Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 41


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Disisi lain diruang operasi, Alea terlihat sangat sibuk bersama para suster di ruang tersebut. Alea memakai handscoon, masker medis dan mengenakan baju operasi OK ( Operation kamer ).


Jari-jari nya lihai dalam memainkan peralatan medis. hal pertama yang dilakukan oleh Alea adalah memberikan bius kepada si pasien. Dan Hal kedua adalah Alea membersihkan darah segar yang keluar dari bagian Privat Si pasien.


Lampu operasi dinyalakan, hal itu berarti operasi akan segera dilakukan. Suster-suster besiap dengan nampan yang berisikan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan operasi.


"Suster! pergilah ke Bankdarah. ambil kantong darah A" Ujar Alea kepada suster disebelah nya.


"Baik" Suster itu berlari cepat menuju Bank darah.


Alea memulai operasi persalinan ( Caesar ). Tangan nya mulai melakukan pembedahan kepada si pasien. handscoon yang dikenakan Alea berlumuran darah segar.


Tak butuh waktu lama untuk Alea bisa mengeluarkan Bayi kecil dari dalam perut si pasien. Ruangan itu bergema suara tangis bayi yang menggelegar.


"Oek... oek... oek"


Alea mengendong bayi kecil yang berumuran darah. ia membawa bayi itu ke Ruang NICU ( neonatal intensive care unit ). Alea membersikan tubuh si bayi dari darah segar, lalu ia meletakkan si bayi ke ke inkubator.


Setelah meletakkan si bayi, Alea melangkah menuju Ruang operasi tadi menemui ibu dari sang bayi yang terbaring lemah.


"Suster...Pasien bisa dipindahkan ke ruang Vip" Ujar Alea kepada suster.


"Baik" Para suster mendorong brankar ibu dari bayi tadi menuju ruang Vip.


Alea melangkah menemui dokter hendra di ruang kerja Dokter Hendra. ia melangkah sembari melepaskan almater yang melekat di tubuh nya.


"Dokter hendra" Sapa Alea setelah masuk ke dalam ruang kerja Dokter Hendra.


"Apakah operasi berhasil?" Tanya Dokter hendra menghampiri Alea.


"Tentu, Ibu dan bayi sehat. hanya saja untuk beberapa hari si bayi harus dirawat di NICU dan inkubator agar mendapat perawatan intensive" Kata Alea sembari melepas masker yang ia pakai.


"Aku tau itu, kau pasti berhasil dalam operasi itu. karena aku mempercayai mu" Jawab serentak dokter hendra dan dokter Leo.


"Kenapa Dokter mempercayai ku dalam melakukan operasi ini?"Tanya Alea yang merasa aneh.


Dokter hendra tersenyum, ia tersenyum karena tau Alea adalah istri Dari Gio putra dari sahabat nya Erland. "Karna kau jenius dan yang paling penting kau adalah istri dari Ceo Gionandra Abraxas Kenanzo" Dokter hendra berbicara terus terang.

__ADS_1


Alea terbelalak mendengar ucapan dokter hendra barusan. Ia terkejut karena bagaimana Dokter hendra tau kalau ia adalah istri dari Gio.


"Ba-bagaimana Dokter tau?" Tanya Alea gelagapan.


"Gio sendiri yang mengatakan nya" Jawab singkat dokter hendra sembari melangkah keluar.


Alea terperangah, bagaimana bisa Gio mengatakan kebenaran kepada dokter Hendra. di dalam benak nya bertanya Apa hubungan Gio dengan dokter hendra.


Alea Teringat Arka yang berada di ruang kerja nya. dengan cepat Alea pergi ke ruangan nya menemui adik ipar nya yang menunggu nya selama lima jam lebih.


belum sampai Alea di ruang kerja nya, langkah kaki nya terhenti ketika mendapati Arka dan Gresciel sedang asyik bermain bersama anak-anak yang di rawat di rumah sakit itu.


"Ehemmm..." Alea berdeham.


