Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 35


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Gio di bawa ke ruang Sinar X, untuk di lihat apakah ada perkembangan pada Tulang kaki Gio atau tidak. Dokter Leo dan Alea lah yang melakukan Pemeriksaan Sinar X terhadap Gio.


Di dalam hati Gio, dia merasa kecewa karena lagi-lagi Kaki nya lumpuh. Ia sangat ingin Keajaiban seperti tadi terulang kembali. dia menatap Kaki nya itu dengan tatapan seduh.


'Kakek apakah Gio akan Lumpuh untuk selamanya' Gumam Gio sembari menatap Kaki nya.


Alea masuk ke dalam ruang Sinar X dimana Gio berada, sambil membawa hasil pemeriksaan dari alat Sinar X. Ia melangkah menghampiri Gio yang duduk di atas hospitalbed.


"Bagaimana dengan hasil nya? apakah ada perkembangan?" Tanya Gio dengan raut berharap.


"Gio, Tulang kaki mu masih belum ada Perkembangan" Jawab Alea dengan wajah seduh.


Degg...


Gio semakin kecewa, memdengar jawaban Alea. sekujur tubuh ny terasa lemas. tangan nya memukuli kaki nya dengan keras, berharap pukulan itu terasa sakit.


"Gio tenanglah..." Bujuk Alea mencoba membujuk Gio.


Alea membawa Gio ke dalam pelukan nya. Jari-jari nya membelai lembut rambut Gio, Alea terus memeluk Gio agar tenang. Ia tau kalau Gio merasa kecewa.


"Aku lumpuh Alea" Lirih Gio di dalam dekapan Alea.


Gio hanyut dalam pelukan hangat Alea. kepala nya ia benamkan Ke tubuh Alea, Hati nya kembali Membaik dengan ada nya kehadiran Alea.


"Mari kita pulang. Oma dan Arka pasti menunggu kita di mension" Ujar Alea Lalu membantu Gio duduk di kursi roda.


Alea mendorong kursi roda Gio keluar, terlihat Will dan para bodyguard menunggu di depan pintu. Mereka mengikuti setiap Langkah Alea dari belakang, sembari fokus menjaga keamanan Gio dan Alea.


Gio, Alea dan Will pun pergi menuju mension dengan mengendarai mobil sport milik Gio, dengan diiringi oleh bodyguard-bodyguard..

__ADS_1


"Gio bolehkah aku diperbolehkan pergi ke rumah Willona?" Alea menatap wajah datar Gio dengan ragu.


Gio berfikir sebentar, lalu ia memperbolehkan Alea pergi ke rumah Willona. tapi dengan satu syarat yaitu...


"Boleh! tapi dengan satu syarat!" Gio menjawab dengan nada Dingin.


"Apa?" Alea malah dibikin penasaran oleh Gio.


"Kau boleh pergi, jika bersama ku! itu syarat nya" Gio memalingkan wajah nya dari Alea.


"Baiklah..." Alea hanya bisa pasrah kepada Gio.


Gio menatap Tajam Ke arah Will yang sedang mengemudikan Mobil Gio. Will tau apa arti tatapan mata elang itu, Dengan cekatan Will mengendarai mobil sport itu menuju Rumah Willona.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah kecil Willona. Alea turun sendiri tanpa Gio, karena ia sangat merindukan sahabat perempuan nya Willona. tangan Alea mengetuk pintu secara perlahan.


"Tok...tok... tok, Willona apakah kau ada di dalam?"


"Tante. tante tau dimana Willona?" Tanya Alea kepada tetangga sebelah rumah Willona.


"Nak Alea, kelihatan nya nak Willona pulang kampung, menemui ibu nya. soalnya kami kemarin dengar ibu nak willona sakit" Jawab tetangga itu.


Alea semakin khawatir, karena ia tau kondisi ibu Willona yang menderita Kaker stadium dua. dulu Alea lah yang membantu Ibu Willona untuk mendapatkan perawatan permanent di rumah sakit ternama, tapi karena ibu Willona menolak bantuan Alea, Alea terpaksa menuruti kemauan Ibu willona.


'Tidak biasanya Willona tidak memberitahu ku, kalau di pulang ke kampung' Gumam Alea.


"Terima kasih Tante atas info nya" Alea melangkah menghampiri Mobil Gio.


Dengan berat hati Alea mendudukkan tubuhnya di dalam mobil. Gio menatap wajah seduh Alea yang terlihat Khawatir dan sedih. "Apakah tidak ada orang nya?" Gio bertanya kepada Alea.


"Willona pergi ke kampung, di mana ibu nya berada. Dan aku dengar ibu Willona jatuh sakit" Alea menhembuskan nafas nya secara perlahan-lahan.

__ADS_1


Will mendengar itu pun ikut sedih. Jujur dirinya sangat ingin mengatakan bahwa Willona membutuhkan Alea, tapi ia teringat Alea adalah nyonya muda, sekaligus istri Tuan nya yang arrogant.


"Apa kamu sangat ingin menemui Willona?" Tanya Gio sembari menatap Alea yang seduh.


"Tentu. Walau bagaimana pun Willona adalah sahabat ku yang selama ini menemani ku disaat suka maupun duka" Jawab Alea.


"Sesampai di mension, bereskan pakaian mu kedalam koper! dan bersiaplah" Ucap Gio dengan raut wajah dingin.


"Kau mengusirku?" Tanya Alea yang salah mengira.


Gio mendengkus kasar. menatap tajam Alea, entah apa yang sekarang di pikir kan Gadis lugu di hadapan nya ini. Gio gemas sendiri melihat pipi Chuby Alea, rasanya tangan Gio ingin sekali mencubit pipi itu.


"BESOK KITA PERGI KE KAMPUNG WILLONA" Gio berbicara dengan nada penuh penekanan.


"Uhuk... uhuk... uhuk"


Hampir saja Alea tersedak ludah nya sendiri setelah mendengar Ucapan Gio barusan. 'pergi ke kampung Willona? Besok?' Alea bertanya kepada dirinya sendiri.


"Kenapa kau menatap ku? kau kira aku bercanda?" Tanya Gio melihat Alea yang menatap nya.


"Tidak" Jawab Alea lalu membuang muka nya lalu tersenyum, baru pertama kalinya Gio membuat nya terkejut.


"Will Siapkan jet pribadi!, besok kau dan levi ikut bersama ku dan Alea" Ucap Gio dengan dingin.


"Baik Tuan" Ucap Will.


'Yaampun... kenapa pakai levi segala. Gue ngak bakal bisa tidur kalau ada bocah psikopat itu. bisa-bisa gue jadi mainan nya lagi.' Gumam Will mengingat ingat kejadian Lama bersama Levi disaat mereka di tugas kan oleh Gio pergi mengintai musuh di Los anggeles.


Jika Will dan Levi di satukan maka disitulah ada perdebatan diantara mereka. Will dan Levi dikenal tidak pernah akur, mereka selalu bertengkar kecil hanya kerena masalah sepele, persis seperti Tom end jerry.


Levi dijuluki sebagai Dewa Maut. sedangkan will dijuluki Dewa kematian. mereka sama-sama menakutkan jika membantai musuh bebuyutan Gio. Maka dari itu Will dan Levi adalah orang kepercayaan Gio dan keluarga Kenanzo.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2