Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 50


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Cahaya matahari menyelinap lewat jendela, sehingga Mengenai wajah Alea. perlahan-lahan Mata yang tertidur itu terbuka, mata itu menetap sesosok pria yang tertidur pulas di sebelah nya.


Tangan Alea menyentuh rambut Gio, lalu tangan itu turun mengelus wajah Tenang Gio. terukir seulas senyum dari bibir Alea sembari menatap Wajah Gio.


tetapi perlahan-lahan senyum itu memudar seiring waktu, ketika ia ingat jika pernikahan nya dengan Gio hanyalah sebatas pernikahan kontrak, atau bisa disebut pernikahan pasif dimana pernikahan mereka dijalani tanpa ikatan Cinta, kasih sayang atau yang lain.


Alea menyingkir kan telapak tangan nya dari rambut Gio, mata nya berkaca-kaca. ia telah jatuh cinta kepada Gio tetapi disisi lain ia tau jika pernikahan nya hanya sekedar pernikahan kontrak.


"Aku mencintaimu Gio" Gumam Alea dengan air mata yang tiba-tiba menetes.


Air mata itu jatuh tepat di tangan Gio, sehingga Gio terbangun. dan Gio menatap Alea penuh tanya ketika melihat Alea sedikit menangis.


"Apa kau menangis?" Tanya Gio sembari beranjak berdiri.


"Tidak-tidak, aku tidak menangis, mata ku kemasukan debu" Bohong Alea sambil menghapus air matanya.


Gio mendekatkan wajah nya ke wajah Alea, lalu telapak tangan nya menyentuh pipi Chubby Alea. sehingga darah Alea berdesir dengan cepat, jantung nya berdetak kencang seperti habis berlari maraton.


"Biar Aku Tiup" ucap Gio sembari Meniup Bola mata Alea dengan lembut.


"Apa sudah mendingan?" Ucap Dingin Gio sembari menatap wajah Alea dengan intens.


Tetapi entah kenapa Mata Gio terpana melihat bibir mungil yang pernah ia Cium. bibir itu mengoda Gio sekali lagi, ia sangat ingin mencicipi bibir mungil dan lembut itu.


"Drrrttttt... drtttttt"


Suara dering ponsel dari ponsel Gio membuyarkan lamunan Gio dengan Cepat. dengan sigao Gio melihat beberapa isi pesan ancaman dari nomor yang tak dikenal.


Gio melihat Alea sekilas, lalu ia beranjak keluar dari kamar rawat inap Alea. kemudian ia menjawab telfon dari Sang peneror itu. dengan Suara Dingin dan Wajah datar Gio berbicara dengan orang yang selama ini mengincar nyawanya.


"KAU SANGAT BODOH GIONANDRA ABRAXAS KENANZO, KAU LENGAH DALAM KEAMANAN KELUARGA TERMASUK ORANG YANG KAU CINTAI SEKARANG YAKNI ALEA BRIELLA CLAUDINE ELLORA ISTRIMU" Sebuah suara yang tak Asing terdengar oleh Gio dalam telfon.


"AHHH... YA. ISTRI MU ALEA BEGITU CANTIK, SEHINGGA AKU TERPESONA DENGAN NYA. WAJAH NYA BEGITU CANTIK, DAN TUBUH NYA SANGAT SEMPURNA TIDAK COCOK UNTUK DIRIMU GIONANDRA. ISTRI MU TIDAK COCOK UNTUK KAU MILIKI TETAPI DIA COCOK UNTUK KU" Pria misterius itu berbicara mengenai Alea dengan nada yang membuat Gio geram.


"JIKA KAU BERANI MELIRIK ALEA, AKAN KU PASTI KAN JIKA AKU AKAN MENCOK*L MATA MU DENGAN TANGAN KU SENDIRI" Gio berucap dengan nada dingin.

__ADS_1


"SIAP-SIAP SAJA DENGAN PEMBALASAN KU" Ancam Gio sih sembari melempar ponsel hingga terpental jauh hingga pecah.


Mata nya memerah, raut wajah nya terlihat begitu marah. dan tangan kekar nya mengepal erat sehingga memperlihatkan urat nadi nya. tetapi amarah Gio memudar ketika sebuah tangan wanita menyentuh bahu nya dengan lembut, ya itu Alea.


Gio menatap wajah Alea dengan intens, amarah nya seperti tertiup angin, tiba-tiba menghilang disaat kedatangan Alea. sungguh Alea telah merubah Gio 100 persen.


"Siapa yang menelfon? apakah oma? " Tanya Alea.


Gio terdiam mendengar pertanyaan Yang dilontarkan kepada nya, ia tak ingin Alea tau jika ada salah satu musuh Gio mengincar Alea dan dirinya sendiri.


"Ya oma yang menelfon" Bohong Gio dengan terpaksa.


"Sssttttt..." Deruh Alea menahan sakit di area kepala.


Entah kenapa Gio tiba-tiba menggendong nya, sontak Alea terkejut karena sekarang dirinya telah digendong bak bridal style. Sungguh Gio membuat jantung nya berdebar-debar.


