
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Gio dan Alea sekarang berada di Villa dekat dengan desa Willona. sebenarnya Alea sangat ingin menginap bersama Willona dan Ibu Arshi tetapi ia tau Gio tidak akan nyaman tinggal di rumah sempit, sederhana. karena ia tau Gio selalu mendapatkan kenyamanan di mension.
"Kalau kau memang ingin Menginap, Memginap lah... tidak perlu kau khawatir kan aku" Ucap Gio dengan raut dan suara datar.
Alea menggeleng, padahal dalam hati nya merindukan kenangan masa kecilnya. Alea membantu Gio melepaskan Jas dan kemeja Yang dikenakan Gio.
"Akan aku ambil kan piyama kamu" Kata Alea lalu mengambil piyama Gio di dalam koper.
Alea kembali membantu Gio memakai piyama mulai dari celana hingga Kemeja. Sekarang Gio sudah tidak merasa canggung lagi dengan Alea, sama hal nya dengan Alea.
"Eemmm... apa kau bisa memasak ayam goreng dengan sambal bawang?" Tanya Gio agak sedikit gugup.
"Ya aku bisa. tetapi nanti kau tidak mau makan karena itu masakan ku" Alea ingat betul Gio selalu menolak masakan nya.
"Aku tidak akan menolak nya jika Enak" Serga Gio dengan nada menantang.
"Masakan ku selalu enak, hanya kamu saja yang tidak pernah mencicipi nya. lagian bagaimana kamu tau kalau masakan ku tidak enak? orang kamu tidak pernah mencicipi nya" Gerutu Alea dengan nada kecil.
"Kau mengatakan Apa?!" Tanya Gio dengan tatapan Devil.
"Tidak ada!" Serga Alea dengan cepat.
Alea melangkah ke dapur untuk memasak hidangan yang diinginkan oleh Gio. Kali ini Alea semangat untuk memasak karena mendapatkan tantangan dari Gio.
......................
Disisi Lain Gio, Will dan Levi berkumpul di dalam Kamar Gio. Mereka semua berkumpul untuk membicarakan hal penting mengenai Klan dan Mengenai Tugas yang diberikan Gio kepada Will dan levi.
"Apa kalian sudah membunuh klan musuh?" Tanya Gio dengan raut wajah datar.
"Sudah Tuan/Ketua" Jawab Will dan Levi secara serentak.
"Good!"
"Will apa kau sudah mengirimkan Ancaman ke Nyonya Tara Dan Selingkuhan nya yang bernama Edwinder?" Tanya Gio pada Will.
"*Sudah Tuan."
"Tuan Mereka itu bukan lah manusia melainkan Hewan, setelah kepergian Tuan Mazundar. Nyonya tara malah bermain Permainan Panas dengan Selingkuhan nya itu! Cih...!! sungguh Tuan mata ku sangat berdosa setelah melihat hal tak senonoh itu. Jujur aku merasa kasihan dengan Nona Alea, bagaimana bisa dia tinggal dengan orang-orang yang menjijikkan itu*" Gerutu Will dengan Kesal.
"Kau benar Will! mereka semua sangat menjijikkan. Aku akan mengganti Setiap Luka, Tangis, dan rasa sakit Alea menjadi kebahagiaan Will. Aku juga memberikan keadilan kepada Bunda, dan Papa Alea." Kata Gio.
Gio tau semua penyebab kematian Bunda Anne merry dan Papa Mazundar. penyebab nya tak lain adalah Mama tara Dan selingkuhan nya Edwinder. Setelah tau semua kebenaran nya Gio sangat marah, lalu ia memutuskan untuk membalas semua perbuatan mereka seribu kali lipat dari apa yang mereka lakukan pada Alea selama ini.
"Dan Kau Levi! Apa kau sudah membuat strategi menyerang musuh minggu depan?" Tanya Gio.
"Sudah Tuan. Aku memutuskan mengalahkan musuh dengan peledak, karena aku tau kelemahan Musuh adalah Mereka tidak bisa menjinakkan Peledak" Jawab Levi.
__ADS_1
"Rencana yang bagus" Puji Gio.
Levi mulai tebar pesona di hadapan Will di samping nya. Will mencibir Kesal melihat Levi.
"Rencana apa yang bagus?"
Tiba-tiba Saja Alea masuk ke dalam kamar, Gio, Will, Dan Levi Terbelalak melihat Alea Datang dan bertanya. Levi dan Will saling menatap.
"Itu nona, rencana mengenai kejutan untuk Nyonya Vio dan Tuan Erland. karena besok Tuan dan Nyonya telah tiba di indonesia" Levi lah yang menjawab dengan jawaban setengah kebohongan dan kebenaran.
"Jadi Mama Vio dan Papa Erland akan kembali?" Tanya Alea sembari menatap Gio.
Gio mengangguk entah kenapa ia tak ingin berbohong kepada Alea. "Besok kita harus kembali, karena Mama dan Papa akan segera kembali" Kata Gio.
Wajah Alea yang tadi nya gembira menjadi seduh. Gio tau betul kenapa wajah Alea berubah seduh. Gio mendorong kursi roda nya mendekati Alea istrinya.
"Willona dan Nyonya Arshi akan ikut kita" Ucap Gio dengan nada lembut.
Levi dam Will terkejut melihat sikap lembut Tuan mereka. baru pertama kalinya Mereka melihat Gio berbicara Lembut kepada seorang Gadis.
'Sungguh Bukan Ketua yang ku kenal' Bisik Levi tepat di telinga Will.
