
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Malam ini adalah malam yang sangat menenggangkan bagi Alea, karena untuk pertama kalinya Alea akan bertemu seluruh keluarga Kenanzo dalam pertemuan Keluarga.
Pertemuan Keluarga itu dilaksanakan di Sebuah Apartemen mewah milik Gio Apartemen itu sudah dihiasi hingga terlihat sangat mewah dan indah.
Dengan Langkah berat Alea melangkahkan kaki nya memasuki Apartemen bersama Gio dan, diiringi oleh para bodyguard dan Will, Levi.
Alea bisa melihat disana Ada kerabat, Saudara Gio yang tengah berkumpul bersama-sama. Entah kenapa pertemuan Keluarga ini diadakan secara mendadak Oleh keluarga tertua Kenanzo, yakni Oma Diana.
Beberapa kerabat Gio tidak suka dengan keberadaan Alea disana, dan beberapa kerabat dan saudara disana menatap Alea dengan tatapan jijik dan sinis.
"Coba lihat apakah itu Istri Gio? " Tanya Kerabat A.
"Iya! itu Istri Gio. Kalian tau kenapa pernikahan Gio dengan gadis itu disembunyikan?" Ucap Kerabat B.
"Karena. Gio tidak sudi menikah dengan Gadis Desa seperti Dia!" Jawab Kerabat C.
"Iya Benar, aku juga mendengar Kalau Gadis itu mengantikan Kakak nya untuk menikah dengan Gio. Bukan kah Dia tidak tau malu" Ejek Kerabat B.
"Apa istimewa nya Gadis itu, dengan Putri ku. Coba lihat Gadis itu terlihat sangat Desa, sedangkan putri ku Elen sangat Cantik " Ucap Kerabat A sembari menatap sinis Alea.
Alea bisa mendengar semua Hinaan yang dilontarkan kepada nya. Hati nya Seperti ditusuk mendengar semua itu. Ia disana dikucilkan, semua orang disana memandang nya remeh.
'Tuhan... berikan Aku kekuatan untuk mendengarkan semua perkataan mereka' Gumam Alea.
Sebuah Tangan menyentuh bahu Alea, sontak Alea terkejut. Ia menatap Pria yang mengenakan jas berwarna pink. ya pria itu adalah Arka yang berniat mengejutkan Alea.
"Arka... kau mengejutkan Aku" Alea hampir terkena serangan jantung.
"Maaf Kak Lea..., Oh Ya dimana bambang Gio? " Tanya Arka ketika tidak mendapati kakak nya Gio.
"Dia sedang bersama Will dan Levi" Jawab Alea.
Alea menghembuskan napas lega, ketika mendapati Gio yang baru saja datang bersama Will dan Levi. ia bisa merasa terlindungi jika ia bersama Gio. Alea melangkah menghampiri Gio.
Gio terkesima dengan Alea, ia merasa Senang karena Alea memakai Gaun pilihannya. Gaun itu sangat serasi dengan kemolekan Tubuh Alea yang terlihat sangat sempurna.
__ADS_1
Gaun putih bernuansa putih, dengan kalung dan cincin berlian yang diberikan oleh Oma Diana. Gaun itu sangat cocok melekat di tubuh ramping Alea, ditambah dengan polesan make up natural di wajah nya membuat nya semakin cantik dan berseri-seri.
'Cantik...' Gumam Gio sembari menatap Alea tanpa berkedip.
Will dan Levi ikut terkesima dengan kecantikan Alea, mereka berdua ikut menatap Alea dengan mata yang tak berkedip. Gio yang melihat kedua tangan kanan nya itu menatap Alea, ia merasa Cemburu.
"Mau Aku Cokel mata kalian!" Geram Gio dengan nada pelan karena takut didengar oleh Alea.
Will dan Levi menelan slavina nya kasar-kasar setelah mendapati ancaman yang sangat menakutkan dari Gio. Mereka langsung berlari terbirit-birit menjauh dari Gio agar tidak mendapatkan tatapan yang menganaskan dari Gio.
"Gi-gio Acara i-ini kapan selesai?" Tanya Alea dengan nada terbata-bata.
Gio bisa melihat dengan Jelas bahwa Alea tidak suka berada disana, ia Juga tau Alea di jadikan bahan pembicaraan Oleh kerabat dan Saudara Gio.
"Tenang saja... aku ada disini. Jangan dengarkan Ucapan mereka" Ucap Gio tiba-tiba.
"Anggap Saja mereka itu makhluk Gaib, jadi jangan dengarkan mereka" Ucap Gio.
