Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 17


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...……………………………………………………………………...


Sebernarnya Alea masih merasa kesal atas perlakuan Gio semalam. akan tetapi walau bagaimana pun Gio itu suami nya jadi sudah tanggung jawab nya merawat Suami dengan keikhlasan.


"Bantu aku!" kata Gio membuka bahan pembicaraan kepada Alea yang duduk diam di sofa.


"O-oh. okay…" jawab Alea lalu menghampiri Gio yang duduk di atas King size bed.


Alea memampah tubuh kekar Gio. Ia membantu Gio duduk di kursi roda dengan susah payah. keringat Alea bercucuran karena memampah tubuh kekar Gio yang baginya berat.


"Kenapa? lelah? " tanya Gio menatap Alea dengan insten.


"E-engaklah. cuma kayaknya kamu dulu sering Gym ya? makanya tubuh kamu kekar" kata Alea jujur tentang Tubuh Gio yang Kekar.


"Heemm…" jawab Gio dengan deheman.


"Bantu aku melepaskan pakaian ku" ujar Gio menyuruh Alea.


"A-apa! ngak mau, ngak mau" tolak Alea secara mentah-mentah.


"Oke. kalau ngak mau silahkan angkat kaki dari mension ini! " Ancam Gio dengan nada tinggi dan tatapan membunuh.


Alea terpaksa menuruti apa kemauan Gio. dengan rasa canggung Alea melepas piyama Gio secara perlahan-lahan. Mata Alea tak bisa lepas memandang Sixpack Gio yang terlihat So seksi.


"Su-sudah" kata Alea sembari menutup kedua mata nya dengan telapak tangan nya.


"Celananya?" tanya Gio membuat Alea merasa Geram.


Sebenarnya Gio ingin tau ekspresi Alea ketika melihat Tubuh dan Sixpack nya. karena banyak wanita yang tergoda dengan Tubuh sempurna nya tapi tidak dengan Alea yang malah menutup mata nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Y-ya lepas sedirilah…" kata Alea terbata-bata.


Gio tersenyum puas melihat tingkah lucu Alea. ia tidak menyangka bahwa Gadis yang dia nikahi adalah Gadis yang Pemalu.


"Antar aku ke kamar mandi" ujar Gio menahan senyum nya.


"apa!. Ba-baiklah…" Jawab Alea menuruti kemauan sang suami. karena tatapan membunuh Gio Alea terpaksa menerima keinginan Gio.


Alea mendorong kursi roda Gio secara hati-hati ke dalam kamar mandi. "A-aku keluar" kata Alea yang ingin melangkah memingalkan Gio di dalam kamar mandi akan tetapi langkah nya dihentikan oleh tarikan Gio.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Gio menarik tangan Alea sehingga tubuh Alea yang tidak siap untuk menahan gerakan yang tiba-tiba ini, terjatuh ke atas pangkuan Gio. mereka hampir saja berciuman sekarang. jarak antara bibir Alea dengan bibir Gio hanya beberapa senti.


untuk sesaat mereka saling tatap. detak jantung Alea dan Gio sama-sama tidak karuan. berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


setelah sadar dengan apa yang terjadi, Alea segera bangun dari pangkuan Gio. ia berusaha mengumpulkan kesadaran nya yang terpecah akibat tatapan Gio barusan.


"Kamu…kamu apa-apaan sih." kata Alea sambil menahan detak jantung yang masih tidak normal.


"Tidak kenapa-napa." Jawab Gio yang sama seperti Alea sambil mengatur kembali detak jantung yang masih tidak karuan.


"Cepat keluar dan tutup pintu nya!" ujar Gio dengan nada tinggi kepada Alea.


Dengan Cepat Alea berlari keluar dari kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi sesuai perintah Gio.


Di dalam kamar mandi terlihat sebuah seulas senyum keluar dari bibir Gio. Gio Memegang dada nya dan merasakan detak jantung yang tak karuan. 'kenapa jantung ku berdetak kencang seperti?' tanya Gio kepada dirinya sendiri.


Di sisi lain Alea turun ke bawah melangkah menuju dapur. terlihat seisi dapur tertata rapi dan banyak barang-barang dapur yang mewah dan didalam dapur juga banyak para pelayan yang bekerja di bawah Bik maryam.


"Kenapa nona kemari? apa nona dan Tuan Gio butuh sesuatu?" tanya Bik maryam mendapati Alea datang ke dapur.


