Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 20


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


...……………………………………………………………...


2 hari kemudian……


Hari ini Gio waktu nya untuk melakukan terapi khusus di rumah sakit, dengan di temani oleh Alea tentu nya. karena tiga hari sebelumnya Alea telah meminta janji kepada dokter ternama untuk Gio melaksanakan Terapi.


Di dalam perjalanan menuju Rumah sakit tercipta suasana hening. Will sendiri mengidik ngeri ketika Gio menatap tajam Ke arah nya. sedangkan Alea fokus ke arah handphone yang sedang melakukan Chat bersama willona.


"Apa handphone mu sangat penting?" teriak Gio sembari memberi tatapan tajam ke arah mata Alea.


Alea terkekeh mendengar ucapan Gio barusan, ia tertawa kecil yang masih fokus ke arah Handphone.


"Kamu benar. Handphone ku sangat penting, karena di dalam handphone ku ini ada seseorang yang bisa menghiburku dan menghormati ku tidak seperti kamu yang hanya bisa marah, Menghina, dan mengejek. benar Bukan?" Kata Alea sembari menyugihkan senyuman.


Gio berdecak kesal ia memberi Tatapan tajam sekaligus tatapan membunuh. "Haish…Kau itu. tidak pantas untuk di hormati!" Bentak Gio lalu Fokus kembali menatap pemandangan kota yang padat dari balik Kaca.


Tak berselang waktu mereka semua pun telah tiba di rumah sakit terbesar di negara itu. Will dan Alea bahu-membahu Gio untuk duduk di kursi roda.


"Selamat datang Sahabatku Gionandra Abraxas kenanzo" Sapa Dokter Axel. dokter Axel adalah seorang dokter kepercayaan keluarga Kenanzo sekaligus Sahabat masa kecil Gio.


Gio mengabaikan sapaan Dokter Axel dengan Cara mendengkus kesal.


"Who is she?" Tanya Dokter Axel sembari menatap penampilan Alea dari atas sampai bawah.


Alea tidak nyaman Dengan tatapan Dokter Axel kepada nya. Alea mencengkram kuat Kursi roda karena ia merasa tatapan Axel kepada nya adalah tatapan nafsu. Gio tau Alea tidak nyaman dengan adanya keberadaan Axel, dengan cekatan nya ia langsung menatap Tajam ke arah Axel.


"Dia perawat pribadi ku!" Kata Gio dengan tatapan tajam dan nada tinggi.


Axel melihat tatapan tajam Gio ia mengidik ngeri karena dia merasa takut akan tatapan itu.


Alea mendorong kursi roda Gio menuju ruang Fisioterapi rumah sakit itu, dengan diiringi oleh Will, Axel dan beberapa bodyguard di belakang nya.


"Selamat datang Suster Al…" sapa Dokter Fisioterapi yang bernama Leo.


Dokter Leo mendekati Alea lalu memeluk nya dengan erat layaknya seorang yang lama tidak bertemu. Alea juga membalas pelukan itu dengan kedua tangan nya yang melingkar di punggung Dokter Leo.


Gio berdecak kesal entah kenapa hati nya Sakit melihat Alea berpelukan dengan Pria lain di hadapan nya. Will tertawa kecil di dalam hatinya ketika melihat api kecemburuan Tuan nya itu.


"Tuan…aku mencium bau-bau kecemburuan" Bisik Will tepat di telinga Gio.

__ADS_1


"Apa kau bosan Hidup will? apa kau mau aku memotong Gaji mu?" Tekan Gio sembari menahan emosi nya.


"Al. Apa kabar mu? apakah kau masih belum memiliki Pawang? atau kau sudah punya?" Tanya Dokter Leo setelah melepas pelukannya.


Alea menatap sekilas Wajah datar Gio. ia bingung Harus menjawab apa untung saja will segera menghentikan Topik pembicaraan.


"Maaf Dokter Leo. bisakah Fisioterapi segera dilaksanakan? karena Tuan Gio tidak ingin Membuang-buang waktu dengan Drama Tuan!" kata Will menyelah Pembicaraan.


"Aku minta maaf Tuan Gio. mari kita mulai Fisioterapi nya" Jawab Dokter Leo sembari melangkah memasuki Ruang Fisioterapi.


Alea merasa lega lalu ia mengambil Ahli kursi roda Gio membawa nya memasuki Ruang Fisioterapi.


Ruang Fisioterapi yang di lengkapi beberapa Mesin dan Alat-alat terapi lainya. Ruang itu persis seperti Ruang Gym perbedaan nya adalah Mesin mesin di sana memiliki manfaat yang berbeda-beda.


Dokter Leo memulai terapi untuk Gio dengan Bantuan Dokter Axel dan beberapa Suster lainnya. Gio mengerang kesakitan ketika melaksanakan Terapi. Alea tak tega melihat Gio kesakitan ia hanya bisa melihat dari balik kaca Ruang itu.


Setelah beberapa lamanya akhirnya Fisioterapi itu selesai. Alea menghampiri Gio yang terbaring di Brankar dengan Wajah yang bersimbah Keringat.


