
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Alea terbangun saat sinar matahari menyentuh jendela kamar nya, perlahan-lahan ia membuka matanya dengan sangat malas. Tubuh nya terasa sakit Karena ulah Gio.
pipinya memerah mengingat-ingat kejadian semalam, sehingga tangan nya memegang kepala nya lalu mengetuk pelan dahi nya.
Tiba-tiba ia tersentak ketika pintu perlahan-lahan terbuka dan menampakkan sesosok Gio yang sudah rapi dengan Jas, sehingga Alea langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya hingga wajah nya karena ia tak memakai sehelai pakaian pun.
"Gi-gio..." Ucap Alea gelagapan sembari menutupi wajah dan tubuh nya menggunakan Selimut.
"Kenapa? kenapa kamu menutupi seluruh tubuh mu hingga wajah mu? " Gio tersenyum, ia tau betul pasti saat ini Alea merasa malu dengan pipi yang memerah karena ulah nya tadi malam.
"Kau kedinginan? mau aku bantu hangatkan?" Tanya Gio sambil tersenyum dengan nada menggoda.
"Ti-tidak Usah... aku tidak kedinginan" Alea membuka selimut yang menutupi wajah nya dengan pipi yang merah merona.
Gio gemas melihat tingkah laku Alea, Terutama melihat pipi Alea yang chubby dan merah merona saat menahan rasa malu.
"Kau yakin? " Tanya Gio sembari mendekatka. wajah nya ke wajah Alea.
Alea tidak bisa menjawab apa yang Gio katakan, jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya. wajah nya semakin terlihat merah merona.
"A-aku mau ke ka-kamar mandi... " Ucap Alea menghentikan Aksi Gio.
Gio bisa merasakan jika tubuh Alea pasti terasa sakit karena ulah nya, sehingga ia tak tega untuk membiarkan Alea ke kamar mandi sendirian. Dan...
"Gio! Apa yang kamu lakukan?" Teriak Alea yang terkejut saat Gio tiba-tiba menggendong tubuh nya.
"Aku sudah melihat Seluruh Tubuh mu, Jadi Kau tidak perlu Malu. Dan Ini juga Hak ku untuk melihat tubuh mu SE-LA-LU" Gio menatap wajah Alea yang berada di gendongannya sambil membisikkan kata Se-la-lu tepat di telinga Alea, sehingga membuat bulu kuduk Alea menjadi merinding.
"Dan yang paling penting sekarang adalah Gionandra Abraxas Kenanzo mencintai Nona Alea Briella Claudine Ellora" Ucap Gio.
Kata ungkapan Gio barusan membuat Hati Alea berbunga-bunga, hingga sebuah ukir senyum terlukis di bibir ranum Alea.
"Tidak ada Hadiah yang manis untuk ku di pagi yang manis ini?" Tanya Gio dengan senyum yang menggoda.
Alea menggeleng dengan malu, sehingga Gio menghela nafas kesal. Alea yang melihat itu pun tak tega dan...
"Cuppp... " Bibir Alea mengecup lembut pipi Gio. Lalu...
"I LOVE YOU" Bisik Alea dengan nada malu.
__ADS_1
"I LOVE YOU TOO..." Jawab Gio sembari menatap Wajah Alea.
Gio menggendong tubuh Alea ke dalam kamar mandi. Kamar mandi yang luas dengan interior yang sangat mewah dan Vintage. Gio meletakkan Tubuh Alea ke dalam bathub yang sudah ia isi dengan air hangat dan kelopak bunga mawar.
"Kelihatan nya aku ingin mandi sekali lagi" Goda Gio dengan nada menggoda.
"Gi-gio kamu pa-pasti di tunggu clien, pe-pergilah... " Ucap Alea dengan gelagapan.
"Kau mengusirku? " Tanya Gio.
"Ti-tidak... maksud ku tadi sebaiknya kamu berangkat sekarang, karena kamu pasti ditunggu Will dan Clien" Jawab Alea beralasan Agar Gio tak Khilaf.
