
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...……………………………………………………………………...
Setelah memasak Alea pergi menuju kamar Gio kembali dengan memaiki Anak tangga. Ia membuka pintu secara perlahan-lahan, Alea mengedarkan pandangan nya menyusuri Kamar itu untuk mencari batang hidung Gio.
mata Alea terbelalak ketika mendapati Gio yang baru saja selesai mandi. Gio keluar dari kamar mandi dengan kursi roda nya. Tubuh yang basah kuyup Tanpa pakaian hanya menyisahkan Celana boxer saja.
"Ka-kau sudah selesai mandi?" Tanya Alea sedikit terbata-bata.
'Entah kenapa setiap kali aku bertemu dengan pria ini selalu saja membuat jantung ku tak karuan, bisa-bisa aku kenak serangan jantung kalau seperti ini' Gerutu Alea dalam hati menatap Gio dari jarak yang Jauh.
"Kenapa kau diam? bantu aku!" kata Gio dengan nada tinggi dan kasar.
"Ba-baiklah…" Jawab Alea sembari melangkah menghampiri Gio yang tengah duduk di kursi roda.
Alea mengambil handuk di dalam lemari. lalu ia mengeringkan tubuh Gio lalu naik ke rambut Gio yang basah kuyup. "Aku rasa Rambutmu sudah waktunya untuk di potong karena sudah Sangat panjang" Ucap Alea yang masih mengeringkan rambut Gio.
"Apa aku boleh memotong nya?" Tanya Alea menatap Wajah Gio dari balik Kaca.
"Kalau kau memotong rambutku, bisa-bisa rambut ku ini bisa hilang semua!" ejek Gio secara langsung.
"Haish…kamu mungkin lupa, kalau aku ini seorang perawat. dan pekerjaan perawat adalah merawat pasien nya seperti memotong rambut pasien, mengobati pasien dan lain-lain" jawab Alea dengan kesal.
"Kalau ngak mau tidak apa-apa" Kata singkat Alea.
"Baiklah…tapi ingat! kalau rambut ku rusak aku tidak segan-segan melakukan sesuatu kepadamu" Ancam Gio menatap Alea dengan tatapan tajam dan membunuh.
Setelah mendapatkan izin Gio. Alea melangkah mengambil alat potong rambut yang disimpan di dalam laci. lalu ia membawa Gio masuk ke dalam kamar mandi lagi untuk memulai memotong rambut Gio yang mulai panjang.
__ADS_1
ilustrasi Foto kamar mandi Gio
Karena kamar mandi Gio luas. itu membuat Alea mudah membawa Gio masuk ke dalam kamar mandi. Alea mulai memotong Rambut Gio sesuai imajinasi nya. karena bukan pertama kalinya dia memotong rambut seseorang, ia sendiri pernah memotong rambut sahabat nya willonara.
Gio menatap wajah cantik Alea yang fokus memotong rambut nya. Gio kagum dengan sosok Alea yang unik. Sifat Alea sangat jarang di temui bagi Gio membuat ia tertarik kepada Alea.
"Bagaimana apakah bagus?" Tanya Alea setelah selesai memotong Rambut Gio.
Rambut yang dimodel layaknya oppa-oppa korea membuat Gio semakin Tampan karena memang Gio sudah tampan.
Gio kagum pada dirinya sendiri setelah mendapati model rambut yang Cocok baginya. "Lumayan!" Jawab Gio membuat Alea berdecak kesal padahal susah payah ia memotong nya malah mendapat jawaban 'Lumayan'
"Syukurlah kalau lumayan" kata Alea yang sedikit kecewa.
alea membawa Gio keluar dari kamar mandi lalu membawa Gio menuju ruang Walk In Closet untuk membantu Gio memilihkan Jas yang cocok untuk Gio.
Alea Terpanah melihat betapa rapi dan elit Walk In Closet Gio. semua pakaian, jas, dasi, sepatu dan lainnya tertata rapi di dalam lemari-lemari kaca.
"Pilihkan setelan Jas untuk ku!" Ujar Gio dengan raut wajah dingin.
"Baiklah…" jawab Alea lalu pergi memilih Setelan Jas yang Cocok untuk dikenakan Gio.
Alea memilih Jas berwarna Hitam dengan kemeja berwarna abu-abu. lalu ia memilih Dasi berwarna hitam dengan pin rusa yang terbuat dari emas.
5 menit kemudian…
__ADS_1
Gio telah siap dengan setelan jas yang cocok melekat di tubuh kekar Nya. Dengan Model rambut yang sangat cocok untuk nya.
Alea terdiam sejenak karena terpanah melihat ketampanan suami nya setelah memakai pakaian yang ia pilihkan.
"Mari kita kebawah, semua pasti menunggu" kata Alea sembari mendorong kursi roda Gio memasuki Lift.
"Heemm…" jawab Gio dengan deheman.
Mama Vio, papa Erland telah duduk di meja makan dengan diiringi beberapa pelayan yang menyajikan makanan-makanan ke meja makan.
"Wuahh putra ku. kau semakin tampan saja dengan model rambut baru mu itu" puji mama Vio ketika melihat perubahan pada putra nya dari atas hingga bawah.
"Oh 'ya Gio. Istri kamu tadi masak bubur loh buat kamu. benarkan Lea? " kata Mama Vio teringat bahwa Alea telah memasak Bubur dan salad untuk Gio.
"I-iya ma" jawab Alea yang terbata-bata.
"Ma aku tidak suka Bubur! aku hanya ingin makan Steak" Kata Gio membuat Alea merasa kecewa karena ia sudah susah payah memasak bubur dengan tangan nya sendiri malah Gio menolak nya.
"Tapi kamu ngak boleh makan makanan yang keras Gio. Kalau kamu makan makanan yang keras itu bisa mengakibatkan ngangguan pencernaan" kata Alea dengan menjelaskan apa pesan yang di berikan oleh dokter.
Gio tidak mendengarkan sama sekali ucapan Alea. ia malah meminta Bik maryam menyajikan Steak kesukaan nya untuk ia makan.
Alea hanya bisa menghela nafas. Ia tau Gio pasti akan menolak masakan nya, kalau bukan Gio adalah suami nya sudah pasti ia akan memarahi Gio habis-habisan.
"Maafkan Gio 'ya lea" kata Papa Erland sembari membelai rambut Alea dari belakang. Alea hanya bisa mengangguk kecil.
"Will Mari kita berangkat!" ujar Gio mengarah ke arah Will yang tengah berdiri di samping Bik maryam.
"Baik Tuan…" jawab Will lalu mengambil Ahli kursi roda Gio lalu membawa Gio keluar dari mension.
__ADS_1
'Dasar pria Es!, lihat saja kalau kau meminta bantuan aku tidak akan membantu mu lagi. aku sudah memasak dengan susah payah kau malah menolak Awas saja kau' gerutu Alea dalam hati.
Bersambung………………