
...ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ...
Villa Exoline, Villa yang menyimpan begitu banyak kenangan-kenangan manis keluarga kenanzo sebelum keluarga itu berselisih Harta waris. Sungguh Villa itu mengisi banyak hal-hal manis, sehingga Villa itu terlihat sangat damai.
Gio, Alea, Oma Diana, dan Arka sekarang telah sampai di Villa Exoline. mereka disambut beberapa pelayan, bodyguard dan beberapa anggota Gio.
Villa itu terlihat sangat asri, lebih mewah daripada Mension sebelumnya. apalagi Villa itu terlihat sangat vintag dan clasic. sehingga mewah villa itu terpancar dengan dikelilingi oleh pepohonan.
Gio terdiam sejenak menatap Villa itu, ia mengingat dimana sang kakek melatih nya menjadi seorang mafia, di umur dia yang masih 7 tahun. ia juga mengingat-ingat kenangan manis dan indah saat bersama dengan sang kakek.
Dan Arka, mengingat-ingat masa kecilnya dimana ia masih bisa bertemu dengan kedua orang tua nya sebelum wafat. kenangan yang begitu manis yang sekarang Arka ingat, dimana ia sering digendong oleh Orang tua nya.
"Selamat datang Tuan, nyonya, dan nona" Ternyata bik maryam dan bik summy lah yang menyambut mereka.
"Lo bik maryam dan bik summy kok disini? bukannya kalian bekerja di mension?" Tanya Alea yang kebingungan.
"Anu Nona, Tuan Muda Gio memindahkan saya sama bik summy ke sini untuk bekerja. jadi yang berada di mension pelayan lain" Ujar Bik maryam.
"Oh... " Kata Singkat Alea.
Alea menuntun tangan Oma, masuk ke dalam Villa. sedangkan Gio dan Arka mengikuti dari belakang bersama beberapa pelayan yang membawa koper dan barang-barang mereka.
Alea tercengang melihat betapa mewah nya Villa Exoline itu, ia bisa merasakan Kedamaian disana. entah kenapa ia sangat suka berada di villa itu daripada Mension.
"Alea, kenapa kamu diam? " Tanya Oma kepada Alea sembari mengenggam tangan Alea.
"Emmmm... tidak oma, Alea hanya terkagum dengan villa ini" Jawab Alea dengan jujur.
Oma Diana Tersenyum hangat kepada Alea, Oma merasa beruntung dengan adanya kehadiran Alea didalam kehidupan Cucu nya Gio.
Karena Oma diana harus istirahat, Alea mengantarkan Oma Diana ke kamar dengan bantuan bik maryam yang selalu berada di sisinya. Alea juga membantu Oma diana untuk meminum obat, lalu kemudian ia meninggalkan Oma Diana berdua dengan bik maryam yang akan menemani Oma Diana selama 24 jam.
"Di mana kamar ku? " Tanya Alea kepada dirinya sendiri.
Alea mencari keberadaan Gio di Villa itu, hingga akhirnya ia menemukan Gio yang berada di ruang Keluarga. Ia menghampiri Gio yang tengah duduk di sofa.
"Gio... " Panggil Alea.
"Hemmm... " Gio hanya berdeham.
"Kenapa kau tidak istirahat?" Tanya Gio dengan raut wajah dingin.
"Bagaimana aku bisa istirahat, jika aku tidak tau kamar nya dimana" Jawab Alea.
Gio beranjak berdiri, dan tangan nya membetulkan dasi yang ia kenakan sehingga Alea terpesona dengan Ketampanan Gio. "Ayo" Ucap Gio secara tiba-tiba.
"Kemana? " Tanya Alea yang sedikit bingung.
"Kau ingin mengenal baik Villa Ini? " Tanya Gio dengan nada dingin.
__ADS_1
"Tentu" Alea mengikuti Gio dengan semangat.
Alea merasa antusias untuk mengenal baik Villa Exoline itu, selama ini ia hanya mendengar Cerita dari oma Jika Villa Exoline memiliki paras istimewa. mungkin dari itu ia merasa sangat antusias untuk berkeliling Di Villa itu.
Gio dan Alea berhenti di Ruang Utama yang sesebelahan dengan Ruang makan, disana terlihat sangat rapi dan bersih tanpa ada debu satupun. barang-barang disana terlihat sangat mewah sehingga terlihat sangat cantik untuk dipandang
Ruang Utama Villa Exoline.
"Tempat ini memiliki Arti yang penting Bagi Oma Dan Kakek" Ucap Gio kepada Alea.
"Apa artinya?" Alea merasa antusias untuk mendengarnya.
"Kau lihat lampu Gantung itu!" Ujar Gio sembari menatap ke arah lampu gantung dengan diikuti oleh Alea.
"Lampu itu berbentuk Cicin, Yang mengartikan Lambang Cinta dan pernikahan pernikahan Oma dan Kakek" Kata Gio menjelaskan secara rinci.
"Luar biasa" Alea terkagum mendengar arti dari Ruang Utama Villa Exoline.
Alea kembali mengikuti Gio untuk berkeliling ke setiap sisi Villa. Sungguh Alea merasa sangat senang berkeliling ke Villa tersebut.
Mereka kembali berhenti di Ruang kerja pribadi Yang pernah menjadi ruang kerja Alm Kakek Gio. Ruang kerja dimana terlihat sangat sederhana tetapi masih tetap terlihat mewah. ruangan itu terlihat sangat Elegant dan vintage.
Ruang Kerja pribadi Villa Exoline.
