Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 45


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Gio sedang asyik memainkan komputer nya di atas pangkuan nya, tiba-tiba suara dering ponsel Alea berbunyi berulang-ulang kali. Gio merasa terusik dengan suara dering ponsel itu.


Gio mengambil ponsel Alea yang tak jauh dari jangkauan nya. Lalu ia mematikan telfon itu, saat ia ingin meletakkan ponsel Alea ia menangkap sebuah pesan yang membuat nya sangat penasaran.


Ponsel Alea mengunakan kata sandi untuk dibuka, bagi Gio sangat mudah untuk merantas ponsel Alea. tak butuh waktu lama untuk Gio membuka kunci keamanan ponsel itu.


Sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenal. Gio membuka pesan itu dan membaca nya, raut wajah nya berubah menjadi datar setelah membaca isi pesan itu.


Isi pesan....


"Alea Aku devan"


"Aku melihat mu di pesta, aku sangat bangga dengan mu. kau diberi penghargaan yang sangat istimewa, oleh seorang Ceo ternama di negara ini"


"Emm... apa kau punya waktu untuk berbicara dengan ku? aku ingin berbicara mengenai hubungan lama kita"


"Aku sangat menyesal kerena meninggal kan mu dan memilih Helena dulu, seharusnya aku beruntung mendapatkan Gadis seperti dirimu, tapi aku justru memilih wanita yang salah"


"Apa kau mau Alea kembali bersama ku lagi? jujur aku masih memiliki perasaan kepada mu"


"Aku mencintaimu Alea hingga sekarang, aku ingin menemui mu di tempat kita pertama kali bertemu"


"Aku akan menunggu mu di Cafe Island"


...----------------...


Mata Gio memerah melihat Siapa pengirim pesan itu. Tangan nya mengepel dengan erat, Pengirim pesan itu adalah Devan.


"Brens*k" Gumam Gio menatap Ponsel itu.


Suatu ide muncul dari benak nya, ia mencoba menyadap ponsel Alea dengan komputer nya. Tangan nya lihai dalam memainkan keyboard itu dengan cepat. tak butuh lama untuk Gio bisa menyadap ponsel Alea.


Gio tersenyum devil setelah menyadap ponsel Alea. Ia kembali meletakkan ponsel Alea di atas Meja, lalu ia kembali memainkan komputer nya.


"Gio..." Alea baru masuk ke dalam kamar sembari menggendong Kucing muezza.


"Hemmm..." Gio hanya berdeham.


"Apakah ponsel ku berdering?" Tanya Alea sambil mengambil Ponsel nya.


"Aku tidak tau!" Ketus Gio.


Alea melihat beberapa dari Devan. "Bagaimana dia mendapatkan nomor telepon ku?" Alea tak sengaja berucap Lisan, sehingga Gio masih bisa mendengar.


Alea memblokir nomor Devan dengan cepat, ia tak ingin masalalu nya menghampiri nya lagi. baginya sekarang yang terpenting adalah Membantu Gio pulih.

__ADS_1


Gio bisa melihat dari komputer nya, jika Alea memblokir nomor Devan. Gio tersenyum senang melihat Alea memblokir nomor Devan.


"Gio aku ingin membawa Muezza berjalan-jalan di Taman. apakah boleh?" Alea menatap Gio.


"Semau mu, lagian muezza bukan kucing ku" Ketus Gio pura-pura fokus ke komputer.


"Baiklah... aku pergi ke taman dulu" Pamit Alea.


"Tunggu! aku ikut!" Gio meletakkan komputer nya di atas nangkas.


Kali ini Gio mendorong kursi roda nya sendiri, karena Alea membawa kucing Muezza di dalam gendongan nya.


Gio menatap Alea yang sedang bermain bersama kucing muezza, Gio diam-diam mempotret Alea saat tersenyum. kali ini Gio tidak ingin melewatkan momen indah untuk mempotret Alea.


"Miowww...miowww..."


Entah kenapa Kucing muezza tiba-tiba melompat ke atas pangkuan Gio. Gio terkejut, sebenarnya Gio tidak suka dengan kucing.


"Hushhh... hushhh...pergi!" Gio tak bisa bergerak karena Kucing muezza berada di pangkuan nya.


"Dasar kucing Sialan!" Gio kesal karena ia tak bisa memfoto Alea.


Alea hanya tersenyum kecil lalu ia mengambil ahli kembali Kucing muezza ke dalam pelukan nya. "Kucing nakal" Alea menyentuh hidung Muezza.


'Dasar kucing Sialan, karena mu aku tidak bisa mengambil foto Alea!. kalau bukan karena Alea menyayangi mu, mungkin aku sudah membuang mu kejalanan.' Gerutu Gio dalam hati.


