Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 53


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Disebuah Villa Tua di tengah hutan. terlihat Seorang pria bertubuh kekar, dengan balutan Jas hitam. dan tangan kekar itu memegang senjata api di tangan nya, mata elang pria itu terlihat sangat tajam, ditambah dengan wajah tampan nya. Yups Pria itu adalah Gio.


Gio berniat turun tangan, dan juga berniat membalas penyerangan terhadap Alea. Maka dari itu ia mengumpulkan seluruh anggota terlatih untuk berkumpul di markas utama.


Mata Elang Gio menatap tajam semua anggota nya yang tengah berbaris rapi dengan bermacam-macam senjata. Mata nya menatap kedua anggota intinya, yakni Will dan Levi.


"Will!!, kau berjaga-jaga di pos 2 seperti rencana kita dengan membawa 550 pasukan" Ujar Gio dengan nada tinggi hingga bergema di seluruh penjuru.


"Baik Ketua!!" Jawab Wilk disertai Hormat.


"Dan Kau Levi!!, Kau berjaga di Area Pos 3 seperti rencana kita sebelum nya!!! dengan membawa 350 pasukan sama seperti will" Ujar Gio sembari Menatap Levi dengan tatapan Tajam.


"Baik Ketua!!! " Jawab Levi dengan semangat.


"Aku akan menyerang musuh dari Arah Pos 1 dengan pasukan 300, dan penyerangan pertama yang akan kita lakukan adalah dengan cara meledakkan markas utama musuh dengan peledak." Ucap Gio dengan tegas.


"Ketua Rencana kita pasti berhasil, karena kita tau Musuh memiliki kelemahan, dan kelemahan mereka adalah peledak." Ucap Levi dengan lantang.


"Benar Ketua, terlebih lagi rencana kita 1000 langkah dari mereka" Ucap Will mengingat-ingat kekalahan musuh dahulu kala.


Mereka semua pergi untuk menyerang musuh untuk pembalasan, di atas kepemimpinan Gio sebagai ketua Pezinco. mereka semua meninggalkan markas menuju tempat persembunyian musuh dengan membawa sepeda motor sport yang telah di fasilitasi Gio. begitu pula dengan Gio yang juga membawa sepeda motor sport.



Jalan raya telah diblokir akses nya oleh Gio, maka dari itu itu jalanan terlihat sepi dan hanya ada pasukan Gio. di setiap penjuru jalan bergema suara keras knalpot motor sport pasukan Gio dan termasuk Gio, Will dan Levi.


Gio semakin berdamage ketika mengendarai sepeda motor sport, ia telihat sangat gagah dan semakin tampan. begitu pula dengan Will dan Levi yang sama-sama gagah nya.


Gio mengendarai sepeda sport paling depan, dan disisi kanan kiri nya adalah Will dan Levi. dengan diikuti 1.000 anggota terlatih, dengan membawa bermacam-macam peledak dan Senjata api.



Visual Gionandra Abraxas kenanzo ketika menjadi ketua Pezinco


Tak butuh waktu lama mereka untuk sampai di tempat persembunyian musuh, mereka sekarang sudah bersiap untuk menyerang musuh dari arah berlawanan dengan peledak.


Semua anggota Gio telah siap dengan senjata api masing-masing. dan will dan Levi mempimpin di posko 2 dan 3, sedangkan Gio memimpin di pos 1 dengan membawa peledak dan berbagai macam senjata. mereka mengarahkan peledak ke arah markas musuh dan....


"DUARRRRRRRR... "

__ADS_1


Gio dan Pasukan nya meledakkan Markas musuh secara membabi buta, sehingga seluruh Hutan tempat markas musuh bergema suara ledakan yang diakibatkan oleh Gio dan pasukan nya.


"DUARRRRRRRRR.... "


Untuk kedua kalinya Gio dan pasukan nya meledakkan markas musuh, sehingga musuh kalah telak dan tergolek tak bernyawa di dalam markas.


Gio bisa melihat jika ada beberapa musuh yang belum terb*n*h di dalam sana, maka dari itu ia memerintah pasukan nya untuk menyerang musuh menggunakan senjata Api di atas kepemimpinan nya.


"DORR...DORRR... DORR..."


Gio melepaskan tembakan nya ke arah musuh, hingga darah segar mengenai wajah nya. Gio tersenyum devil, akhirnya dia bisa membalaskan penyerangan Terhadap Alea.


Disisi Lain Will dan Levi juga memb*n*h musuh dengan cara mereka sendiri. Levi memb*n*h musuh dengan cara men*suk musuh dengan pedang, dan Will menyerang musuh dengan panah di tangan nya.


Beralih kembali ke Gio, Sekarang Gio tengah berhadapan dengan seorang pria paruh baya yang mengenakan topeng hitam dan dengan tato ular hitam. Ya pria itu adalah orang di balik penyerangan Alea kemarin.


Mata Gio memerah, tangan nya mengepal erat sehingga memperlihatkan urat nadi nya. dan tangan nya menondongkan senjata ke arah pria bertopeng itu.


