Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 23


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...…………………………………………………………………...


Pukul 06.00…


Cahaya matahari masuk lewat Jendela Balkon. membuat Alea Terbangun tepat pukul enam. dia melangkah ke dalam kamar mandi untuk melakukan rutinitas nya.


Alea telah Siap dengan mengenakan Gaun Bermotif Bunga daisy Putih, Cocok melekat di tubuh ramping dan berkulit putih nya. Dengan rambut yang di biarkan terurai membuat nya semakin cantik.


Alea menuruni anak Tangga menuju Taman mension. ia berinisiaf menyirami Bunga-bunga di taman. Rumput-rumput hijau dengan beberapa Pohon membuat pemandangan Mension semakin Asri.


Alea tertarik dengan tanaman Strawberry yang sudah Siap di panen. Ia memanen Buah Strawberry lalu memasukan nya ke dalam keranjang buah.


"Wuahh…Aku baru tau kalau mension ini ada Banyak tanaman buah-buahan" Ucap Alea sembari mengedarkan pandangan nya menyusuri setiap inci Halaman Mension.


"Very Beutifull" Gumam Alea mulai menyirami Tanaman-tanaman yang berada di sana.


Awan yang Cerah, Udara yang segar membuat Hati terasa tentram. Angin-angin menerpa lembut Wajah Alea sehingga mengakibatkan Rambutnya yang terurai berterbangan.


Alea bersenandung kecil sembari menikmati Udara segar yang menerpa nya. ia menyayikan lagu Faforit nya yang berjudul Baby Angel.


..."You're my angel...


...Angel baby, angel...


...You're my angel, baby...


...baby, you're my angel...


...Angel baby"...


Nyanyian Alea terdengar Merdu, sehingga yang mendengar nya bisa-bisa terhipnotis. Alea menyirami Seluruh bungan di sana tanpa ada yang tertinggal.


"Nona. Nona tidak perlu melakukan Ini. ini tugas saya sebagai Tukang kebun Nona" Kata Seorang wanita paruh baya menghampiri Alea.


"Tidak apa-apa. lagian Saya bosan maka dari itu Saya menyirami Tanaman disini" Jawab Alea


"Oh 'ya bibik siapa 'ya? sebelum nya saya belum pernah bertemu dengan bibik" Tanya Alea kepada wanita paruh baya yang berdiri dihadapan nya.


"Saya Bik Summy. Saya Sekampung dengan Bik Maryam nona" Jawab Bik Summy.


"Oh…Jadi Bik Summy tetangga Bik Maryam" Kata Alea di jawab dengan anggukan kecil oleh Bik Summy.


"Non. Biar saya aja yang menyiraminya. Lebih baik nona istirahat" Timpal bik Summy.


"Kalau begitu Baiklah…Saya permisi dulu ya Bik summy" Kata Alea lalu melangkah masuk kedalam mension dengan membawa keranjang Strowberry di tangan nya.


"Yah Tuhan…Nona ini sangat Manis, Cantik, dan anggun. Beliau juga sangat Sopan dan Lembut. Tuhan Engkau mengirim Gadis yang tepat untuk Tuan Gio, Tuhan. Gadis yang akan meluluhkan Hati Tuan Gio" Gumam Bik Summy menatap Punggung Alea yang mulai menghilang dari pandangan nya.


Alea melangkah ke dapur. Ia merasa Bosan di Mension sebesar dan semewa itu. Dia ingin melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosan nya, dengan memasak.


"Bik maryam" Pangil Alea ketika masuk kedalam Dapur.

__ADS_1


"Iya non. apa Nona butuh sesuatu?" Tanya Bik Maryam.


"Ngak Ada. Lea Cuma mau Bantu masak bolehkan?" Tanya Alea sedikit ragu.


"Tentu boleh nona. Tapi…Kalau Tuan Gio Tau yang masak Nona Alea. nanti seperti dulu malah tidak mau dimakan" Sahut Bik Maryam.


"Bik maryam ngak usah kasih tau Gio kalau aku yang masak. Jadi Gimana?" Saran Alea.


"Baiklah kalau begitu" Jawab Bik Maryam Dengan sepenuh hati.


Alea mulai memasak. Kali ini Alea akan memasak Hidangan penutup seperti Chesee Cake, Strowberry Yogurt, Jus Jeruk.



Cheesecake



Strawberry yogurt



Jus Jeruk


Tak butuh waktu lama Hidangan penutup yang dimasak oleh Alea telah tertata rapi di meja makan. Semua orang takjub kepada Kepintaran Alea dalam bidang memasak.


"Bik makanan telah Siap. Kalau begitu aku mau membangunkan Gio terlebih dahulu 'ya bik" Pamit Alea lalu melangkah pergi menuju Kamar Gio.


Gio masih Tertidur pulas. dengan Tubuh yang masih dibuntal dengan Selimut yang tebal. Alea membuka setiap Tirai kamar itu membuat Cahaya matahari masuk ke dalam kamar mengenai Wajah Gio.


"Gio…gio…Gio bangun!" Seru Alea sembari mengoyang-Goyangkan Tubuh Gio yang masih terbaring.


"Hemm…Apaan?" Suara Serak Gio yang tak mau bangun.


"Bangun Gio…ini sudah Pukul delapan" Ucap Alea mencoba membujuk Gio untuk bangun.


Buggh……


Gio menarik Tangan Alea secara Tiba-tiba membuat Alea terjatuh ke dalam pelukannya. Gio perlahan-lahan membuka matanya menatap Kedua bola mata Alea dalam-dalam penuh perasaan.