Gio bisa melihat Jika Alea sangat menyukai Villa Exoline, Sebuah ukir senyum terlihat jelas dari bibir Gio ketika melihat Alea sangat antusias.
"Ya" Jawab singkat Gio.
Mereka berdua berkeliling Villa Exoline hingga beberapa saat lamanya. Dan akhirnya mereka sekarang sudah berada Tepat di Kamar Pribadi Gio, yang sekarang juga kamar Alea. Alea melihat betapa mewah kamar itu dengan mata yang berbinar-binar.
Kamar Itu yang didesain dengan tema Vintage dan Ellegant membuat Kamar itu sangat indah, terlebih lagi kamar itu sangat rapi, dan bersih sehingga terlihat sangat nyaman dan mewah untuk ditempati.
Kamar pribadi Villa Exoline.
"Gio kenapa aku tidak melihat sofa panjang di kamar ini? " Tanya Alea kebingungan.
Sebenarnya Gio sengaja menyuruh pelayan untuk memindahkan sofa panjang, Karena ia ingin Alea tidur Seranjang dengan nya atas permintaan Oma Diana.
"Kenapa jika tidak ada sofa panjang?" Tanya Gio yang membuat Bibir Alea bungkam seketika.
"Ka-karena---" Alea tak tau harus menjawab apa.
"Kau bisa tidur di kasur" Ucap Gio tiba-tiba.
"Tapi..... " Alea kembali tak bisa berkutik.
__ADS_1
Saat Alea ingin menghentikan langkah Gio tiba-tiba ia terpeleset dan hampir jatuh jika Gio tidak langsung memampah tubuh nya. Mereka berdua saling bertatapan mata, dan jarak mereka hanya berjarak beberapa senti saja.
jantung mereka berdetak lebih kencang, Gio mendekatkan wajah nya ke wajah Alea sehingga jarak itu sudah tidak ada. Alea menutup mata nya rapat-rapat dan...
"Mmmphhh... "
Gio mencium dan ******* bibir mungil Alea, dan tangan nya menyelinap masuk ke dalam pakaian Alea sehingga Alea hanyut dalam ciuman itu.
"Aku mencintaimu Alea" Kata Gio secara tiba-tiba.
"Gio---" Belum selesai Alea berucap jari telunjuk Gio menyentuh bibir nya.
"Shttttt... "
Gio langsung menarik tubuh Alea dan merapatkan tubuh mereka, Gio semakin mempererat pelukan nya. Lalu Gio meraup bibir ranum Alea dan mel*mat nya
"Mmmphhh... Gio" Alea hendak protes
Gio semakin memperdalam cium*n nya. Alea membelalakkan matanya saat merasakan ada sesuatu yang mengeras menyentuh perut nya sehingga Alea merinding.
Gio menggendong tubuh Alea, membawa nya ke atas kasur. Lalu tangan nya melepaskan dasinya dan membuka kancing kemeja nya satu persatu, sehingga Alea bisa melihat jelas sixpack Gio.
"Izinkan aku memiliki mu Alea" Bisik Gio tepat di telinga Alea dan dijawab anggukan kecil oleh Alea.
Gio kembali menci*m dan ******* kembali bibir ranum Alea dengan sangat rakus, lalu turun ke leher Alea. sehingga darah Alea berdesir, tapi ia berusaha menahan agar tidak Mend*s*h. saat Gio bersikap seperti seorang bayi di gunung kembar yang menantang, akhirnya suara Des*h*n lolos dari bibir Alea. sehingga tubuh Gio semakin terbakar. Gio semakin semangat memberikan serangannya, hingga merobek kain pelindung terakhir Alea.
"Kau boleh mencakarku, kalau perlu gigit bahu ku saat kau kesakitan" Ucap Gio dengan lembut dan dijawab anggukan kecil oleh Alea.
Gio memulai pemanasan lagi, dan Alea tidak lagi menahan des*h*nnya terutama saat Gio melahap squisynya dengan sangat lahap.
"Mmmmhhh...Aahh... " Des*h Alea.
"Sshhh... " Pekik Alea.
Gio menyapa Mahkota Alea dengan Adik kecil nya yang sedari tadi memberontak dibawa sana. dan Gio mencoba membobol mahkota Alea hingga berulang kali namun meleset karena pintu mahkota itu terlalu sempit untuk dimasuki Oleh Gio, tetapi Gio tak mudah untuk menyerah Dan...
Jjlebbb...
"Ssshhhtt... Aahhh... " Lenguhan Gio saat menikmati adik kecil nya yang mendapatkan pijatan yang membabukkan.
Akhirnya Gio berhasil membobol mahkota Alea, sehingga Alea berteriak kesakitan. Ada sesuatu yang hangat mengalir dari mahkota Alea. Air mata Alea mengalir, dan Gio menghapusnya perlahan. Gio kembali
melahap bibir ranum Alea dengan lembut agar Alea merasa lebih tenang. Saat Alea sudah tenang, Gio segera memulai permainan pan*s nya.
Jeritan sakit Alea, berubah menjadi des*h*n nikm*t, semakin lama ritme gerakan Gio semakin cepat.
Gio mempercepat ritme gerakannya, Gio dan Alea menjeritkan nama mereka saat keduanya mencapai puncak kenikmatan.
Gio sangat bahagia karena berhasil memiliki Alea untuk sepenuhnya dan berhasil menyirami ladang Alea untuk pertama kalinya. ia menggulingkan tubuh nya sembari memeluk tubuh Alea yang terlihat sangat letih kerenanya
__ADS_1
"Cupp... " Gio mencium kening Alea.
Bersambung...