Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 31


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...…………………………………………...


Sore berganti malam Gio baru kembali dari markas Dan perusahaan, entah mengapa hari ini Gio sangat Sibuk sehingga Tidak bisa ikut Makan malam bersama.


Gio sekarang tengah duduk di atas ranjang, wajah nya terlihat sangat letih. Tetapi mau bagaimana lagi Gio tetap lah seorang Ceo dan seorang Ketua mafia.


"Ini Tea lemon untuk Kamu" Alea menyodorkan Segelas Tea lemon hangat kepada Gio.


sedari tadi Alea tau bahwa Gio akhir-akhir ini sangat sibuk. ia membuat kan segelas Tea lemon hangat untuk menghilangkan rasa letih Gio.


Gio mengambil gelas itu lalu meneguk nya secara perlahan-lahan. Rasa Tea yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu asam membuat Gio meminum nya hingga habis.


"Apa kamu tidak enak badan?" Alea duduk di sebelah Gio. tangan nya menyentuh dahi Gio mencoba memastikan keadaan Gio.


"Tubuh mu hangat, mungkin karena kamu kecapeaan" Alea beranjak berdiri menyelimuti Gio agar tidak kedinginan.


Tangan Gio menarik tangan Alea agar Duduk disebelah nya. Entah mengapa Gio tiba-tiba memeluk Alea dan mengeliat di tubuh Alea. Gio merasakan kenyamanan dan kehangatan saat ia memeluk Alea dengan sangat erat.


"Aku merindukan kakek Alea" Tiba-tiba saja Gio merindukan Sang Kakek.


Jari-jari Alea membelai Lembut Rambut Gio. Lalu ia berkata... "Beliau Sudah tenang disana Gio. dan kamu tidak sendirian ada aku, Oma, Arka, Mama Dan papa" Gio semakin mempererat Pelukan nya.


"Tidurlah..." Alea tetap membelai Rambut Gio dengan Lembut.


Perlahan-lahan Mata Gio terpejam. Gio tertidur di dalam pelukan hangat Alea, bagi Gio sekarang adalah ia membutuhkan seseorang untuk ia jadikan tempat untuk mengungkapkan rasa rindu.


Alea mencoba membenarkan posisi nya dengan Cara bersandar. Jari-jari Alea tetap membelai rambut Gio hingga Dia ikut tertidur dengan posisi bersandar di tempat tidur.


Pagi Hari...


Alea terbangun terlebih dahulu ketika merasa perut nya terasa kram dan sepertinya ia sedang kedatangannya tamu bulanan. dia sangat ingin pergi kekamar mandi, tetapi Gio masih tidur dengan posisi memeluk nya.


"Gio bangun" Lirih Alea dengan tangan menepuk-nepuk telapak tangan Gio.

__ADS_1


Mata Gio mencoba Bangun, Entah kenapa mata nya sangat susah untuk diajak bangun. Gio menatap Alea penuh tanya. Gio terkejut ketika membuka mata nya ketika melihat posisi nya saat tidur sedang memeluk tubuh Alea.


Alea segera berdiri dan berlari ke kamar mandi. Sedangkan Gio merasa bingung kenapa Alea berlari tergesa-gesa ke kamar mandi, lalu ia melihat ada noda merah di Seprai nya.


"'Jadi dia datang bulan" Gumam Gio memandang noda merah di seprai nya.


Tidak lama kemudian Alea keluar dengan pakaian yang sudah ganti. Alea berjalan dengan raut wajah malu dan menunduk.


"Maafkan aku. karena aku Seprai mu jadi kotor" Lirih Alea sembari menundukan kepala karena takut Gio marah.


"Tidak Papa" Gio menatap Alea


"Biar nanti aku mencuci seprai kamu" Alea kembali membuka suara


"Tidak perlu...,lebih baik kamu istirahat. aku tau seorang wanita saat kedatangan tamu bulannya pasti akan selalu mengalami Kram" Gio berbicara sembari memandang Alea.


"Biar bik summy dan bik maryam yang mencuci nya. Kau disini saja" Gio masih memandang Alea yang masih tertunduk.


"Bantu aku" Ujar Gio


Gio memandang wajah cantik Alea yang sedang mengusap keringat nya. Wajah cantik tanpa polesan make up terlihat sangat natural.


"Apa kau tidak punya waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama Oma Diana?" Tanya Alea sembari mendorong kursi roda Gio.


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Gio memasang raut wajah dingin nya kembali.


"Oma Diana sangat merindukan kamu Gio. dan Oma juga sangat ingin menghabiskan waktu bersama kamu. Apa kau bisa meluangkan waktu sehari saja untuk Oma Diana" Alea menjelaskan maksudnya.


"Baiklah...hari ini aku tidak akan pergi ke Perusahaan. Aku akan menghabiskan waktu bersama Oma hari ini" Gio menjawab.


Gio mendorong kursi roda nya sendiri masuk ke dalam kamar mandi. Sedang kan Alea tersenyum karena Bisa memenuhi keinginan Oma Diana untuk menghabiskan waktu sehari dengan Oma.


Alea mendudukan tubuh nya di sofa. perut nya terasa kram karena tamu bulannya. Alea memainkan Handphone nya agar mengalihkan rasa kram nya.


Ting...

__ADS_1


Bunyi notice Pesan handphone Alea yang menandakan Ada pesan yang masuk. Pesan itu dari Willona sahabat Alea.


Wilona : "Alea. Aku marah pada mu!"


Alea : "Kenapa kau marah kepadaku?"


Willona : "Karena kau jarang menghubungi ku!"


Alea : "Kau tau kan sekarang aku sudah menjadi seorang istri sekaligus perawat pribadi. maka dari itu aku jarang ngechat"


Willona : "Wkwkwkwk... Gw lupa"


Alea : "Masih Muda Tapi Otak nya Freak"


Willona : "DASAR SAHABAT KAMPRETT..."


Alea : "Wkwkwkwkwk..."


Alea : "Masih Ngambek nih?"


willona : "Yoi masih ngambek"


Willona : "Tapi Bo'ong. Ckckckck"


Alea tertawa melihat pesan-pesan Bersama sahabat nya itu. Bagi Alea Willona sudah seperti Saudara nya sendiri, disaat ia butuhkan Willona selalu ada.





Foto-Foto yang diambil ketika Alea merayakan Hari ulang tahun yang ke 18 bersama Willona. Sebuah kenangan yang manis dan yang takan terlupakan.


Alea memandang Foto-foto itu di Galeri handphone nya. Sebuah ukir senyum indah terlihat jelas di bibir mungil Alea.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2