Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 21


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...…………………………………………………………………...


Di dalam perjalanan Pulang setelah melakukan Fisioterapi. Gio dan Alea tengah berdebat hanya karena masalah sepele. sedangkan Will hanya bisa menonton dan tertawa kecil melihat perdebatan Gio dan Alea yang seperti Tom and Jerry.


"Kenapa kau berpelukan dengan Dokter Leo di hadapan ku tadi!?" Tanya Gio dengan raut wajah kesal menahan Amarah.


"Kenapa? Cemburu?" Jawab Alea mencoba Memanas-manasi Gio. ia sengaja memancing emosi Gio dia hanya ingin tau bagaimana Reaksi Gio.


"Cihh…najis! siapa yang Cemburu? Jangan Overthinking jadi orang!" Bentak Gio mengeluarkam semua Emosi yang ia tahan sedari tadi.


"Jadi jawab! mengapa kau berpelukan Dengan Dokter jelek itu?" Tanya kembali Gio dengan nada tinggi.


"Katanya ngak Cemburu. Kok kamu nya Kepo kayak Suami yang Cemburuan" Bukan nya menjawab Alea malahan membuat Gio semakin Kesal.


"Will apa kamu mencium aroma asap? soalnya aku mencium aroma nya" Tanya Alea kepada Will yang sedang mengendarai Mobil.


"E-engak nona, saya nggak mencium aroma Asap" Jawab Will sembari mempertajam indra penciuman nya.


"Kamu benar Will. ini bukan Aroma Asap, melainkan Aroma-aroma Api kecemburuan" Kata Alea sembari melirik Gio.


Gio berdecak kesal. Gio rasanya ingin sekali melahap Alea secara hidup-hidup. Dia menatap tajam Alea Dengan aura membunuh membuat Alea Bergidik ngeri.


"Baiklah-baiklah aku akan mejawabnya" Kata Alea ketika melihat tatapan tajam Gio.


"Dokter Leo adalah Kakak senior ku di waktu aku Masih Kuliah di Universitas Kedokteran. Aku Willona dan Dokter Leo kami bersahabat Sejak kami Kuliah bersama. Kami selalu Curhat dan selalu bersama ketika Suka maupun Duka. Aku dan Willona menganggap Dokter Leo seperti Kakak kami sendiri karena Leo selalu Menjadi Private Bodyguard bagi kami di Kampus. Karena di kampus aku dan willona sering Di Bully oleh para mahasiswa disana, sejak itulah Kak Leo Diam-diam menjadi Private Bodyguard Bagi kami berdua layaknya seorang kakak. Mala dari itu aku menganggap nya Kakak ku sendiri" Jelas Alea Menceritakan semua Secara inci.


"Jadi kamu ngak usah Cemburu lagi. Aku hanya menganggap nya seorang kakak saja. Lagian aku juga tau batasan nya" Kata Alea.


Entah mengapa Gio merasa lega ketika mendengar Alea hanya menganggap dokter Leo hanya sebatas seorang Kakak saja.


Alea kembali Fokus menatap Pemandangan Kota dari balik kaca. Tiba-tiba saja Handphone nya berbunyi, ia mendapat Telfon dari Willona Sahabat nya.


...***...


Willona : "Hallo Alea kamu dimana? Cepat kamu datang kerumah" Kata Willona dari sebrang telfon dengan Suara Cemas.

__ADS_1


"Kenapa Suara mu sedikit Cemas? apa Ada masalah?" Tanya Alea yang ikut-ikutan Cemas.


Willona : "Anu…Muezza muntah darah. Aku ngak tau apa yang terjadi, aku mohon please datang" kata Willona yang masih di landa kecemasan.


"What!…Really? its okay aku akan datang. Bersabarlah aku segera datang" Jawab Alea.


Willona : "Baiklah…lebih baik kau temui aku di Klinik Hewan karena aku akan segera Membawa Muezza ke klinik Hewan. aku menunggu mu" Kata Willona.


"Baiklah aku akan datang ke Klinik Hewan" Jawab Alea lalu mematikan Telfon.


...***...


"Will tolong hentikan mobil nya" Ujar Alea kepada Will.