Semua Kerabat dan Saudara Gio menatap Sinis Alea di meja makan itu, hal itu membuat Alea tertekan disana. Ia terpaksa datang kesana atas permintaan Oma Diana dan Mama Vio.
"Alea... Makanlah sesuatu" Ucap Oma Diana dengan Suara serak.
"Ti-tidak Oma, Lea tidak Lapar" Jawab Alea dengan Sopan.
Oma Diana tersenyum, tangan nya membelai Rambut lurus Alea. Tangan nya yang satu mengenggam erat telapak tangan Alea.
"Mungkin Istri Gio, tidak suka dengan makanan Mahal, karena selama ini kan Dia hanya Gadis Biasa" Ucap Kerabat A.
Jlebbb....
Hati Alea terasa ditusuk dari belakang mendegar ucapan itu, Air mata nya tiba-tiba jatuh. Dengan sekuat tenaga nya ia menahan air matanya agar tidak jatuh, tetapi hal itu bagi Alea sangat mustahil karena air matanya yang sedari tadi ia tahan tumpah begitu saja.
"Le-lea pergi ke kamar mandi sebentar" Ucap Alea dengan mata berkaca-kaca.
Ia berlari dengan air mata yang terus Bersimbah. Tangis nya pecah di dalam Diam. Ia menatap dirinya sendiri di dalam bayangan kaca di kamar mandi.
__ADS_1
"Bunda...Apakah Alea sangat buruk?" Tanya Alea dalam diri sendiri.
Jari-jarinya menyentuh kalung pemberian Sang Bunda yang ia kenakan sekarang, ia mengingat ucapan Sang Bunda. 'Alea putriku, Jangan pernah takut pada sesuatu karena bunda selalu bersama mu' Sekilas ucapan Bunda Anne merry.
"Tok... tok... tok... tok... Nona Alea, apakah anda didalam" Sebuah Suara terdengar dari luar.
Itu adalah Will, Will di perintah oleh Gio untuk mencari Alea. karena Gio tau Alea merasa sedih dengan ucapan Kerabat Tadi. maka dari itu ia menyuruh will untuk mencari Keberadaan Alea.
"I-iya sebentar" Ucap Alea sembari mengusap air matanya.
Alea membuka pelan pintu kamar mandi itu, ia menutup kesedihan nya dengan senyuman. "Ada Apa Will...?" Tanya Alea dengan nada kecil.
"Saya diperintah oleh Tuan Gio untuk mencari anda" Jawab Will dengan sopan.
"Mari nona.... " Ucap Will.
Alea kembali ke Ruang utama Appertement itu, ia kembali disambut dengan tatapan sinis oleh kerabat dan Saudara Gio. tapi kali ini ia berani melawan rasa takutnya.
Alea duduk kembali di kursi nya tadi, ia memberikan senyum hangat kepada semua orang terutama pada orang yang sangat ia hormati yakni Oma Diana.
"Oh 'ya Vio. kapan kau akan memiliki Cucu dari Istri Gio" Pertanyaan tidak tau malu dari salah satu kerabat terdekat Mama Vio.
"Upss... maaf, aku lupa jika Gio sekarang lumpuh" Permintaan maaf palsu dari Kerabat itu.
"Oma, kenapa Arka tidak mengantikan Gio, Kasian Gio dia pasti lelah untuk mengurus perusahaan. Arka bisa menangani perusahaan lebih baik dari Gio" Ucap Kerabat C.
"Tante, Untuk apa aku lelah? aku tidak selemah yang tente pikirkan. Aku memang lumpuh, tetapi aku masih bisa mengharumkan nama baik Kakek dan keluarga. Dan bukti nya perusahaan masih tetap berdiri kokoh di tangan ku! " Ucap Dingin Gio dengan raut wajah datar.
"Arka memang pintar, tetapi bukan dalam bidang IT. tetapi sepupu ku Arka pandai dalam Kesenian, dan aku akan membantunya menuju kejayaan nya" Ucap Gio sembari menatap Lekat Arka.
"Benar kata Bang Gio, aku Tidak pandai dalam bidang Perusahaan atau apalah itu. tetapi aku pandai dalam kesenian" Serga Arka dengan cepat, karena memang ia tidak tertarik dengan Perusahaan.
"Dan aku bangga kepada mu Arka" Kata Gio dengan senyum tipis.
"Dan aku juga bangga kepada mu Gio, aku akan menjadikanmu sebagai Panutan ku" Ucap Arka dengan senyum lebar.
Bersambung.....
__ADS_1