Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh

Terpaksa Menikahi Sang Ceo Lumpuh
Eps 54


__ADS_3

...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...


Cahaya matahari mulai menyelinap masuk lewat jendela, awan terlihat sangat indah di tambah dengan udara sejuk yang ikut menyelinap bersamaan dengan cahaya matahari.


terlihat dua orang yang masih terlelap di alam mimpi, Ya dua orang itu adalah Alea dan Gio yang masih belum terbangun. Perlahan-lahan Mata indah Alea terbuka ketika ia merasa tubuh nya terasa berat, seperti ada seseorang yang memeluk nya.


Mata itu terbuka, Ia terkejut melihat Gio Tengah Tidur dengan memeluk tubuh nya. Alea tak bisa apa-apa, ia juga tak tega untuk membangunkan Gio setelah melihat betapa pulas tidur Gio.


"Kelihatan nya Dia sangat lelah" Gumam Alea sembari menatap wajah Gio yang terlihat sangat letih.


Alea membiarkan Gio tidur dengan memeluk tubuh nya, beberapa saat lamanya. Hampir jam 7 pagi Gio masih belum terbangun sama sekali. dan tepat pukul 08.00 Gio mulai terbangun dari tidurnya.


Gio tebangun, dan orang yang pertama ia lihat adalah wajah Cantik Alea. Tangan nya mempererat pelukan nya terhadap Alea, keduanya saling bertatapan. dan jantung keduanya berdetak lebih kencang.


Gio mendekatkan wajah nya ke wajah Alea, sekali lagi ia tergoda dengan bibir mungil Alea. ia sangat ingin kembali mencium Bibir itu sekali Lagi, tetapi niat nya terhenti ketika mendengar Suara Dari Luar kamar.


"Gio... Itu suara Arka" Kata Alea ketika mengenali Suara itu.


Dengan Cepat Gio mencari sumber Suara yang berasal dari Kamar utama, yakni Kamar Oma Diana. Mata Gio membulat ketika mendapati Oma Diana tergeletak tak sadarkan diri dengan wajah yang pucat pasal.


"Apa yang terjadi kepada Oma, Arka?! " Tanya Gio dengan raut wajah khawatir.


"Aku tidak tau, aku baru saja masuk ke dalam kamar, dan aku melihat Oma yang sudah terbaring tak sadarkan diri" Jawab Arka dengan khawatir.


Gio menepuk-nepuk Pipi Oma Diana, tetapi Hal itu tak di respons oleh Oma Diana. "Oma bangun, Oma. Jangan membuat Gio khawatir Oma" Kata Gio yang dipenuhi Kekhawatiran.


"Gio bawa Oma, ke atas kasur" Ujar Alea kepada Gio.


Gio mengangguk mengerti, dengan cepat ia langsung menggendong tubuh Oma Diana membawa nya ke atas kasur. Sedangkan Alea berlarian kecil menuju kamar nya untuk mengambil Alat medis nya yang berada di kamar.


Alea mendudukkan tubuh nya di Sebelah Oma Diana. Ia melakukan pemeriksaan detak jantung menggunakan stetoskop untuk mendekteksi Detak jantung Oma Diana.


"Kelihatan nya Oma Diana mengalami serangan jantung ringan" Ucap Alea.


"Gio lebih baik kita membawa nya ke rumah sakit, akan lebih mudah untuk ku Merawat Oma Diana" Ucap Alea.


"Baiklah..." Karena panik, Gio belum sempat mengabari Mama Vio dan Papa Erland yang sedang pergi ke luar negeri, mengenai Oma Diana.


Gio menggendong tubuh Oma Diana kembali membawa nya ke mobil dengan diikuti Arka, Alea dan Bik maryam.

__ADS_1


"Bik maryam, jaga mension 'ya. doain Oma Diana Baik-baik saja" Kata Alea kepada Bik maryam selaku Pelayan rumah.


"Baik Nona..." Jawab bik maryam dengan ramah.


Mobil berjalan beriringan dengan beberapa Bodyguard yang mengikuti dari belakang mengunakan mobil. Gio mengendarai mobil dengan cepat layak nya seorang pembalap yang handal, dan alhasil Alea pusing karena Gio Mengebut di jalan.


Gio menggendong tubuh Oma Diana kembali memasuki rumah sakit dengan diikuti Alea dan Arka di belakang. Alea memanggil suster disana agar cepat membawa Oma Diana ke ruang darurat.


Oma Diana dibawa keruang gawat darurat Oleh Alea, karena Alea lah yang akan menangani Oma Diana. Disisi lain Gio dan Arka menunggu di luar ruang gawat darurat dengan kekhawatiran.


Gio melihat betapa cemas nya Arka yang tengah duduk di kursi tunggu dengan air mata yang terus mengalir. Ia menghampiri Sepupunya itu dan menenangkan nya.


"Oma pasti akan baik-baik saja, bukan kah kau bilang Kakak ipar mu Alea sangat jenius. jadi jangan khawatir karena yang menangani Oma adalah Dokter yang handal yakni Kakak ipar mu. " Ucap Gio dengan nada dingin walaupun ia juga dilanda kekhawatiran, tapi ia harus berfikir dewasa.


