
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...………………………………………………………………………...
1 minggu kemudian…
Hari pernikahan itu akhirnya datang juga. Alea terlihat Cantik dengan Gaun berwarna putih yang tergolong sangat sederhana bagi sebagian orang. Tapi tidak dengan Alea. Alea merasa Gaun itu sangat mewah karena terlihat Elegan dan Cantik saat melekat di tubuh sempurna nya.
Gaun nuansa putih di padu dengan riasan wajah natural tapi begitu Cantik ketika itu berada di gadis berumur dua puluh tahun yang memang sudah sangat cantik. perias begitu memuji kecantikan Alea, meski make-up natural. Cantik nya begitu mempesona. ditambah dengan Rambut yang tergerai. itu membuat sang gadis Cantik mirip bidadari.
pernikahan dan resepsi itu diadakan di Apartemen mewah milik keluarga Kenanzo. Tamu yang datang juga hanya dari kedua belah keluarga saja. tidak ada orang lain selain orang terdekat.
"Tuan, Gadis itu sangat Cantik" kata william ketika melihat Alea berjalan bersama Willona di atas karpet merah.
Gio sedari tadi diam duduk di kursi roda sambil menatap lurus ke depan, kini memutar mata nya dengan malas. ia melihat ke arah depan untuk melihat Calon istri nya yang akan dia nikahi beberapa menit lagi.
"Kau sudah bosan hidup will? kalau tidak lebih baik kau diam!" kata Gio dengan raut wajah datar dan mode dingin.
"Iya deh" kata singkat Will yang masih belum memalingkan pandangan nya ke arah Alea.
will pun mendorong kursi roda Gio ke arah pelaminan dengan di iringi Papa Erland, mama Vio dan para bodyguard di sisi Gio.
"Sah, para saksi!" teriak penghulu pelaminan.
"Sah!!" Teriak serentak kerabat dan keluarga.
pernikahan dan resepsi itu pun usai. Tidak membutuhkan waktu lama, karena yang hadir tidak ramai. keluarga dan kerabat terdekat saja yang datang. karena memang, pernikahan ini sedikit tertutup.
usai resepsi, Para tamu meninggalkan Apartemen. Tak terkecuali Alea dan Gio. Alea yang sudah menjadi istri dari Gio, tentunya akan ikut Gio pulang ke mension.
Mama Vio dan Papa Erland telah pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan Penyambutan menantu nya.
Will sibuk membantu Gio masuk ke dalam mobil. dengan susah payah nya Will akhirnya dia bisa membantu Gio duduk di mobil. melihat hal itu Alea ingin duduk di bangku belakang sebelah Gio akan tetapi Niat nya terhenti setelah mendengarkan perkataan tegas dari bibir Gio.
"Kau!, duduk di depan!" ujar Gio dengan Tatapan tajam ke arah mata Alea.
__ADS_1
Alea merasa Takut dengan tatapan itu. dia hanya bisa menurut dan pasra. Alea membuka pintu mobil depan duduk di samping bangku pengemudi.
"Danu, Jalan!" Gio berkata dengan Nada tinggi.
"Baik, Tuan!…" Ucap Will lalu mulai mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
'pernikahan super pasif yang aku jalani saat ini, adalah pernikahan tanpa Cinta, tanpa malam pertama, bahkan tanpa yang membahagiakan. semuanya datar, hanya menganti gelar. semua impian ku tentang pernikahan yang selalu aku mimpikan semuanya telah hancur' Gumam Alea dalam hati sembari menatap ke arah luar jendela mobil.
Angin-angin menerpa lembut wajah Alea. tanpa di sengaja Alea menitihkan setetes air mata yang membasahi pipi Chubby nya. Gio menyaksikan itu dari balik spion mobil, ia penasaran kenapa Gadis yang baru saja dia nikahi sedang menangis dalam diam.
'Bunda Lea sekarang sudah menjadi seorang istri seperti bunda. lea akan memikul sebuah tanggung jawab yang sama besar nya seperti yang bunda dapat kan saat bunda menikah dengan papa' Gumam Alea dalam hati.
Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan mension keluarga kenanzo yang letak nya agak jauh dari keramaian kota. namun, masih sangat padat penduduk di sekitar mension mewah ini.
"Kita sudah sampai Tuan, nona" kata Will sambil membuka tali pengaman nya.
"Mau kemana kamu?" tanya Gio dengan nada tinggi.
"Membuka pintu untuk nona, lalu membantu Tuan untuk Turun" kata Will
"Iya tidak perlu, aku bisa membuka pintu ini sendiri" kata Alea.
"Will tak perlu keluar dari mobil, aku ingin Ke perusahaan sebentar" ujar Gio dengan raut wajah datar dan dingin.
"Tapi Tuan, Bagaimana dengan nona? dia masih pertama kali datang kesini" kata will menatap wajah Gio.
"Will dia datang bukan untuk pertama kali!, lagian ada mama dan papa. aku yakin dia tak sebodoh yang kamu kira" kata Gio.
"Tapi, Tuan. barang-barang…" ucap will
"Dia bisa membawa nya sendiri!" kata gio dengan nada tinggi.
"Sudahlah, jangan di permasalakan soal sekecil ini. aku bisa membawa nya sendiri lagian barang-barang yang aku bawa juga tidak banyak," kata Alea yang menjadi penengah perdebatan Antara will dan gio.
"Baiklah…tapi apa nona bisa membuka bagasinya?" tanya Will.
__ADS_1
"Ya aku bisa, kamu tenang saja, seperti yang dikatakan Tuan mu bahwa aku tak sebodoh itu" kata Alea sambil tersenyum hangat.
"Baiklah…" ucap singkat Will.
Alea pun keluar dari mobil itu. ia bergegas menuju bagasi untuk mengambil koper dan tas kecil yang ia bawa dari rumahnya. koper itu hanya berisikan beberapa pakaian. seperti Gaun, dan pakaian sehari-hari. sedangkan Tas kecil itu ia isi dengan beberapa Buku Novel, dan satu boneka beruang kecil berwarna Cream.
"Ini tidak berat. ngapain mereka berdebat hanya karena masalah kecil" kata Alea bicara kecil pada dirinya sendiri.
usai mengambil koper dan tas. ia menutup kembali bagasi mobil.
"Nona muda, apakah sudah selesai?" tanya Will dari dalam mobil.
"Sudah" kata singkat Alea.
"Tuan, apakah sebaiknya aku antar---" kata will yang teputus secara tiba-tiba setelah mendengarkan ucapan tegas gio.
"jalan!" ucap tegas Gio dengan tatapan tajam tertuju ke arah Will.
Will menyalahkan mesin mobil. tapi sebelum ia menjalankan mobil, ia memperhatikan Alea yang ada di belakang mobil terlebih dahulu. ia memastikan kalau Alea memang sudah berada di tempat yang aman. baru ia bisa meninggalkan Alea dengan tenang.
Setelah mobil Gio Pergi, satpam yang ada di depan gerbang segara menghampiri Alea.
"Silahkan masuk nona. sini biar saya bantu bawakan koper dan tas nya" kata pak satpam itu.
"Makasih pak. tapi kayaknya gak perlu deh saya bisa bawa sendiri" Alea menolak dengan sopan.
Untuk sesaat satpam itu terdiam sambil menatap Alea. ia tak percaya kalau Gadi yang Tuannya nikahi kali ini begitu lembut dan sopan.
"Ada apa pak?" tanya Alea agak heran.
"Oh, eh, maaf nona. tidak apa-apa. sini biar saja yang bawakan" katanya sambil mengambil koper dan tas dari tangan Alea.
"Gak papa pak, saya bawa sendiri saja. ini ngak berat kok." kata Alea mencoba merebut tas dan koper nya kembali.
"Nona, biar saya bantu. walau tidak berat, tapi juga akan membuat nona sedikit kesulitan untuk berjalan. karena sekarang nona sedang memakai gaun pengantin" kata pak satpam itu dengan sopan. Alea hanya bisa menurut kepada pak satpam membiarkan tas dan koper nya di bawakan oleh pak satpam.
__ADS_1
Bersambung……………