
...🦋 𝙗𝙪𝙩𝙩𝙚𝙧𝙛𝙡𝙮𝙗𝙗 🦋...
Hari semakin larut malam karena sekarang sudah pukul 23.55, dan Alea sedari tadi bersiap-siap tidur pun tersentak ketika Gio mengirim pesan kepada nya.
message from Gio :
____
Gio : "Temui Aku di halaman Villa"
Alea : "Baiklah"
____
Setelah membaca pesan singkat dari Gio, Alea langsung pergi ke halaman belakang dengan piyama bernuansa putih dan rambut yang terurai. Langkah Alea menuruni satu persatu Anak tangga dengan hati-hati.
Sesampai nya Alea di Halaman Villa, ia sungguh terkagum dengan halaman Villa yang sudah dihiasi dengan bunga mawar putih dengan lampu yang berkilau seperti bintang dilangit.
mata Alea berbinar-binar melihat lampu yang bersinar terang layaknya bintang yang turun ke bumi, jari-jari nya menyentuh setiap kelopak bunga mawar putih yang sudah tertata rapi di meja.
Alea yang tengah terkagum pun tersentak kaget ketika seseorang memeluk nya dari belakang, Dan orang yang memeluk Alea adalah Gio.
"Gio kamu mengejutkan aku..." Alea mengatur nafas nya karena kaget pasalnya Gio tiba-tiba saja memeluk nya dari belakang.
Gio langsung menarik tubuh Alea dan merapatkan tubuh mereka, Gio semakin mempererat pelukan nya. Lalu Gio meraup bibir ranum Alea dan mel*mat nya dengan sangat lembut.
"Bagaimana apakah indah?" Tanya Gio sehabis melepaskan tautan bibir nya dari bibir Alea.
"Kamu yang menyiapkan semua ini kah Gio? dan untuk apa semua ini" Tanya Alea menatap manik-manik mata Elang Gio.
"Untuk istri Cantik ku yang bernama Alea Briella Claudine Ellora" Ucap Gio dengan nada menggoda.
__ADS_1
Alea mendengar ucapan Gio itu tak kuasa menahan senyum nya, dan pipi nya mulai merah merona karena ulah Gio barusan.
"Kenapa? apa ada yang salah dengan perkataan ku? " Goda Gio sehingga pipi Alea semakin merah merona.
"Gio... " Alea memalingkan wajah nya karena malu, dengan senyuman yang terukir indah di bibir mungil nya.
"Duduklah... " Ujar Gio kepada Alea dan dijawab anggukan kecil oleh Alea.
Tangan Gio mengenggam tangan Alea dengan lembut, Dan salah satu tangan nya mengambil kotak cincin yang ia letakkan di saku celana nya. dan Perlahan-lahan Gio menyematkan Cincin yang ia beli kemarin ke jari Alea dengan sangat hati-hati.
Cincin itu melekat indah di jari Alea, terlebih lagi cincin itu terbuat dari berlian yang sudah diukir berbentuk bunga sehingga semakin cocok untuk dikenakan oleh Alea.
"Aku tidak bisa berkata romantis seperti pria-pria diluar sana" Kata Gio dengan nada dingin dan kaku.
"Tapi aku bisa mencintai mu, menyayangi mu, membahagiakan mu, dan melindungi mu" Ucap Gio dengan tulus sembari memainkan tangan Alea yang berada di genggaman nya.
"Aku tidak pernah meminta sesuatu kepada siapapun, tapi aku ingin meminta satu hal dari mu Alea" Kata Gio sambik menatap wajah Alea.
"Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku, yang akan menemani ku dalam keadaan apapun baik suka maupun duka. dan hingga ajal yang memisahkan kita" Kata Gio dengan hati yang sangat tulus.
"Aku berjanji Gio aku akan menjadi pendamping hidupmu yang akan menemani mu dalam keadaan apapun baik suka maupun duka, hingga ajal yang memisahkan kita" Alea menujukan Jari kelingking nya ke arah Gio dengan mata yang berkaca-kaca.