Anak-anak disana menatap Alea senang, lalu mereka berlarian memeluk tubuh Alea bersama-sama. sebuah pemandangan yang indah untuk dilihat ketika banyak anak kecil memeluk Alea.


"Tatak Lea..." Mereka memanggil Alea dengan suara cadel.


Arka terdiam melihat sosok kakak ipar dihadapan nya. Mata nya melihat sifat keibuan dari dalam Alea.


'Kak Gio sangat beruntung mendapat Gadis seperti Kakak Alea. Tuhan... kirim kan gadis yang sama persis seperti kak Lea kepada ku' Gumam Arka.


Alea berjongkok mencium satu-persatu kening anak-anak dirumah sakit itu. Anak-anak itu adalah anak yang mengalami gangguan mental yang di rawat oleh Alea sendiri.


Dulu dokter hendra hendak memberikan jabatan tinggi kepada Alea sebagai Dokter, tetapi Alea menolak karena ia merasa belum pantas mendapat gelar tersebut.


"Kalian mau coklat?" Tanya Alea kepada anak-anak yang berdiri di hadapan nya.


"Mau, Mau mau..." Anak-ank itu menjawab secara kompak.


Alea mengeluarkan coklat dari saku nya, memberikan satu persatu coklat kepada anak-anak itu. setelah mendapatkan coklat mereka langsung pergi dengan senyuman manis kepada Alea.


"Arka maafkan aku sudah membuat mu menunggu lama" Kata Alea.


"No problem kak lea" Jawab Arka.


"Bagaimana operasi nya? Berhasil?" Tanya Arka dengan antusias.


"Berhasil" Jawab Singkat Alea dengan senyuman.

__ADS_1


"Oh 'ya Gres thank you dah nemenin Arka" Ucap Alea kepada Gresciel.


"Oh tentu kak Lea" Gresciel tersenyum.


"Aku dan Arka pergi dulu see you next time" Alea berpelukan dengan Gresciel.


Arka dan Alea melangkah keluar dari rumah sakit. sedang kan Gresciel melambaikan tangan nya berdada-dada dengan Alea.


......................


tak butuh waktu lama untuk Alea dan arka sampai di mension. sesampai nya di mension Arka langsung pergi ke kamar, sedang kan Alea melangkah menaiki anak tangga menuju kamar pribadi Gio.


Alea tak melihat Gio di kamar, lalu ia mendengar ada bunyi notice di ponsel nya. ternyata ada pesan masuk dari Gio.


Gio : "Aku, Berada di Perusahaan"


Pesan Singkat dari Gio yang dibaca oleh Alea. Alea merebahkan tubuh nya di atas ranjang, perlahan-lahan mata nya ia kejamkan.


Alea begitu lelah sehingga ia tertidur dengan pulas, Ia terlihat begitu tenang dalam tidur nya, seperti tidak memiliki beban hidup.


2 Jam kemudian...


Alea masih tetap tidur di atas kasur dengan tenang dan damai. Wajah nya begitu cantik saat tertidur.


Perlahan-lahan pintu Kamar tersebut terbuka, menampakkan Gio tengah duduk di kursi roda yang baru saja tiba di mension. Gio mendorong kursi roda nya menghampiri Alea yang tertidur pulas di ranjang.


Tangan Gio mengelus tengkuk kepala Alea dengan lembut, jari-jari nya memberikan selimut kepada Alea karena Cuaca sedang dingin.


"Cup..."


Sebuah kecupan mendarat tepat di kening Alea dari Gio. Entah kenapa Gio tak tahan untuk mengecup kening sang istri.


'Alea aku tidak tau kapan aku jatuh cinta kepada mu, tetapi satu hal yang ku tau kebencian ku kepada mu menjadi cinta yang tulus' Gumam Gio.


'Kau sekarang adalah bagian dari hidup ku. Aku tidak akan membiarkan kau menjauh atau pergi dari ku. Aku akan selalu melindungi mu, mencintaimu, membahagiakan mu' Gio membelai lembut rambut Alea yang tergerai.


Bersambung...


Author kasih bonus ke kalian yang sudah like, komen, vote, and follow

__ADS_1




__ADS_2