
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...……………………………………………………………...
Karena Gio pergi ke perusahaan, Alea memutuskan untuk berkunjung ke makam Sang bunda. karena beberapa hari ini hati nya terasa gelisah, maka dari itu ia ingin menenangkan hati nya dengan cara berziarah makam Sang bunda.
sesampai nya Alea di pemakam sang bunda, ia berjalan menghampiri makan sang bunda, lalu ia duduk di sebelah makam bundanya dan tersenyum hangat.
Saat Alea sedang meletakkan Buket bunga. Ponsel nya berdering menandakan ada pangilan masuk. ia segera melihat ponsel itu. disana tertara nomor Mama Tara. Alea dengan malas menjawab pangilan itu.
Alea : "Hallo."
Mama tara : "Lo itu habis ngapain sih? angkat telfon susah amat!" Terdengar Bentakan Mama tara.
Mama tara : "Minta uang!" Ketus Mama tara.
Alea : "Apa? uang?" Tanya Alea yang sedikit Syok.
Mama tara : "Iya, kenapa? Bukankah kau sekarang menjadi Nyonya muda Kenanzo? kenapa harus kaget saat aku meminta uang kepada mu?" Kesal Mama tara.
Mama tara : "Lagian sekarang kamu itu istri dari Seorang Ceo Gionandra Abraxas kenanzo. Jadi kau berhak meminta Uang kepada Suami mu yang Milyader itu." Ketua Mama Tara.
Alea : "Tante. maafkan aku…aku tidak bisa melakukan apa kemauan tante. Aku bukan tante yang hanya bisa menghamburkan Uang Hasil kerja keras Suami nya sendiri" Sindir Alea secara tegas.
Mama tara : "Oh kau mulai berani? Hay gadis Kampung! Ingat bunda mu memiliki Dosa kepada ku. Jadi sebagai Penebusan Dosa kau Harus Menganti nya dengan sejumlah Uang yang selalu aku inginkan." Kata Mama Tara mengingatkan Kesalahan Bunda Anne merry ( bunda Alea )
Mama tara : "Aku memberimu Waktu hingga senja untuk itu. Cepat kau transfer uang nya mengerti?" Kata Mama tara lalu mematikan telfon nya begitu saja.
Alea bingung bagaimana cara nya dia mendapatkan uang sejumlah 70 juta dalam waktu sesingkat itu. Ia menangis dalam diam menatap batu nisan sang bunda di hadapan nya.
"Bagaimana cara nya aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? apa aku harus meminta kepada Gio?" Tanya Alea kepada dirinya sendiri.
"Bunda sampai kapan penderitaan ini selalu menghantui ku? aku sudah lelah bunda. Bawa lea pergi bersama mu bunda" Kata Alea mulai menitihkan air mata memeluk erat batu nisan bunda.
Alea melangkah pergi dari makam menuju mension. dengan langkah Berat Alea memasuki mension, wajah seduh, mata sembab terlihat jelas dari wajah nya.
__ADS_1
Melihat Gio yang tidak bersama siapapun di dalam Balkon. Alea memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara dengan Gio sekarang. ia segera menghampiri Gio yang tengah duduk di kursi roda menghadap pemandangan Taman mension dari Atas balkon.
Dengan berat hati Alea menghampiri Gio. Tapi bagaimana lagi. hanya Gio lah satu-satunya harapan ia untuk mendapatkan uang yang diinginkan Mama tara.
"Gio. ka-kamu udah pulang?" Tanya Alea ketika berdiri di hadapan Gio.
Gio mendongakkan kepala nya menatap Alea yang berdiri tepat di hadapan nya. Ia tau betul bahwa Alea baru saja menangis. Karena hal itu terpampang jelas dari wajah seduh, mata sembab dan suara Serak Alea.
"Heem…" Gio berdehem menatap Wajah Alea.
"Gi-gio, Aku mau ngomong." Kata Alea dengan suara serak dan menundukkan kepala.
"Apaan?" Gio berkata dengan raut wajah dingin.
Alea terdiam mematung. Ia ragu untuk bicara dengan Gio, lidah nya terasa keluh untuk berbicara, Dia takut memandang wajah Gio walaupun sebentar.
"Bicaralah!" Kata Gio secara tegas.
"A-aku mau pinjam uang tujuh puluh juta." Ucap Alea sedikit gelagapan.
mendengar kata-kata itu, Alea tidak bisa menahan air matanya lagi. air mata tiba-tiba jatuh begitu saja.