Gio mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking Alea, kedua nya berjanji akan menjadi teman sehidup semati hingga ajal yang menjemput.
Rembulan dan bintang-bintang langit menjadi saksi mata Janji-janji suci yang di ucapkan oleh Alea dan Gio. dan Perlahan-lahan Gio menarik Alea kedalam pelukan nya.
Gio yang tak pernah menitihkan air mata pun kali ini menitihkan air mata dengan memeluk erat tubuh Alea. jari-jari nya menyisir lembut rambut Alea yang terurai, dan bibir nya mengecup kening Alea dengan lembut.
"Cupp... " Gio mengecup kening Alea dengan sangat lembut.
Gio perlahan-lahan melongarkan pelukan nya, mata nya menatap bibir mungil Alea yang terlihat sangat menggoda di mata nya. dan...
"Mmmpppphhh... " Gio Menci*um dan mel*mat bibir ranum Alea dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Gi--mmmpppphhh... " Alea hendak protes tetapi bibir Gio semakin liar mel*mat bibir nya sehingga dengan seketika bibirnya terbukam.
Gio melepaskan tautan bibir nya dari bibir Alea, ia membiarkan Alea sejenak untuk mengatur nafas nya yang terengah-engah karena ulah nya.
"Gi-gio bagaimana jika ada yang melihat" Ucap Alea dengan nafas yang terengah-engah
"Kalau begitu kita.... " Gio langsung menggendong tubuh Alea dan membawa nya ke dalam kamar.
"Gio turunkan aku... ba-bagaimana jika salah satu anak buah mu melihat mu menggendong tubuh ku seperti ini" Alea memprotes Gio, tetapi Gio tak menghiraukan ocehan nya.
sesampai nya di kamar, Gio meletakkan tubuh Alea ke atas kasur dengan cara perlahan-lahan. Lalu tangan nya melepaskan dasinya dan membuka kancing kemeja nya satu persatu, Gio juga melepaskan Celana nya sehingga hanya menyisahkan celana boxer saja.
Gio menci*m dan ******* bibir ranum Alea dengan sangat rakus, jari-jari nya sangat lihai melepas satu-persatu kancing piyama yang Alea kenakan sehingga terlihat dua gudukan gunung yang terpampang jelas di mata Gio. Darah Alea semakin berdesir ketika Gio mel*hap dua gudukan gunung Alea.
Gio menyapa Mahkota Alea dengan Adik kecil nya yang sedari tadi memberontak dibawa sana. dan...
Jjjllebbb
"Ssshhhttt... aaahhhh... " Lenguhan Gio saat menikmati adik kecil nya yang mendapatkan pijatan yang membabukkan.
Gio kembali menci*m dan ******* kembali bibir ranum Alea dengan sangat rakus, lalu turun ke leher Alea sehingga meninggalkan kismark di seluruh tubuh Alea.
"Mmmhhhh... Aahhh... " Des*h Alea.
"Ssshhh..." Des*h Alea kembali.
Gio mempercepat ritme gerakannya, Gio dan Alea menjeritkan nama mereka saat keduanya mencapai puncak kenikmatan. lalu Gio membaringkan tubuhnya di sebelah Sang istri.
Tangan nya memeluk erat tubuh Alea, dengan selimut yang menutupi tubuh mereka. Sekali lagi bulan dan bintang menjadi saksi bisu Kisah cinta Gilea ( Gio Alea ).
"Cuppp... " Gio mencium kening Alea.
"Semoga mimpi indah" Bisik Gio tepat di telinga Alea ketika mendapati Alea yang sudah tertidur dengan memeluk tubuh nya.
__ADS_1
Gio kembali memeluk erat tubuh Alea, dan jari-jari nya membelai lembut rambut Alea yang terurai. Perlahan-lahan mata Gio ia pejamkan dan keduanya tertidur di alam mimpi masing-masing.
Bersambung....