"Apa aku harus libur... " Gio sangat senang untuk menggoda Alea.
"Gi-gio libur itu tidak baik, Ka-kamu sebagai Ceo harus menjadi pemimpin yang baik untuk karyawan dan anak buah kamu" Nasehat Alea.
"Baiklah Aku akan pergi, Tapi nanti sore bersiaplah..." Goda Gio tepat di telinga Alea, sehingga bulu kuduk Alea menjadi merinding.
"Gi--Mmmphhhh..." Bibir Alea seketika bungkam Ketika tiba-tiba Gio ******* bibir ranum nya.
Gio pergi meninggalkan Alea yang tengah malu dengan pipi yang merah merona layak nya Tomat dan tubuh yang terdiam.
Sekarang Gio tengah duduk di Ruang kerja nya, dengan Senyuman di bibirnya. ia tersenyum karena mengingat-ingat kejadian semalam saat bersama Alea. sehingga Will dan Levi yang berdiri di depan Gio mengindik Ngeri.
"Will, apakah ketua baik-baik saja? " Bisik Levi tepat di telinga Will.
"Aku tidak tidak tau, yang ku tau bumi sedang tidak bik-baik saja karena Ceo Gionandra Abraxas kenanzo yang tidak pernah tersenyum hari ini tersenyum" Jawab Will dengan nada pelan agar tidak didengar Gio, tapi masih di dengar oleh Gio.
"APA YANG KAU KATAKAN WILL?! " tanya Gio dengan nada dingin.
"Ti-tidak ada Tuan" Will menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"DUDUK! " ujar Gio kepada Will dan Levi.
"MENGAPA KALIAN DATANG KESINI?! " Tanya Gio kepada will dam levi dengan raut wajah dingin.
"Tuan, apa yang harus aku lakukan kepada pria itu?" Tanya Will dan Levi dengan kompak.
Gio teringat dengan Pria yang pernah menyerang Alea, yang sekarang sudah berada di ujung tanduk. "KITA AKAN PERGI KE MARKAS SEKARANG" ucap Gio dengan wajah devil nya.
__ADS_1
"BAIK TUAN!!... " Ucap serentak Will dan Levi.
Gio melangkah dan setiap langkah nya diberi hormat oleh para pekerja dan karyawan disana. Semua orang disana terpana dengan ketampanan Sesosok Ceo Gionandra Abraxas kenanzo dari perusahaan BLOUSZEGROUP.
Visual Gionandra Abraxas Kenanzo.
"Ya ampun Ceo Gio, sangat Tampan..." Ucap salah satu OB di sana.
"Ya iyalan Tampan, orang calon Suami Gw" Ucap salah satu karyawan di sana yang berpenampilan seperti tante-tente.
"Gw dengar Tuan Ceo itu sudah menikah, dan aku juga mendengar jika istri nya itu seorang dokter" Ucap Seorang pria yang menjadi Ob disana
"Whatt!!? itu pasti ngak bener! " Serga wanita yang berpakaian tente-tente.
"Yakali Ceo ternama seperti Tuan Gionandra Abraxas Kenanzo sudah menikah? dan dengan dokter? " Ucap seorang wanita tadi.
"Lo tau dari mane? hemm... " Tanya Wanita itu dengan wajah angkuh.
"Ngak tau sih... tapi gw pernah dengar cerita dari Bibik gw ya, karena bibik gw tuh kerja di mension nya Tuan Ceo" Jawab Pria itu.
"massa iya sih! " Wanita berdandan menor itu menghela nafas kesal karena mendengar jika Ceo Gionandra Abraxas kenanzo telah menikah.
Bersambung.....
...🦋 𝙗𝙪𝙩𝙩𝙚𝙧𝙛𝙡𝙮𝙗𝙗 🦋...
Assalamualaikum readers.
Bantu Author dengan :
• Like
• Komen
• *Vote
• Follow
• And klik Favorit*
__ADS_1
......................