"Ngak bik, Lea hanya ingin memasak untuk Gio. karena Gio masih belum diperbolehkan untuk makan-makanan Yang keras" Jawab Alea dengan senyuman.


"Kecelakaan yang dialami Gio membuat organ pencernaan Gio terganggu bik, maka dari itu dokter menyarankan Gio memakan makanan yang sehat seperti sayur, buah dan makanan yang sedikit lembek dan halus. kalau Gio memakan makanan yang keras itu bisa membuat Gio mengalami gangguan pencernaan" Kata Alea menjelaskan semua tentang apa yang dialami Gio.


"Oh…kalau begitu nona bisa masak semau nona, tapi…apa nona bisa memasak?" tanya Bik maryam kembali.


"Bisa bik walaupun tidak sehebat bibik" kata Alea sembari tersenyum hangat.


'Yah tuhan nona ini memang benar-benar sangat cocok untuk berdampingan dengan Tuan Gio. udah Cantik, baik, sopan ngak kayak Gadis sebelumnya yang sombong nya amit-amit' gumam Bik maryam memuji sesosok Alea yang berdiri di hadapan nya.


"Ya udah bik, lea masak dulu 'ya" kata Alea mulai mengambil Sayuran di dalam lemari es



ilustrasi Foto dapur mension Gio.



ilustrasi Foto Meja makan mension Gio


"Nona mau masak apa?" tanya Bik maryam sembari melihat Cara Alea mencuci sayuran dengan bersih.

__ADS_1


"Emm…saya mau masak Bubur ayam bik sama Salad buah" jawab Alea sambil memotong sayuran.


"Oh…apakah nona bisa memasak sudah sejak kecil? soalnya bibik liat nona udah ahli memasak." kata Bik maryam terus terang.


"Iya bik. benar lea sudah bisa memasak sejak saya umur delapan tahun, lea belajar memasak dari bunda lea. awalnya bunda mengajari lea memasak sup ayam saja lalu lama-kelamaan lea ingin belajar lebih banyak resep makanan dari bunda lea." kata Alea menceritakan Bunda nya.


"Wuahh…artinya bunda nona pintar memasak" kata bik maryam menganggumi bunda Alea.


"Iya bik. oh 'ya bik boleh minta tolong cuci buah nya" ujar Alea sembari memberikan sekeranjang buah yang berisi beberapa macam Buah.


"Baik non…" jawab bik maryam lalu Mencuci buah-buahan itu.


10 menit kemudian…


Tak butuh waktu lama Alea memasak. bubur ayam dan salad buah semuanya sudah siap untuk dihidangkan. aroma bubur ayam tercium begitu sedap membuat seluruh para pelayan di dapur itu bisa tau rasa bubur itu pasti enak.


"Wuahh…menantu mama ternyata pintar memasak. sampai-sampai aroma masakan nya tercium ke seluruh mension" puji mama Vio yang tiba-tiba saja datang ke dapur


"Eh…i-iya ma." jawab Alea yang masih merasa canggung.


"Masaka apa kamu Alea? hingga mama ingin mengicipinya setelah mencium aroma masakan kamu" Tanya mama Vio kepada Alea.


"I-itu ma, lea masak bubur ayam" jawab Alea sembari menunjukan bubur ayam yang di atas nampan.


"Mama mau coba? " tawar Alea ketika melihat Mama Vio sangat ingin mencoba masakan nya.


"Ya iyalah…" Jawab mama Vio.


Alea pun menuangkan bubur ayam ke mangkuk lalu ia hias dengan potongan sayur dan ayah lalu ia menuangkan kuah kedalam nya dan tak lupa memberi sedikit sambal.


"Ini ma, maaf kalau masakan nya tidak enak" Ucap Alea sembari memberikan Bubur ke Mama Vio yang duduk di meja makan.


"Kenapa tidak enak? sudah jelas ini enak dari aroma nya saja sudah sangat mengoda apa lahi rasa nya" kata mama Vio lalu menyendok bubur itu dan mencicipinya.


Mama Vio sangat kagum kepada Alea ketika mencicipi bubur yang dimasak oleh tangan Alea sendiri. rasa bubur yang lezat dan tidak membosankan


"Alea masakan mu sangat lezat. kau mengingatkan aku dengan masakan ibu ku lea" jawab mama Vio mengingat Ibu nya.


Bersambung…………


btw maaf guys baru up soalnya kuota aku baru diisi

__ADS_1


__ADS_2