Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 52


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Alea akhirnya datang, karena hari ini Alea diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit setelah ia dirawat dirumah sakit selama tiga hari berturut-turut.



Visual Alea Briella Claudine Ellora


Sekarang Alea tengah di dalam perjalanan menuju ke mension bersama Will dan Levi, ia sedikit kecewa di luguk hati nya karena Gio tak ikut menjemput nya karena banyak urusan yang harus dikerjakan oleh Gio.


Alea memang merasa kecewa, tetapi ia tau jika dia tidak berhak mencampuri kehidupan pribadi Gio. apalagi ia mengingat jika dirinya dan Gio bukan siapa-siapa, dan pernikahan mereka juga hanya sebatas kontrak pernikahan.


Mata indah Alea menelusuri pemandangan kota lewat kaca mobil, pemandangan kota dimana banyak nya gedung-gedung tinggi dan pencakar langit.


pemandangan kota itu mengingatkan nya dengan massa kecil nya, dimana ia pernah diajak sang bunda untuk berkeliling di perusahaan sang bunda yang sekarang menjadi milik Mama Tara dan Gabriel.


Alea juga teringat beberapa ucapan Sang bunda semasa hidup, Sebuah kenangan yang indah dan tak terlupakan di dalam hidup nya.


"Putri ku Alea... Bermimpi lah setinggi langit, jika engkau jatuh. engkau akan jatuh diantara bintang-bintang. dan jangan pernah menyerah apapun rintangan nya, karena didunia ini pasti akan ada rintangan kehidupan yang harus engkau lewati" Sekilas ucapan Bunda Anne merry yang berada dalam ingatan Alea.


Alea tersenyum sembari mengingat nasehat-nasehat sang bunda, baginya setiap nasehat Sang bunda itu selalu benar. apalagi sekarang ia tau apa setiap arti nasehat yang diberikan sang bunda.


Jari-jarinya menyetuh kalung pemberian sang bunda sebelum wafat, ia membenamkan matanya. ia merasa kan kehadiran sang bunda setial Alea menyentuh kalung itu.


"Alea mohon temani Alea sepanjang perjalanan hidup Alea bunda.... " Gumam Alea setulus-tulus nya.


Ia membuka matanya, dan ternyata ia telah sampai di depan mension kediaman rumah Kenanzo dengan sambutan sederhana yang diberikan oleh Oma Diana, Mama Vio, Papa Erland Dan Arka.


"WELLCOME KAKAK IPAR KU" Arka berteriak heboh sembari menyambut kehadiran Alea.


Alea hampir tertawa melihat style yang dipakai oleh Arka untuk menyambut nya, karena pakaian yang dikenakan oleh arka adalah kemeja pantai berwarna pink dan Arka juga mengenakan topi pantai.



Visual Arkanan Kenanzo


Ia Tak tahan untuk menahan tawa saat Bodyguard-bodyguard di sana juga memakai style yang sama seperti Arka, Sungguh Adik ipar nya ini sedikit lucu.

__ADS_1


"Arka apa kamu menyuruh orang-orang itu mengenakan Kemaja pantai dengan Topi pantai? " Ucap Alea sembari menahan tawa.


"Ya aku menyuruh mereka, bukan kah mereka terlihat sangat tamvan apalagi aku tamvan kan?.... " Arka menyibakkan Rambut nya kebelakang.


Alea mengangguk menggiyahkan ucapan Arka, apalagi ia tak ingin menyakiti hati Arka. ia sudah sangat berterima kasih karena telah menyambut kedatangan nya.


"Menantu Ku Alea... " Mama Vio memeluk erat menantu nya dengan erat.


Alea bisa merasakan kehangatan kasih ibu telah sekian lama nya, Tangan nya membalas pelukan tersebut. mereka berpelukan beberapa saat lamanya.


"Menantu Ku Vio, apakah aku tidak akan mendapatkan giliran untuk memeluk istri cucu ku" Ucap Oma Diana.


"Maafkan Aku Ma, aku terlalu merindukan menantuku, sehingga aku lupa jika Mama juga merindukan Alea. " Goda Mama Vio.


Oma Diana, membelai lembut rambut Alea. tangan nya mengenggam erat telapak tangan Alea. Lalu Ia berucap... "Bagaimana keadaan mu Alea? " Tanya Oma Diana.


"Alea baik-baik saja, dan luka ku sudah tidak terlalu sakit" Jawab Alea disertai senyum ramah.