Pintu terbuka, menampakkan Alea yang mengenakan jas dokter, dengan stetoskop di leher nya. ia tersenyum yang mengartikan jika Oma Diana baik-baik saja.


"Oma Diana Baik-baik saja" Kata Alea sembari melepaskan jas dokter nya.


"Oma Juga sudah sadar, dan Oma juga akan dipindahkan ke ruang rawat VVIP" Ucap Alea kepada Gio dan Arka yang berdiri tepat di hadapan nya.


"Syukurlah..." Ucap Lega Gio berbarengan dengan arka.


"It's Okay" Ucap Alea sembari senyuman.


Arka langsung berlarian ke kamar rawat Oma Diana, meninggalkan Alea bersama Gio begitu saja. Sehingga tercipta suasana hening diantara Gio dan Alea sekarang.


"Emmmm... ka-kamu tidak mau menemui Oma? " Tanya Alea membuka suara.


Bukannya menjawab Gio malah menatap nya dengan intens, sehingga Alea merasa sedikit kikuk karena gio menatap nya seperti itu.


"Ke-kenapa kamu me-menatap wajah ku? a-apakah ada yang salah dengan wajah ku? " Alea bertanya dengan terbata-bata


Gio menggeleng, Dan ia membuang jarak nya kepada Alea, sehingga jarak mereka hanyalah sekisar beberapa senti saja. jantung Alea dibuat tak karuan karena Gio semakin mendekat, sehingga ia melangkah mundur.


Sekarang Alea tak bisa lagi untuk melangkah mundur, karena dibelakangnya sekarang ada sebuah dinding, dan ia juga tak bisa untuk melangkah maju Karena Gio telah mengunci tubuh nya.


"Gi--" Belum sempat Alea menghabiskan kata-kata nya, jari telunjuk Gio menutup bibir mungil Alea. sehingga Alea terdiam.


"Shtttt..." Gio meletakkan Jari telunjuk nya ke bibir Alea.

__ADS_1


Alea menutup mata nya, ketika mendapati Tangan Gio yang mendekati wajah nya. Sedangkan Gio terkekeh geli melihat Alea menutup mata nya.


"Aku mengambil ini, jadi jangan mengira aku berniat mencium mu" Ujar Gio sembari menujukkan Bulu burung yang tersangkut di rambut Alea.


Pipi Alea memerah menahan rasa malu, karena mengira Gio akan mencium nya di tempat umum seperti rumah sakit. padahal Gio hanya mengambil bulu burung yang tersangkut di helaian rambut nya.


Alea berlari meninggalkan Gio, Karena malu. sedangkan Gio terkekeh geli melihat tingkah laku Alea yang begitu manis di depan nya. Tangan nya mengacak-acak rambut nya.


"Apa yang kau lakukan Gionandra Abraxas Kenanzo? " Gio mengacak-acak rambut nya sendiri.


Gio melangkah masuk ke dalam ruang rawat inap Oma Diana, di dalam sana sudah ada Arka dan Alea yang berdiri di samping hospitalbed Oma Diana.


"Gio... " Panggil Oma Diana Dengan suara yang lemah.


"Y, Oma" Jawab Gio sembari menggenggam erat tangan Oma Diana.


"Boleh Oma meminta sesuatu kepada kamu Gio? " Tanya Oma Diana kepada Gio.


"Tentu" Ucap Gio dengan wajah datar.


"Oma ingin kita tinggal di Villa peninggalan Alm kakek mu Gio..., yakni Villa Exoline. disana Banyak kenangan indah mengenai kakek mu, sejak dulu oma ingin meminta ini kepada mu. Tapi... Oma takut mengatakan nya kepada mu." Ucap Oma Diana.


"Mengapa Oma Takut mengatakan Ini?. apapun permintaan Oma, Gio pasti akan mengabulkan nya" Ucap Gio.


"Karena selama ini kau Berprilaku Dingin, sekarang Oma tanya. kapan kau menghabiskan waktu bersama Oma?" Tanya Oma Diana dengan kesal.


"Iya Gio mengaku Salah" Gio hanya bisa menurut.


"Tapi tunggu, Kenapa Oma ingin tinggal di Villa Exoline? tiba-tiba seperti ini" Tanya Gio yang penasaran.


"Disana, begitu banyak kenangan-kenangan indah pada saat Alm kakek mu masih ada. Oma sangat ingin kesana kerena Oma ingin kamu, Alea dan arka menghabiskan waktu bersama Oma. karena oma tau umur Oma tidak akan selamanya panjang" Ucap Oma Diana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Oma jangan mengatakan seperti itu, Oma sehat. dan oma akan selalu bersama kita semua" Ucap Gio.


"Baiklah kalau Itu yang Oma inginkan. Besok Kita akan Pindah ke Villa Exoline, Villa peninggalan Kakek. Oma Senangkan? " Gio tak tega untuk menolak Oma Diana.


Oma mengangguk dengan senyuman yang indah dimata Gio. Gio dan Arka memeluk Oma Diana Dengan Erat, sedangkan tangan Alea digenggam oleh Oma Diana.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2