'Shitt... diam loh!' Serga Will.
Alea menatap Gio dengan tatapan Bingung. Tetapi disisi lain hati nya senang mendengar Willona dan Ibu Arshi akan ikut bersama nya.
"Tentu, aku sudah memasak hidangan yang kamu inginkan. dan pastinya enak" Alea berkata dengan semangat.
tangan nya mendorong kursi roda Gio menuju ruang makan. Diikuti Will dan Levi dibelakang Alea dan Gio. Mereka semua duduk di kursi sedang kan Gio duduk di kursi roda.
"Hemmm... Nona Kelihatan nya masakkan Nona sangat enak" Levi mencium aroma Lezat Ayam buatan Alea.
"Kali ini aku setuju dengan mu Lev. Masakan Nona Alea memang selalu Lezat" Will membenarkan perkataan Levi.
Levi dan Will hendak Memgambil Ayam goreng buatan Alea, tetapi tangan mereka di pukul Gio.
"Ctukkk..." Gio memukul tengkuk Tangan Levi dan Will.
"Kalian berdua! makan Di Luar saja" Ujar Gio dengan tatapan tajam.
"Lo kenapa Kenapa Tuan/Ketua. padahal kami sangat lapar" Ucap levi dan will dengan kompak.
"Kenapa? ini adalah hukuman bagi kalian karena terlambat menjemput ku tadi" Kata Gio dengan nada tinggi menjulang.
"Gio. Biarkan mereka makan, mungkin tadi pagi mereka sangat sibuk jadi mereka terlambat" Kata Alea menghentikan perdebatan itu.
'Alea kau polos sekali, aku menyuruh mereka makan diluar karena aku ingin makan masakan mu, aku ingin masakan mu hanya untuk ku bukan untuk orang lain' Gumam Gio menatap Alea.
"Baiklah... makanlah!!" Gio mengambil Cabai lalu memsukan kedalam mulut nya dengan kasar.
__ADS_1
Levi dan Will tau Gio sekarang sedang marah besar pada mereka. Levi dan Will terpaksa tersenyum berpura-pura tidak tau Gio marah.
"Kenapa kamu makan cabai Gio?" Tanya Alea.
"Tidak papa. aku hanya sedang ingin hal yang pedas-pedas" Ucap Gio menahan Emosi.
Gio melahap masakan Alea hingga tak tersisa. Jujur Gio sangat suka dengan masakan Alea, masakan sederhana tetapi rasanya seperti masakan bintang lima.
"Apa kamu menyukai nya?" Tanya Alea melihat piring Gio yang bersih.
"Ya, aku menyukai nya. Lezat, mengingatkan masakan Kakek ku pada saat aku kecil" Gio mengingat Sang Kakek.
"Kalau kamu mau aku akan memaksa kan hidangan ini setiap kamu mau" Kata Alea.
karena sudah larut malam. Will dan Levi pergi ke kamar nya masing-masing. sedangkan Gio masih belum tidur, sama hal nya dengan Alea.
"Kenapa kamu tidak tidur?" Tanya Alea menghampiri Gio yang duduk bersandar di Kasur.
"Entah, aku tidak nyaman dengan kasur ini" Gerutu Gio sembari mengaruk tubuh nya yang gatal.
Alea mendudukan tubuh nya di atas ranjang, tangan nya membuka piyama yang dikenakan Gio. kedua mata Alea melihat bentol-bentol merah di punggung hingga dada Gio.
"Kelihatan nya kau Alergi dengan debu" Kata Alea menatap seprai kasur yang sedikit berdebu.
"Entah kenapa Will memilih Villa kotor ini, lihat saja aku akan memberinya pelajaran" Geram Gio kesal.
Alea beranjak berdiri mengambil Kasur lipat dan selimut tebal yang bersih dari lemari. lalu ia merapikan Kasur lipat itu di atas lantai, sedang kan Selimut nya ia letakan di atas kasur lipat.
"Tidurlah di kasur ini..." Kata Alea.
Gio mengangguk, Alea membantu Gio duduk di kasur, lalu ia pergi mengambil saleb untuk dipakai kan ke tubuh Gio yang gatal.
"Gatal nya akan segera hilang..." Kata Alea sambil mengoleskan saleb.
Gio menatap Alea, hati nya sangat beruntung mendapat sesosok gadis yang baik, cantik, dan sopan yang paling utama adalah lemah lembut.
Gio menyandarkan kepala nya di atas pangkuan Alea. perlahan-lahan Mata nya ia kejamkan, dan tak butuh waktu lama untuk Gio tertidur di pangkuan Alea.
Tangan Alea membelai rambut Gio dengan lembut. Salah satu tangan nya mencoba menyelimuti Gio dengan selimut agar tidak kedinginan.
Mata indah Alea menatap wajah Tampan Sang suami yang tertidur pulas di pangkuan nya. entah kenapa hati nya terasa sejuk melihat wajah tenang Gio saat tertidur.
'Kenapa dengan hati ku ini? apakah aku mulai mencintai nya? Tidak! aku tidak bisa mencintai nya pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak'
Alea menolak perasaan nya. Ia tau dan ingat bahwa pernikahan yang ia jalani dengan Gio hanyalah pernikahan Kontrak atau bisa disebut pernikahan pasif. pernikahan tanpa Cinta, kebahagiaan, dan kasih sayang.
'Bunda apakah aku benar-benar mencintai nya? berikan aku petunjuk jika aku benar-benar memiliki perasaan dengan Gio'
Bersambung......
__ADS_1