
hari ini hari yang melelahkan bagi Alexa karena seharian ia bertemu awak media untuk pertama kalinya. dengan tubuh yang sangat letih Alea membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan wajah yang sedikit pucat, entah kenapa?. tetapi beberapa hari ini Alea merasa tubuhnya tidak baik-baik saja.
"Kenapa beberapa hari ini aku mual? dan kepala ku pusing sekali?" Lirih Alea sembari matanya terfokus kepada salah satu siaran tv yang menyiarkan berita tentang konferensi pers yang diadakan Gio tadi.
"Huekkhhh...huekkhhh..."
entah kenapa tiba-tiba Alea merasa mual secara tiba-tiba sehingga ia langsung berlari ke dalam kamar mandi. Gio yang baru saja masuk ke dalam kamar pun tau jika Alea sedang sakit dengan cepat Gio menghampiri Alea ke dalam kamar mandi.
"Alea, apakah kau baik-baik saja?" Gio mengelus tengkuk kepala Alea dengan lembut, Ia bisa melihat wajah sang istri sedang pucat.
"Aku tidak tau kenapa, tapi beberapa hari ini aku merasa mual dan kepala ku terasa pusing" jawab Alea dengan lirih.
"Aku akan telfon dokter" ucap Gio cemas tetapi langkah nya dihentikan oleh Alea.
"Tidak perlu Gio... mungkin aku merasa letih saja, lagian aku juga dokter dan aku tidak perlu dokter lain untuk merawat ku." Kata Alea dengan lembut.
"Baiklah... tetapi kau harus istirahat, ayo!" Gio mengendong tubuh Alea yang terlihat sangat lemah, dan membaringkan nya di atas kasur dengan perlahan-lahan.
Gio ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Alea, tangan nya perlahan-lahan menarik tubuh Alea kedalam dekapannya, agar Alea mendapatkan kehangatan dari tubuhnya. dan telapak tangan nya membelai rambut Alea dengan lembut yang membuat Alea merasakan nyaman di dalam dekapan itu.
"Gio... bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" Alea masih berada dalam dekapan Gio.
"Hhmmm..." Gio berdehem dengan senyumnya yang terukir di bibirnya.
"Bo-bolehkah kau memelukku sepanjang malam untuk hari ini saja" Kata Alea dengan malu.
"sebelum kau meminta itu, aku akan selalu memeluk mu setiap hari, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja" jawab Gio disertai godaan.
Alea tersipu malu dengan pipi yang merah merona, kepala nya ia tenggelamkan di dada bidang Gio untuk menyembunyikan pipi nya yang merah merona. "ishh...Gio..." Alea mencubit kecil dada bidang Gio dengan gemas, sedangkan Gio mempererat dekapannya dengan tangan yang terus menerus membelai rambut Alea.
"Cuppp... semoga mimpi indah"
__ADS_1
Gio mencium kening Alea ketika melihat Alea sudah tertidur pulas di dekapan nya, kemudian ia mengikuti Alea yang sudah tertidur. keduanya tertidur dengan pulas dengan tubuh yang saling memeluk.
***
Pukul 04.00...
terlihat Alea masih tertidur didalam dekapan Gio. tetapi beberapa detik kemudian Alea perlahan-lahan membuka kedua matanya yang masih terasa mengantuk ketika mendengar suara adzan subuh yang dikumandangkan, yang hati nya terasa tentram dan hangat.
"Gio..." Alea mencoba membangunkan Gio dengan suara lembut nya yang ia dekat kan di telinga Gio.
"Hhmmmm..." Gio menjawab dengan deheman saja yang membuat Alea sedikit kesal.
"Baiklah tidur saja, lebih baik aku melakukan ibadah sholat sendiri..." Ucap Alea dengan kesal tetapi saat Alea ingin beranjak bangun dari tidur nya tangan nya ditarik oleh Gio sehingga sekarang Alea berada di atas tubuh Gio, sedangkan Gio perlahan-lahan membuka kedua matanya dan menatap Alea.
"Habib Albi ku marah?" Tanya Gio dengan nada menggoda, habib Albi artinya kekasih hati.
"Iya..." Jawab singkat Alea dengan ekspresi wajah seolah-olah sedang ngambek.