"Akhirnya Kita bertemu" Ucap Pria misterius itu kepada Gio.


Pria misterius itu menodongkan senjata nya ke arah kepala Tepat di depan kepala Gio, dan...


Tembakan pria misterius itu meleset, akibat tendangan yang dilemparkan oleh Gio. Gio mengangkat senjata nya di saat pria misterius itu tersungkur di tanah dan...


"Dorrr... dorrrr... "


Gio melepaskan tembakan nya mengenai kaki kanan dan kaki kiri pria misterius tersebut, sehingga pria misterius itu merintis kesakitan dengan darah segar yang mengalir.


"Arggghhhhhh.... " Teriak pria misterius itu yang merintis kesakitan.


Gio berjongkok menatap pria misterius itu dengan wajah yang terkena cipratan darah, sehingga terlihat sangat menakutkan. Tangan Gio menc*kik pria misterius itu, lalu jari-jari nya memainkan belati di pipi pria misterius itu sehingga mengeluarkan darah segar.


"Apakah sakit?!!!" Tekan Gio yang masih memainkan belati nya dipipi pria misterius itu.


"*Aku sangat membenci Mata mu itu karena telah berani menatap Alea, rasanya aku ingin sekali menc*kel mata mu ini*" Tekan Gio kembali disertai wajah devil nya.


"Dan Aku sangat membenci, Tangan mu ini. karena telah berani melukai Alea" Gio mengangkat belati nya ke arah pergelangan tangan Pria misterius itu dan....


"Sreggggggghhhh... " Gio mem*t*ng tangan itu dengan belati nya hingga darah kembali mengenai wajah nya.


Pria misterius itu tergolek pingsan kerena Ulah Gio. dengan darah segar yang mengalir deras di kaki dan tangan nya.

__ADS_1


"TURUNKAN SENJATA KALIAN JIKA INGIN KETUA KALIAN HIDUPP!!!! " Bentak Gio yang bergema di seluruh hutan.


Seluruh pasukan musuh meletakkan senjata nya, selain pasukan Gio. Pasukan Gio menodongkan senjata ke arah pasukan musuh agar tidak berani macam-macam.


Will dan Levi datang menghampiri Gio dengan pakaian yang berlumuran darah. sembari menyeret beberapa anggota musuh yang tiada.


"Levi!! kau bawa mereka semua Ke markas!! siksa mereka semau mu!" Ujar Gio kepada Levi.


"Baik Tuan... " Ucap Levi dengan senang hati.


hal yang levi sukai adalah menyiksa musuh hingga habis, karena levi menganggap musuh seperti mainan di tangan nya.


"Dan Kau Will!! bersih kan tempat ini hingga tak tersisa!! dan bawa juga pria ini ke markas dan gantung tubuh nya" Ujar Gio sembari melempar pria misterius itu yang tergolek lemah ke arah Will.


"Baik Tuan... " Jawab Will sembari menyeret pria misterius itu ke arah Mobil yang telah disiapkan untuk eksekusi sedari tadi.


Will, levi dan pasukan lainnya sibuk membereskan tugas nya masing-masing. sedangkan Gio harus kembali ke markas nya untuk membersihkan tubuh nya dari darah sebelum kembali ke mension.


......................


Sekarang Gio telah kembali ke mension dengan tubuh yang besih tanpa ada darah. Langka Gio memasuki mension dengan wajah datar dan dingin. mata nya menyusuri setiap sisi mension mencari keberadaan Alea tetapi sedari tadi ia tak melihat batang hidung Alea.


"Arka... " Panggil Gio ketika mendapati Sepupu nya Arka.


"Apaan?" Ketus Arka.


"Katakan Pada ku dimana Alea? " Gio menatap Sahabat nya Arka itu dengan Intens.


"Kakak ipar? kakak ipar Alea sedang istirahat di kamar mu lah..." Ketus Arka sembari melangkah pergi meninggalkan Gio begitu saja.


"Dasar Bedebah!!..." Kesal Gio.


Gio menaiki lift untuk sampai ke kamar nya, lalu ia kembali melangkah masuk ke dalam kamar. Gio bisa melihat jelas Alea tertidur pulas di ranjang nya, mata nya menatap Wajah Alea dengan senyuman. baginya Alea adalah penenang hati nya.


Gio menarik selimut, lalu tangan nya menyelimuti Alea karena ruangan itu sangat dingin ditambah lagi cuaca diluar sedikit mendung. Jari-jari Gio menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Alea karena tepaan angin.


"Cupp... " Sebuah ciuman singkat yang dilemparkan oleh Gio tepat di kening Alea.


Gio menidurkan tubuh nya di sebelah Alea, mata nya ia kejamkan dan perlahan-lahan ia tertidur bersama Alea. Tanpa Gio sadari dia memeluk erat tubuh Alea saat tidur sehingga keduanya tertidur dengan posisi berpelukan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2