Alea mengambil tas nya. ia mengeluarkan Tisu basah dari dalam tasnya. lalu dia mengusap keringat Gio dengan lembut membuat Gio merasa nyaman. Dan bukan hanya itu saja Alea Juga melepas Kemeja yang di kenakan Gio lalu mengantinya dengan Kaos putih polos.


Gio sangat Tampan ketika memakai Kaos putih itu. Tubuh nya terlihat kekar dan berbentuk ketika ia memakai kaos. Alea saja terkesima dengan Suami nya sendiri.


Gio hanya menganguk ia tidak ingin berbicara panjang lebar entah mengapa lidah nya terasa keluh untuk berbicara. Tubuh nya terasa lelah membuatnya lemas.


"Nanti aku buatin minuman yang segar mau? agar tubuh mu kembali Fresh" Kata Alea. sekali lagi Gio menganguk yang artinya nya dia mau.


Will, Axel Datang membantu Gio untuk duduk kembali ke kursi roda. Axel masih menatap Alea karena ia terpana melihat kecantikan Alea.


Sekali lagi Alea merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan oleh Axel kepada nya.


Gio melihat ekspresi Alea yang tidak nyaman itu mengerti. ia langsung menyuruh Alea untuk pergi ke mobil terlebih dahulu.


"Pegilah ke mobil terlebih dahulu" kata Gio dengan raut wajah dingin.


"Ba-baiklah" Jawab Alea lalu melangkah keluar.


Disaat Alea ingin membuka pintu mobil Niat nya terhenti, ketika melihat seorang gadis kecil di tengah jalan sendirian. Mata Alea terbelalak melihat sebuah Mobil yang melaju kencang ke arah Gadis kecil itu.


Dengan cekatan Alea, ia langsung berlari kencang menghampiri Gadis kecil yang tengah menangis di tengah jalan agar tidak terjadi Kecelakaan. sesampai nya Alea di Dekat gadis itu, Alea langsung memeluk erat tubuh gadis dan membawa nya ke arah pingir jalan


"Apa kau baik-baik saja Cantik?" Tanya Alea memastikan kondisi Gadis kecil yang baru saja ia selamatkan.

__ADS_1


Gadis itu menganguk kecil. Gadis itu syok dan takut dengan tubuh yang bergemetar dan keringat dingin yang bercucuran.


Alea Mendekap Gadis itu, ia mencoba menenangkannya. Jari-jari Alea menyisir lembut Rambut Panjang Gadis kecil itu.


"Siapa nama mu manis? dan dimana kedua orang tua mu?" Tanya Alea


"Ama ku Cilla, mommy adi beyi es kyim api iba-iba Mommy iyang" Jawab Cilla dengan suara Cadel.


"Cilla tau nama mommy nya? agar kakak bisa bantu cari mommy Cilla" kata Alea menanyakan nama Mommy Cilla.


Tiba-tiba seorang wanita datang memeluk Cilla dengan erat. ternyata wanita itu adalah mommy Cilla.


"Cilla kamu dari mana sayang? mama tadi nyariin kamu loh…" kata Mama Cilla sembari mengecup setiap inci pipi Chubby Cilla.


"Kamu! kamu mau Culik anak saya 'ya!" Tuduh Mama Cilla ketika melihat Alea.


"Endak mommy. tatak ini olongi cilla dayi ablakan mobing. mommy ndak boyeh uduh tatak. tatak nya baik kok" Jawab Cilla menjelaskan semua nya.


"Ma-maafkan saya. saya tidak bermaksud menuduh anda. dan terima kasih telah menyelamatkan anak saya dari tabrakan mobil" permintaan maaf Mama Cilla dengan raut wajah dipenuhi rasa penyesalan.


"Tidak apa-apa nyonya. sudah tanggung jawab saya sebagai manusia untuk menolong" Jawab Alea dengan senyuman ramah.


"Oh 'ya nama saya Melinda. nama anda?" Kata mama Cilla yang bernama melinda sembari mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Nama saya Alea. anda bisa memanggil saya Lea" jawab Alea lalu membalas uluran tangan melinda.


"Putri anda Cilla sangat cantik dan manis" puji Alea.


"Terima kasih Nona Lea. tapi anda lebih Cantik" puji nona melinda.


Alea berjongkok menatap wajah imut Cilla lalu mengambil lolipop dari saku Gaun nya. "Ambil ini. dan lain kali jangan pergi sendiri tanpa memberi tau mommy kamu 'ya" kata Alea sembari memberikan Lolipop ke tangan mungil Cilla.


"Ote tatak. Cilla cuka ama yoyipop" jawab Cilla dengan raut wajah mengemaskan.


"Baiklah kalau begitu saya pamit pergi dulu" kata Alea.


"Baiklah. semoga berjumpa lagi" jawab melinda.


ternyata Gio menyaksikan kejadian itu. dimana Alea menolong seorang Gadis kecil dari tabrakan mobil. Seulas senyum pun terukir dari bibir Gio ketika melihat Kejadian itu. entah mengapa ia merasa senang melihat ketulusan hati Alea saat menolong sesorang. walaupun orang itu tidak ia kenal.


Bersambung………………

__ADS_1


__ADS_2