
Mual dan pusing kembali menghantui Alea, sehingga sekujur tubuh Alea terasa lemah dan berkeringat dingin. Ia mencoba membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan wajah yang pucat dan berkeringat.
pintu perlahan-lahan terbuka menampakkan bik Maryam yang tengah membawakan segelas lemon hangat untuk nya. "Nona Alea apakah anda baik-baik saja? kenapa wajah nona terlihat sangat pucat?" Tanya bik Maryam ketika mendapati wajah Alea yang pucat pasal.
"Tidak tau bik... tubuh ku terasa lemas. dan beberapa hari ini aku merasa mual dan pusing" Lirih Alea.
bik maryam berfikir sejenak, "Mual? pusing?" tanya bik maryam pada dirinya sendiri. kemudian bik Maryam berkata "Nona Alea sebaiknya anda minum terlebih dahulu lemon hangat nya...saya akan turun sebentar mengambil sesuatu untuk nona.." Ujar bik Maryam dg lembut.
"Baik bik..." jawab Alea kemudian meneguk lemon hangat yang berada di tangan nya.
Bik Maryam kembali ke kamar Alea membawa sebuah testpack di tangan nya, kemudian menyerahkan nya kepada Alea dengan penuh harapan. "Saya rasa nona hamil, Ta-tapi ini hanya perkiraan saya saja nona...dan saya berfikir sebaiknya anda mengambil testpack ini" Ucap bik Maryam.
Alea berfikir sejenak, dia merasa bik Maryam benar. apalagi dia sudah telat datang bulan selama 3 Minggu. Dengan tangan bergemetar ia mengambil testpack itu dengan hati yang gundah.
Kemudian bik Maryam membantu Alea untuk pergi ke kamar mandi dengan sangat hati-hati karena kondisi Alea yang sangat lemah. "Nona jangan khawatir, saya ada disini untuk nona... anggap saja saya ibu anda nona Alea" bik Maryam mencoba menghilangkan rasa gundah di hati Alea dan Alea tersenyum hangat, kemudian masuk dan menutup pintu kamar mandi.
20 menit berlalu, Alea keluar dengan air mata yang membasahi pipinya dan tangan yang bergemetar memegang hasil testpack ditangan nya. matanya berkaca-kaca menatap bik Maryam.
"Bik... hiksss... hiksss... hiksss" Alea menangis tersedu-sedu di pelukan bik Maryam.
bik Maryam mencoba menenangkan hati Alea, dan mendudukkan Tubuh Alea di atas kasur. tangan nya mengengam tangan Alea yang bergemetar.
__ADS_1
"Nona mengapa anda menangis?" Tanya bik maryam kebingungan. akan tetapi Alea tak menjawab satu kata pun.
"Hiksss...hikss...hiksss...hiksss" Alea terus menangis tersedu-sedu di dekapan bik maryam.
"Ada apa ini?" suara yang tak asing lagi terdengar, ya itu suara Gio yang baru saja tiba.
Gio melihat Alea yang menangis pun langsung menghampiri Alea dengan wajah yang khawatir. "Mengapa kau menangis? apakah kau sakit?" Tanya Gio yang memeluk Alea.
"Bik maryam ada apa ini!?!! JELASKAN PADA KU APA YANG SEBENARNYA TERJADI!!!!" ucap Gio dengan nada tinggi, ia tak sanggup melihat Alea menangis.
"Gio...ja-jangan marahi bik maryam aku mohon..." Lirih Alea dengan sesegukan.
"B-Baiklah...tapi berjanji lah jangan marah" Alea menunjukkan jari kelingking nya ke Gio
"Oke!. usap terlebih dahulu air mata itu" Ujar Gio
Alea mengusap air matanya, kemudian menatap dua manik-manik mata Gio dengan mata yang sembab. lalu tangan nya dengan gemetar menyerahkan hasil testpack kepada Gio. dan Gio mengambil nya.
Gio menatap hasil testpack itu kemudian menatap Alea dnegan tatapan bahagia setelah melihat hasil testpack yang menunjukkan Dua garis merah yang artinya Alea tengah mengandung.
"Aku akan menjadi seorang ayah..." lirih Gio tak percaya dengan anugerah Tuhan yang dia berikan padanya.
__ADS_1
Gio merasa sangat bahagia hingga memeluk erat tubuh Alea. tangan nya membelai lembut rambut Alea kemudian bibirnya mengecup kening Alea dengan lembut
"Ka-kamu tidak marah?" tanya Alea dengan bibir yang bergemetar.
Gio menatap bik maryam, ia memberi isyarat kepada bik maryam untuk memberikan waktu berdua bersama Alea di kamar. "Saya permisi dulu nona, dan Tuan" Bik Maryam pergi meninggalkan Alea bersama Gio sesuai perintah Tuan muda nya Gio.
Gio menangkup wajah Alea, kemudian mengecup bibir Alea dan Mel*mat nya agar Alea sedikit tenang. lalu Gio menatap manik-manik mata Alea dan membelai lembut rambut Alea yang cukup indah.
"Untuk apa aku marah? malah sebaliknya aku sangat-sangat bahagia melihat testpack ini yang menyatakan jika dirimu hamil" kata Gio dengan lembut.
"Benarkah...?" Tanya Alea dengan wajah polos nya. "Tentu" Jawab Gio sembari mengecup bibir Alea kembali.
Gio begitu bahagia sehingga rasanya ia tak ingin melepaskan Alea yang berada di dekapannya. tangan nya tak berhenti membelai lembut rambut Alea yang tergerai. bibir nya terus menerus menciumi tengkuk kepala Alea dengan penuh cinta.
bahagia? ya itulah yang dirasakan Gio saat ini, rasanya baginya ini seperti sebuah mimpi indah. kehadiran Alea membawa kebahagiaan, keberuntungan. terlebih lagi Alea membawa Dampak positif kedalam diri Gio, Alea mengubah sikap Gio seratus persen. mungkin hari ini, hari yang begitu bahagia untuk Gio dan Alea.
Gilea ( Gio Alea )
Bersambung...
__ADS_1