Gio mencium bibir Alea dengan lembut dan **********, sehingga membuat kedua pipi Chubby Alea merah merona yang membuat Gio tersenyum.
"Sudah tidak marah lagi? Tapi sekarang aku yang marah" Gio berpura-pura tengah kesal, ia mencoba mejaili Alea di pagi hari ini.
"Maaf..." Lirih Alea.
"Baiklah dengan satu syarat!, kau harus mencium ku dulu" Gio masih tetap setia dengan berpura-pura marah kepada Alea.
Cuppp...
Alea mencium pipi Gio dengan bibir lembut nya, lalu ia berkata "Sudah tidak ada marah lagi kan?" Alea bertanya dengan wajah polos nya yang membuat Gio tergoda.
"Bukan pipi tetapi bibir" Goda Gio yang membuatnya mendapat cubitan kecil dari Alea.
__ADS_1
"Iiiihhhhh...Modus" Alea berlari kedalam kamar mandi dengan diikuti oleh Gio dibelakang mereka berdua akan melaksanakan ibadah sholat bersama layak nya suami istri pada umumnya.
mereka melakukan ibadah sholat dengan damai dan hangat, setelah mereka melakukan ibadah sholat Alea mencium tengkuk telapak tangan Gio dengan bibir lembut nya, sedangkan Gio mencium kening Alea dengan lembut sama hal nya dengan Alea.
"Nama siapa yang kau sebut di dalam doa mu?" Tanya Gio penasaran.
"Habib Albi ku, yaitu Gionandra abraxas Kenanzo" Goda Alea sembari melepas mukena yang ia pakai dan melipat nya dengan rapi.
Gio mendengar jawaban Alea pun tersenyum, ia menarik tubuh Alea kedalam dekapannya. entah kenapa setiap kali ia memeluk Alea, rasanya ia seperti memeluk seseorang yang sangat ia rindukan selama ini yaitu sang kakek.
"Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan ku Alea, kau adalah nafas ku dan denyut jantung ku. kau sudah menjadi bagian hidup ku. jangan pernah meninggalkan aku" Ucap Gio sembari menatap kedua mata Alea.
"Kita akan selalu bersama hingga ajal yang memisahkan kita" Jawab Alea sembari kedua tangan nya mengusap sedikit air mata yang hampir jatuh dari pipi Gio. "Habib Albi ku, tidak pernah menetes kan air mata. Habib Albi ku pria yang berwibawa, berani, dan gagah" Kata Alea sembari mengecup singkat bibir Gio sehingga mendapatkan balasan Oleh Gio.
"Hari ini, aku akan sangat sibuk. jadi jika kau ingin pergi ke suatu tempat, maka Will yang akan mengantarkan mu. aku minta maaf hari ini aku tidak bisa menemani mu, Krn ada beberapa masalah di perusahaan" Ucap Gio sambil membelai rambut Alea dengan lembut.
"Tidak apa-apa Gio, aku tau betapa sibuk nya kamu" Jawab Alea dengan senyum manis nya.
Alea membantu Gio untuk bersiap ke perusahaan, mulai dari menyiapkan setelan jas hingga membantu Gio memasang dasi. dan yang terakhir pasti nya Alea mencium tengkuk tangan Gio sebagai kewajiban nya sebagai seorang istri. dan sekarang mereka berada di luar villa...
"Aku pergi dulu...Cuppp...." Gio mencium singkat bibir Alea, sedangkan terlihat dua orang pria tengah menjadi nyamuk diantara gio dan Alea. siapa lagi kalau bukan Will dan Levi.
"Will...kapan aku bisa seperti ketua?" Lirih Levi sembari terharu dengan keromantisan Ketuanya.
"Cihh... gimana mau punya cewek, orang tiap hari aja gonta-ganti cewek" Sindir Will, sehingga mendapatkan tatapan tajam dari Levi.
"Lo, tuh!!. umur 23 masih jomblo!!" Kesal Levi dengan tatapan sinis.
"Gue, ngak jomblo lagi" Kata Will langsung melengos pergi ketika Melihat Tuanya Gio melangkah menuju mobil.
"Ngak jomblo lagi? hah... apakah Will udah punya cewek? tapi siapa?" Tanya Levi terkejut sembari mengikuti langkah Will dan Gio dari belakang.
__ADS_1
Bersambung...