Alea mengedarkan pandangan nya menyusuri taman itu, ia menangkap Pedagang es cream yang berjualan di Taman. lalu ia melangkah menghampiri penjual es cream itu.


"Es cream Keju dua" Ujar Alea kepada pedagan Es Cream itu.


"Oke non" Jawab pedagang itu.


Alea melihat Penjual es Cream itu menjual mainan bola kenyal, tangan nya mengambil bola kenyal itu. "Pak sama Bola kenyal ini" Kata Alea sembari memberikan uang untuk membayar es Cream dan bola kenyal itu.


Alea melangkah menghampiri Gio kembali. tangan nya menyerahkan Bola kenyal kepada Gio. Gio bingung karena Alea memberinya mainan anak kecil kepada nya.


"Ambil... " Alea menyuruh Gio.


"Untuk Apa?" Tanya Gio sembari memainkan bola kenyal itu.


"Itu untuk melatih otot jari-jari kamu" Jawab Alea.


Tangan Alea mengenggam tangan Gio, ia mencoba mengajari Gio untuk nemainkan Bola kenyal itu. disisi lain Otak Gio traveling dengan bola kenyal itu, ia menahan tawa nya.


'Gadis ini benar-benar polos' Gio hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Bukan kah bola ini mirip..." Gio mencoba mengoda Alea.

__ADS_1


"Mirip Apa?" Alea bertanya dengan wajah polos nya.


"Tidak ada!" Serga Gio sembari menahan otak traveling nya


"Emmmmm... ambil ini!" Alea menyerahkan Es Cream.


"Aku tidak suka Es Cream!" Gio menolak.


"Baiklah kalau begitu...biar aku berikan kepada Muezza" Gio langsung mencekal tangan Alea.


"Biar aku makan!" Gio langsung mengambil es Cream itu.


Alea tersenyum manis melihat Gio memakan Es cream itu. ia mendudukan tubuh nya di atas bangku taman, di bawah naungan pohon. ia menjilat Es cream sembari menatap pemandangan sungai apalagi di tambah senja sore hari.


Sedangkan Gio. tersenyum menatap Alea yang memakan es cream, Ia ikut senang melihat Alea tersenyum manis, baginya senyum Alea sangat lah berharga.


"Miowwww...."


Sekali lagi Muezza loncat ke dalam pangkuan Gio, sehingga Gio terkejut sampai-sampai es cream yang ia pegang terjatuh mengenai kemeja hitam nya.


"SIAL!!" Gio begitu kesal.


dengan cekatan Alea langsung menurunkan Muezza dari pangkuan Gio, dengan wajah pucat Alea meminta maaf kepada Gio. karena muezza mengotori kemeja Gio.


"Gio maaf... karena Muezza kemeja mu kotor" Ucap Lirih Alea dengan raut wajah seduh.


Alea mengambil sapu tangan di saku nya, lalu ia mencoba membersihkan kemeja Gio yang terkena es cream. Jarak wajah Alea dan Gio hanya sekisar 1 senti saja, Gio bisa menatap wajah Alea dengan jarak dekat dan jelas.


Jantung Gio berdetak 100 kali lipat, Ia mematung. tubuh nya terdiam, lidah nya terasa keluh untuk berbicara. Wajah Gio semakin mendekat dan....


"Cupp... mmpphhhh..."


Gio menci*m bibir mungil Alea, ia ******* bibir itu dengan rakus. Sehingga Alea hanyut dalam Cium*n itu. Cium*n yang terasa manis dan indah di bawah senja sore hari.


Gio melihat Alea yang kehabisan nafas pun melepaskan Penyatuan bibir mereka, Gio membiarkan Alea mengambil nafas. dan Gio kembali menci*m bibir mungil Alea.


"Gio... mmppphhhh..."


Belum habis Alea berbicara Gio sudah menyatukan kembali bibir nya. Alea kembali hanyut. senja sore hari menyaksikan mereka sebagai saksi.


Gio melepaskan Pautan bibir mereka, Ia menatap Alea dengan sangat lekat. dan ia berucap....


"Bibir mu Candu ku" Ucap singkat Gio.


Gio mendorong kursi roda nya meninggalkan Alea yang terdiam mematung di Taman. Kali ini ia merasa puas, kerena sudah 2 kali membuat Alea Terdiam.


Alea mematung menatap Gio yang semakin Jauh, jari nya menyentuh bibir nya yang sedari tadi dici*m oleh Gio. ia tak menyangka Gio akan menci*m nya untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2