"Syukulah... alhamdulillah " syukur Oma Diana.


"Oma... Terik matahari semakin menyengat, kasian kakak ipar ku yang jenius ini pasti kepanasan, jadi biarkanlah Kakak masuk dan istirahat. nanti oma bisa berbicara sepuas Oma" Ucap Arka.


Mereka semua masuk ke dalam Mension mengingat cuaca diluar semakin panas karena sengatan matahari. Alea diantar oleh Bik maryam selaku pelayan di sana ke kamar Gio.


"Nona, jika nona memerlukan sesuatu anda bisa memanggil saya" Ucap Ramah Bik Maryam.


"Tentu Bik, tetapi aku tidak membutuhkan apapun" Jawab Alea.


"Hemmm... baiklah kalau begitu nona, saya permisi dulu karena saya harus memasak untuk Makan Siang" Ucap Bik Maryam.


Saat bik maryam ingin melangkah pergi, niat nya terhenti ketika Alea memanggil nya. Bik maryam menatap Alea dengan tatapan penuh tanya.


"Emmm... bik, sedari tadi aku tidak melihat Keberadaan Gio, apakah bibik tau dimana Gio" Tanya Alea sedikit canggung.


"Ohh... Tuan Muda Gio. Tuan Muda Gio kelihatan nya sangat sibuk sejak Tuan muda Gio Sembuh " Jawab Bik maryam.


"Oh... terima kasih bik" Ucap Alea.

__ADS_1


"Sama-sama nona" Bik maryam melangkah pergi meninggalkan Alea di dalam kamar.


Alea mendudukkan tubuh nya di atas sofa, lalu ia menyalahkan ponsel nya, mata nya menangkap beberapa pesan dari nomor yang tak dikenal.


"Nomor siapa ini?" Tanya Alea pada dirinya sendiri.


Alea membaca Setiap pesan itu dengan rinci, ternyata pesan itu dikirim oleh Kakak Nya Gabriel. "kakak Gabriel... " Gumam Alea sembari menatap layar ponsel.


ISI PESAN....


Gabriel : "Woi Gadis Kampung..." Isi pesan yang dikirim oleh Gabriel.


Gabriel : "Enak ya Lo! lo bisa hidup mewah di sana. sedangkan gw menderita, minta uang!!" Pesan Gabriel.


Alea : "Kakak kira aku bahagia dengan kemewahan Gio? Tidak sama sekali kak, karena aku bukan wanita seperti kakak yang hanya bisa menghamburkan uang" Alea mengirim pesan kepada Gabriel.


Gabriel : "Owhh... mulai berani 'ya lo. lihat saja nanti, aku akan membalas ucapanmu. jangan senang dulu, aku dan mama akan membuat mu menderita lagi" Sebuah Ancaman yang dikirim oleh Gabriel.


Alea : "Aku tidak takut, dan 'ya semau kakak mau melakukan apa kepada ku. tetapi ingat hukum alam nyata. lagian sekarang aku tidak sendiri lagi, ada banyak orang yang menyayangi ku bersama ku" Sebuah balasan skatmat yang diberikan oleh Alea.


Alea meletakkan ponsel nya di atas nangkas, ia sangat berharap jika saudara dan ibu tiri nya itu bisa berubah. dan ia juga berdoa semoga Tuhan memberikan jalan yang benar kepada saudara dan ibu tiri nya itu.


......................


Disisi lain di sebuah hotel terlihat seorang wanita melempar ponsel nya hingga pecah berkeping-keping, wajah nya terlihat sangat kesal dan marah. ya wanita itu adalah Gabriel yang merasa kesal karena Alea.


"Dasar Gadis Kampung! berani-berani nya dia menolak perintah ku." Umpat Gabriel.


"Lihat saja, aku akan merebut semua kebahagiaan mu. dan aku akan membuat mu menderita seumur hidup mu" Gabriel mengenggam erat sebuah gelas yang berisikan wine, dannnn....


"PYARRRRRRRR.... "


Gabriel melempar gelas yang berisikan wine itu ke arah kaca sehingga pecah, dan hancur. mata nya memerah menahan amarah. entah apa yang kali ini yang akan direncanakan oleh Gabriel.


Sebuah ide licik mucul di otak Gabriel, ia tersenyum devil menatap kaca yang pecah. Lalu tangan nya mengambil Pecahan kaca itu dan menatap nya.


"Alea tunggu pembalasan ku" Gumam Gabriel sembari menatap pecahan kaca itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2