriak Cowok itu yang mengenakan Hoodie hitam berlambang Burung elang emas dengan mahkota.
"Baik Wakil Ketua!!" Ucap serentak para pria disana.
Seluruh orang yang mengenakan Hoodie hitam sama seperti yang dikenakan Wakil ketua mereka pun berkumpul untuk menyambut Ketua Permafiaan mereka.
__ADS_1
Terlihat sebuah mobil sport hitam mewah mendatangi Gedung Tua itu dengan diiringi mobil hitam dan sepeda motor mewah. Pintu Mobil di buka oleh seorang pria berjas, hingga menampakan pria tampan yang tengah duduk di kursi roda.
Yaps pria itu adalah Gio, dan yang membuka pintu mobil adalah Will. Gio mendorong kursi roda nya dengan wajah dingin dan datar, dengan diikuti dua orang pria di belakang. yakni Will sebagai tangan kanan nya, dan disebelahnya lagi Cowok muda berhoodie adalah Levi tangan kanan Gio di dalam Klan mafia.
"Selamat Datang Ketua" Ucap serentak semua orang yang berada di sana.
"Hmm..." Gio hanya berdeham sembari mendorong kursi roda menuju ruang rahasia di gedung Tua itu.
Semua orang disana sangat menghormati Gio, karena mereka menggambarkan Gio seperti seorang Raja di dalam Permafiaan. walaupun sekarang Gio duduk di kursi roda semua orang tetap takut pada sosok Gio yang dikenal kejam terhadap Musuh di dalam mafia.
"Levi. apakah kau masih mengintai Klan Musuh?" Tanya Gio ketika sampai di ruang rahasia tersebut.
"Masih ketua. Aku mengintai Gerak gerik Musuh" Jawab Levi sembari mengibaskan Rambut nya.
Levi menjadi seorang mafia sejak dia berusia 16 tahun dimana ia di angkat oleh Gio untuk menjadi Wakil ketua. Jujur Levi adalah seorang playboy cap kakap, Levi juga sering bermain Wanita dan Levi juga sangat Psikopat. Contoh nya ia pernah membunuh musuh Secara membabi buta lalu membuang mayat ke dalam kandang Harimau begitu saja. tapi ia tak lebih mengerikan nya Gio.
Levi tau bahwa Gio lebih kejam Dari nya maka dari itu ia sangat Setia dan hormat kepada Gio selama ini. ia juga Menganggap Gio dan will seperti Kakak nya sendiri. Selama ini Levi berlatih Bertarung lewat Gio dan Will. mungkin dari itu ia menganggap kedua nya seperti seorang kakak dan seorang pelatih.
"Good! sekarang aku memberimu Tugas baru untuk kau selesai kan secepat nya" Tegas Gio menatap tajam Ke arah Levi.
"Kasian... ngak bisa main di Club dong" Bisik will tepat di telinga Levi.
"Lebih baik tidak ke Club dari pada dirimu harus sedih karena kenak Ghosting" Ejek Levi tepat di telinga Will.
"KALIAN BERDUAN SUDAH BOSAN HIDUP? KALAU SUDAH BOSAN HIDUP KEMARI AKAN AKU BANTU MENGHABISI KALIAN!!!" Bentak Gio dengan nada tinggi hingga bergema di seluruh Gedung Tua itu.
mereka berdua pun menundukkan kepala lalu mengucapkan "Maaf Ketua" Ucap serentak Will dan Levi.
"Levi Kau cari tau penyebab kematian Bunda Alea dan juga Papa Alea yang kemarin Tiada secara tragis! entah mengapa aku merasa kematian mereka sangat mencurigakan" Ujar Gio.
"Dan Kau Will! kau harus merebut Akses perusahaan Mazundar enterpriase. aku akan mengembalikan nya kepada Alea karena ia berhak mendapat kan itu. dan bukan perusahaan nya saja kau juga harus merebut mension, dan Villa Camar Milik keluarga Alea yang sekarang menjadi milik Nyonya tara" Ujar Gio kepada Will.
"Baik Ketua, Tuan" Ucap serentak Keduanya secara kompak.
Bersambung....
__ADS_1