Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 37


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


3 Jam penerbangan...


Tiga jam penerbangan dengan Jet pribadi Gio. sekarang mereka sudah sampai di kota tempat lahir Willona. Alea ingat betul Willona pernah mengajaknya berkeliling ke kota itu.


Sekarang mereka berada di mobil menuju Desa Willona. Alea tak sabar melihat Sahabat nya Willona, ia menatap Pemandangan Gunung dari Jendela mobil. hati nya sejuk melihat pemandangan yang asri dan damai.


Alea menutup mata nya menikmati terpaan angin sejuk yang memgenai wajah nya, Helaian rambut nya terkena terpaan angin. Wajah tanpa polesan itu semakin Cantik ketika terkena terpaan angin.


Gio terpesona dengan Wajah Cantik itu. matanya menatap Alea penuh perasaan. Levi dan Will melihat tatapan Gio kepada Alea lewat kaca mobil.


'Will. Nona dan Ketua Serasi juga ya' Bisik Levi tepat di telinga Will.


'Shut... Kalau Ketua tau kita saling berbisik bisa-bisa kita mati ditangan nya. jadi lo diem aja' Will juga berbisik.


Mereka pun sampai di Desa tempat Willona tinggal. Alea meninggalkan Gio dibelakang bersama Will dan Levi, sedangkan diri nya berlari kecil mendatangi rumah Willona.


Mata Alea terlihat sangat bahagia, ketika melihat Sahabat nya sedang bercanda gurau ibu Willona. Alea menghampiri Willona dan Ibu Willona.


"Willona, Tante" Panggil Alea.


Willona menatap Alea dengan tatapan kejut. Willona dan Alea saling berpelukan, ibu willona sangat bahagia melihat keakraban antara alea dan willona.


Setelah lama berpelukan Alea menghampiri Ibu willona yang bernama Arshila mevarick. Alea mencium tengkuk telapak tangan Ibu Arshi, karena selama ini ibu Arshi lah yang selalu merawat nya sejak bunda Alea wafat.


Sebenarnya ibu Willona dan bunda Alea adalah sahabat sejak kecil. Sejak bunda Alea wafat Willona dan ibu Arshi tinggal bersama Alea. mungkin dari itu Willona dan Alea sangat akrab dan saling menganggap satu sama lain seperti saudara.


"Apa kabar mu Alea? baik kan?" Tanya Ibu Arshi dengan suara serak.


"Seharus nya Alea yang bertanya. bagaimana kabar tante arshi? tante sudah tidak lagi menganggap ku putri mu lagi? sehingga kau tidak mengabari ku kalau kau sakit" Lirih Alea dengan mencibir kan bibir nya.


"Dan kau Willona! tanpa memberitahu ku kau pergi tanpa pamit dan memberitahu ku tentang keadaan tante arshi" Cibir Alea kesal.

__ADS_1


Willona tersenyum tipis lalu ia menghampiri Alea yang merasa kesal. Willona tau Alea adalah wanita yang memiliki Sifat overthingking.


"Haish... ku Alea. bagaimana bisa aku mengabarimu kalau ponsel ku rusak" Willona mengenggam erat telapak tangan Alea.


"Bagaimana bisa ponsel mu rusak?" Alea mengyrit kan kedua alis nya.


Willona terdiam, benak nya mengingat kejadian dimana ia hampir diperk*sa dan di tolong oleh Will. Willona menatap Will yang berdiri di belakang Gio.


"Ponsel ku rusak karena terjatuh" Willona terpaksa berbohong kepada Alea.


"Owh... tapi kau baik baik saja kan?" Tanya Alea lagi.


"Haish... kau bisa lihat kan aku sehat-sahat saja" Cibir Willona.


"Tuan Gio, Tuan Will dan Tuan..." Willona menatap Levi.


"Panggil Aku Zaen levi" Levi menyibakkan rambut nya ke belakang yang mengartikan tebar pesona.


Alea mendorong kursi roda Gio masuk ke dalam rumah sederhana, sedangkan Will dan Levi memgikuti dari belakang.


...****************...


disisi lain di sebuah apartemen terlihat dua sejoli sedang merasa kesal. Mereka adalah Mama Tara dan selingkuhan nya Edwinder.


"Mengapa kau bodoh Tara!" Bentak Edwin


Mama tara hanya menundukkan kepala nya, tubuh nya hanya terbalut dengan lingerie merah. Edwin marah setelah tau ada pria misterius yang mengambil Saham dan harta milik Papa mazundar tanpa sepengetahuan Mama tara dan Edwin.


Ya pria misterius yang mengambil hak saham perusahaan dan harta keluarga Mazundar adalah Gio, diam diam Gio merebut semua akses kekayaan keluarga Mazundar alias harta kekayaan milik bunda Alea Anne merry.


"A-aku tidak tau siapa Pria itu. yang aku tau pria misterius itu sangat berbahaya" Lirih Mama tara dengan menunduk.


"Berbahaya? apa maksudmu berbahaya?" Tanya Edwin menatap tajam Mama tara.

__ADS_1


"Pria i-itu mengancam kita" Mama tara sangat takut dengan tatapan tajam yang tertuju padanya.


"Pria misterius itu tau semua nya mengenai kematian Mazundar dan Anne merry" Mama tara mengidik ngeri.


Edwin mendekati Mama Tara dengan wajah Devil. Langkah nya semakin cepat dan...


"Arggghhhh..." Teriak Mama tara.


Edwin memcekik Mama tara dengan erat. salah satu tangan nya menampar Mama tara berulang-ulang kali dengan cara membabi buta.


"Brukkkk..."


Edwin melempar Mama tara hingga terjatuh tersungkur di lantai dengan bibir yang berdarah. Mama tara menangis sesenggukan.


"Hikss... hikss... hikss, a-aku tidak tau apa-apa Ed. Aku janji akan memberimu uang. tapi tolong jangan tinggal kan aku. aku akan memberimu kenikm*tan ranj*ng dan uang yang banyak" Ucap Mama tara dengan wajah memelas.


"Baiklah... aku memberimu waktu satu hari untuk memberiku uang. dan sekarang kau harus melayani aku sampai aku puas" Ucap Edwin.


Mama tara tersenyum bahagia. Tangan nya ia lingkar kan di leher Edwin lalu memci*um dan ******* Bibir Edwin. Telapak tangan nya menjelajahi dada bidang Edwin.


Edwin merobek lingerie itu lalu mendorong Mama tara hingga terduduk di Kasur. Lalu Edwin memulai permainan panas itu hingga beberapa waktu lama.


'Kau tara! kau hanya Wanita pemuas nafsu ku saja dan tidak lebih' Gumam Edwin sembari melakukan hubung*n badan dengan mama tara secara kasar.


'Lagian mana sudi aku menikah dengan mu! bagiku kau itu seperti pelacur murahan' Edwin selalu bergumam di dalam hati sambil menatap Mama tara yang merasa kesakitan karena permainan panas itu.


"Terima kasih sayang" Bisik Edwin di telinga Mama tara.


"sa-sama-sama ahhh..." Jawab Mama tara disertai des*han.


Mereka memainkan permainan panas itu hingga pukul malam. Mama tara tak bisa menolak ia tak ingin Edwin meninggal kan nya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2