Detak jantung keduanya tak karuan. Sama seperti Gio, Alea juga menatap Mata Gio dengan penuh perasaan. Jarak Wajah mereka hanya beberapa senti, kemungkinan besar mereka bisa saja berciuman.


'Tuhan Kenapa Jantung ku berdetak kencang setiap kali bersama nya? Apakah aku sudah jatuh cinta kepada nya. Kalau ini memang Cinta, Tolong hilangkanlah perasaan ini karena aku tau Perasaan yang aku rasakan ini akan menyakiti ku suatu saat nanti' Gumam Alea yang masih menatap kedua manik-manik Mata Gio.


Setelah Alea sadar Bahwa Tubuh nya berada di atas Tubuh Gio. Ia langsung memperbaiki posisinya dengan cara berdiri. Kedua pipi nya memerah menahan rasa Salting.


Gio terkekeh melihat Wajah Alea. dia mulai terbiasa Dengan Alea, Ia juga merasakan Hal sama seperti yang dirasakan oleh Alea. Perasaan Cinta Guys.


( Gio mulai Jatuh Cinta ni guys )


"Apa yang kau lihat?" Tanya Gio memecahkan keheningan.


"A-aku, Aku" Alea tak tau menjawab apa. Ia masih menahan rasa Salting nya.

__ADS_1


"Bantu aku!" Ucap Gio kembali dengan Wajah Dingin nya, padahal di dalam luguk hati nya ia juga Salting.


"Emm…O-oke" Jawab Alea lalu mulai membantu Gio duduk di kursi roda.


Alea sudah terbiasa sekarang membantu Gio. mulai dari. Membantu melepas pakaian, Menyiapkan Jas, Membantu Gio duduk di kursi roda, Dan lain-lain.


Alea membantu Gio melepaskan Piyama yang dikenakan oleh Gio. hanya meninggalkan Celana Boxer. Lalu Alea Membantu Gio untuk mandi dengan mengunakan Shower. Sebenarnya Alea masih Canggung untuk memandikan Gio, walaupun Gio mandi masih mengenakan Celana boxer. Tapi entah mengapa Ia masih merasa Canggung campur malu.


Setelah Selesai memandikan Gio. Alea menyiapkan Setelam Jas untuk dikenakan Gio ke perusahaan. Alea juga membantu Gio memakaikan nya.


Gio dan Alea Turun ke bawah untuk makan. Ternyata di Meja makan semua orang telah berkumpul. Dari Mama Vio, Papa Erland dan Will.


"Gio…Ayo makan" Ajak mama Vio ketika mendapati Batang hidung Gio.


Gio hanya mengangguk, lidah nya keluh untuk bicara. Fikiran nya melanyang kemana-mana mengingat-ingat kejadian Tadi ketika Alea terjatuh di dalam pelukan nya.


"Gio mau makan apa Sayang? Bik maryam masak banyak" Kata Mama Vio sembari menunjukan banyak Makanan di atas meja.


"Aku ingin Cheesecake Mom. Gio lagi nggak mood makan nasi." Jawab Gio dengan raut wajah datar.


"Baiklah…kalau minum nya mau apa?" Tanya Mama Vio lagi.


Gio mengedarkan pandangan menyusuri meja makan. Gio tertarik dengan Jus Jeruk. Karena jus jeruk adalah minuman Faforit nya.


"Mama tau. Kamu ingin Jus jerukkan" Kata Mama Vio mengambil Gelas Jus jeruk.


Gio menyuapkan Cheesecake ke dalam mulut nya. Ia menutup mata nya ketika merasakan rasa Cheesecake sangat Lezat. Gio memakan Cheesecake itu hingga habis tak tersisa.


"Bik maryam kelihatan nya Gio menyukai Cheesecake buatan bibik" Ucap Mama Vio sambil mengunyah Cake.


Bik maryam menatap Wajah Alea. Karena yang memasak Cheesecake Adalah Alea, seharusnya Alea lah yang berhak mendapat Pujian.


"Maaf Nyonya. Yang pantas di Puji adalah Nona Alea…karena yang membuat Cheesecake adalah nona Alea" Kata Bik maryam Jujur.


Mata Gio terbelalak setelah mengetahui Cake yang ia makan tadi adalah buatan Istrinya. Alea hanya bisa cengengesan.


"Ternyata Menantu kita juga pintar membuat Cake" Puji Mama Vio menatap Alea.


"Benar Sayang…mantu kita ini pintar memasak. setiap masakan nya selalu saja enak" puji Papa Erland yang ikut-ikutan memuji Alea.


Alea tersipu malu mendapat banyak pujian. Ia lebih senang lagi ketika melihat Gio memakan habis Cheesecake yang ia buat dengan susah payah.


"Wuahh…nona. masakan anda benar-benar lezat" Sahut will mulai membuka suara.


"Thank you" Ucap Alea dengan tersipu malu.


Gio menatap Tajam Will. entah mengapa ia Cemburu ketika Will memberi pujian kepada Alea.


Will mendapat tatapan tajam itu seketika mengidik ngeri. ia tau bahwa Tuan muda nya itu tengah Cemburu karena perkataan nya.


'Tuan, Tuan. Posesive amat jadi orang. Kalau Cinta itu di ungkapin' Gerutu Will dalam Hati.


Setelah selesai makan Will dan Gio pergi ke perusahaan karena ada Meeting dengan Clien penting.

__ADS_1


Bersambung……………………


__ADS_2