Setelah mendengarkan perintah Alea. Will dengan Cekatan nya langsung menghentikan Mobil nya lalu menepikanya ke sebrang jalan.


"Kenapa menyuruh Will berhenti?" Tanya Gio Dengan nada tinggi.


"Aku ada urusan Penting Gio. Aku meminta Will untuk berhenti disini karena aku tau kamu pasti ngak mau antar aku. Maka dari itu aku ingin Will menurunkan aku disini lalu mencari taksi sendiri" Kata Alea sembari memakai Tas selempang nya.


Alea ingin Keluar dari mobil, akan tetapi lengan nya Dicekal oleh Gio. "Ada apa?" Tanya Alea menatap Gio.


"Heh! apa yang kamu lakukan?" tanya Alea menatap Gio dengan Bingung.


"Kemana tempat yang ingin kau kunjung?" Tanya Gio dengan Raut wajah datar.


Alea Syok baru pertama kalinya Gio mau mengantarnya. Ia mematung Menatap wajah Tampan Gio dengan raut wajah Syok.


"Kemana!" Tanya Gio kembali dengan nada tinggi menjulang.


"K-klinik Hewan" Jawab Alea terbata-bata.


Will pun mempercepat Mobil setelah mendapati tatapan tajam Gio. Tak lama kemudian Mereka pun sampai di Klinik Hewan dekat dengan perumahan Willona.


Alea berlari memasuki Klinik Hewan mencari keberadaan Willona. Mata Alea tertuju ke arah Willona yang tengah duduk di bangku antrian sembari menggendong Kucing Muezza.


"Willona apa yang terjadi? mengapa Kondisi Muezza lemah seperti ini dan tubuh nya juga Kurus" Tanya Alea mengambil ahli Muezza ke gendongan nya.

__ADS_1


"Ngak tau Lea. tiba-tiba saja seperti ini" Jawab Willona mengangkat kedua bahu nya.


Seorang Dokter Hewan wanita berambut pendek Menghampiri Alea dan willona dengan seragam Kerjanya.


"Nona Alea" Sapa Dokter wanita itu yang tidak lain adalah Malinda Mommy gadis kecil yang tadi pagi Alea tolong dari tabrakan mobil.


"Nyonya malinda? anda disini?" Tanya Alea ketika mendapati Malinda di sana.


"Iya kebetulan Saya pemilik Klinik Hewan ini. Apakah Kucing anda ini sedang Sakit?" Tanya Malinda sembari mengelus Muezza di dalam gendongan Alea.


"Iya nona Malinda. Kucing peliharaan saya tidak tahu mengapa dia memuntahkan darah" Jawab Alea.


"Bisakah saya memeriksa nya?" Tanya Malinda kepada Alea.


"Tentu nyonya Malinda" Jawab Alea sembari memberikan Muezza kepada Nyonya Malinda.


Nyonya Malinda membawa Muezza ke ruang nya dengan diikuti Alea dan willona Di Belakang.


"Apakah di rumah anda menaruh Racun tikus?" Tanya Malinda ketika selesai Memeriksa kesehatan Kucing muezza.


"Iya" Jawab Willona sejujur-jujurnya.


"Kucing Kalian mengalami keracunan. dan kemungkinan besar Kucing Kalian keracunan akibat Memakan Racun tikus tanpa sengaja" Jelas Malinda sembari menyuntikan Obat penawar ke tubuh Kucing Muezza.


"Apakah Muezza akan baik-baik saja?" Tanya Alea yang masih Cemas.


"Tenang saja aku sudah memberi suntikan penawar. dan Beberapa hari lagi pasti Kucing manis ini akan lincah kembali" Kata Malinda memberikan Muezza ke gendongan Alea kembali.


"Terima kasih Nyonya Malinda" Kata Alea sembari mengeluarkan Uang dari saku Gaun nya.


"Tidak perlu Nona Alea. Anggap saja ini cara saya berterima kasih kepada anda karena anda telah menyelamatkan Putri saya" Tolak Malinda.


"Tapi…"


"Sudahlah Alea Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa sesama manusia kita harus saling tolong menolong" Kata Malinda dengan ramah.


"Baiklah…Terima kasih" ucap Alea dengan tersenyum.

__ADS_1


Bersambung…………


__ADS_2