Entah mengapa Gio merasa Sakit ketika melihat Alea Menitihkan Air mata. Ia tak tega Menyakiti hati Alea lagi. dia berusaha keras menahan Amarah nya, agar tidak meluangkan nya ke Alea.
"Baiklah…, Hapus air mata mu itu terlebih dahulu!" Ujar Gio pasra.
Mendengar Jawaban Gio, Alea merasa lega. dengan Cepat ia langsung Menghapus air mata nya. Ia tersenyum hangat ke arah Gio. Sontak membuat Gio Salting.
"Benarkah? kamu ngak bohongkan?" Tanya Alea memastikan.
"Apa aku pernah Bohong?" Tanya Gio mencibir kesal.
Alea langsung berlari memeluk Gio yang duduk di kursi roda. Ia merasa Bahagia baru pertama kalinya Gio bersikap Baik kepada nya. "Terimakasih" Kata Alea yang masih memeluk erat Gio.
"Sudah lepaskan!" Ketus Gio berusaha setenang mungkin menahan Rasa Salting.
__ADS_1
Alea segera mungkin melepaskan pelukan nya. Ia sedikit Malu karena memeluk Gio dengan erat nya. "Terima kasih. aku janji bakal Ganti Uang nya" Kata Alea mulai Canggung.
"Heemm…berapa nomor rekening?" Tanya Gio kepada Alea.
Alea menunjukkan Nomor rekening yang diberikan oleh Mama tara lewat Chat Pribadi. Mata Gio tertuju ke arah nomor tersebut, karena ia tau betul rekening yang ditunjukkan Alea adalah rekening Mama tara. Karena dulu Mama tara selalu meminta Uang dengan Alasan Gabriel sedang membutuhkan uang.
"Sudah ku transfer!" Ucap Tegas Gio tiba-tiba raut wajah nya berubah Dingin kembali.
"Terima kasih sekali lagi. dengan Cepat aku akan menganti nya" Kata Alea lalu melangkah Keluar dari Balkon.
Gio menatap Punggung Alea yang mulai menghilang dari pandangan nya. Setelah memastikan Alea telah pergi, Gio menelfon seseorang dari handphone nya.
Gio : "Will. Cari informasi tentang Alea dan keluarga Mazundar!" Kata Gio kepada Will dalam telfon.
William : "Baik Tuan, Memang nya ada apa?" Tanya William Yang penasaran.
Gio : "Aku merasa ada rahasia besar di dalam keluarga Mazundar Will" Kata Gio terus terang karena memang ia merasakan ada keganjalan Dalam keluarga Mazundar.
Gio : "Dan 'ya, aku ingin kamu memblokir No rekening, atau Blackcard Milik Keluarga mazundar. Secepatnya!" Ujar Gio dengan nada tegas.
William : "Baik Tuan, akan saya laksanakan" Seru Will dengan antusias nya.
Gio : "Kalau kau bekerja dengan baik, Maka gaji mu akan Aku beri dua kali lipat" Kata Gio lalu mematikan Telfon secara sepihak.
Mendengar Gaji dua kali lipat, Mata Will seketika Cera berbinar layak nya Rembulan. Dengan semangat nya ia langsung pergi Ke Bank dan Mencari tau Tentang Alea.
Setelah bicara Dengan Will, Gio kembali Menatap pemandangan Taman Mension yang terlihat Asri di mata nya. Mata elang nya tertuju ke arah Alea yang sedang bermain dengan Kucing Muezza di Taman mension dengan senyuman yang sangat Indah baginya.
"Aku rasa, aku benar-benar jatuh Cinta kepada nya" Gumam Gio menatap Alea dari Balkon.
Gio memandang Alea, Rasanya Sangat tentram melihat nya tersenyum dan tertawa. Bagi Gio Alea seperti Seorang Gadis Kecil yang sedang bermain dengan seekor Kucing.
Kesempatan yang sangat Bagus untuk Gio. Ia diam-diam memfoto Alea yang sedang tersenyum dengan Handphone nya. Tiba-tiba seulas senyum terukir di bibir Gio.
Bersambung…………
__ADS_1
Sorry guys baru bisa Up soalnya kemarin aku super sibuk buat bantu Kakak aku Mempersiapkan Hari pernikahan buat Kakak.