Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 66


__ADS_3

pemandangan new Zealand pagi ini nampak begitu indah, salju menyelimuti new Zealand membuat suasana menjadi sejuk dan dingin. sudah terlihat dua sejoli sedang bermain-main dengan salju, ya itu adalah Alea dan Gio yang menikmati alam new Zealand.


Gio menatap Alea yang terlihat cantik saat menikmati pemandangan pegunungan es disana. dengan melihat Alea tertawa dan tersenyum itu sudah membuat nya begitu senang.



Visual Alea briella Claudine Ellora


"are you happy?" Tanya Gio mengengam telapak tangan Alea dengan lembut, matanya menatap wajah Alea.


"I am very happy" Alea memeluk Gio dengan erat. akhirnya dia mendapatkan kebahagiaan setelah sekian lama nya.


Gio berjongkok kemudian tangan nya mengelus perut Alea yang tengah mengandung janin nya. bibir nya mengecup perut Alea, dan berpura-pura berbicara dengan calon bayi nya yang masih di kandungan Alea.


"Papa janji akan menjaga kalian, papa akan memberikan semua kebahagiaan yang ada untuk kalian...papa akan menunggu kedatangan mu. jangan nakal di perut mama ya? Oke. Cup.." Gio kembali mengecup perut Alea dengan lembut, Alea sendiri terkekeh melihat Tingkah Gio.



Bonus visual Gilea


"Gio udara semakin dingin, dan salju semakin lebat. mari kita kembali ke Mension" Ujar Alea sembari menggosok-gosok telapak tangan nya yang terasa dingin.


"Baiklah" Gio membawa Alea kembali ke Mension, ketika melihat tubuh Alea kedinginan karena musin salju ini.


di dalam mobil, Alea masih menatap kagum pemandangan new Zealand. Sejak kecil ia bermimpi akan keliling dunia bersama Sang bunda, akan tetapi takdir berkata lain, sang bunda telah pergi terlebih dahulu meninggalkan nya. tapi Alea tau sang bunda tidak pernah meninggalkan nya.


setetes air mata jatuh dari manik-manik mata Alea, ketika mengingat impian nya bersama sang bunda. Gio yang melihat Alea menangis pun menghentikan mobil sport nya dan menatap wajah Alea yang tengah menangis dalam diam.


"Mengapa kau menangis?" Tanya Gio membelai rambut Alea dengan lembut.


"A-aku merindukan bu-bunda Gio... hiksss...hiks" Alea semakin terisak saat mendapat pelukan dari Gio, pelukan hangat yang dapat menenangkan hati nya.


"Tenanglah sayang...Bunda tidak akan sendirian disana. dan bunda pasti bahagia ketika melihat putri nya bahagia disini" Ucap Gio tanpa disadari memanggil Alea dengan sebutan Sayang.


Cup...


Alea terlihat lebih tenang ketika merasakan kehangatan, dan ketika mendengar ucapan Gio. ia merasa benar dengan ucapan Gio, bahwa bunda tak akan sendirian disana.

__ADS_1


Gio menangkup wajah Alea, menatap nya, tangan nya mengelus pipi Alea dengan lembut kemudian berkata..."Jangan menangis lagi ok?" Gio menghapus air mata yang membasahi pipi chubby sang istri dengan sangat lembut kemudian mencium kedua pipi chubby Alea.


*Cupp...


Cupp*...


"Oke.." Jawab Alea dengan senyum kecil di bibir nya.


"Kita mau kemana? ini bukan jalan menuju ke Mension kita bukan?" Tanya Alea ketika melihat panah jalan.


"Rahasia sayang..." Goda Gio membuat Alea mencubit Gio dengan kesal.


"Gio aku serius..." Alea menatap Gio yang tertawa kecil.


beberapa saat lamanya, Alea di buat bingung karena Gio membawa nya ke pusat perbelanjaan mall terbesar di new Zealand. Apalagi ketika melihat pemilik mall itu turun menyambut kedatangan mereka.


"Wellcome to New Zealand" (selamat datang di new Zealand ) Pemilik mall itu memberikan rakaian buket bunga kepada Alea.


