
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
...………………………………………………...
Di sebuah Jalan yang sepi dan gelap terlihat seorang Gadis berseragam Perawat, tengah berlari dengan penampilan yang urak-urakan. Gadis itu berlari ketakutan Seragam nya terlihat sobek, dan ada beberapa luka di pipi nya. ia berlari dengan keadaan kaki yang terluka.
"TOLONG....!!!"
Gadis itu selalu berteriak meminta Tolong. Di belakang Gadis itu terlihat Tiga pria dalam keadaan mabuk berat. Ketiga pria itu mencoba Meperk*sa Gadis tersebut.
Gadis itu tidak lain adalah Willona sahabat Alea. Tadinya Willona berniat untuk pulang dengan berjalan kaki, akan tetapi dia malah bertemu dengan Tiga pria yang sedang mabuk. Karena ketiga pria itu dalam keadaan mabuk, ketiga pria itu pun berniat untuk meperk*sa Willona secara paksa.
"TOLLONGG... Arrgghhh!!!"
Willona tersandung Batu sehingga ia terjatuh tersungkur di atas Tanah. Tempat yang sepi dan gelap membuat Willona semakin takut, tubuh nya bergemetar ketika mendapati ketiga pria itu mendekati nya.
"Tak...tak...tak...tak"
Suara langkah kaki ketiga pria itu mencoba mendekati Willona yang berada di atas tanah.
Ketiga pria itu mendekap tubuh Willona secara paksa. salah satu dari mereka merobek pakaian Yang dikenakan Willona, sehingga Willona hampir telanj*ng bul*t.
"Bughh..."
Sebuah tendangan yang diluncurkan oleh Pria berjas dengan kaca mata hitam. Pria berjas itu memukul Ketiga pria yang mabuk tersebut dengan membabi buta.
Willona menatap pria Berjas itu. Pria berjas itu adalah Will yang baru saja pulang perusahaan Gio.
Will memukul Ketiga pria itu dengan membabi buta. Ketiga pria itu tidak bisa melakukan apa pun untuk membalas pekulan Will, tak lama kemudian Ketiga pria itu terkapar tak berdaya dengan tubuh yang babak belur.
Will menghampiri Willona yang masih terinsak dan takut. Ia melepas jas nya, lalu ia memakaikan nya ke tubuh Willona untuk menutupi Tubuh Willona yang hanya tersisahkan Pakaian dal*m saja.
"Jangan sentuh Aku hiks... hiks... " Serga Willona dengan bibir yang bergemetar.
"Tenang... kau baik-baik saja. aku disini untuk melindungi mu" Ucap Will lalu mendekap tubuh Willona yang bergemetar.
Will mengendong tubuh Willona ala-ala Bridal style. Will membawa Willona masuk ke dalam mobil nya. Mata nya menatap sekilas ketiga pria yang terkapar tak berdaya di atas tanah.
Will menjalankan mobil nya. Will tau bahwa Willona adalah sahabat yang paling dekat dengan Alea, Dan untuk kedua kalinya Will dan Willona bertemu. pertama Will bertemu dengan Willona di saat pernikahan Gio dan Alea, dan yang kedua adalah sekarang.
__ADS_1
Will ingin bertanya kepada Willona di mana alamat rumah nya, akan tetapi saat ia ingin bertanya mata nya tertuju dengan pinggang putih mulus Willona yang sedikit kelihatan walau pun sudah ditutupi Jas nya. Walau bagaimana pun Will tetap lah pria normal melihat itu semua, Will harus merendam hasrat nya yang muncul.
"Dimana Alamat rumah mu?" Will menahan gejolak hasrat nya dalam-dalam.
"De-dekat rumah lama Alea" Willona menjawab dengan suara serak dan terbata-bata.
"Baiklah..." Will kembali Fokus mengendarai mobil nya menuju rumah Willona
tak lama kemudian Mereka sampai di depan rumah Willona. Rumah yang sedikit vitage dan Asri itu terlihat sangat indah, Will membukakan pintu mobil untuk Willona.
"Terima kasih sudah menolong ku tadi...Kalau kau tidak datang mukin aku sudah--" Belum Willona menghabiskan kata-kata nya, Will langsung memotong perkataan Willona.
"Jangan berterima kasih pada ku. berterima kasih lah kepada Tuhan" Will bercakap dengan dingin.
"Aku pergi dulu" Pamit Will yang ingin melangkah tetapi Tangan nya di cekal oleh Willona.
"Tu-tunggu. Aku mohon jangan beritahu kejadian tadi kepada Alea...aku tidak ingin dia khawatir" Willona berbicara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tentu" Jawab singkat Will lalu pergi masuk ke dalam mobil.
Willona menatap kepergian mobil Will yang mulai menghilang dari pandangan nya. lalu ia masuk ke dalam rumah dengan air mata yang terus mengalir.
...****...
Disisi lain terlihat Alea sedang sibuk mengechat nomor handphone Willona, tetapi nomor Willona tidak aktif. Perasaan Alea menjadi gelisah karena ia tau Willona tidak pernah Offchat.
"Kenapa kau terlihat khawatir?" Sedari tadi Gio menatap Alea yang terlihat khawatir dari jarak jauh.
"Nomor ponsel Willona tidak aktif" Jawab Alea dengan raut wajah seduh.
"Mungkin ponsel nya mati, atau dia sibuk" Gio mencoba menenangkan Alea.
"Jangan negatif thinking." Serka Gio lalu dijawab oleh Alea dengan anggukan kecil.
Karena sudah pukul 20.35 tepat, itu adalah waktu Gio meminum obat. Alea beranjak bangun dari duduk nya menganbil kotak obat yang ia simpan di laci dekat dengan kasur Gio.
Alea mendudukan tubuh nya di kasur Gio. lalu tangan nya menyerahkan sebutir obat kepada Gio. "Sudah waktunya minum obat" Ucap Alea. Gio meminum obat itu, Lalu Alea memberikan segelas air putih untuk diminum Gio.
Gio tidak sengaja melihat bekas luka Di kepala Alea. Terlihat bekas luka itu sudah sangat lama, dan bekas luka itu juga tidak terlalu terlihat.
__ADS_1
"Bekas luka itu?" Gio menatap bekas luka Alea.
Alea menyentuh bekas luka di kepala nya dengan tangan nya. Lalu ia menjawab... "Ini bekas luka saat aku mengalami kecelakaan" Jawab Alea.
'Kecelakaan? apakah bekas itu adalah bekas yang dia dapatkan saat mengalami kecelakaan bersama bunda nya, dan disaat dia kehilangan Bunda nya' Gumam Gio menatap Alea yang bersiap tidur.
Bersambung......
Btw Author kasih bonus Visual Gio, Arka, Will, Alea dan Willona.
1. Gionandra Abraxas Kenanzo ( Utama )
2. Arkanan Kenanzo
3. William Copper
4. Alea Briella Claudine Ellora ( Utama )
5. Willonara Mevarick
__ADS_1