"Gio apa yang kamu lakukan? turunkan aku!, kaki mu bisa sakit karena kamu baru pulih" Ujar Alea.


Bukan nya Gio menurunkan Alea, ia malah membawa Alea masuk kedalam ruang inap, dan ia menidurkan tubuh Alea di atas hospital bed.


"Tapi.... " Ucap Alea terhenti ketika Gio memasukan sebutir buah Anggur ke mulut nya.


Gio terkekeh dengan perilaku nya barusan, saat ia memasukkan beberapa butir anggur ke mulut Alea, sehingga Alea susah untuk berbicara.


Sedangkan Alea fokus mengunyah buah anggur yang berada di mulut nya, ia menatap Wajah Gio dengan kesal karena berani menutup mulut nya dengan cara yang sangat menjengkelkan.


"Glegghhhh... "


baru saja Alea menelan anggur yang berada di mulut, Gio malah menyuapkan potongan buah apel Ke mulut nya. sehingga mulut nya kembali penuh.


"Makan yang banyak" Ujar Gio dengan disertai senyuman nakal.


Jari-jari Alea mencubit lengan kekar Gio berulang-ulang kali, kerena ia kesal kepada Gio. Tetapi usaha nya tak membawa hasil, ia mengira jika Gio akan meringis kesakitan karena cubitan nya, tetapi Gio malah diam dan tersenyum. ia lupa Jika tubuh Gio kekar sehingga ia tak mungkin membuat Gio meringis kesakitan.


Dengan rasa kesal, alea membuang muka nya menghidar dari tatapan Gio sedari tadi. ia mendengkus kesal dan bibir nya mencibir bak seorang gadis kecil, sedangkan pipi chubby nya terlihat sangat imut jika di merasa kesal.


Gio merasa gemas melihat wajah Alea ketika kesal, ia tak menyangka jika dia menikahi seorang Gadis yang polos dan kekanakan, tetapi dibalik sifat kekanakan Alea ada sifat bijaksana dan lemah, lembut sehingga dengan mudah Gio jatuh cinta kepada Alea.

__ADS_1


Perlahan-lahan pintu ruang inap Alea terbuka, dan menampakkan Dua pria berjas hitam dengan karangan bunga daisy di tangan nya. pria itu tersenyum lebar. yups itu adalah Will dan Levi tangan kanan Gio yang berniat menjenguk Alea.


"Selamat pagi Tuan, Nona" Levi cengengesan tak jelas.


"Pagi Tuan levi" Jawab Alea dengan ramah.


"Nona, jangan panggil saya dengan sebutan Tuan. masa saya terlihat sangat Tua, sehingga nona Alea memanggil saya dengan sebutan Tuan. panggil saya dengan nama saya saja nona" Ujar levi disertai tawa garing.


Will menginjak Kaki Levi, agar tak membuat masalah di depan Gio. sedangkan Levi meringis kesakitan atas injakan Yang dilontarkan kepada nya.


"Nona kami tidak tau harus membawa apa untuk menjenguk nona. tapi aku dan levi membawa rangkaian bunga daisy untuk nona" Ucap Will sembari menyerahkan bucket bunga daisy kepada Alea.



Sama hal nya dengan Levi yang sama membawa bucket bunga daisy. Dengan senyum lebar Levi memberikan bucket bunga itu kepada Alea sebagai Nyonya muda nya.


"Terima kasih Will, Levi atas bucket bunga nya. sungguh kalian sangat pintar memilih bunga ini untuk ku, kerena bunga daisy adalah bunga favorit ku" Ucap Alea sembari mencium aroma wangi yang berasal dari bunga daisy.


disisi lain Gio menatap tajam Kedua tangan kanan nya itu, sehingga Will dan Levi Mengidik ngeri. mereka berdua merinding dengan tatapan tajam yang tertuju kepada mereka.


will dan Levi cengengesan menatap Tuan mereka Gio, mereka merasa telah melakukan hal salah sehingga Gio menatap nya seperti itu.


"KALIAN BERDUA TUNGGU AKU DI LUAR RUMAH SAKIT" ujar Gio dengan nada tinggi, dan dijawab anggukan kecil oleh Will dan Levi.


will dan Levi berlari keluar dengan cepat agar Gio tak sampai meluangkan amarah nya didepan Alea disana.


Gio menatap Alea dengan rasa cemburu, entah kenapa ia tak suka jika will dan levi memberikan bunga kepada Alea selaku istrinya.


"Aku akan menemui Will dan Levi, di luar. dan jangan kemana-mana! ingat itu" Ucap Dingin Gio.


Gio menutup pintu Ruang Inap, lalu mata nya menatap sepuluh pria berbadan besar yang menjadi anak buah nya agar melindungi Alea di rumah sakit. ia tak ingin hal yang buruk terjadi kepada Alea, ia memperketat keamanan keluarga dan Alea yang paling utama.


"KALIAN SEMUA, PERKETAT KEAMANAN RUMAH SAKIT. DAN JANGAN SAMPAI LENGAH DALAM KEAMANAN" ujar Gio dengan nada tinggi menjulang.


"BAIK TUAN" ucap serentak para anggota Gio.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2