"Thank you" ( Terima kasih ) Ucap Alea disertai senyum.


Gio mengandeng tangan Alea membawa nya ke sebuah official Dior di mall itu, Gio juga menyuruh beberapa karyawan Dior untuk mencarikan sebuah dress untuk Alea.


dengan santai Gio duduk dan berkata..


"Kemarin ada seseorang yang mengeluh kepada ku 'Gio...mengapa gaun ku tidak muat, dan kenapa tidak ada gaun yang pas di tubuh ku' siapa yang berbicara seperti itu kepada ku kemarin pagi? hm?" kata Gio sembari menirukan ucapan Alea kemarin pagi.


"Ihhhhhhh..." Alea memasang wajah cemberut, yang membuat Gio gemas dengan Alea.


Para karyawan kembali dengan membawa beberapa dress selutut yang nampak indah semua dan cocok untuk dikenakan Alea.


"Excuse me sir, these are the dresses you asked to give to Mrs Alea" ( Permisi Tuan, ini adalah gaun yang Anda minta untuk diberikan kepada Nyonya Alea ) Ucap karyawan official Dior itu dengan ramah.


Gio menatap gaun selutut yang dipegang salah satu karyawan itu, gaun putih dengan pita hitam. Tangan nya mengambil gaun itu kemudian memberikan nya kepada Alea


"Ini sangat cocok untuk mu sayang ku" Ucap Gio sembari menggoda Alea yang masih nampak malu.


"Gio...ihh" pipi Alea memerah tersipu malu mendengar nama panggilan khusus dari Gio.

__ADS_1


"Baiklah akan ku coba" Ucap Alea dengan lembut.


"let us help Mrs. Alea" ( biar kami bantu nyonya Alea ) ucap karyawan official Dior itu dengan ramah dan sopan


"Emm..Its okay" ( emm.. tidak apa-apa ) Ucap Alea disertai senyum manis.


beberapa karyawan membantu Alea untuk mencoba beberapa dress yang sudah dipilih Gio. dan tak butuh waktu lama untuk Alea berganti pakaian.




"Cantik" puji Gio ketika melihat Alea keluar dengan gaun yang ia kenakan.


"Look, I'm going to buy all the dresses my wife has tried on, and put them in a box and wrap them up pretty" ( dengar, saya akan membeli semua gaun yang telah dicoba oleh istri saya, dan memasukkan ke dalam kotak dan bungkus dengan cantik. ) ucap Gio kepada salah satu official Dior disana.


"ok sir, i will prepare it" ( baiklah Tuan, saya akan menyiapkan nya ) Jawab karyawan itu kemudian mengajak teman nya untuk membantu nya membungkus semua gaun yang sudah dibeli oleh gio


"Gi-gio untuk apa kita membeli begitu banyak dress?" Tanya Alea kepada Gio.


"Apapun untuk sayang ku, maka akan ku berikan semuanya" Ucap Gio dengan lembut kemudian mengecup kening sang istri.


"Sambil menunggu sebaiknya kita pergi makan siang di sini" Ucap Gio kembali mengandeng tangan Alea membawa nya ke sebuah Restoran ternama di new Zealand.


"Baiklah.."


Alea nampak takjub ketika melihat dekoras ruang makan yang sudah di sewa Gio, hanya untuk nya. terlebih lagi Alea terpaku melihat pohon natal yang berdiri koko disana.



Gio menatap Alea yang tengah antusias melihat pohon natal di ruang makan restoran itu. matanya tanpa henti terus menatap wajah cantik Alea. ia juga memotret Alea saat terlihat antusias dengan pohon natal yang membuat nya begitu gemas kepada Alea.


"Beautiful..." Gumam Gio menatap Alea dengan seulas senyum.


Bersambung....


Maaf ya author lama ngk update soalnya lagi banyak urusan juga, so author bakal berusaha up lagi thanks for reading.

__ADS_1



mampir juga di karya kedua aku ya...yang bertajuk "Gadis desa untuk Tuan muda"


__ADS_2