Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 16


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...……………………………………………………………………...


Alea telah selesai mandi. ia mengenakan piyama berwarna nuansa putih yang sangat cocok melekat di tubuh ramping putih Alea. wajah yang tanpa polesan make up membuat wajah nya terlihat Alami. rambut lurus berponi ia gerai karena basah.


Alea sedang duduk sembari membereskan perlengkapan mandi nya yang sedari tadi ia pakai saat mandi.


Perlahan-lahan pintu terbuka menampakan Gio masuk ke dalam kamar dan mendekat ke arah King size bed. ia mencoba membaringkan tubuhnya ke kasur akan tetapi gagal karena kaki nya terasa mati rasa.


"Mau aku bantu?" Tawar Alea menatap Gio yang kesulitan menidurkan tubuhnya di atas kasur.


"Tidak perlu! aku tidak butuh belas kasih" tolak Gio secara mentah-mentah.


Di saat Gio hampir bisa menidurkan tubuh nya di king size bed, dia terjatuh akan tetapi tubuh nya ditampah oleh Alea sehingga ia tidak jadi terjatuh ke lantai.


"Sudah ku bilang kan. biar aku bantu, tapi kamu keras kepala" Gerutu Alea yang Bahu-membahu tubuh Gio dan membantu Gio Duduk di King Size bed.


"Kenapa kau membantu ku? aku sudah bilang aku tidak butuh belas kasih!" kata Gio dengan nada tinggi.


"Siapa yang memberimu belas kasih. kalau aku tidak cekatan memampah tubuh mu tadi, kemungkinan kau akan terjatuh tersungkur di lantai. seharusnya kau berterima kasih pada ku" kata Alea sembari menuangkan segelas air putih dan memberikan nya ke Gio.


"Minumlah kau pasti syok tadi saat hampir terjatuh" kata Alea sambil memberikan Gelas berisi air putih.


"Prangg…" bunyi pecahan gelas Air putih yang di tepis oleh Gio membuat Alea tersungkur di lantai


"Kenapa kau memecahkan nya?" tanya Alea menahan rasa sakit di area telapak tangan nya yang terkena serpihan kaca.


"Aku sudah bilang aku tidak butuh belas kasih mu!" bentak Gio dengan nada tinggi.

__ADS_1


Gio mengambil bantal lalu melemparnya secara kasar ke arah Alea yang masih terjatuh di lantai. dengan cekatan Alea. Alea langsung menepis bantal itu agar tidak mengenai wajah nya.


"Kau benar, kau tidak pantas di beri belas kasih. aku hanya ingin membantu mu sesama manusia. dan Aku ingatkan jangan paksakan kaki mu itu, karena kalau kau paksakan seperti tadi kaki mu bisa saja mengalami infeksi dalam. aku hanya takut kau akan merasakam ngilu di area kaki mu saja maka dari itu aku membantu mu" Kata Alea sembari beranjak berdiri dari terjatuh nya dan mengambil bantal yang sedari tadi Gio lempar.


Alea pergi meninggalkan Gio yang terdiam. Alea duduk dilantai lalu membalut tangan nya dengan Perban karena lukanya sedikit parah akibat serpihan kaca yang menusuk telapak tangan nya.


Gio terdiam menatap ke arah Alea yang sedang membalut luka nya. ia terdiam seribu bahasa mengingat-ingat kejadian tadi.


Pukul 24:00……


Gio terbangun dari tidurnya setelah mendapati Area kaki nya terasa ngilu yang mendalam. keringan dingin bercucuran ke wajah nya. Gio menahan sakit yang mendalam ke Area kaki nya yang disebabkan kejadian tadi. Wajah Gio memerah dan dingin.


"Alea, tolong…" teriak Gio.


Alea terbangun mendengar Teriakan Gio. lalu ia berlarian kecil menghampiri Gio yang menahan sakit di Kasur, Alea khawatir kalau Kaki Gio mengalami Infeksi dalam karena paksaan tadi.


"Sudah ku duga. ini akan terjadi karena kamu memaksa kaki mu" kata Alea mengenggam erat tangan Gio.


Alea mengambil Air lalu merebusnya hingga mendidih. setelah Air itu siap Alea berlarian kecil menaiki anak tangga menuju kamar Gio kembali.


Alea merobek Sapu tangannya yang selalu ia bawa lalu mencelupkan ke Air hangat yang tadi ia buat. lalu mengusap lembut kaki Gio yang membiru akibat pembengkakan.


"Akan sedikit terasa sakit tapi sebentar lagi akan hilang" kata Alea sedikit memijat kaki Gio secara perlahan-lahan.


Gio merasa sakit menahan rasa sakit nya dengan menggenggam kuat tangan Alea yang dibaluti perban. "Apakah sakit nya akan berkurang?" tanya Gio menatap Alea.


"Rasa sakit akan hilang sebentar lagi. tenanglah…" bujuk Alea menyuruh Gio tenang.


Perlahan-lahan Gio tertidur yang masih mengenggam erat tangan Alea. Alea mengecek suhu tubuh Gio dan mengusap wajah Gio yang bercucuran keringat dingin.

__ADS_1


"Tubuh nya dingin sekali" kata Alea sembari menatap seduh Gio.


Alea melepaskan ngenggaman tangan Gio lalu ia memakai kan Selimut tebal ke tubuh Gio agar tidak kedinginan. Bukan itu saja Alea juga menurun kan suhu AC kamar itu.


Alea duduk di sofa sembari mencari tau di sosial media tentang penyakit yang dialami Gio sekarang. Alea fokus membaca artikel-artikel Spinal Cord injury yang sekarang dialami Gio hingga membuat nya tertidur di atas sofa dengan handphone di tangan nya.


Dipagi hari Gio terbangun terlebih dahulu. dia mengingat-ingat kejadian. Gio mengedarkan pandangan nya menyusuri Kamarnya itu mencari keberadaannya Alea. Dia mendapati Alea tertidur pulas di atas sofa.


"Kemarin malam aku memperlakukan dia sangat buruk, tapi kenapa dia tetap membantu ku disaat aku sedang kesakitan" gumam Gio menatap Alea yang tertidur pulas.


Tak berselang waktu Alea perlahan-lahan bangun dari tidur nya. dengan mengusap-usap tengkuk mata nya.


Alea mendapati Gio yang bangun terlebih dahulu sebelum dia. Alea menghampiri Gio yang masih berada di kasur.


"Apa sudah mendingan?" tanya Alea menatap Gio.


"Heemm…" jawab Gio dengan deheman.


"Baiklah kalau begitu. aku ke kamar mandi dulu" kata Alea melangkah menuju kamar mandi.


Gio menatap punggung Alea yang mulai hilang dari pandangan nya. Tak lama kemudian Will datang menghampiri Gio.


"Tuan" panggil Will menghampiri Gio.


"Hemm…" jawab Gio dengan deheman.


"Tuan. ini berkas yang anda minta kemarin malam." kata will sembari memberikan berkas kepada Gio.


"Pergilah aku akan memanggil mu lagi nanti" ujar Gio dengan raut wajah dingin.

__ADS_1


Will menurut lalu pergi meninggalkan kamar Gio menuju lantai satu dengan menaiki Lift.


Bersambung………………


__ADS_2